Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Juli 2015

Ekspor Indonesia April 2015 mencapai USD 589,57 juta, atau sedikit turun 0,39 persen (mom), namun neraca perdagangan Indonesia surplus USD 305,53 juta, atau naik 7,59 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 873,60 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Maret 2015 yang mencapai USD 899,80 juta, turun 2,91 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh terkontraksinya transaksi perdagangan non migas sebesar 10,40 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan April 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 12,96 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-April 2015 mencapai USD 3,46 milyar, turun 6,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, namun KDEI-Taipei optimis akan terjadi peningkatan pada bulan berikutnya hingga akhir semester 1 seiring dengan sejumlah forum bisnis dan ekshibisi bisnis yang diikuti oleh KDEI-Taipei, Pemerintah Indonesia, dan sejumlah pengusaha Indonesia. 

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan April 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang justru meningkat 7,59 persen (mom), mencapai USD 305,53 juta, dan bila dibandingkan bulan April 2014 juga mengalami peningkatan sebesar 10,33 persen (yoy), yang pada bulan April 2014 mencapai USD 27,92 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 22,72 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-April 2015 mencapai surplus sebesar USD 1,18 milyar, naik 10,33 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan, sehingga diharapkan dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan perdagangan Indonesia pada semester pertama tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 589,57 juta, atau turun 0,39 persen dibanding bulan Maret 2015 (mom), dan turun 7,93 persen dibanding bulan April 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 73,03 persen terhadap nilai ekspor. Sedikit turunnya ekspor Indonesia bulan April 2015 dipengaruhi oleh turunnya ekspor non migas (5,01 persen), walaupun ekspor migas naik 14,69 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 2,32 milyar, sedikit terkoreksi 0,58 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 284,04 juta, atau turun 7,75 persen dibanding bulan Maret 2015. Apabila dibandingkan dengan April 2014, impor Indonesia turun 21,84 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan April 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 138,72 juta, USD 129,53 juta dan USD 126,65 juta. Komoditi seperti gas alam, logam mulia, dan timah mengalami peningkatan sebesar 41,08 persen, 33,19 persen, dan 17,52 persen dibanding bulan Maret 2015 (mom). Sebaliknya, komponen kendaraan bermotor dan karet dan produk karet turun masing-masing 35,73 persen dan 17,08 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan minyak (non-crude) menjadi tiga nilai impor terbesar April 2015 dengan nilai USD 50,90 juta, USD 50,04 juta, dan USD 34,63 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia anorganik dan tekstil dan produk tekstil dengan masing-masing naik 6,74 persen dan 4,57 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. besi-baja (18,29 persen), plastik dan produk plastik (16,16 persen), dan komponen permesinan (15,94 persen).

 

Perkembangan Investasi Kuartal I - 2015

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada triwulan pertama tahun 2015 adalah sebesar USD 15,19 juta dengan 48 proyek. Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada triwulan pertama tahun 2015 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi DKI Jakarta (USD 5,51 juta), Jawa Barat (USD 3,16 juta) dan Jawa Timur (USD 2,70 juta). Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia untuk triwulan pertama tahun 2015 adalah pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (US4 4,63 juta), perdagangan dan reparasi (USD 2,54 juta), dan industri karet, barang dari karet dan plastik (USD 2,10 juta).

Sementara, selama bulan Juni 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain kunjungan ke CTBC Financial Holding Co,. Ltd, importir kertas Right Choice Co,. Ltd., perusahaan kopi dan electrical tape, perusahaan Pan Asia di Kaoshiung, perusahaan galangan kapal China Shipbulding Corp (CSBC), perusahaan Hung Shen Propeller, Taiwan Electrical and Electronic Manufacturers Association (TEEMA), Taiwan Association of Machinery Industry (TAMI), partisipasi pada the 20th Joint Economic Cooperation Conference between Indonesia and Taiwan di Jakarta, penyelenggaraan Indonesia Investment Promotion dengan keterlibatan lebih dari 100 perusahaan berskala menengah-besar, dan partisipasi pada ekshibisi Food Taipei 2015.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Mei 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Mei 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 14.530 orang, turun 12,45 persen dibanding April 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Mei 2015 mencapai 73.673 orang, atau naik 3,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Mei 2015 mencapai 12.161 orang, turun 9,62 persen dibanding bulan April 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Mei 2015 mencapai 68.130 orang, atau turun 1,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Sugiayem

         Sebelum dirawat di rumah sakit, pada tanggal 29 Mei 2015, TKI telah datang ke KDEI Taipei untuk konsultasi terkait prosedur kepulangan ke Indonesia, mengingat statusnya saat ini. 

