Menu

Ketenagakerjaan (140)

“Lambaian Formosa” Antar TKW Blitar Juara Pertama Lomba Puisi di Taiwan

Puisi berjudul “Lambaian Formosa” berhasil mengantarkan Kaminasih sebagai Juara Pertama Lomba Puisi Dan Karangan yang digelar Taipei City Foreign and Disabled Labor Office pada Minggu (29/11). TKI asal Blitar, Jawa Timur, ini berhasil menyisihkan kompetitor tenaga kerja asing (TKA) dari negara-negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina.

Usai penyerahan hadiah, wanita yang memiliki nama pena Asih Aspalia ini tak mampu membendung rasa bahagianya. “Saya dedikasikan kemenangan ini untuk kedua putri saya di Indonesia. Mereka yang memberi semangat untuk saya,” tutur ibu dari dua putri ini.

Atas kemenangannya tersebut, TKI yang telah 9 (sembilan) tahun bekerja di Taiwan ini berhak atas piala serta uang tunai NTD10.000. Ini adalah kemenangan ketiga untuk Asih setelah pada tahun 2008 menyabet Juara Harapan 2 dan pada 2014 lalu menggondol Juara 3 pada perlombaan yang sama.

Dalam kategori yang sama, 2 (dua) TKI lainnya yaitu Didit Wardoyo dan Amir Mahmud berhasil menjadi Juara Harapan. Sedangkan untuk kategori Lomba Cerpen, tiga TKI masing-masing Siti Romdiyah, Evi Agustika, dan Sri Retno Yuliyanti juga berhasil meraih Juara Harapan. Lomba Puisi dan Karangan digelar rutin setiap tahun. Tahun 2015 ini merupakan perhelatan ke-15 dan mengambil tema ”Taipei Dengarkanlah Aku”.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Devriel Sogia Raflis menyampaikan, kemenangan para TKI dalam Lomba Puisi dan Karangan di Taiwan menjadi inspirasi bagi TKI lainnya. 

“Semoga ini bisa menjadi teladan bagi TKI yang lain. Prestasi gemilang ini juga menunjukkan bahwa TKI tidak hanya kompeten menjalani tugas dan kewajibannya sehari-hari tapi mereka juga memiliki bakat luar biasa. Dari prestasi para TKI ini kita juga bisa melihat, bahwa kisah para TKI tak hanya kesedihan, duka, dan air mata. Mereka juga mampu berkarya dan membanggakan,” tandasnya.

Kepala Jawatan Tenaga Kerja Kota Taipei, Lai-Hsiang-lin menuturkan, puisi “Lambaian Formosa” karya Kaminasih berhasil menyentuh perasaan Dewan Juri. “Melalui puisi tersebut, kami dapat merasakan hubungan yang telah mereka jalin dengan orang Taiwan laksana hubungan kerabat dan teman. Terpancar pula jiwa yang teguh dan tidak menyerah dari para TKI,” ujarnya.

 

Read more...

TKI di Taiwan Penuh Semangat Belajar Menjadi Pemandu Wisata

Bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri bukanlah tujuan akhir setiap TKI. Para TKI juga harus mampu mengeksplorasi keahlian dan kemampuannya sebagai bekal setelah kelak tidak lagi menjadi TKI. Atas dasar itulah, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Minggu (29/11) menggelar pelatihan pemandu wisata yang diikuti oleh para TKI di Taiwan.

Pelatihan pemandu wisata, berlangsung di dua objek wisata di Taipei yaitu di Chiang Kai-shek Memorial Hall dan Gedung Taipei 101. Para peserta pelatihan rata-rata telah menguasai bahasa Mandarin dengan baik, karenanya tidak mengherankan jika selama sesi pelatihan para peserta bisa praktek dengan sangat lancar.

Saya bercita-cita membuka usaha travel agent sekembalinya nanti ke Indonesia. Selagi saya masih bekerja di Taiwan, saya akan memaksimalkan waktu luang untuk belajar sebagai pemandu wisata,” tutur Betty Artanita Saputri.

Betty yang telah 5 (lima) tahun menjadi TKI di Taiwan ini mengungkapkan, untuk menambah wawasan di bidang kepariwisataan, dia sering membaca buku serta internet di sela-sela bekerja sebagai caretaker di daerah Neihu, Taipei. Selain itu, jika ada waktu luang, jelas Betty, dia manfaatkan waktunya untuk mengambil kursus di salon kecantikan.

Sementara itu, Dinda, TKI lainnya menuturkan ingin bisa menggapai mimpinya menjadi pemandu wisata di Taiwan. Selain giat berlatih menjadi pemandu wisata, TKW asal Jawa Timur yang bekerja di daerah Changhua ini juga aktif di kesenian Reog di Taiwan. “Saya juga ikut kesenian tradisional Reog Singo Barong dan sering tampil di Taiwan,” ujar Dinda yang kerap disapa Dinda Reog.

Selama pelatihan, para TKI mendapat teori dan praktek langsung dari Adi Carlo, seorang pemandu wisata yang telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Kementerian Pariwisata Taiwan. Pelatihan lebih banyak diisi praktek, sejak dari dalam bus wisata, di lokasi wisata, hingga melepas atau berpisah dengan rombongan wisatawan.

Pelatihan juga diisi dengan tips-tips apabila seorang pemandu wisata mengalami masalah di lapangan. Sebagai contoh, rombongan wisata hilang dari rombongan, atau saat seorang pemandu kesulitan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta tour.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Devriel Sogia Raflis berpesan kepada TKI agar terus belajar. “Bukalah wawasan. Bacalah buku. Jika ada waktu libur, pergunakanlah untuk kegiatan positif. Mengikuti pelatihan semacam ini misalnya. Sebab ini sangat berguna untuk bekal TKI ke depannya,” terangnya.

Sementara itu, Analis Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Dwi Anto menuturkan, Indonesia kaya akan ragam budaya, kuliner, dan lokasi wisata. Peluang menjadi pemandu wisata yang piawai berbahasa Mandarin menurutnya adalah kesempatan emas bagi para TKI. “Jangan berpikir selamanya jadi TKI. Setelah memiliki modal yang cukup, kembangkanlah diri di Indonesia. Menjadi pemandu wisata atau bukalah travel agent,” tandasnya.

Read more...

Meriahnya Festival Budaya Nusantara di New Taipei City

NEW TAIPEI CITY – Perhelatan Festival Budaya Nusantara yang digelar di New Taipei City 20 September lalu berlangsung meriah. Ratusan pengunjung yang rata-rata adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) hadir dalam kegiatan hasil kerja sama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Departemen Tenaga Kerja New Taipei City dan sponsor ini.

Sekitar pukul 10.00 para TKI mulai berdatangan memadati Alun-alun Balai Kota New Taipei City. Acara yang diadakan setiap tahun ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada para TKI yang bekerja di wilayah New Taipei City. Saat ini, tercatat sekitar 35.000 TKI bekerja di wilayah ini.

“Festival Budaya Nusantara ini akan menampilkan beragam kesenian khas Indonesia. Kami menyampaikan rasa gembira sekaligus apresiasi sebesar-besarnya terhadap terselenggaranya acara ini. Terima kasih kami sampaikan pula kepada Pemerintah New Taipei City,” tutur Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah, dalam sambutan di hadapan ribuan pengunjung Festival Budaya Nusantara. 

Walikota New Taipei City Eric Zhu dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan TKI di wilayahnya memiliki peran sangat berarti. Karenanya, pihaknya pun menyampaikan terima kasih atas kerja keras para TKI.

Prosesi Festival Budaya Nusantara dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala KDEI Taipei Arief Fadillah didampingi Walikota New Taipei City Eric Zhu. Kemeriahan acara semakin terasa dengan atraksi tari Reog yang ditampilkan para TKI. Tepuk tangan bergemuruh semakin menambah meriah suasana.

Dalam perhelatan tersebut, KDEI turut mengisi 4 (empat) stand yang terdiri dari stand BNP2TKI, Kepariwisataan, dan Informasi Bisnis Waralaba di Indonesia. Di sela-sela kemeriahan acara, sejumlah TKI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengunjungi stand KDEI Taipei untuk berkonsultasi seputar masalah ketenagakerjaan, dan lain-lain.

Puncak acara dipungkasi dengan penampilan istimewa LYLA Band. Band beranggotakan 5 (lima) orang yakni Naga (vocal), Fare (gitar), Dharma (piano, keyboard), Dennis (bass) dan Amec (drum) berhasil membius penonton. Penonton semakin histeris saat Naga membagi-bagikan suvenir.

 

Read more...

Pemerintah Jamin Permudah Investasi di Indonesia

Pemerintah Indonesia menjamin proses perijinan investasi dari investor Taiwan ke Indonesia akan semakin dipermudah. Pemerintah juga akan semakin mendukung agar iklim ketenagakerjaan semakin kondusif.

Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Hanif Dhakiri saat membuka Indonesia – Taiwan Business Forum on Service 2015, di Taipei, 25 Agustus 2015, lalu. Hadir dalam forum tersebut Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Cheng Hsiung-wen, serta puluhan perwakilan perusahaan yang ada di Taiwan.

“Pemerintah Indonesia akan berusaha menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif untuk mendapatkan kepercayaan para pengusaha Taiwan dalam melakukan aktivitas investasi di Indonesia,” tegas Menaker Hanif Dhakiri.

Beberapa hal yang akan dilakukan, jelas Menaker, di antaranya menyederhanakan prosedur pengurusan ijin kerja, serta membangun sistem online untuk pengajuan aplikasi ijin kerja. “Kami menyadari bahwa iklim ketenagakerjaan yang harmonis dan baik sangat menunjang aktivitas perdagangan dan investasi,” tuturnya.

Menaker mengungkapkan, kerja sama antara Indonesia dan Taiwan telah dijalin sejak tahun 1971 dan terus berkembang sampai saat ini di berbagai sektor seperti perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ketenagakerjaan. Pada bulan Mei 2015, total perdagangan antara Indonesia dan Taiwan mencapai USD895,33 juta. Taiwan juga tercatat sebagai investor ke-9 terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah, dalam sambutannya menuturkan, hubungan antara Indonesia dan Taiwan kini memasuki babak baru. “Forum ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran Taiwan dalam penempatan pekerja Indonesia,” tandasnya.

Arief Fadillah merinci, jika pada tahun 2000, jumlah TKI di Taiwan hanya 77.830 orang, jumlah ini melesat menjadi 236.007 orang pada Juni 2015. “Hal ini menyiratkan betapa pekerja Indonesia memiliki pasar yang bagus di Taiwan, dan Taiwan pun mendapat tempat tersendiri mengingat gaji yang atraktif, kehidupan sosial dan kondisi lingkungan yang baik,” terangnya.

Read more...

Menaker RI Undang Tong Yang Group Berinvestasi di Indonesia

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Republik Indonesia Hanif Dhakiri mengundang Tong Yang Group untuk berinvestasi di Indonesia. Menaker mengungkapkan, selain memiliki sumber daya alam yang luas, sumber daya manusia di Indonesia juga terampil dan handal. “Kami mendorong perusahaan Tong Yang Group untuk membuka investasi pabrik di Indonesia, karena eks TKI siap untuk bekerja berdasarkan pengalaman di Taiwan,” jelas Menaker RI Hanif Dhakiri, saat kunjungan ke perusahaan Tong Yang Group, di Tainan, Taiwan, 26 Agustus 2015 lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Menaker berterimakasih karena Tong Yang Group telah merekrut para TKI bekerja di sektor otomotif pada perusahaan tersebut. “Kiranya, mereka dapat dibina dan ditingkatkan skill-nya agar dapat mempraktekkannya kemudian hari bila kembali ke Indonesia,” ujar Menaker. Menaker di sela-sela kunjungannya memantau langsung para TKI yang tengah melakukan perakitan juga menyampaikan harapannya agar Tong Yang Group dapat menarik lebih banyak TKI. “Kami berharap jabatan lain dapat diisi oleh TKI, mengingat banyak TKI yang memiliki skill terampil di bidang otomotif,” tambahnya.

Tong Yang Group adalah perusahaan manufaktur mobil yang mempekerjakan sekitar 950 TKI. Dalam kunjungan tersebut, Menaker yang didampingi Wakil Kepala KDEI Taipei, Siswadi, dan Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Devriel Sogia Raflis, beserta rombongan menyempatkan bertemu dan berdialog dengan para TKI di sela-sela aktivitas mereka bekerja. Selain Menaker RI Hanief Dhakiri, turut serta dalam kunjungan ini Ibu Marifah Hanif Dhakiri, Dirjen Binapenta Herry Sudarmanto, Dirjen Binalattas Chairul Anwar, Kepala BNSP Sumarna, Staf Ahli Menteri Bidang Kerja Sama Internasional Guntur Witjaksono, Kasubdit Kerja Sama Internasional Dit PTKLN I Nyoman Darmanta, Staf Khusus Menaker Dita Indah Sari, dan Pembantu Pimpinan Miftahudin.

 

Read more...

Menaker RI Resmikan Promosi Ketenagakerjaan dan Investasi

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Hanif Dhakiri baru-baru ini meresmikan Promosi Ketenagakerjaan dan Investasi di Taipei, Taiwan. Peresmian dilakukan dalam rangka meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal ke Taiwan. Selain itu, melalui promosi ini diharapkan dapat menggenjot investasi ke Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arief Fadillah, menuturkan, promosi ketenagakerjaan dilakukan melalui pemasangan iklan pada 30 bus yang tersebar di 3 (tiga) kota, yaitu Taipei, Taichung, dan Kaohsiung. 

“Ini merupakan periode kedua kalinya melakukan pemasangan iklan promosi ketenagakerjaan dan investasi pada transportasi publik di Taiwan,” tandas Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah, saat memberi sambutan dalam Peresmian Promosi Ketenagakerjaan dan Investasi, di pelataran Twin Head Building, Selasa, 25 Agustus 2015.

Puluhan bus dengan trayek khusus tersebut akan memajang iklan selama 3 (tiga) bulan, dari awal September hingga akhir November 2015, mendatang. Sedangkan, promosi investasi telah dimulai sejak pertengahan Agustus lalu dan berakhir pada pertengahan November 2015. Untuk promosi investasi ini, dilakukan pada 20 bus di 2 (dua) kota, yaitu Taipei dan Kaohsiung.

“Dengan dilakukannya promosi secara berkelanjutan, diharapkan jumlah penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di sektor manufaktur, konstruksi, dan perawat, serta realisasi investasi Taiwan ke Indonesia dapat semakin meningkat, sebagaimana telah menjadi rencana kerja dari pemerintah untuk periode 5 (lima) tahun ke depan,” tambah Arief.

Selain Menaker RI Hanief Dhakiri, Peresmian Promosi Ketenagakerjaan dan Investasi turut dihadiri oleh Ibu Marifah Hanif Dhakiri, Dirjen Binapenta Herry Sudarmanto, Dirjen Binalattas Chairul Anwar, Kepala BNSP Sumarna, Staf Ali Menteri Bidang Kerja Sama Internasional Guntur Witjaksono, Kasubdit Kerja Sama Internasional Dit PTKLN I nyoman Darmanta, Staf Khusus Maenaker Dita Indah Sari, dan Pembantu Pimpinan Miftahudin.

Usai peresmian, Menaker RI Hanif Dakhiri, Kepala KDEI Taipei Arief Fadillah, Wakil Kepala KDEI Taipei Siswadi, beserta rombongan berkesempatan menaiki bus yang memajang iklan promosi ketenagakerjaan dan investasi.

 

Read more...

Gaji TKI Sektor Domestik Naik menjadi NT$ 17.500

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei per 1 Juli 2015 telah menetapkan kenaikan gaji TKI sektor domestik/ informal meliputi caregiver, caretaker, domestic helper, menjadi NT$.17.500,- bagi TKI yang baru datang/ re entry hiring.

Dengan gaji sebesar NT$.17.500,- dibandingkan dengan gaji sebelumnya sebesar NT$.15.840, maka terjadi kenaikan sebesar NT$.1.660. Kenaikan gaji tersebut juga didukung oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), serta 2 (dua) negara yang mengirimkan tenaga kerja asing ke Taiwan yaitu Filipina dan Vietnam.

Kenaikan gaji ini dilakukan berdasarkan kajian yang telah dilakukan KDEI Taipei terkait standar gaji buruh informal di Taiwan. Selain itu, telah dipandang perlu untuk menaikkan gaji TKI sektor domestik/ informal dikarenakan dalam kurun waktu 15 tahun terakhir tidak ada kenaikan gaji.

Bagi TKI yang saat ini telah bekerja atau menjalani kontrak selama 3 (tiga) tahun, KDEI Taipei mengharapkan yang bersangkutan dapat melakukan negosiasi besaran gaji kepada majikan yang mempekerjakan.

Adapun bagi tenaga kerja sektor manufaktur/ formal seperti ABK, nelayan, kontruksi, pabrik, sesuai Labor Standards Act Artiche 22 Pasal 2, Ministry of Labor (MoL) Taiwan No. 1030131880 tanggal 15 September 2014, besaran gaji per 1 Juli 2015menjadi NT$.20.008, atau dari gaji sebelumnya NT$.19.273 mengalami kenaikan sebesar NT$.735,-



Pic from : http://cliparts.co

Read more...

Kunjungan Kerja KDEI Taipei ke CTCI Corporation

Dalam rangka meningkatkan penempatan Tenaga Kerja Formal, investasi serta perdagangan di bidang Industri di Taiwan, pada hari  Kamis tanggal 29 Mei 2015 Kepala Bidang Ketenagakerjaan bersama dengan Kepala Bidang Perdagangan dan  Kepala Bidang Investasi bersama dengan staff KDEI Taipei, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat CTCI Corporation di taipei. 

Pada kegiatan kunjungan kerja ini, antara lain dibicarakan kemungkinan adanya penempatan bagi Tenaga Kerja yang telah memiliki pengalaman kerja atau memiliki Skill keterampilan yang tinggi untuk ditempatkan di perusahan-perusahan yang bernaung di CTCI Corporation. Selain itu juga dibicarakan kemungkinan CTCI Corporation melakukan Investasi serta perdagangan yang diikuti dengan alih teknologi pada bidang Hydrocarbon, Enviromental Resources, Infrastructure, Environtment & Power, serta Plant Maintenance Service.

Pihak CTCI menyatakan pihaknya saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan tinggi untuk ditempatkan pada sejumlah proyek CTCI yang berada di Taiwan maupun di luar Taiwan. Adapun tenaga kerja yang dibutuhkan adalah yang memiliki keterampilan di bidang teknologi mekanik, elektricity.

Terhadap kebutuhan dari kedua perusahaan tersebut, KDEI Taipei menyatakan agar pihak CTCI dapat segera mengirimkan surat resmi terkait kebutuhan dan kualifikasi dari tenaga kerja yang akan direkrut serta minat untuk melakukan investasi dan perdagangan di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, KDEI Taipei diterima oleh jajaran Direksi CTCI antara lain President CTCI dan Senior Vice President Administration dan PR Division.

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!