Menu

Ketenagakerjaan (121)

KDEI di Taipei Gelar Rakor Teknis Penanganan Permasalahan TKI Bersama Depnaker se-Taiwan 

TAIPEI – KDEI di Taipei menggelar Rapat Koordinasi Teknis Penanganan Permasalahan TKI di Taiwan bersama dengan Depnaker se-Taiwan, Rabu (24/5). Selain sebagai upaya percepatan respons penanganan permasalahan TKI, kegiatan ini dimaksud untuk menekan angka TKI Kaburan di Taiwan.

Dalam sambutannya, Kepala KDEI di Taipei Bpk. Robert J Bintaryo menyampaikan bahwa KDEI di Taipei telah membuka askes pengadua WNI/TKI seluas-luasnya melalui jalur telepon, contact person Bidang Ketenagakerjaan, melalui media sosial, website KDEI, pelayanan mobile service, maupun KDEI corner, serta pelibatan Satgas/Sukarelawan TKI.

“Saat ini total TKI yang bekerja di Taiwan sekitar 252,341. Total pengaduan tahun lalu yang disampaikan ke KDEI di Taipei sekitar 1.050-an kasus, dan saat ini ini jumlah pengaduan sudah hampir menyentuh angka 900, dengan tingkat penyelesaian lebih dari 81 %,” tuturnya.

Umumnya, pengaduan didominasi oleh kasus tidak harmonis dengan pengguna, pekerjaan tidak sama dengan PK, dan gaji tidak lunas. Masalah lain yang perlu mendapat perhatian adalah masih maraknya TKI kaburan yang saat ini mencapai jumlah 24 ribuan serta meningkatnya penggunaan Narkoba di kalangan TKI. 

Selain itu seiring dengan mekanisme perpanjangan kontrak tanpa harus pulang, banyak agensi yang membebankan biaya pengurusan yang sangat tinggi kepada TKI berkisar antara 30.000 s/d 80.000 $NT.

“Tentunya permasalahan ini menjadi PR kita yang tetap kita berupaya seoptimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, serta yang tak kalah pentingnya adalah mensosialisasikan berbagai program-program atau informasi ketenagakerjaan yang dapat diakses langsung oleh TKI. Hal ini sebagai upaya preventif yang sedang dan terus kita galakkan,” tandasnya.

Rapat Koordinasi Teknis Penanganan Permasalahan TKI di Taiwan melibatkan perwakilan dari seluruh Depnaker di Taiwan, selain itu turut dihadiri pula oleh Perwakilan dari Workforce Development Agency, yaitu Section Chief Cross-Border Workforce Management Division, Workforce Development Agency (WDA), Ministry of Labor, Ibu Yu, Hsiao-Chiu (Yu, Fatimah).

Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab serta pemaparan permasalahan dari masing-masing perwakilan Depnaker. Beberapa permasalahan utama yang menjadi pembahasan adalah terkait hak-hak TKI sesuai PK, TKI Kaburan, TKI melahirkan di Taiwan, serta pengurusan dokumen paspor dan legalisasi dokumen di KDEI Taipei.(*)

 

Read more...

“KDEI CORNER”, Guna Mendekatkan Diri Kepada TKI Di Taiwan

Taipei, (21/05/17). Guna meningkatkan akses pengaduan TKI/WNI di Taiwan dan mendekatkan diri kepada pelayanan terhadap TKI di Taiwan, KDEI di Taipei kerap berkunjung di Aula Taipei Main Station. Layanan service non official atau KDEI Corner ini berupa konsultasi, sharing informasi, diskusi seputar dunia TKI di Taiwan, serta isu-isu lainnya seputar ketenagakerjaan. Diskusi ringan dan santai ini diharapkan dapat menjadi media silaturahmi maupun wadah untuk menyerap aspirasi dari TKI. Input dan aspirasi dari TKI dapat menjadi masukan yang sangat penting dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan maupun rumusan upaya preventif dalam peningkatan perlindungan TKI di Taiwan. 

Layanan tersebut melibatkan Satgas TKI, sukarelawan/pemerhati TKI, serta TKI-TKI hebat lainnya yang mempunyai segudang pengalaman dan inspirasi yang dapat ditularkan ke TKI lainnya. 

Dalam layanan KDEI Corner tersebut, bila ada pengaduan TKI, selanjutnya difollow up oleh bidang ketenagakerjaan. Perkembangannya akan disampaikan kepada pelapor.

Dalam kurun tiga bulan terakhir, layanan yang berpusat dan dirintis dari Taman Baca TKI tersebut mulai dikunjungi oleh pegawai konseling dari BLA Taipei City.

Di media sosial sendiri telah ada dua portal terkait perlindungan TKI Taiwan yakni Grup Facebook “Pengaduan TKI Taiwan”, serta Web Blog “pengaduantkitaiwan.blogspot.tw”. 

Sinergitas dan koordinasi yang baik antar WNI/TKI, organisasi TKI, dsb dengan KDEI di Taipei semoga tetap terjalin dan berkesinambungan.

Read more...

KDEI di Taipei  Menegaskan Pentingnya Menjaga Komitmen Persaudaraan dan Kebersaamaan Sesama TKI di Taiwan.

Taichung, KDEI (21/05/17) KDEI di Taipei hadir dalam acara silaturahmi yang digagas oleh Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Khusus Taiwan atau yang biasa disingkat PSHT Taiwan yang berpusat di Taichung.

Salam khas organisasi yakni "Salam Persaudaraan", PSHT berusaha menjaga komitmen persaudaraan dan kebersamaan,  siap mengedepankan musyawarah, dan menjaga kerukunan di Bumi Formosa.

Acara silaturahmi ini dalam rangka tes kenaikan tingkat dari sabuk hijau ke sabuk putih. Sekitar 610 PSHT turut hadir dalam acara tersebut.

Melalui acara ini, Farid Ma'ruf selalu Analis Bidang Tenaga Kerja KDEI di Taipei menyampaikan himbauan seputar ketenagakerjaan serta penegasan akan pentingnya peranan organisasi dalam berkontribusi membantu upaya perlindungan WNI/TKI di Taiwan. Beberapa informasi seputar hukum di Taiwan turut disampaikan mengingat selama ini antar organisasi di Taiwan rentan dari pertikaian.

Melalui acara ini diharapkan terbangunnya kebersamaan dan solidaritas dari anggota organisasi tersebut guna menjalin kekompakan, persatuan dan kesatuan di Taiwan, sehingga tujuan utama bekerja di Taiwan dapat tercapai serta menghindari pertikaian yang mencoreng nama baik Indonesia di Taiwan.

“Semoga pertemuan kita kali ini menjadi moment yang penting untuk kita semua bersatu, kompak dalam satu bingkai persatuan dan kesatuan atas nama Indonesia. Semangat kebhinekatunggalika-an kita kita hidupkan juga disini. Melalui kebersamaan kita ini mari kita galakkan semangat untuk saling mengingatkan bila ada teman dekat yang barangkali berpotensi bertindak melanggar norma atau ketentuan hukum di Taiwan”, ujar KDEI di Taipei.

Terkait akses pengaduan WNI/TKI serta informasi ketenagakerjaan dibuka seluas-luasnya melalui jalur telepon atau kontak person yang telah disebar luas melalui media sosial (FB, line, whatsapp) bahkan di website KDEI maupun web blog personal yang dikelola oleh bidang naker. 

Eksistensi PSHT Cabang Khusus Taiwan diharapkan dapat bermitra dengan KDEI di Taipei dalam meningkatkan perlindungan TKI di Taiwan. Penguatan peran organisasi ini diharapkan dapat juga membina anggotanya sehingga pergesekan dengan kelompok/organisasi lainnya dapat diminimalisir.

Dalam meningkatkan perlindungan TKI KDEI di Taipei secara rutin (tiap tiga bulan) akan menyelenggarakan pertemuan dengan organisasi TKI dalam mendiskusikan isu-isu ketenagakerjaan maupun menyelesaikan permasalahan TKI dan lain sebagainya. 

Turut disampaikan juga perihal persiapan dalam memasuki bulan suci Ramadhan, serta disampaikan informasi tentang rencana pelaksaan sholat Idul Fitri di taman dekat TMS yang memuat kapasitas yang lebih besar (perkiraan 8.000 jamaah).

“Selanjutnya mari kita sambut bulan suci Ramadhan  dengan gembira, dengan suka-cita serta persiapan yang baik. Semoga kita semua tetap diberikan kesehatan, dan kemampuan dalam menjalani rutinitas kerja di Taiwan yang penuh dengan tantangan dan perjuangan. Amin”, ujarnya dalam mengakhiri sambutannya.

Acara ini berlangsung dengan sukses sampai dengan selesai sekitar pukul 17.25.

Read more...

KDEI-TAIPEI Hadir Dalam Seminar Hati Anak Bangsa

Taipei, KDEI (21/05/17). Seminar yang bertajuk “Hati Anak Bangsa” sukses digelar di Taipei Public Library. Hadir pembicara utama Henny Kristianus, Founder and Project Director of Yayasan Tangan Pengharapan. Sebagai informasi bahwa yayasan ini sudah melayani lebih dari 4.000 anak di berbagai daerah di Indonesia antara lain di Sumatera Barat, Jakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Bali, Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan Papula serta Maluku Utara. Programnya bergerak dalam bidang pendidikan, gizi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Seminar ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat Indonesia yang ada di Taiwan agar lebih peduli dan memberi kontribusi positif bagi Indonesia.

Henny dalam seminarnya mengajak masyarakat Indonesia yang ada di Taiwan agar dapat bermanfaat bagi negeri khususnya bagi daerah asal di Indonesia. 

Secara khusus beliau mengajak TKI purna agar dapat mengabdi untuk negeri, dengan menjadi guru profesional bagi anak-anak di daerah pedalaman di Indonesia.

Selain itu turut memotivasi TKI agar selalu dapat membaca peluang yang ada disekitarnya, sehingga tidak menjadi TKI selamanya. Serta mendorong agar TKI di Taiwan dapat membekali diri dengan skill yang berguna serta pengetahuan mengelola usaha sehingga nantinya dapat diterapkan di Indonesia. Dicontohkannya dengan bisnis jualan online yang lagi booming di Indonesia.

“Temukan pasion terbesar Anda di bidang mana, kembali ke Indonesia untuk berkarya untuk membangun negeri”, ujarnya penuh semangat.

Pengalaman sebagai TKI dengan kerja profesional, berpengalaman dan terlatih tentunya menjadi modal yang baik untuk bekerja di Indonesia nantinya.

Read more...

DHSC Taiwan berkunjung ke KDEI di Taipei bahas Perpanjangan Kontrak TKI dan Skema Direct Hiring

 

Taipei, KDEI (18/05/17). Pihak DHSC (Direct Hiring Service Center) Taiwan berkunjung ke KDEI di Taipei yang diwakili oleh Senior Specialist WDA, Specialist WDA, serta Deputi Director Enterprise Resource Planing Center NASME, beserta staf. 

Melalui pertemuan singkat tersebut dibahas beberapa hal seputar penempatan TKI di Taiwan khusus perpanjangan kontrak tanpa pulang. DHSC mempunyai fungsi dalam membantu penempatan TKA ke Taiwan khusus yang tidak menggunakan jasa agency dan perusahaan pengirim di negara asal. 

Beberapa pelayanan yang dilakukan oleh DHSC adalah :

  • Re-entry hiring : proses perpanjangan perjanjian kerja kembali pada majikan yang sama, proses pengambilan visa pada kantor TETO di Indonesia.
  • Perpanjangan Perjanjian Kerja Tanpa Pulang (PPKTP) : proses perpanjangan perjanjian kerja baik kembali pada majikan yang sama, atau pindah majikan, proses pengambilan visa di Taiwan.
  • Direct Hiring : proses penempatan langsung tanpa melalui agensi dan PPTKIS. Skema ini banyak diisi oleh Filipina, menyusul Thailand dan Vietnam. Terkait dengan skema Direct Hiring tersebut, KDEI di Taipei menyarankan kepada DHSC agar menyampaikan informasi detil terkait lowongan kerja yang tersedia (mencakup data singkat perusahaan, uraian jabatan, kualifikasi/persyaratan, gaji, benefit, dll). Informasi lowongan kerja tersebut sebagai bahan untuk pengisian portal job luar negeri BNP2TKI maupun Kemenaker. DHSC menyampaikan akan menyampaikan informasi lowongan kerja tersebut. 

Skema direct hiring tersebut perlu pembahasan tersendiri dan penjajakan kerjasama lebih lanjut untuk menginiasi skema yang belum diisi oleh TKI tersebut.

Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa kendala teknis yang ditemukan di lapangan, best practice, serta saran dan masukan untuk perbaikan pelayanan terhadap TKI. Selanjutnya, ke depan akan terus dilakukan sharing informasi seputar ketenagakerjaan, serta pemanfaatan sistem informasi.

KDEI di Taipei juga menyarankan agar dapat dilakukan integrasi sistem dengan DHSC guna kemudahan dalam pertukaran data dan informasi TKI.

Sistem Informasi KDEI di Taipei terkait pendataan TKI yang melakukan perpanjangan kontrak dengan skema baru yakni PPKTP (Perpanjangan Perjanjian Kerja Tanpa Pulang) sedang dalam proses perancangan, dan pengembangan.

Read more...

Anggota SATGAS KDEI Taipei Jadi "TKI Inspiratif TEMPO 2017"

Taipei, KDEI (16/05/17). Dwi Tantri (49), perempuan yang akrab dipanggil “Bunda Tantri” ini terpilih sebagai “TKI Inspiratif Pilihan Tempo 2017” mewakili seluruh TKI yang ada di Taiwan. Penganugerahan tersebut diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 15 Mei 2017. Dalam penganugerahan tersebutbeliau diwakili oleh keluarganya.

Dwi Tantri, sebagai sosok penggerak yang memperjuangkan dan menyuarakan hak-hak TKI di Taiwan. Setiap hari minggu beliau dapat dijumpai di “Taman Baca Mobile”, Aula Taipei Main Station (TMS). Rutinitas mulia tersebut dilakukannya guna mengedukasi TKI agar gemar membaca, konsultasi terkait permasalahannya. Keramahan, kebaikan dan ketulusannya menjadi magnet bagi TKI/WNI Taiwan sehingga tidak mengherankan ketika berada di Taman Baca tersebut banyak dikerumunibaik untuk silaturahmi, diskusi maupun sekedar menceritakan pengalamannya.

TKI yang bekerja sebagai perawat orang sakit (care giver)di Keelung tersebut merupakan anggota Satgas KDEI di Taipei. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali media lokal Taiwan maupun asing yang meliputi aktivitas beliau dalam mengadvokasi, memperjuangkan atau mengedukasi TKI dengan tujuan agar dapat mengetahui hak dan kewajibannya, sehingga dapat meminimalisir permasalahan TKI.

Beliau sangat aktif dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh KDEI di Taipei maupun kegiatan lain terkait perlindungan TKI. Di sela-sela kesibukannya, bila ada waktu luang, beliau juga mengunjungi ABK Nelayan pada beberapa pelabuhan di Taiwan guna memastikan kondisi dan keadaan mereka, mendamaikan bila ada yang berselisih serta mencari solusi bila ada permasalahan di Taiwan.

Selain di dunia nyata, beliau juga sangat aktif di chanel pengaduan TKI melalui media sosial guna menyampaikan pesan-pesan perlindungan TKI, baik melalui wall pribadi atau melalui grup facebook “Pengaduan TKI Taiwan” bersama dengan rekan-rekan TKI lainnya. Grup kolaborasi tersebut saat ini sudah beranggotakan sekitar 40.487 orang dan trendnya terus bertambah. Menetapkan visi mewujudkan perlindungan TKI Taiwan berbasis komunitas atas prinsip gotong royong. Tujuan khusus yang ingin dicapai antara lain meningkatkan pemahaman TKI tentang hak dan kewajibannya sebagai TKI di Taiwan, meningkatkan kualitas pelayanan penempatan Tenaga Kerja Indonesia, meningkatkan kualitas perlindungan serta pemberdayaan TKI.

Melalui postingannya di wall Facebook (15/05/17), beliau menulis bahwa bahagia telah terpilih sebagai TKI Inspiratif, tidak menduga dalam perjuangannya tersebut ada pihak yang memberinya Penganugerahan tersebut.

“Tak saya sangka saya dapat Sebuah Piala Penganugerahan dari majalah berkelas di tanah air, majalah Tempo”, tulisnya.

Dalam tulisannya tersebut beliau juga menghimbau kepada TKI yang lain agar tidak lelah untuk berjuang dan berkreasi, serta mengajak agar TKI memberikan contoh kepada yang lainnya dan bukan sebagai orang yang selalu di rendahkan.TKI harus handal dalam menghadapi segala permasalahan yang ada dengan ketegaran dan kecerdasan. Serta agar memanfatkan waktu libur agar bisa jadi TKI yang mantap dalam setiap langkah.

“Terima kasih KDEI yang telah membimbing dan beri ilmu serta arahan kepada saya”, tambahnya.

Penganugerahan tersebut diharapkan dapat memotivasi serta menginspirasi TKI lainnya di Taiwan agar tetap bekerja dengan baik, berkarya positif, memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan TKI lainnya (kdr).

Read more...

KDEI di Taipei  menyapa TKI dalam acara Generation Trans Sumatera

 

Taoyuan, KDEI (14/05/17) KDEI di Taipei hadir dalam acara silaturahmi yang digagas oleh Generation Trans Sumatera atau yang biasa disingkat GTS. 

Acara ini mengusung tema "Dengan semangat kebersamaan kita raih kesuksesan bersama", tagline "salam persaudaraan" serta mengenalkan visi menciptakan BMI yang kreatif, inovatif, dan aktif, dihadiri oleh ratusan TKI yang sudah mulai memadati lokasi acara di gedung Cong Fong Lu, Taoyuan yang beralamat di No. 110, Yongguang Rd, Pingzhen District, Taoyuan City 324, Taiwan, sejak pukul 10.00 pagi.

Acara diawali dengan seremonial dari GTS antara lain penganugerahan beberapa anggota yang berprestasi (juara dalam lomba Hari Kartini), penyerahan Santunan kepada TKI, serta acara simbolis "Mother Day".

Sebagai organisasi yang baru diresmikan, tentunya ke depan perlu bimbingan dan arahan dan KDEI di Taipei, ujar ketua GTS dalam sambutannya.

Melalui acara ini, KDEI di Taipei menyampaikan himbauan seputar ketenagakerjaan serta peranan organisasi dalam berkontribusi membantu upaya perlindungan WNI/TKI di Taiwan.

Beberapa informasi seputar hukum di Taiwan turut disampaikan mengingat selama ini antar organisasi rentan dari pertikaian. Selain itu diharapkan juga agar demi ketetertiban anggota organisasi hendaknya keanggotaan agar didata.

Melalui acara ini diharapkan terbangunnya kebersamaan dan solidaritas dari anggota organisasi tersebut guna menjalin kekompakan, persatuan dan kesatuan di Taiwan, sehingga tujuan utama bekerja di Taiwan dapat tercapai serta menghindari pertikaian yang mencoreng nama baik Indonesia di Taiwan.

Terkait pengaduan dan info seputar ketenagakerjaan diharapkan dapat mengakses chanel pengaduan yang ada melalui media sosial maupun kontak person bidang ketenagakerjaan yang telah dipublikasikan oleh KDEI di Taipei. 

Acara ini dihadiri ratusan anggota GTS yang datang dari seluruh penjuru Taiwan. 

Acara ini diisi juga dengan ceramah agama oleh Bapak Arif Yudi dari PCI NU Taiwan yang diikuti oleh peserta dengan penuh khidmat.

Dalam moment tersebut pihak panitia juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terbangun dengan KDEI di Taipei selama ini khususnya dalam kerjasama dalam penanganan permasalahan salah satu TKI sakit bulan November 2016 lalu. Semoga ke depan kerjasama ini tetap berlanjut dan lebih baik lagi.

Acara ini berlangsung dengan sukses sampai dengan selesai (kdr)

Read more...

Pendampingan KDEI-Taipei Untuk Penyelesaian Masalah ABK LG Wahyudin Jufri 

Taipei, KDEI (13/05/17), KDEI di Taipei telah berupaya maksimal dalam melakukan pendampingan dalam penyelesaian  ABK LG (letter of guarantee) a.n Wahyudin Jufri, antara lain monitoring perkembangan kesehatan, fasilitasi pemenuhan hak (pembayaran sisa gaji, tiket kepulangan, asuransi), serta  pelunasan biaya perawatan di rumah sakit melalui serangkaian pertemuan dan mediasi dengan pihak-pihak terkait di Taiwan dan Indonesia.

Kasus Wahyudin Jufri tersebut adalah salah satu contoh dari sederet kasus ABK LG. ABK LG Sektor Perikanan adalah ABK yang bekerja secara non prosedural dengan menggunakan surat jaminan (letter of guarantee), berlayar di perairan internasional pada kapal berbendera Taiwan, umumnya berangkat dengan menggunakan visa kunjungan, tidak tercatat pada Kemenaker, BNP2TKI, KDEI di Taipei maupun pada pemerintah Taiwan, gaji rendah, rentan eksploitasi, serta tidak ada jaminan terhadap hak-hak pekerja.

KDEI di Taipei kerap mendapatkan laporan pengaduan tentang permasalahan ABK LG Sektor Perikanan. Prosedur penempatan ABK LG tersebut memang tidak sesuai dengan peraturan di Indonesia terkait dengan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri. Beberapa permasalahan lainnya antara lain TKI meninggal, gaji tidak lunas, ekploitasi, kekerasan, penelantaran, dan lain sebagainya. Penempatan ABK LG tersebut sulit dihentikan dan permasalahan terus muncul.

Wahyudin Jufri, pemuda kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan ini satu tahun yang lalu berangkat kerja keluar negeri melalui PT Satya Berdikari Nusantara, bekerja pada kapal perikanan berbendera Taiwan (Kapal Hai Ren 31). Sejak Maret 2016 mengarungi lautan dengan tekad untuk merubah nasib yang lebih baik.    
Hampir 10 bulan Wahyudin berlayar di kapal tersebut bergumul kerasnya perjuangan hari demi hari mengarungi samudera. Akhirnya momen dinantikan datang, saatnya kapal ikan Longline tersebut berlabuh di Kaohsiung, awal Januari 2017.

Awalnya Wahyudin sudah merasakan dadanya sakit dan sesak, kemudian jatuh pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dari dokter rumah sakit. Selanjutnya Wahyudin dirawat di Chung Ho Memorial Hospital. Menurut diagnosa dokter bahwa ABK LG tersebut menderita penyakit langka yakni hipertensi paru-paru (stress cardiomyopathy), salah satu jenis penyakit berbahaya yang bisa menyerang semua jenis umur dan datangnya tiba-tiba, dikenal dengan sindrom patah hati menyerupai serangan jantung. Perawatan di rumah sakit tersebut akhirnya menuai hasil dan kondisi yang bersangkutan stabil dan dinyatakan sudah bisa melakukan perjalanan kembali ke Indonesia menggunakan pesawat. 

Namun permasalahan timbul karena biaya perawatan dan pengobatan sangat besar hal ini dikarenakan ABK tersebut tidak dicover oleh Asuransi Kesehatan Taiwan. 

Saat ini Asuransi Kesehatan Taiwan, hanya mengcover untuk ABK/Nelayan yang bekerja di dalam teritorial Taiwan. KDEI di Taipei sebagai representasi kehadiran negara dalam menjalankan fungsi perlindungan kepada WNI turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan ini, dengan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah Taiwan dalam hal ini Marine Bureau Kaohsiung, serta mengupayakan mediasi antara ABK LG, agensi, owner dan perusahaan di Indonesia yang memberangkatkan Wahyudin Jufri.

Pada tanggal 05 April 2017, KDEI di Taipei melaksanakan pertemuan di kantor KDEI di Taipei guna  pembahasan lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan di Kantor Marine Bureau Kaohsiung (23/03/2017) mengenai solusi permasalahan ABK LG (letter of guarantee) a.n Wahyudin Jufri. Turut hadir dalam pertemuan tersebut pihak terkait dari Kaohsiung yakni dari perwakilan rumah sakit, agensi, Marine Bureau Kaohsiung, PT. Satya Berdikari Nusantara (PT. SBN) yang didampingi oleh Kesatuan Pelaut Indonesia Perjuangan (KPIP).

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa biaya pengobatan ABK LG tersebut sebesar NT$ 1.030.000,- (satu juta tiga puluh ribu NT), atau setara dengan                 Rp. 454.320.635 (empat ratus lima puluh empat juta tiga ratus dua puluh ribu enam ratus tiga puluh lima rupiah). Mengingat biaya yang cukup besar tersebut sehingga perlu cost sharing dengan pihak terkait. Pada rapat tersebut PT. SBN bertanggung jawab dengan menanggung biaya perawatan 50 % dari total biaya (sudah termasuk dengan hasil klaim asuransi di Indonesia). PT. SBN langsung melunasi biaya perawatan 50 %. Sedangkan sisa biaya yang belum lunas akan menjadi tanggungjawab pihak majikan (owner) dan agensi. Pihak agensi meminta waktu untuk penyelesaian kewajiban terhadap biaya tersebut. Setelah tiga minggu kemudian, akhirnya sisa pembayaran dapat diselesaikan oleh Pihak agensi/owner dengan dukungan dari pihak lembaga sosial dan dukungan dari Pemerintah Kaohsiung Government City dalam hal ini Marine Bureau Kaohsiung.

Terkait dengan hak-hak ABK seperti sisa gaji, uang jaminan dan tiket kepulangan ke Indonesia sudah dipenuhi oleh pihak agensi dan majikan. Klaim asuransi di Indonesia sudah cair dan sudah termasuk dalam biaya yang disetorkan oleh pihak PT. SBN ke pihak rumah sakit tersebut.

Pada tanggal 22 April 2017, KDEI di Taipei mengunjungi Wahyudin Jufri, pasca perawatan intensif di rumah sakit. Yang bersangkutan ditampung sementara di Kantor Labour Concern Center, Kaohsiung sambil menunggu proses administrasi dan jadwal kepulangan. Kondisi kesehatannya sudah semakin membaik. ABK LG tersebut menyampaikan terima kasih atas upaya KDEI di Taipei dalam penanganannya selama ini. Sebagai informasi bahwa pada saat itu yang bersangkutan sedang dalam proses menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia, serta pelunasan biaya perawatan di rumah sakit oleh pihak agensi dan majikan. Terkait dengan sisa gajinya sudah dibayarkan oleh pihak majikan.

Puncak penyelesaian permasalahan ABK LG ini pada tanggal 26 April 2017, KDEI di Taipei diundang dalam acara seremonial/syukuran yang dilaksanakan oleh Marine Bureau Kaohsiung City Government sebagai sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan berbagai pihak dalam penyelesaian permasalahan ABK LG a.n Wahyudin Jufri tersebut. Pihak Pemerintah Kaohsiung dalam hal ini Marine Bureau secara khusus mengucapkan terima kasih kepada KDEI di Taipei atas upayanya dalam membantu mengawal dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada pihak Labour Concern Center, Pihak Rumah Sakit, pihak agensi/owner, PT. SBN/KPIP serta tak lupa juga disampaikan kepada lembaga sosial, agensi/owner yang telah membantu dalam mengupayakan penyelesaian sisa biaya pengobatan ABK dimaksud.

Mengingat saat ini kondisi TKI sudah stabil, seluruh hak-haknya telah terpenuhi serta menanggapi permintaan ABK yang menginginkan agar segera pulang ke Indonesia, KDEI di Taipei saat ini langsung mengkoordinasikan rencana pemulangan tersebut. 

Akhirnya yang bersangkutan kembali ke Indonesia pada Jum’at malam tanggal 28 April 2017, berangkat dari Kaohsiung International Airport pukul 21.25, transit di Hong Kong International Airport pukul 22.55, selanjutnya melanjutkan perjalanan pada pukul 00.20, dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, pada tanggal 29 April 2017 pukul 04.00 WIB. Yang bersangkutan dijemput oleh PT yang memberangkatkan beserta keluarga, Ibu Siti Saenab. Selanjutnya pada sore harinya langsung melanjutkan penerbangan ke kampung halaman ke Makassar, Sulawesi Selatan bersama dengan keluarganya.

Saat ini Wahyudin Jufri sudah berada di rumah orang tuanya di Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. 

“Kemarin magrib saya bicara dengan Wahyudin, dia baik-baik saja”, jawaban Siti Saenab, bibi Wahyudin Jufri ketika membalas pesan singkat dari KDEI di Taipei guna memastikan keadaan terbaru Wahyudin.

Melihat substansinya pada dasarnya ABK Nelayan di Taiwan saat ini terbagi dalam dua kelompok besar yakni ABK Nelayan di dalam teritori dan ABK Nelayan di luar teritori (ABK LG/longline)

Penempatan ABK Nelayan di Taiwan saat ini adalah mengacu Surat Kepala BNP2TKI Nomor B.167/KA/IX/2015 tanggal 29 September 2015 tentang Penempatan TKI Nelayan di Wilayah Teritorial Taiwan. Dalam surat ini disampaikan bahwa pelayanan penempatan TKI Pelaut Perikanan/TKI Nelayan khusus TKI Nelayan di wilayah Teritorial Taiwan dapat dibuka kembali dengan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh majikan/agensi guna memberikan perlindungan yang optimal kepada ABK Nelayan.

Sedangkan skema ABK Nelayan yang di luar teritori taiwan (yang biasa dikenal dengan ABK LG) tersebut sedang dalam upaya pembahasan/perumusan tata kelola penempatan, serta peraturan atau kebijakan terkait penempatan ABK Nelayan di luar teritori secara aman dan terlindungi. 

Diharapkan rumusan tata kelola ABK LG tersebut dapat segera terwujud demi terlindunginya WNI yang bekerja sebagai ABK LG tersebut.

Sebagai informasi bahwa sejak 20 Januari 2017, Pemerintah Taiwan telah memberlakukan Peraturan terkait Pelaut Perikanan (Act For Distant Water Fisheries) telah diresmikan oleh pada tanggal 20 Juli 2016. 

Peraturan ini mengatur tentang hak-hak pekerja pelaut perikanan (ABK/Nelayan) yang bekerja pada kapal Taiwan, baik yang bekerja pada wilayah teritorial maupun di luar teritorial Taiwan. Peraturan ini diharapkan dapat menjadi payung hukum yang dapat melindungi ABK-LG (Letter of Guarantee) yang selama ini belum dilindungi oleh Undang-Undang Taiwan dan Indonesia. Selama ini penempatan ABK-LG tersebut terjadi di luar sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja baik di Taiwan maupun Indonesia.

Perwakilan KPIP juga turut mengapresiasi keberhasilan dalam penyelesaian permasalahan ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa KPIP sebagai sebagai organisasi pelaut Indonesia akan turut mendorong penyelesaian permasalahan terkait penempatan ABK LG ini  kepada Pemerintah Indonesia untuk segera membuat peraturan bersama antar instansi terkait di Indonesia, sehingga ke depan ABK LG akan terlindungi (kdr).

 

 

 

 

 

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is a Joomla Security extension!