Pada tanggal 1 Juni 2015 TKI masuk rumah sakit dan setelah melalui beberapa pemeriksaan, ditemukan adanya penyumbatan pada pembuluh darah di bagian otak yang mengakibatkan TKI mengalami kesulitan dalam berbicara dan melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, di dalam otak TKI terdapat 3 (tiga) gumpalan yang masih belum diketahui apakah gumpalan itu berupa tumor atau lainnya

KDEI Taipei telah menjenguk TKI serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Indonesia dalam rangka upaya memfasilitasi pembiayaan perawatan TKI selama di rumah sakit serta kemungkinan pemulangan TKI ke Indonesia sebagaimana keinginan TKI untuk melanjutkan perawatan di Indonesia.

Pada tanggal 26 Juni 2015, Sdr. Nihayatul Wafiroh (anggota DPR-RI FPKB) menjenguk TKI di rumah sakit sekaligus menemui pihak dokter dalam rangka membicarakan kemungkinan TKI untuk dipulangkan ke Indonesia dan melanjutkan perawatan di indonesia. Pihak dokter menjelaskan bahwa masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa TKI dimungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia. 

Pada tanggal 29 Juni 2015, Kemlu RI cq. Direktorat Perlindungan WNI dan BHI menjenguk TKI di rumah sakit sekaligus melakukan evaluasi terkait perkiraan biaya perawatan serta pemulangan TKI ke Indonesia. Pihak dokter telah melakukan pemeriksaan lanjutan dan hasilnya bahwa TKI dimungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia dengan fasilitas penerbangan yang disesuaikan dengan kondisi TKI.

 

2. Jenazah 5 (Lima) ABK Dipulangkan dari Senegal

      Pada tanggal 5 Juni 2015, 5 (lima) jenazah ABK di Senegal telah dipulangkan ke Indonesia. Dari 5 (lima) jenazah, 4 (empat) jenazah a.n Ruhiyatna Nopiansah, Sardi, Roko Bayu Anggoro, dan Rasjo Lamtoro diterbangkan dari Dakar tanggal 5 Juni 2015 pukul 17.30, transit di Dubai, dan tiba di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2015 pukul 22.30 WIB. Adapun jenazah a.n Hero Edmond Lusikooy diterbangkan dari Dakar pada tanggal 5 Juni 2015 pukul 17.30, transit di Dubai dan Singapura dan tiba di Surabaya pada tanggal 6 Juni 2015 dengan pesawat GA 850.

Pihak agensi di Taiwan telah memberikan uang santunan kepada masing-masing ahli waris sebesar USD 1.000. 

KDEI -Taipei sampai saat ini masih mengupayakan agar pihak pemilik kapal ikut memberi santunan kepada ahli waris 5 (lima) ABK.

 

Agenda Bulan Juli 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Juli 2015 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan importir kopi Cama Coffee, M2 Juli 2015.

2.Kunjungan kerja ke perusahaan Shi Fuu Ship Building, Kaohsiung, M2 Juli 2015.

3.Pertemuan dengan Asosiasi Kopi Taiwan, M3 Juli 2015.

4.Kunjungan kerja ke perusahaan Ching Fu Group, M3 Juli 2015.

5.Kunjungan kerja ke perusahaan Tasco Group, M4 Juli 2015.

6.Partisipasi pada “International Conference on the Establishment of AEC and RCEP”, Taipei, M4 Juli 2015.

7.Kunjungan kerja ke redaksi majalah kopi Asia, Taipei, M2 Juli 2015.

8.KDEI Sunday Service, Taipei, 5 Juli.

9.KDEI Open House Hari Raya Idul Fitri 1436H, Taipei, 18 Juli 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : citizendaily.net

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Mei 2015

Meskipun neraca perdagangan Ina-Twn bulan Februari 2015 terkoreksi 30,02 persen (mom), surplus perdagangan Januari-Februari tercatat USD 586,91 juta, atau naik 32,71 persen (yoy)

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 693,61 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Januari 2015 yang mencapai USD 991,23 juta, turun 30,02 persen. Penurunan dipicu oleh menurunnya transaksi perdagangan non migas dan migas secara bersamaan sebesar masing-masing 26,91 persen dan 42,91 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Februari 2015, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 16,91 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Februari 2015 mencapai USD 1,68 milyar, turun 0,28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya total perdagangan pada bulan Februari diduga disebabkan oleh menurunnya aktivitas perdagangan internasional Taiwan sebagai akibat banyaknya hari libur nasional di Taiwan yang mencapai 10 hari kalender (Tahun Baru China “Imlek” dan Hari Perdamaian). KDEI-Taipei akan berupaya meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan agar dapat meyakinkan pasar Taiwan dan pengusaha Indonesia untuk meningkatkan interaksi dunia usaha.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Februari 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 157,98 juta, atau turun 63,17 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Februari 2014 juga mengalami penurunan sebesar 55,06 persen (yoy), yang pada Februari 2014 mencapai USD 351,55 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh turunnya neraca perdagangan non migas sebesar 73,57 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Februari 2015 mencapai surplus sebesar USD 586,91 juta, naik 32,71 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada kuartal pertama tahun 2015. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 425,80 juta, atau turun 40,04 persen dibanding bulan Januari 2015 (mom), dan turun 28,22 persen dibanding bulan Februari 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 76,55 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya ekspor Indonesia bulan Februari 2015 didorong oleh turunnya ekspor migas (45,01 persen), dan ekspor non migas yang turun 38,33 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 1,13 milyar, naik 6,56 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 267,82 juta, atau turun 4,74 persen dibanding bulan Januari 2015. Apabila dibandingkan dengan Februari 2014, impor Indonesia naik 10,84 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2015 didominasi oleh batu bara, logam mulia, dan gas, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 106,04 juta, USD 68,20 juta dan USD 56,65 juta. Komoditi seperti kimia anorganik, kimia organik, dan tembaga mengalami peningkatan sebesar 200,89 persen, 82,01 persen, dan 42,48 persen dibanding bulan Januari 2015 (mom). Sebaliknya, gas, logam mulia, dan nikel turun masing-masing 65,00 persen, 63,43 persen, dan 48,49 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Februari 2015 dengan nilai USD 50,20 juta, USD 44,25 juta, dan USD 29,98 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia organik dan komponen permesinan dengan masing-masing naik 13,92 persen dan 2,44 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. besi-baja (15,96 persen), komponen kendaraan (10,04 persen), dan produk perikanan (6,86 persen).

 

Perkembangan Investasi Trimester-I 2015

Realisasi investasi proyek penanaman modal pada Triwulan I (Januari - Maret) tahun 2015 adalah sebesar Rp 124,6 triliun, yang kembali mencetak rekor tertinggi. Terlihat peningkatan sebesar 16,9% bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2014 (Rp 106,6 triliun). Jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah sebesar Rp 42,5 triliun, meningkat 22,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya dan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 82,1 triliun, meningkat 14% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada triwulan I Tahun 2015, porsi realisasi investasi di Pulau Jawa adalah sebesar 43,9%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2014 dengan porsi sebesar 41,8%. Adapun nilai realisasi investasi di Pulau Jawa adalah sebesar Rp. 69,9 triliun dan di luar Pulau  Jawa adalah Rp 54,7 triliun.

Sementara, selama bulan April 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi bagi investor Taiwan, antara lain Wan Hai Lines Ltd, Tatung Group, Advantech Corp, Kenmec Mechanical Engineering Co, Ltd, dan Tong Ho Foods Industrial Co., Ltd. Telah dilaksanakan pula kunjungan ke Indonesia untuk melihat lokasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, serta pertemuan dengan Taiwan Business Club Jakarta, Bali, dan Surabaya. 

 

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Februari 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Maret 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 16.066 orang, turun 6,31 persen dibanding Februari 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Maret 2015 mencapai 45.077 orang, atau naik 1,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 1,6 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Maret 2015 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (18.437) dan Oseania (24.594). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (152.347), Vietnam (99.462), Singapura (80.809), dan Malaysia (48.892).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Maret 2015 mencapai 17.378 orang, naik 37,28 persen dibanding bulan Februari 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Maret 2015 mencapai 42.513 orang, atau naik 4,54 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1. TKI a.n. Sahid

         TKI a.n Sahid saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Tri-Service General Hospital, Taipei City karena yang bersangkutan mengalami kecelakaan kerja yang terjadi pada tanggal 24 April 2015. 

        TKI telah menjalani operasi guna melakukan amputasi kaki kiri yang bersangkutan, mengingat beratnya kecelakaan kerja yang dialami. Pasca operasi, tanggal 27 April 2015, TKI sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan biasa.

         Pihak agensi Taiwan dan perusahaan akan bertanggung jawab dalam pembiayaan perawatan sampai dengan kemungkinan penggunaan kaki palsu serta terapi bagi TKI selama di Taiwan.

 

2. Pertemuan Membahas Perkelahian Antar TKI di Taiwan

        Acara panggung hiburan sekaligus pelantikan ketua Organisasi Masyarakat Forum Kerukunan Keluarga Besar Warga Indonesia di Taiwan (FKKBWIT) di Kota Tainan, 12 April 2015 berakhir ricuh. Dua kelompok massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pantura terlibat perkelahian. Kedua belah pihak saling melempar batu dan botol-botol minuman. KDEI Taipei yang saat itu ikut menghadiri undangan, langsung meminta panitia untuk menghentikan acara panggung hiburan.

         Untuk menyelesaikan kasus ini, pihak KDEI Taipei pada tanggal 19 April 2015 mengundang panitia dan kedua pihak yang bertikai.

         Berdasarkan keterangan saksi, telah disepakati kronologi oleh pihak Pantura dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang hadir. Namun, karena pihak PSHT tidak hadir, pertemuan dilanjutkan pada 3 Mei 2015.

        Pada 3 Mei 2015 pertemuan lanjutan dihadiri oleh kedua belah pihak, dari PSHT dan Pantura serta panitia penyelenggara. Dalam pertemuan tersebut saksi mengulas kembali kronologis kejadian, dan keduabelah pihak menyepakati kronologis tersebut. 

        Hasil pertemuan, keduabelah pihak akan menghadirkan oknum-oknum yang terlibat dalam perkelahian pada pertemuan selanjutnya, untuk segera diambil tindakan yang diperlukan.

 

3. KDEI Taipei Pidanakan Pelaku Penipuan Jasa Pengiriman Uang

         Sedikitnya 23 (duapuluh tiga) TKI di Taiwan, menjadi korban penipuan bermodus jasa pengiriman uang yang diduga dilakukan Siti Fadila, pemilik “Toko Hi-Indo” di Tainan, Taiwan. Korban awalnya menggunakan jasa pengiriman uang untuk mengirimkan uang ke Indonesia, namun, pada kenyataannya, uang tidak pernah dikirimkan pelaku ke Indonesia.

        Kasus tersebut timbul pada awal Januari 2015, saat beberapa korban mulai mengadukan kasus ini ke kepolisian setempat. Korban penipuan hingga Mei 2015 ini terus bertambah. Rata-rata, korban adalah TKI yang bekerja di Tainan. Total kerugian puluhan korban diduga mencapai NT$2.993.535 (setara Rp 1.197.414.000, dengan nilai tukar Rp 400 per NT$1).

         Untuk mengusut tuntas kasus ini, KDEI Taipei akan membawa kasus penipuan ini ke jalur meja hijau. Pada tanggal 26 April 2015, KDEI Taipei bersama pengacara melakukan pertemuan dengan para korban.

        KDEI Taipei menegaskan, langkah pemidanaan pelaku penipuan ini sebagai bagian dari tanggung jawab Pemerintah Indonesia terhadap para TKI. Mengingat waktu proses peradilan dapat mencapai 6 (enam) bulan hingga 1 (satu) tahun, KDEI Taipei meminta para TKI untuk bersabar dan berharap kasusnya dapat terselesaikan sesuai keinginan bersama.

 

 

Agenda Bulan Mei 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Mei 2015 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan kerja ke perusahaan Swanson Plastic Corporation, M2 Mei 2015.

2.Pertemuan dengan Taiwan Business Club Bandung, M3 Mei 2015.

3.Agenda “Gelar Potensi Investasi Daerah” dan “Regional Investment Forum” di Medan, Manado, dan Mataram, 17-22 Mei 2015.

4.Pendampingan kunker perusahaan tekstil ke Kawasan Industri Karawang, 18-22 Mei 2015.

5.Pelatihan Pembuatan Keramik, Taichung, 10 Mei 2015.

6.Edukasi Keuangan OJK, Taipei, 17 Mei 2015.

7.KDEI Kelas Tari, Taipei, 17 Mei 2015.

8.KDEI Sunday Service, Taipei, 17 Mei 2015.

9.KDEI Mobile Service di Kaohsiung, 31 Mei 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : jevuska.com 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Januari 2015

Surplus perdagangan Indonesia Januari-Oktober 2014  berhasil menembus USD 3,0 milyar

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 959,25 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan September 2014 yang mencapai USD 893,73 juta, naik 7,33 persen. Peningkatan dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 62,27 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Oktober/2014 mencapai USD 9,50 milyar, turun 5,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspektasi pasar pada akhir tahun transaksi perdagangan diharapkan akan menjadi momentum peningkatan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Oktober 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 335,93 juta, atau naik 15,48 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Oktober 2013 juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 165,81 persen (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan neraca perdagangan migas sebesar 111,54 persen (mom), meskipun neraca perdagangan non migas turun 68,77 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-Oktober/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 3,08 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 108,10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-Oktober/2014 telah berhasil menembus nilai USD 3,0 milyar dan semakin menjauh melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus melakukan sejumlah promosi dan pendekatan bisnis terhadap dunia usaha di Taiwan guna menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga target surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 3,0 milyar pada akhir tahun 2014 dapat tercapai (sebagaimana target dari Wakil Mendag yang berkunjung ke Taipei pada bulan April 2014). 

 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 647,59 juta, atau naik 9,33 persen dibanding September 2014 (mom), dan naik 5,25 persen dibanding Oktober 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 53,22 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Oktober 2014 didorong oleh peningkatan ekspor migas yang lebih besar (82,44%) dibanding ekspor non migas yang justru turun 19,14% (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober/2014 mencapai USD 6,29 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 311,66 juta, atau turun 3,40 persen dibanding bulan September 2014, dengan impor komoditi non migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 9,21 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2014 masih didominasi batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 132,13 juta dan USD 202,49 juta. Komoditi seperti gas alam, minyak, kayu jenis plywood, dan timah mengalami peningkatan sebesar 114,72 persen, 97,42 persen, 14,29 persen, dan 3,89 persen dibanding bulan September 2014 (mom). Sebaliknya, ammonia, batubara, dan nikel turun masing-masing 41,55 persen, 32,01 persen, dan 13,72 persen.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, minyak (bukan mentah), dan besi lembaran menjadi tiga nilai impor terbesar Oktober 2014 dengan nilai USD 28,19 juta, USD 15,27 juta, dan USD 13,83 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain mesin manufaktur, tekstil dan produk tekstil, dan besi lembaran dengan masing-masing naik 11,06 persen, 10,43 persen, dan 7,82 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak-bukan mentah (45,63 persen), komponen elektronik IC (19,13 persen), dan produk ikan (4,47 persen).

 

Perkembangan Investasi 2014

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2009, namun mengalami penurunan pada tahun 2013 dengan nilai US$ 402.636,4 ribu. Tahun 2014, hingga triwulan ketiga, realisasi investasi Taiwan di Indonesia adalah sebesar US$ 107.538,1 ribu.  

Lima besar lokasi realisasi investasi asal Taiwan pada triwulan ketiga tahun 2014 adalah: Jawa Barat (US$ 43.484,9 ribu); Jawa Timur (US$ 23.257,2 ribu); DKI Jakarta (US$ 19.942,8 ribu); Jawa Tengah (US$ 11.118 ribu); dan Banten (US$ 8.077,1 ribu).

Sedangkan berdasarkan sektor, lima besarnya adalah: Industri Tekstil (US$ 38.845,6 ribu) Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$25.446,7 Ribu); Industri Mineral Non Logam (US$ 14.101,8 ribu); Industri Karet, Barang dari Karet dan plastik (US$ 10.085,4); dan Industri lainnya (US$ 6.919,8 ribu). 

Pada periode Januari-November 2014, Indonesia menempati peringkat ke-12 negara tujuan investasi Taiwan, sedangkan untuk periode Januari-Desember 2013 Indonesia menduduki peringkat ke-20.

Sementara, selama bulan Desember 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain kunjungan kerja ke the Taiwan Association of Rubber, kunjungan kerja ke Kenda Rubber Co, Ltd., pendampingan misi investasi Taiwan Electronic Connection Association (TECA) ke Jakarta, pertemuan dengan China Trust Bank, kunjungan kerja ke E-Lead Company, kunjungan kerja ke Orient Trading Corp., kunjungan kerja ke Scanteak Furniture, kunjungan kerja ke Fuburg Co., Ltd., pertemuan dengan importer the Ten Ren’s Tea, dan kunjungan kerja ke Billy Coffee.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. November 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Nopember 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.093 orang, turun 6,41 persen dibanding Oktober 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2014, mencapai 158.918 orang, atau naik 2,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 9,6 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Nopember 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (126.730) dan Oseania (106.660). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (377.248), Vietnam (309.155), Singapura (267.800), Malaysia (186.241).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Nopember 2014 mencapai 13.015 orang, turun 8,35 persen dibanding bulan Oktober 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 163.229 orang, atau turun 4,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

 

Update Penanganan TKI

1.         BMI a.n Jariatun dan Jumiatun

BMI a.n Jumiatun adalah BMI yang menjadi korban kecelakaan pada saat bekerja. Pada tanggal 3 Oktober 2014, Jumiatun bersama dengan nenek yang dijaganya sedang menyeberang jalan dan tertabrak mobil. Kecelakaan tersebut mengakibatkan kaki kiri Jumiatun retak. Jumiatun sempat ditampung sementara di Shelter KDEI kota Taichung selama2 bulan untuk proses terapi serta pemulihan.

BMI a.n Jariatun adalah BMI yang menderita penyakit tumor ganas di bagian panggul sebelah kiri dan telah menyebar ke bagian ginjal. Pada tanggal 2 September 2014, operasi pengangkatan tumor dan ginjal telah dilakukan, namun masih membutuhkan terapi. Sesuai dengan permintaaan dari yang bersangkutan, maka diputuskan kembali ke Indonesia untuk menjalani kemoterapi di tanah air.

Pada tanggal 20 Desember 2014, KDEI Taipei mendampingi pemulangan 2 (dua) BMI yang mengalami sakit a.n Jariatun dan Jumiatun dan telah diserahkan kepada pihak keluarga di Indonesia melalui petugas BNP2TKI di Bandar Udara Juanda, Surabaya.

2.         BMI korban perdagangan orang

Pada tanggal 28 Desember 2014, KDEI Taipei melakukan pendampingan kepulangan 2 (dua) BMI a.n Sdr. Yudi Anwar dan Sdr. Depri Angga Prasetyo yang menjadi korban penipuan perdagangan orang.

Kedua korban tersebut adalah korban penipuan yang diberangkatkan dari Indonesia untuk bekerja secara tidak legal di Taiwan. Pihak KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan Instansi terkait di Indonesia untuk menindaklanjuti pelaku kejahatan perdagangan orang yang telah merugikan BMI dimaksud.

3.         BMI a.n. Sulistiyah

BMI a.n Sulistiyah mengalami kecelakaan lalu lintas dengan tertabrak sepeda motor pada tanggal 17 Oktober 2014. Kondisi Sulistiyah sampai saat ini masih dalam kondisi tidak sadar karena mengalami luka di bagian otak yang sangat serius.

 

Pihak dokter menyatakan bahwa kondisi BMI akan sangat sulit untuk pulih kembali. Sampai saat ini pihak KDEI Taipei, agensi dan pihak otoritas tenaga kerja kota Taichung masih terus berkoordinasi terkait proses pencairan asuransi dan pemulangan BMI kembali ke Indonesia.

 

Rencana Bulan Januari 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut:

1.Partisipasi pada 3rd Tea Expo 2015, Taichung, 2-5 Januari 2015.

2.Kunjungan ke Paguyuban Reog Ponorogo, Taichung, 11 Januari 2015.

3.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 11 dan 25 Januari 2015.

4.Pertemuan bisnis dengan Cama Coffee, Taipei, 14 Januari 2015.

5.Pertemuan dengan asosiasi karet, Taipei, minggu ke-3 Januari 2015.

6.Rapat Kerja Kemendag “Strategi Peningkatan Ekspor dan Pertumbuhan Surplus Perdagangan Indonesia”, Jakarta, 26-28 Januari 2015.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesiaport.co.id

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd