Menu

Ketenagakerjaan (106)

Pembinaan dan Penyuluhan Bersama KDEI dan Kepolisian Pingtung kepada TKI

KDEI Taipei bersama Kepolisian Pingtung County mengadakan silaturahmi serta memberikan penyuluhan kepada TKI Pelaut/ABK Indonesia Pada tanggal 2 September 2014 di Pingtung.  Hadir sebagai perwakilan KDEI adalah Kabid Tenaga Kerja, Asisten Senior beserta Lokal Staf Tenaga Kerja KDEI .

Sedangkan pihak kepolisian Pingtung hadir Wakil Kepala kepolisian Pingtung Mr. Chung, Yung Fu, Kepala Section Ms. Vicky dan beberapa staf kantor kepolisian pingtung. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 35 orang TKI ABK, yang mana mayoritas TKI ABK yang hadir merupakan ABK LG.

Beberapa hal yang menjadi pembicaraan antara lain adalah :

  1. Informasi dari pihak kepolisian Pingtung, bahwa jumlah TKI yang berada di wilayah yuridiksi kepolisian Pingtung berjumlah tidak kurang dari 6.000 orang yang terdiri atas 5.000 TKI yang bekerja di Sektor Informal serta 1.000 TKI ABK.
  2. Ajakan agar ABK Indonesia dapat bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat, menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanan di wilayah Pingtung. Jika TKI atau ABK mengalami tindak kekerasan dan kriminal, pihak kepolisian meminta agar dapat segera melaporkan untuk segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
  3. Beberapa TKI ABK menyampaikan keluhan keamanan yang mereka alami kepada pihak kepolisian, keluhan tersebut berupa adanya gangguan keamanan dari gang motor di beberapa wilayah Pingtung, terutama pada malam minggu antara pukul 19.00 s.d 21.00 dan antara pukul 02.00 s.d 04.00 dinihari. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti dengan melakukan patroli di waktu-waktu yang telah disebutkan.
  4. Pesan dan himbauan Kabid Tenaga Kerja KDEI Taipei, tentang beberapa hal kepada TKI ABK antara lain agar menjaga keamanan serta kesehatan selama bekerja, meningkatkan disiplin dan kehati-hatian dalam bekerja dikarenakan pekerjaan ABK merupakan salah satu jenis pekerjaan dengan resiko tinggi.
  5. Disamping itu, dihimbau juga bahwa jika mengalami disharmoni dengan pemilik kapal agar dapat segera diselesaikan secara musyawarah dan sedapat mungkin menjauhi tindak kekerasan karena akan sangat merugikan TKI ABK itu sendiri. Jika disharmoni dimaksud tidak dapat terselesaikan maka sebaiknya dapat melaporkan hal tersebut ke KDEI Taipei, guna dilakukan langkah penyelesaian lebih lanjut.
  6. Kepada ABK Indonesia, Kabid Tenaga Kerja juga menyampaikan untuk selalu melakukan komunikasi dengan pihak keluarga, menjaga pergaulan dengan menjauhi kegiatan prostitusi  serta menjauhi minum-minuman keras. Diingatkan pula bahwa TKI ABK merantau jauh dari keluarga untuk mencari nafkah bagi kelangsungan hidup keluarga dan pendidikan anak di daerah asal.

Acara ditutup dengan tukar menukar cendera mata serta foto bersama dengan pihak kepolisian serta TKI ABK yang hadir dalam acara tersebut.

Read more...

Partisipasi Ketenagakerjaan KDEI dalam Remarkable Indonesia

Dalam rangka memperingati HUT R.I ke 69 pada tanggal 31 Agustus 2014, KDEI Taipei, mengadakan acara “Remarkable Indonesia”, yang merupakan kegiatan pameran dan promosi Indonesia di bidang perdagangan, industri, investasi, pariwisata, budaya dan ketenagakerjaan. Pada kegiatan ini BNP2TKI untuk pertama kalinya berpartisipasi melakukan promosi ketenagakerjaan di Taiwan dengan mengisi salah satu stand yang telah disediakan oleh KDEI Taipei.

Stand BNP2TKI berfungsi untuk memberikan informasi kepada para pengunjung, khususnya warga Taiwan terkait ketersediaan tenaga kerja Indonesia terampil di sektor IT, Hospitality, Manufacture, Oil & Gas, Health & Care dan Construction. Tidak sedikit dari para pengunjung ”Remarkable Indonesia” yang mengunjungi stand BNP2TKI dan menanyakan potensi supply tenaga kerja indonesia serta proses perekrutannya.

Read more...

