Menu

Ketenagakerjaan (106)

KDEI di Taipei Memfasilitasi Pelatihan Usaha Berkelanjutan bagi TKI

TAIPEI – KDEI di Taipei baru-baru ini (08/01/17) memfasilitasi pelatihan usaha berkelanjutan bertempat di Gedung Aula lantai 6 KDEI di Taipei. Tema yang diusung adalah “Pelatihan Usaha Berkelanjutan, Bekerja Sambil Berwirausaha untuk Masa Depan.”Ratusan TKI/WNI datang dari berbagai  penjuru hadir dalam kegiatan ini yang merupakan hasil kerja sama antara KDEI di Taipei dengan PCI Muhammadiyah Taiwan. 

Pelatihan ini dibuka pukul 10.00 oleh Kepala KDEI di Taipei yang diwakili oleh Analis Ketenagakerjaan, Farid Ma’ruf. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan awal tentang konsep pemberdayaan kepada TKI/WNI sehingga diharapkan setelah bekerja di Taiwan dapat melanjutkan usaha berkelanjutan di Indonesia kelak. 

Dalam sambutannya, Analisis Ketenagakerjaan menyampaikan statistik TKI Taiwan seputar data penempatan, trend permasalahan TKI, serta kontribusi TKI di Taiwan dalam menambah devisa negara. “Dengan adanya kegiatan pelatihan guna memperkenalkan wirausaha sebagai bagian dari pemberdayaan TKI ini diharapkan nantinya TKI akan semakin terlindungi,” ujarnya dalam mengakhiri sambutanya. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Pusat, Bapak Nurul Yamin dan Bachtiar Dwi Kurniawan. Dalam materinya disampaikan beberapa materi penting yang diharapkan dapat memberikan bekal atau pengetahuan kepada TKI tentang pentingnya berwirausaha setelah kembali ke Indonesia. Sekilas dibahas tentang bagaimana merubah mindset untuk berwirausaha, motivasi dan keberanian untuk memulai, tantangan yang dihadapi serta potensi keberhasilan pun diuraikan. Kegiatan ini berlangsung meriah dan peserta tampak antusias dengan materi yang disampaikan. 

 “Marilah kita memulai usaha dengan apa yang kita punya serta apa yang paling dibutuhkan masyarakat”, ujar narasumber dalam membakar semangat para peserta.

Di sesi brainstorming tentang bidang usaha yang akan dilatihkan, KDEI di Taipei memberi masukan, sehubungan dengan polling di media sosial yang telah dilakukan 3 minggu sebelumnya tentang jenis pelatihan yang akan dilakukan nanti. Beberapa jenis pelatihan yang diusulkan sesuai dengan polling tertinggi antara lain pelatihan terkait cara untuk memulai usaha, membuka usaha toko, pertanian, peternakan, dan memasak (kuliner). Artinya sebaiknya pelatihan yang dilakukan adalah berbasis kebutuhan TKI sehingga tepat sasaran. 

Kegiatan pelatihan nantinya akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada TKI yang akan pulang dalam waktu dekat ini, minimal di bawah satu tahun. Waktunya akan disampaikan kemudian. Konsepnya bahwa setelah dilatih di Taiwan nantinya akan dilakukan pendampingan di Indonesia sampai berhasil. Dalam sesi diskusi, tampak beberapa TKI sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. Seorang TKI dari Yogyakarta menyatakan bahwa konsep ini sangat bagus dan terbukti berhasil. Dicontohkannya kegiatan pemberdayaan sampai pada pendampingan yang dilakukan oleh BP3TKI Yogyakarta tahun lalu telah mengantarkannya mempunyai satu usaha mandiri beserta teman-teman yang lainnya. Saat ini sudah jalan. Diharapkan kegiatan ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh TKI.

Di akhir pertemuan disimpulkan bahwa pemberdayaan TKI melalui pengenalan usaha, pelatihan bidang usaha yang diminati sampai pada pendampingan ini merupakan konsep yang baik dalam meningkatkan perlindungan TKI. Hal ini sejalan dengan kegiatan yang digalakkan oleh pemerintah yakni Pemberdayaan TKI yang terintegrasi.

Sebagai tindak lanjut bahwa akan kegiatan pelatihan akan diumumkan kembali. Diharapkan peserta aktif memantau informasi dari website KDEI di Taipei maupun grup media sosial. PCI Muhammadiyah juga telah melakukan koordinasin dengan Direktorat  Pemberdayaan BNP2TKI tentang kemungkinan tindak kanjut dari kegiatan ini.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib sampai pukul 13.00, dan disiarkan live pada facebook live dan radio online yang diumumkan pada grup facebook “Pengaduan TKI Taiwan” sehingga TKI yang tidak hadir dapat menyaksikan dan mendengarkan lewat media tersebut (Kdr).

Read more...

Salbiyah TKI Asal Wonosobo Jawa Tengah  Selamatkan Ama dari Kebakaran Flat Tetangga

Menyelamatkan pasien bagi Salbiyah yang bekerja hampir dua tahun di majikan tersebut    menjadi tanggung jawabnya. Hal itu yang terpikir oleh TKI penjaga pasien di wilayah Banchiao New Taipei City, pada 27 Desember 2016. Tepat pukul 9 pagi Salbiyah merasakan ada yang tidak beres pada asap yang kian lama-kian menebal dari flat lantai 4 rumah tetangga. Salbiyah sendiri berada di Flat Lantai 5 tepat diatas pusat kebakaran.

Melihat kepulan asap yang kian menelbal, TKI  berusaha mencari tahu, namun sudah terlambat, karena semua area telah menjadi gelap gulita oleh kepulan asap yang menebal. Tanpa berpikir panjang, Salbiyah segera mengajak pasiennya untuk keluar dari rumah.

Dengan merambat anak tangga, tanpa lampu penerangan dan menerobos asap tebal sambil memapah Ama yang sudah tidak dapat berjalan dengan cepat Salbiyah berusaha keras keluar dari Flat tersebut.” Mencari  jalan dengan menuruni tangga dan menuntun Ama dalam kegelapan say amerasa takut sekali. Dada saya sesak, Ama juga batuk-batuk dan tidak ada penerangan. Saya hanya berdoa, semoga kami berdua diberi keselamtan.” Ujar Salbiyah. Akhirnya walau tubuh dan pakian menghitam karena asap, keduanya dapat keluar dengan selamat.

KDEI Taipei,sejak mendapat laporan sehubungan dengan  adanya TKI yang terjebak dilokasi kebakaran terus melakukan pemantauan. Setelah usaha penyelamatan tersebut membuahkan hasil, TKI dan majikan selamat, maka KDEI segera melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan. TKI tidak mengalami hal apapun yang membahayakan. Menurut yang bersangkutan  dirinya hanya mengalami  sedikit batuk dan sesak nafas. Namun majikan sudah memberikan obat dan diminta beristirahat.TKI dan Ama yang di jaga selamat, walau  kabarnya ada satu korban meninggal dunia pada peristiwa tersebut. Yakni pemilik flat dimana pusat  kebakaran terjadi.

Read more...

KDEI Di Taipei Menghadiri Seminar Bertajuk "Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan"

 Taipei City, KDEI (17/12) – Seminar Bertajuk “Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan” sukses diselenggarakan di Auditorium Kampus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Kegiatan ini diselenggarakan oleh PCI Muhammadiyah Taiwan bekerja sama dengan NTUST-ISA (Indonesian Student Association) dan Formmit (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan).

Dalam seminar ini menghadirkan tiga nara sumber utama yaitu :

  1. Dr. Haedar Nashir (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dengan topik Mengasah Karakter Berkemajuan Melalui Organisasi dan Dakwah selama di Taiwan.
  2. Prof. Dr Yunahar Ilyas, Lc (Wakil Ketua MUI Pusat), dengan topik Nilai-nilai Islam yang berkemajuan untuk majunya Indonesia.
  3. Wakil dari KDEI di Taipei, Farid Ma’ruf (Analis Bidang Ketenagakerjaan), dengan topik Peran WNI/TKI di Indonesia di Taiwan.

Turut hadir juga dalam seminar ini Kadir, selaku Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja. Sekitar pukul 14.00, para peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Taiwan sudah mulai berdatangan di lokasi penyelenggaran di auditorium kampus terbesar di Taipei tersebut. Acara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menjalin silaturahmi, kekeluargaan dan wadah untuk mempersatukan umat melalui seminar dengan tema membangun karakter Indonesia Berkemajuan, kolaborasi nilai Islam dan adat ketimuran Taiwan guna memajukan masyarakat muslim Indonesia. 

KDEI di Taipei yang diwakili oleh Farid Ma’ruf menyampaikan tentang pentingnya peran masyarakat Indonesia (WNI/TKI) di Taiwan serta informasi seputar ketenagakerjaan di Taiwan. Diawali dengan penyampaian seputar data dan fakta seputar ketenagakerjaan, antara lain trend penempatan yang masih didominasi oleh tingkat pendidikan setingkat SMP, disusul SMU dan SD. Trend permasalahan TKI masih didominasi oleh ketidakharmonisan hubungan kerja antara TKI dan pengguna, serta ketidakmampuan bekerja. 

Berdasarkan data yang ada disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia di Taiwan tergolong besar yaknir ± 275.000, dengan komposisi mahasiswa sekitar 4.300 orang, TKI sekitar 241.000 orang, kawin campur sekitar 29.000 orang. Tentunya, hal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk dapat mempromosikan Indonesia secara luas ke masyarakat Taiwan maupun memanfaatkan peluang-peluang yang ada di Taiwan untuk kemaslahatan umat.

“Dalam meningkatkan perlindungan kepada TKI diharapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia di Taiwan khususnya mahasiswa kiranya dapat mensosialisasikan kepada TKI agar menghindari kaburan maupun pelanggaran hukum lainnya”, tegasnya dalam mengakhiri sambutannya di hadapan peserta seminar.

Usai paparan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta seputar tema Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan.. Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan tertib sampai pukul 17.00. (*kdr).

 

 

Read more...

KDEI Di Taipei Hadir Dalam Event SAVE BMI Di Taichung

Taichung City, KDEI (11/12) – Acara pentas Seni dan Budaya TKI yang digagas oleh perkumpulan TKI di Taiwan baru-baru ini berlangsung meriah. Peserta yang berasal dari kalangan TKI di sekitar Taichung turut hadir meramaikan acara tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan oleh salah satu organisasi TKI di Taiwan yakni Save BMI, yang mempunyai tagline “together to save others”.

Sekitar pukul 10.00, para peserta sudah mulai berdatangan memadati tempat pelaksanaan acara yang bertempat di Piramid Taichung. Acara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menjalin kekerabatan dan kekeluargaan sesama TKI serta sebagai ajang apresiasi terhadap buruh migran Indonesia di Taiwan yang mempunyai bakat istimewa dan juga mengangkat berbagai seni budaya asli Indonesia.

KDEI di Taipei diwakili oleh Kepala Shelter KDEI di Taichung, Ibu Rita Njo, dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh TKI yang hadir agar tetap menjaga hubungan baik dan memperkokoh nilai kekeluargaan sesama TKI/BMI di Taiwan.

“Diharapkan kepada seluruh TKI agar tetap rukun, kompak, mewaspadai berbagai penipuan, menghindari narkoba, serta jangan menjadi TKI Kaburan”, tegasnya dalam mengakhiri sambutannya di hadapan ratusan TKI.

Acara ini diisi dengan pertunjukan seni dan budaya, perform musik, dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan tertib sampai pukul 17.00. (*kdr).

 

Read more...

Tabligh Akbar Bersama FOKWIT, Momentum untuk Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

 

Taipei, KDEI (11/12) – Tabligh Akbar FOKWIT (Forum Kerukunan Warga Indonesia Taiwan), 11 Desember 2016, berlangsung sukses. Acara dengan tema Taiwan Berzikir ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun ke VIII. 

Ribuan jamaah yang sebagian besar adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) turut hadir dalam kegiatan keagamaan ini yang merupakan hasil kerja sama antara FOKWIT dengan organisasi TKI/WNI di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, PT. SBL dan pihak terkait lainnya.

Sekitar pukul 09.00, dalam kondisi cuaca dingin, para TKI mulai berdatangan dari berbagai penjuru Taiwan, mulai memadati lokasi di samping Taipei Main Station (TMS).

Kepala KDEI di Taipei, Robert J Bintaryo, mengapresiasi kegiatan positif ini sebagai salah satu upaya dalam rangka pembinaan TKI/WNI. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi, memantapkan nilai-nilai iman serta dapat mengingatkan kita agar selalu bertakwa kepada Allah SWT,” ujarnya dalam sambutan di hadapan ribuan jamaah. 

Dalam kesempatan ini juga turut disampaikan tentang perlunya dukungan dari segenap masyarakat Indonesia di Taiwan dalam peningkatan perlindungan WNI/TKI khususnya di Taiwan. Terkait dengan kebijakan ketenagakerjaan di Taiwan yakni perpanjangan kontrak tanpa harus pulang ditegaskan bahwa KDEI di Taipei mendukung, namun masih diperlukan pertemuan dengan pihak Taiwan guna meningkatkan perlindungan TKI. 

Sebelum kegiatan utama, kegiatan ini diawali dengan serangkaian program FOKWIT bekerja sama dengan PT. SBL, perusahaan Travel terkemuka di Indonesia. Dalam sesi acara tabligh akbar, yang diwakili oleh Bapak Fatahillah disampaikan ceramah agama serta sambungan jarak jauh via telepon dengan Bapak Ustadz Arifin Ilham.

Acara ini diselingi dengan undian dan door prize dari panitia, berlangsung tertib dan diakhiri pada pukul 16.00 (*kdr)

Read more...

KDEI Di Taipei Menyapa TKI Dalam Acara The Foreign & Local Employees Get-Together Party

 

Tainan City, KDEI (27/11) – Acara ketenagakerjaan, The Foreign & Local Employees Get-Together Party Of Tainan City Government 2016 yang digagas oleh Pemerintah Kota Tainan, 27 November 2016, berlangsung meriah. Peserta yang berasal dari tenaga kerja lokal dan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari berbagai negara antara lain Indonesia, Filipina, dan Vietnam turut hadir meramaikan acara tersebut. Kegiatan ini bertema kekeluargaan/kekerabatan yang dipersembahkan bagi tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja asing. 

Sekitar pukul 09.00 dalam kondisi hujan rintik disertai udara dingin, para peserta mulai berdatangan memadati tempat pelaksanaan acara di No. 36, Ln. 42, Zhong Xing Rd., Xinhua Dist., Tainan City. Acara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menjalin kekerabatan dan kekeluargaan yang dipersembahkan bagi tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja asing termasuk TKI. Dalam acara ini TKI peserta sebagian besar bekerja pada sektor manufaktur yang berada di sekitar wilayah Tainan.

Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi, dalam sambutannya menuturkan, pihaknya mendukung kegiatan positif ini serta mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Tainan dalam memberikan perhatian serta mengakui existensi TKI telah banyak berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Tainan. 

“Diharapkan kepada seluruh TKI agar tetap menjaga martabat dan nama baik Indonesia di Taiwan, sehingga ke depan pemerintah Indonesia dan masyarakat Taiwan tetap mengharapkan kehadiran TKI di Taiwan serta agar menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan tindak pidana serta perpecahan dan pekelahian khususnya antar sesama TKI”, tegasnya dalam mengakhiri sambutannya di hadapan ratusan TKI.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Directory General BLA Tainan, Yu Pao-Hsien dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada perwakilan Sending Countries yang telah hadir serta kepada masyarakat Tainan dan tenaga kerja asing yang ikut pada acara ini walaupun dalam kondisi cuaca hujan. 

Acara ini diisi dengan games seru antara lain perlombaan memasukan piring plastik ke dalam gawang, lomba gigit sendok yang diisi pingpong serta diselingi dengan acara perform musik yang diisi secara bergantian oleh TKA dan warga lokal. Dalam kesempatan ini TKI juga turut mengambil bagian dengan membawakan lagu dangdut yang disambut meriah oleh TKI lainnya.

Turut hadir dalam acara ini Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja, Kadir dan lokal staf. Di sela-sela acara, KDEI di Taipei juga menyapa beberapa TKI serta menyampaikan berbagai informasi terbaru seputar ketenagakerjaan. Selain itu juga menerima beberapa pengaduan, serta konsultasi mengenai hak-hak yang harus diketahui oleh TKI selama bekerja di Taiwan.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib sampai pukul 14.00. Di akhir acara Wakil Kepala KDEI di Taipei turut menyerahkan hadiah berupa piala kepada pemenang yang dinilai secara kumulatif dari kedua games tersebut. Pada kesempatan ini TKI mendapatkan piala sebagai juara dua (*kdr).

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd