Menu

“KDEI CORNER”, Guna Mendekatkan Diri Kepada TKI Di Taiwan

Taipei, (21/05/17). Guna meningkatkan akses pengaduan TKI/WNI di Taiwan dan mendekatkan diri kepada pelayanan terhadap TKI di Taiwan, KDEI di Taipei kerap berkunjung di Aula Taipei Main Station. Layanan service non official atau KDEI Corner ini berupa konsultasi, sharing informasi, diskusi seputar dunia TKI di Taiwan, serta isu-isu lainnya seputar ketenagakerjaan. Diskusi ringan dan santai ini diharapkan dapat menjadi media silaturahmi maupun wadah untuk menyerap aspirasi dari TKI. Input dan aspirasi dari TKI dapat menjadi masukan yang sangat penting dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan maupun rumusan upaya preventif dalam peningkatan perlindungan TKI di Taiwan. 

Layanan tersebut melibatkan Satgas TKI, sukarelawan/pemerhati TKI, serta TKI-TKI hebat lainnya yang mempunyai segudang pengalaman dan inspirasi yang dapat ditularkan ke TKI lainnya. 

Dalam layanan KDEI Corner tersebut, bila ada pengaduan TKI, selanjutnya difollow up oleh bidang ketenagakerjaan. Perkembangannya akan disampaikan kepada pelapor.

Dalam kurun tiga bulan terakhir, layanan yang berpusat dan dirintis dari Taman Baca TKI tersebut mulai dikunjungi oleh pegawai konseling dari BLA Taipei City.

Di media sosial sendiri telah ada dua portal terkait perlindungan TKI Taiwan yakni Grup Facebook “Pengaduan TKI Taiwan”, serta Web Blog “pengaduantkitaiwan.blogspot.tw”. 

Sinergitas dan koordinasi yang baik antar WNI/TKI, organisasi TKI, dsb dengan KDEI di Taipei semoga tetap terjalin dan berkesinambungan.

Read more...

Anggota SATGAS KDEI Taipei Jadi "TKI Inspiratif TEMPO 2017"

Taipei, KDEI (16/05/17). Dwi Tantri (49), perempuan yang akrab dipanggil “Bunda Tantri” ini terpilih sebagai “TKI Inspiratif Pilihan Tempo 2017” mewakili seluruh TKI yang ada di Taiwan. Penganugerahan tersebut diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 15 Mei 2017. Dalam penganugerahan tersebutbeliau diwakili oleh keluarganya.

Dwi Tantri, sebagai sosok penggerak yang memperjuangkan dan menyuarakan hak-hak TKI di Taiwan. Setiap hari minggu beliau dapat dijumpai di “Taman Baca Mobile”, Aula Taipei Main Station (TMS). Rutinitas mulia tersebut dilakukannya guna mengedukasi TKI agar gemar membaca, konsultasi terkait permasalahannya. Keramahan, kebaikan dan ketulusannya menjadi magnet bagi TKI/WNI Taiwan sehingga tidak mengherankan ketika berada di Taman Baca tersebut banyak dikerumunibaik untuk silaturahmi, diskusi maupun sekedar menceritakan pengalamannya.

TKI yang bekerja sebagai perawat orang sakit (care giver)di Keelung tersebut merupakan anggota Satgas KDEI di Taipei. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali media lokal Taiwan maupun asing yang meliputi aktivitas beliau dalam mengadvokasi, memperjuangkan atau mengedukasi TKI dengan tujuan agar dapat mengetahui hak dan kewajibannya, sehingga dapat meminimalisir permasalahan TKI.

Beliau sangat aktif dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh KDEI di Taipei maupun kegiatan lain terkait perlindungan TKI. Di sela-sela kesibukannya, bila ada waktu luang, beliau juga mengunjungi ABK Nelayan pada beberapa pelabuhan di Taiwan guna memastikan kondisi dan keadaan mereka, mendamaikan bila ada yang berselisih serta mencari solusi bila ada permasalahan di Taiwan.

Selain di dunia nyata, beliau juga sangat aktif di chanel pengaduan TKI melalui media sosial guna menyampaikan pesan-pesan perlindungan TKI, baik melalui wall pribadi atau melalui grup facebook “Pengaduan TKI Taiwan” bersama dengan rekan-rekan TKI lainnya. Grup kolaborasi tersebut saat ini sudah beranggotakan sekitar 40.487 orang dan trendnya terus bertambah. Menetapkan visi mewujudkan perlindungan TKI Taiwan berbasis komunitas atas prinsip gotong royong. Tujuan khusus yang ingin dicapai antara lain meningkatkan pemahaman TKI tentang hak dan kewajibannya sebagai TKI di Taiwan, meningkatkan kualitas pelayanan penempatan Tenaga Kerja Indonesia, meningkatkan kualitas perlindungan serta pemberdayaan TKI.

Melalui postingannya di wall Facebook (15/05/17), beliau menulis bahwa bahagia telah terpilih sebagai TKI Inspiratif, tidak menduga dalam perjuangannya tersebut ada pihak yang memberinya Penganugerahan tersebut.

“Tak saya sangka saya dapat Sebuah Piala Penganugerahan dari majalah berkelas di tanah air, majalah Tempo”, tulisnya.

Dalam tulisannya tersebut beliau juga menghimbau kepada TKI yang lain agar tidak lelah untuk berjuang dan berkreasi, serta mengajak agar TKI memberikan contoh kepada yang lainnya dan bukan sebagai orang yang selalu di rendahkan.TKI harus handal dalam menghadapi segala permasalahan yang ada dengan ketegaran dan kecerdasan. Serta agar memanfatkan waktu libur agar bisa jadi TKI yang mantap dalam setiap langkah.

“Terima kasih KDEI yang telah membimbing dan beri ilmu serta arahan kepada saya”, tambahnya.

Penganugerahan tersebut diharapkan dapat memotivasi serta menginspirasi TKI lainnya di Taiwan agar tetap bekerja dengan baik, berkarya positif, memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan TKI lainnya (kdr).

Read more...

KDEI di Taipei  menyapa TKI dalam acara Generation Trans Sumatera

 

Taoyuan, KDEI (14/05/17) KDEI di Taipei hadir dalam acara silaturahmi yang digagas oleh Generation Trans Sumatera atau yang biasa disingkat GTS. 

Acara ini mengusung tema "Dengan semangat kebersamaan kita raih kesuksesan bersama", tagline "salam persaudaraan" serta mengenalkan visi menciptakan BMI yang kreatif, inovatif, dan aktif, dihadiri oleh ratusan TKI yang sudah mulai memadati lokasi acara di gedung Cong Fong Lu, Taoyuan yang beralamat di No. 110, Yongguang Rd, Pingzhen District, Taoyuan City 324, Taiwan, sejak pukul 10.00 pagi.

Acara diawali dengan seremonial dari GTS antara lain penganugerahan beberapa anggota yang berprestasi (juara dalam lomba Hari Kartini), penyerahan Santunan kepada TKI, serta acara simbolis "Mother Day".

Sebagai organisasi yang baru diresmikan, tentunya ke depan perlu bimbingan dan arahan dan KDEI di Taipei, ujar ketua GTS dalam sambutannya.

Melalui acara ini, KDEI di Taipei menyampaikan himbauan seputar ketenagakerjaan serta peranan organisasi dalam berkontribusi membantu upaya perlindungan WNI/TKI di Taiwan.

Beberapa informasi seputar hukum di Taiwan turut disampaikan mengingat selama ini antar organisasi rentan dari pertikaian. Selain itu diharapkan juga agar demi ketetertiban anggota organisasi hendaknya keanggotaan agar didata.

Melalui acara ini diharapkan terbangunnya kebersamaan dan solidaritas dari anggota organisasi tersebut guna menjalin kekompakan, persatuan dan kesatuan di Taiwan, sehingga tujuan utama bekerja di Taiwan dapat tercapai serta menghindari pertikaian yang mencoreng nama baik Indonesia di Taiwan.

Terkait pengaduan dan info seputar ketenagakerjaan diharapkan dapat mengakses chanel pengaduan yang ada melalui media sosial maupun kontak person bidang ketenagakerjaan yang telah dipublikasikan oleh KDEI di Taipei. 

Acara ini dihadiri ratusan anggota GTS yang datang dari seluruh penjuru Taiwan. 

Acara ini diisi juga dengan ceramah agama oleh Bapak Arif Yudi dari PCI NU Taiwan yang diikuti oleh peserta dengan penuh khidmat.

Dalam moment tersebut pihak panitia juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terbangun dengan KDEI di Taipei selama ini khususnya dalam kerjasama dalam penanganan permasalahan salah satu TKI sakit bulan November 2016 lalu. Semoga ke depan kerjasama ini tetap berlanjut dan lebih baik lagi.

Acara ini berlangsung dengan sukses sampai dengan selesai (kdr)

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is a Joomla Security extension!