Employment Business Meeting oleh Bidang Ketenagakerjaan KDEI

Dalam rangka meningkatkan penempatan TKI sektor formal serta untuk menyelaraskan antara permintaan dan persediaan calon Tenaga Kerja Indonesia, KDEI Taipei bersama BNP2TKI menyelenggaran EMB dengan mempertemukan beberapa PPTKIS dengan 4 asosiasi agency Taiwan bersama beberapa anggotanya.

EMB dilaksanakan di Nankang Exhibition Center, Taipei, pada tanggal 30 Agustus 2014. Dari KDEI Taipei di Wakili oleh Wakil kepala KDEI Taipei, Bpk. Harsono Aris Yowono, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Bpk. Devriel Sogia Raflis serta Home Staff KDEI Taipei lainnya, dari BNP2TKI diwakili oleh Deputi Bidang KLN dan Promosi, Ibu Endang Sulistyaningsih bersama dengan beberapa Staf Kedeputian KLN dan Promosi serta beberapa PPTKIS yang khusus datang dari Indonesia. Sedangkan dari 4 asosiasi agency terdiri atas asosiasi ROC, Taipei, Taichung dan Kaoshiung. 

Dari hasil pertemuan, disimpulkan bahwa walaupun supply tenaga kerja sektor formal cukup banyak tersedia di indonesia, namun pihak agency lebih cenderung untuk memilih permintaan CTKI sektor informal dibandingkan sektor formal. Hal tersebut menyebabkan kurang terbukanya peluang penempatan TKI formal apabila sistim penempatan Tenaga Kerja ke Taiwan hanya bergantung melalui PPTKIS dan agency.

Oleh karenanya kedepan pemerintah Indonesia bersama dengan pemerintah Taiwan akan lebih mempertimbangkan, membuka penempatan TKI formal mandiri dan Re-Entry Direct Hiring Formal.

Read more...

Pertemuan Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei dengan DHSC

Dalam rangka membuka mekanisme penempatan TKI mandiri serta Re – Entry Direct Hiring sektor formal pada tanggal 29 Agustus 2014, KDEI Taipei dan BNP2TKI telah melakukan pertemuan dengan Direct Hiring Service Center/DHSC, pada kesempatan ini pihak KDEI Taipei diwakili Analis Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Bpk Dwi Anto dan lokal staf bidang tenaga kerja, delegasi BNP2TKI diwakili oleh Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Bpk Agusdin Subiantoro. Dari pihak DHCS dipimpin oleh Director of Cross-Border Workforce Affair Centre Ms. Chiou, Yueh-Yun di kantor DHSC

Saat ini DHSC telah membangun Sistem On-line Operasional Overseas Direct Hiring, yang merupakan sistem berbasis IT dan memungkinkan pihak supply (tenaga kerja asing) memposting CV/lamaran, sedangkan di sisi lain sistem ini memungkinkan employer untuk memilih/merekrut pelamar sesuai kualifikasi serta permintaan/ preferensi jenis pekerjaan.
    Pihak DHSC menyampaikan, bahwa sistem ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi proses penempatan karena lebih murah, lebih cepat dan lebih mudah. Sistem ini ditujukan untuk Tenaga Kerja yang berasal dari Filipina, Thailand, Vietnam dan Indonesia, untuk mengisi jabatan perawat pasien, pembantu rumah tangga, perawat di panti jompo, pekerja pabrik, pekerja konstruksi serta nelayan.

Mekanisme kerja sistem difokuskan agar employer yang terdaftar dalam sistem mendapat kesempatan untuk memilih dan mendapatkan calon tenaga kerja asing sesuai dengan sektor dan letak perusahaannya. Sementera itu, pihak supply yang dalam hal ini diwakili oleh institusi tertentu, hanya dapat menunggu panggilan dari employer bila ada di antara pelamar yang memenuhi persyaratan.

BNP2TKI mengusulkan agar, sistem itu dibuat ”seimbang” dimana akses terhadap informasi supply dan demand adalah setara. Kerahasiaan/keamanan data (hukum privat) yang dijadikan alasan untuk tidak memperlihatkan data demand kepada pihak supply dapat disiasati dengan menggunakan kodefikasi. Sistem On-line Operasional Overseas Direct Hiring merupakan terobosan yang sangat baik untuk mempercepat, mempermurah dan mempermudah proses perekrutan TKI ke Taiwan. Pemerintah Indonesia akan mengkaji lebih lanjut opsi penempatan tersebut dan ketua delegasi BNP2TKI menyampaikan agar kiranya isu tentang on-line system ini dapat menjadi bagian dalam materi pembahasan Annual Meeting yang direncanakan pada akhir tahun 2014.

Read more...

Company Visit oleh Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei

Dalam rangka melakukan promosi serta meningkatkan penempatan TKI sektor formal, pada tanggal 29 Agustus 2014, KDEI Taipei dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja Bpk. Devriel Sogia Raflis beserta Kepala Bidang Investasi Bpk. Mohamad Faisal, bersama dengan Delegasi BNP2TKI dari Deputi Bidang KLN dan Promosi yang diwakili Direktur Promosi, Bpk. Anjar Prihantoro dan Direktur KLN, Bpk Fachry Sulaiman beserta seorang staf Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Sdr. Aris Munandar melakukan kunjungan ke 2 (dua) perusahaan di kota Taichung.

Kunjungan pertama dilakukan ke perusahaan Cheng Shin Rubber/Maxxis Group, yang mana anggota delegasi diterima oleh Mr. Lenny H.K Lee (Director Global Sales & Marketing) beserta staff lainnya. Perusahaan tersebut saat ini tengah melakukan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik produksi di daerah Cikarang dengan nilai investasi sebesar US$.320,000,000.- (tiga ratus dua puluh juta US$). Pembangunan pabrik dimaksud akan rampung pada tahun 2015 dan akan memulai produksi pada tahun 2016.

Terkait dengan kebutuhan tenaga kerja lokal pada saat pabrik mulai berproduksi, pihak perusahaan menyatakan, pada tahap awal membutuhkan sekitar 1,000 orang tenaga kerja dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya membutuhkan sebanyak 2,000 orang tenaga kerja. Pihak perusahaan akan berkoordinasi dengan KDEI Taipei untuk dapat difailitasi perihal perekrutan tenaga kerja lokal dimaksud.

Perusahaan Cheng Shin Rubber/Maxxis Group, saat ini juga memperkerjakan 8 TKI profesional lulusan universitas di Taiwan, yang saat ini ditempatkan pada bagian manajemen dan 27 TKI terampil bekerja di bagian produksi. Dijelaskan bahwa perekrutan TKI yang bekerja pada sektor produksi dilakukan melalui perusahaan jasa tenaga kerja (agency) di Taiwan. Adapun apabila pihak pemerintah Indonesia dan Taiwan membuka penempatan tenaga kerja secara mandiri, maka pihak perusahaan cenderung untuk memilih perekrutan secara mandiri. Pihak Perusahaan menyatakan berencana untuk melakukan penambahan TKI di kantor pusat Taiwan.

Kunjungan kedua dilakukan ke perusahaan plastik Taiwan Hon Chuan (THC) Group, dan diterima secara langsung oleh Chairman perusahaan Mr. Keith H.C Dai bersama dengan beberapa Direktur dan manager perusahaan. THC Group telah memiliki 2 pabrik di Indonesia yang terletak di wilayah Bogor dan Kabupaten Karawang. saat ini THC Group sedang dalam proses pembangunan pabrik ketiganya di Jawa Timur, yang akan memulai produksi pada tahun 2015.

Untuk memulai produksi pada pabrik ketiganya di Jawa Timur, pihak perusahaan akan merekrut 100 (seratus) pekerja lokal yang memiliki latar belakang keahlian mekanik dan elektronik (Mekatronik) dan akan ditempatkan sebagai operator mesin produksi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kerja dimaksud, pihak perusahaan akan berkoordinasi dengan KDEI Taipei.

Dalam rangka mendukung pabrik baru di Jawa Timur, perusahaan THC saat ini sedang melakukan peningkatan kemampuan bagi 3 (tiga) pekerja Indonesia melalui proses pelatihan selama 3 (tiga) bulan di Taiwan.

Terkait dengan penempatan TKI formal di Taiwan, saat ini pihak THC Group telah memperkerjakan 50 TKI di bagian produksi di Pabrik yang berlokasi di kota Taichung. Sama halnya dengan perusahaan sebelumnya, perekrutan ke 50 TKI dilakukan melalui jasa perusahaan tenaga kerja (agency) Taiwan. Pihak perusahaan menyatakan akan lebih memilih perekrutan secara mandiri apabila pemerintah Indonesia dan Taiwan membuka mekanisme penempatan Tenaga Kerja mandiri dimaksud.

Setelah pertemuan, pihak perusahaan memberikan kesempatan kepada anggota delegasi untuk bertemu dengan 3 (tiga) orang TKI dari 50 (lima puluh) TKI yang saat ini tengah diperkerjakan.

Read more...

KDEI Taipei Menjenguk TKI a.n Aningsih

Pada tanggal 19 Agustus 2014, KDEI Taipei (kepala Bidang Tenaga Kerja, Bpk. Devriel Sogia Raflis beserta Home Staff) telah melakukan kunjungan ke rumah sakit Paochien, kota Pingtung, Khaosiung untuk menjenguk TKI a.n Aningsih. TKI  mengalami stroke yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pembuluh darah pada bagian otak sebelah kiri. TKI saat ini masih dirawat di ruang ICU rumah sakit Paochien, kota Pingtung.

Difasilitasi oleh PPTKIS dan agency, suami TKI telah berada di Taiwan untuk mendampingi sang istri. Pihak agency juga telah menyatakan akan bertanggung jawab membiayai perawatan TKI selama di rumah sakit, termasuk kemungkinan membiayai kepulangan TKI ke Indonesia.

Read more...

Pelantikan Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei

Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 757/M-DAG/KEP/6/2014 tanggal 26 Juni 2014 tentang Pengangkatan Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Devriel Sogia, ST., MM diangkat sebagai Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia-Taipei.

Pada hari Jumat, tanggal 15 Agustus 2014, bertempat di Ruang Serba Guna KDEI-Taipei, Yamanah A.C. selaku Kepala Organisasi dan Kepegawaian bertindak atas nama Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan mengambil sumpah Devriel Sogia, ST., MM., sebagai Kepala Bidang Tenaga Kerja pada KDEI-Taipei menggantikan Sri Setiawati yang telah berakhir masa tugasnya pada bulan Maret 2014.

Acara Pelantikan dilanjutkan dengan penyerahan Memori Serah Terima Jabatan dari Dwi Anto selaku Plt. Kepala Bidang Ketenagakerjaan kepada Devriel Sogia selaku Kepala Bidang Tenaga Kerja yang baru. Hadir pada acara Pelantikan Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala KDEI Taipei, Kepala Biro Umum Kemenakertrans, dan seluruh Home Staf serta Lokal Staff KDEI Taipei.

Read more...

Edukasi Keuangan dan Kewirausahaan untuk BMI di Taiwan

Banyak alasan yang menjadi dasar seseorang memutuskan menjadi tenaga kerja di luar negeri. Salah satu alasan yang menjadi dasar keputusan tersebut adalah karena keinginan untuk memperbaiki ekonomi keluarga dan memperoleh penghasilan untuk masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tanah air nantinya. Namun pada kenyataannya, sering kali TKI yang sudah pulang ke Indonesia akan kembali memutuskan untuk kembali bekerja di luar negeri karena alasan uang yang sudah didapatkannya selama bekerja bertahun-tahun telah habis dipakai dan tidak bersisa. Melihat permasalahan tersebut, OJK bekerja sama dengan KDEI Taipei, BNP2TKI dan BNI mengadakan ”Edukasi Keuangan dan Kewirausahaan untuk BMI di Taiwan” yang diselenggarakan di National Taiwan University International Conference Center pada tanggal 29 Juni 2014.

Materi yang diberikan oleh OJK dalam seminar tersebut adalah Pengenalan OJK dan Layanan Konsumen OJK sedangkan dari BNI yang disampaikan adalah materi Perencanaan Keuangan dan Kewirausahaan Bagi TKI. Tujuan dari kegiatan adalah: memperkenalkan OJK  dan LJK kepada para TKI, memperkenalkan produk dan jasa keuangan kepada para TKI, memperkenalkan konsep perencanaan keuangan, memperkenalkan konsep kewirausahaan. Dengan outcome: Para TKI dapat mengenal produk dan jasa keuangan, para TKI dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan, para TKI mampu mengelola keuangan pribadi dengan baik, para TKI memiliki usaha.

Otoritas jasa keuangan (OJK) dibentuk sebagai respon atas kompleksitas disektor jasa keuangan sebagai pengaruh dari perkembangan system keuangan yang ada. Tugas pokok dari OJK adalah untuk mengatur dan mengawasi sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga keuangan serta memberikan perlindungan kepada konsumen. Dalam seminar tersebut, bidang edukasi dan perlindungan konsumen menjadi bahasan utama yang diberikan kepada peserta seminar. Hal tersebut karena peserta seminar yang merupakan konsumen dari jasa perbankan harus memahami keberadaan OJK. OJK menjadi mitra bagi konsumen karena OJK memberikan layanan jasa berupa pembelaan hukum, literasi dan edukasi, pengembangan kebijakan dan pelayanan konsumen. Prinsip dasar pelayanan konsemen yang diberikan oleh OJK meliputi kemudahan akses, terintegrasi, traceable & trackable dan penanganan awal oleh LJK.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd