Menu

Perdagangan (55)

Siaran Pers KDEI Bulan Januari 2015: Surplus Perdagangan Indonesia Januari-Oktober 2014 Berhasil Menembus USD 3,0 Milyar

Surplus perdagangan Indonesia Januari-Oktober 2014  berhasil menembus USD 3,0 milyar

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 959,25 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan September 2014 yang mencapai USD 893,73 juta, naik 7,33 persen. Peningkatan dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 62,27 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Oktober/2014 mencapai USD 9,50 milyar, turun 5,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspektasi pasar pada akhir tahun transaksi perdagangan diharapkan akan menjadi momentum peningkatan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Oktober 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 335,93 juta, atau naik 15,48 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Oktober 2013 juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 165,81 persen (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan neraca perdagangan migas sebesar 111,54 persen (mom), meskipun neraca perdagangan non migas turun 68,77 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-Oktober/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 3,08 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 108,10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-Oktober/2014 telah berhasil menembus nilai USD 3,0 milyar dan semakin menjauh melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus melakukan sejumlah promosi dan pendekatan bisnis terhadap dunia usaha di Taiwan guna menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga target surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 3,0 milyar pada akhir tahun 2014 dapat tercapai (sebagaimana target dari Wakil Mendag yang berkunjung ke Taipei pada bulan April 2014). 

 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 647,59 juta, atau naik 9,33 persen dibanding September 2014 (mom), dan naik 5,25 persen dibanding Oktober 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 53,22 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Oktober 2014 didorong oleh peningkatan ekspor migas yang lebih besar (82,44%) dibanding ekspor non migas yang justru turun 19,14% (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober/2014 mencapai USD 6,29 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 311,66 juta, atau turun 3,40 persen dibanding bulan September 2014, dengan impor komoditi non migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 9,21 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2014 masih didominasi batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 132,13 juta dan USD 202,49 juta. Komoditi seperti gas alam, minyak, kayu jenis plywood, dan timah mengalami peningkatan sebesar 114,72 persen, 97,42 persen, 14,29 persen, dan 3,89 persen dibanding bulan September 2014 (mom). Sebaliknya, ammonia, batubara, dan nikel turun masing-masing 41,55 persen, 32,01 persen, dan 13,72 persen.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, minyak (bukan mentah), dan besi lembaran menjadi tiga nilai impor terbesar Oktober 2014 dengan nilai USD 28,19 juta, USD 15,27 juta, dan USD 13,83 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain mesin manufaktur, tekstil dan produk tekstil, dan besi lembaran dengan masing-masing naik 11,06 persen, 10,43 persen, dan 7,82 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak-bukan mentah (45,63 persen), komponen elektronik IC (19,13 persen), dan produk ikan (4,47 persen).

 

Perkembangan Investasi 2014

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2009, namun mengalami penurunan pada tahun 2013 dengan nilai US$ 402.636,4 ribu. Tahun 2014, hingga triwulan ketiga, realisasi investasi Taiwan di Indonesia adalah sebesar US$ 107.538,1 ribu.  

Lima besar lokasi realisasi investasi asal Taiwan pada triwulan ketiga tahun 2014 adalah: Jawa Barat (US$ 43.484,9 ribu); Jawa Timur (US$ 23.257,2 ribu); DKI Jakarta (US$ 19.942,8 ribu); Jawa Tengah (US$ 11.118 ribu); dan Banten (US$ 8.077,1 ribu).

Sedangkan berdasarkan sektor, lima besarnya adalah: Industri Tekstil (US$ 38.845,6 ribu) Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$25.446,7 Ribu); Industri Mineral Non Logam (US$ 14.101,8 ribu); Industri Karet, Barang dari Karet dan plastik (US$ 10.085,4); dan Industri lainnya (US$ 6.919,8 ribu). 

Pada periode Januari-November 2014, Indonesia menempati peringkat ke-12 negara tujuan investasi Taiwan, sedangkan untuk periode Januari-Desember 2013 Indonesia menduduki peringkat ke-20.

Sementara, selama bulan Desember 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain kunjungan kerja ke the Taiwan Association of Rubber, kunjungan kerja ke Kenda Rubber Co, Ltd., pendampingan misi investasi Taiwan Electronic Connection Association (TECA) ke Jakarta, pertemuan dengan China Trust Bank, kunjungan kerja ke E-Lead Company, kunjungan kerja ke Orient Trading Corp., kunjungan kerja ke Scanteak Furniture, kunjungan kerja ke Fuburg Co., Ltd., pertemuan dengan importer the Ten Ren’s Tea, dan kunjungan kerja ke Billy Coffee.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. November 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Nopember 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.093 orang, turun 6,41 persen dibanding Oktober 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2014, mencapai 158.918 orang, atau naik 2,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 9,6 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Nopember 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (126.730) dan Oseania (106.660). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (377.248), Vietnam (309.155), Singapura (267.800), Malaysia (186.241).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Nopember 2014 mencapai 13.015 orang, turun 8,35 persen dibanding bulan Oktober 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 163.229 orang, atau turun 4,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

 

Update Penanganan TKI

1.         BMI a.n Jariatun dan Jumiatun

BMI a.n Jumiatun adalah BMI yang menjadi korban kecelakaan pada saat bekerja. Pada tanggal 3 Oktober 2014, Jumiatun bersama dengan nenek yang dijaganya sedang menyeberang jalan dan tertabrak mobil. Kecelakaan tersebut mengakibatkan kaki kiri Jumiatun retak. Jumiatun sempat ditampung sementara di Shelter KDEI kota Taichung selama2 bulan untuk proses terapi serta pemulihan.

BMI a.n Jariatun adalah BMI yang menderita penyakit tumor ganas di bagian panggul sebelah kiri dan telah menyebar ke bagian ginjal. Pada tanggal 2 September 2014, operasi pengangkatan tumor dan ginjal telah dilakukan, namun masih membutuhkan terapi. Sesuai dengan permintaaan dari yang bersangkutan, maka diputuskan kembali ke Indonesia untuk menjalani kemoterapi di tanah air.

Pada tanggal 20 Desember 2014, KDEI Taipei mendampingi pemulangan 2 (dua) BMI yang mengalami sakit a.n Jariatun dan Jumiatun dan telah diserahkan kepada pihak keluarga di Indonesia melalui petugas BNP2TKI di Bandar Udara Juanda, Surabaya.

2.         BMI korban perdagangan orang

Pada tanggal 28 Desember 2014, KDEI Taipei melakukan pendampingan kepulangan 2 (dua) BMI a.n Sdr. Yudi Anwar dan Sdr. Depri Angga Prasetyo yang menjadi korban penipuan perdagangan orang.

Kedua korban tersebut adalah korban penipuan yang diberangkatkan dari Indonesia untuk bekerja secara tidak legal di Taiwan. Pihak KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan Instansi terkait di Indonesia untuk menindaklanjuti pelaku kejahatan perdagangan orang yang telah merugikan BMI dimaksud.

3.         BMI a.n. Sulistiyah

BMI a.n Sulistiyah mengalami kecelakaan lalu lintas dengan tertabrak sepeda motor pada tanggal 17 Oktober 2014. Kondisi Sulistiyah sampai saat ini masih dalam kondisi tidak sadar karena mengalami luka di bagian otak yang sangat serius.

 

Pihak dokter menyatakan bahwa kondisi BMI akan sangat sulit untuk pulih kembali. Sampai saat ini pihak KDEI Taipei, agensi dan pihak otoritas tenaga kerja kota Taichung masih terus berkoordinasi terkait proses pencairan asuransi dan pemulangan BMI kembali ke Indonesia.

 

Rencana Bulan Januari 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut:

1.Partisipasi pada 3rd Tea Expo 2015, Taichung, 2-5 Januari 2015.

2.Kunjungan ke Paguyuban Reog Ponorogo, Taichung, 11 Januari 2015.

3.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 11 dan 25 Januari 2015.

4.Pertemuan bisnis dengan Cama Coffee, Taipei, 14 Januari 2015.

5.Pertemuan dengan asosiasi karet, Taipei, minggu ke-3 Januari 2015.

6.Rapat Kerja Kemendag “Strategi Peningkatan Ekspor dan Pertumbuhan Surplus Perdagangan Indonesia”, Jakarta, 26-28 Januari 2015.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesiaport.co.id

 

Read more...

Nilai Transaksi Peserta Indonesia pada Pameran Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2014 Capai USD 6.38 Juta

Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan untuk pertama kalinya berpartisipasi pada pameran “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2014” yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 Nopember 2014. Pada pameran yang bertempat di Nanggang Exhibition Center Taipei ini peserta Indonesia telah mencatat transaksi sebesar USD 6.379.585. 

Jenis produk dan peserta pameran yang melakukan transaksi pada pameran dimaksud adalah PT. Rolas Nusantara Mandiri dengan buyer asal Taiwan, Hong Kong dan China (RRT) untuk produk Luwak Green Bean Coffee, Green Bean Arabica Coffee, Green Bean Robusta Coffee, Arabica Roasted Coffee, Black Tea, Cocoa, Natural Rubber, dengan total nilai USD. 1.436.760; PT. Aim Food Manufacturing Indonesia dengan buyer dari Taiwan, Japan dan USA untuk produk Powder Coffee Durian, Green, Red Ginger, dan Manggosteen Flavor dengan nilai USD. 8.080; PT. Priangan Alam Lestari dengan buyer dari Taiwan dan China untuk produk Luwak Green Bean Coffee, Green Bean Arabica Coffee, Green Bean Robusta Coffee, Arabica Roasted Coffee, Black Tea dengan nilai USD. 1.974.725; PT. Heracipta Sinar Lestari dengan buyer dari Taiwan, Germany dan China untuk produk Luwak Green Bean Coffee, Green Bean Arabica Coffee, Green Bean Robusta Coffee dengan nilai USD. 1.196.820; dan PT. Hap Liong Teknopangan yang diminati oleh buyer dari Taiwan, Singapore dan Hong Kong untuk produk Mandheling Green Bean coffee, Green Bean Arabica Coffee, Green Bean Robusta Coffee dengan nilai USD. 1.763.200.

Selama 4 (empat) hari pameran, Paviliun Indonesia selain melakukan display produk juga menampilkan teknik roast (memanggang) coffee yang baik oleh Billie Coffee, dan cupping oleh para peserta kepada para pengunjung, sehingga para pengunjung sangat antusias datang ke Paviliun Indonesia dimana dikunjungi oleh sekitar  5.000 pengunjung. 

Sesuai dengan masukan para peserta pameran, pameran ini dinilai sangat bagus dan cukup potensial untuk mempromosikan produk kopi, teh, cocoa, wine dan produk perkebunan lainnya, hal ini  dilihat berdasarkan animo pengunjung dan buyer yang cukup banyak, sehingga pameran ini sangat baik diikuti di tahun mendatang dengan jumlah booth yang lebih banyak dengan desain tampilan yang lebih menarik.

Read more...

Partisipasi Indonesia pada Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2014

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia di Taiwan khususnya produk kopi, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bekerjasama dengan Direktorat Jenderal PEN, Kemendag berpartisipasi pada pameran “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2014” yang berlangsung di Nangang Exhibition Center pada tanggal 14-17 Nopember 2014.

Pameran ini dibuka oleh Menteri Pertanian Taiwan dan Ketua Asosiasi Kopi Taiwan tersebut diikuti oleh 231 peserta yang menempati 670 booth. Selain peserta dari Taiwan, juga terdapat beberapa peserta dari negara asing selain Indonesia, antara lain China, Jepang, Hong Kong, Honduras, Guatemala, Costa Rica, Panama, Italy, Hongaria, Malaysia dan Kroasia.

Partisipasi Indonesia menampilkan Paviliun dengan desain spesial yang diresmikan oleh Kepala KDEI Taipei, mengambil  tema: The Taste of Indonesia “World Class Coffee”. Disain pavilion yang  bernuansa  kopi memberikan kesan tersendiri dengan  diisi oleh 6 eksportir kopi Indonesia  yaitu PT. Rolas Nusantara Mandiri, Aim Food Manucafturing Indnesia, Heracipta Sinar Lestari, Hap Liong Teknopangan, PT. Priangan Aam Loffee yang menampilkan berbagai jenis produk kopi biji (mentah dan sudah dibakar) dan kopi bubuk dengan berbagai bentuk kemasan.  Selain menampilkan produk pada Paviliun Indonesia juga disajikan cupping kopi kepada para pengunjung, demo roasted coffee dan peracikan kop secara tradisional.

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan November 2014 : Surplus Perdagangan Indonesia Lampaui Tahun 2013

Ekspor Indonesia-Taiwan bulan Agustus 2014 mencapai USD 751,10 juta, nilai tertinggi selama periode Jan 2013 s.d. Agt 2014, neraca perdagangan Indonesia periode Jan-Agt/2014 melampaui surplus tahun 2013, mencapai USD 2,45 milyar.

Download

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Agustus 2014 mencapai USD 1,10 milyar, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan bulan Juli 2014 yang mencapai USD 0,89 milyar, naik 24,18 persen. Peningkatan dipicu meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 63,24 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Agustus/2014 mencapai USD 7,65 milyar, turun 2,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah kegiatan promosi melalui ekshibisi yang akan diselenggarakan oleh KDEI-Taipei dan aktivitas temu usaha diharapkan akan meningkatkan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Agustus 2014 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 400,38 juta, atau turun 17,65 persen (mom), namun bila dibandingkan bulan Agustus 2013 terjadi peningkatan sebesar 292,94 persen (yoy). Penurunan tersebut utamanya didorong oleh penurunan neraca perdagangan non-migas sebesar 77,10 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-Agustus/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 2,45 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 137,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-Agustus/2014 berhasil melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus melakukan sejumlah promosi dan pendekatan bisnis terhadap dunia usaha di Taiwan guna menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Agustus 2014 mencapai USD 751,10 juta, atau tumbuh 9,37 persen dibanding Juli 2014 (mom), dan naik 59,17 persen apabila dibanding Agustus 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 50,16 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia Agustus 2014 utamanya didorong oleh peningkatan ekspor migas yang lebih besar (59,08 persen) dibanding ekspor non migas yang justru turun 16,54 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Agustus/2014 mencapai USD 5,05 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Agustus 2014 mencapai USD 350,72 juta, atau naik 74,89 persen dibanding bulan Juli 2014, dengan impor komoditi migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 126,79 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Agustus 2014 adalah gas alam dan batu bara, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 223,25 juta dan USD 196,38 juta. Hampir seluruh komoditi non migas mengalami penurunan ekspor, dengan penurunan terbesar pada komoditi/produk ammonia, tembaga, dan besi turun masing-masing 72,02%, 61,96%, dan 43,62% dibanding bulan Juli 2014 (mom). Sebaliknya, kapasitor (elektrikal) dan kertas naik masing-masing 56,29% dan 69,88%. 

Sementara, besi (hot-rolled), produk tekstil, dan komponen mesin menjadi tiga nilai impor non migas terbesar Agustus 2014 dengan nilai USD 19,42 juta, USD 8,98 juta, dan USD 8,55 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain besi (cold-rolled), tekstil (kain sintetis), dan komponen mesin dengan masing-masing naik 99,82%, 39,07%, dan 53,13%. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. produk ikan (20,24%) dan produk tekstil (0,86%).

 

Pelaksanaan Trade Expo Indonesia ke-29 di Jakarta

Kunjungan buyer dari Taiwan yang difasilitasi oleh KDEI-Taipei pada Trade Expo Indonesia (TEI), tanggal 8-12 Oktober 2014 di Jakarta International Expo Kemayoran (JIEK) membukukan transaksi sebesar USD 3,325,433.00 atau mengalami kenaikan 1.600% dibanding keikutsertaan pada even yang sama tahun 2013 lalu dimana mencapai USD190,719.80. Kenaikan yang sangat siginifikan tersebut terjadi karena peserta pada tahun lalu lebih banyak melakukan transaksi yang bersifat trial order, mengingat peserta didominasi oleh peserta baru. Sedangkan pada tahun 2014, sebagian merupakan peserta yang telah ikut TEI pada tahun lalu. Namun demikian, jumlah transaksi tersebut diperkirakan akan mengalami kenaikan, mengingat masih terdapat kontak bisnis yang akan segera ditindaklanjuti paska pelaksanaan TEI.

Selama kunjungan pada pameran tersebut, para buyer dari Taiwan tampak antusias dalam melakukan kontak bisnis dengan para peserta pameran yang dipandang menampilkan produk-produk berkulitas namun dengan harga yang kompetitif, dan menyatakan kepuasannya dalam melakukan kunjungan bisnis ke Trade Expo Indonesia 2014.

Pada umumnya produk-produk yang ditransaksikan oleh buyer dari Taiwan antara lain adalah: frozen seafood, tuna, coffee, tea, home decoration and handicraft, fashion and acessories, furniture, essential oil, palm oil, snack and crackers, food and beverages, leather bag, silver and pearl jewelry, spa product, dan coconut juice.

 

Perkembangan Investasi Triwulan-III 2014

Realisasi investasi proyek penanaman modal pada Triwulan III (Juli - September) tahun 2014 adalah sebesar Rp 119,9 triliun. Terlihat peningkatan sebesar 19,3% bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2013 (Rp 100,5 triliun). Bila dibandingkan dengan Triwulan II 2014 (Rp. 116,2 triliun), peningkatannya adalah sebesar 3,2%. Jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 41,6 triliun (34,7%) dan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 78,3 triliun (65,3%).

Pada periode Januari – September Tahun 2014, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 193,3 triliun (56,4%) dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 149,4 triliun (43,6%). Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013, terjadi peningkatan distribusi realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar 1,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013.

Pada periode Januari-September 2014, lima besar sektor usaha PMDN adalah: Listrik, Gas dan Air (Rp  34 triliun);  Industri  Makanan  (Rp  14 triliun); Transportasi,  Gudang  dan  Telekomunikasi  (Rp  9,8 triliun); Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 9,6 triliun); dan Industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (Rp 9 triliun). Sedangkan lima besar sektor usaha PMA adalah: Pertambangan  (US$ 3,8 miliar); Transportasi, Gudang  dan Telekomunikasi (US$ 2,8 miliar); Industri Makanan (US$ 2,5 miliar); Industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (US$ 2 miliar); dan Tanaman Pangan dan Perkebunan (US$ 1,6 miliar).

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia pada periode Januari-September 2014 adalah sebesar USD 107,5 juta. Dengan nilai realisasi investasi tersebut, Taiwan menduduki peringkat ke-17 dari negara-negara asal investasi.

Pada periode Januari-September 2014, Indonesia menempati peringkat ke-sembilan negara tujuan investasi Taiwan, sedangkan untuk periode Januari–Desember 2013 Indonesia menduduki peringkat ke-20.

Sementara, selama bulan Oktober 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain kunjungan kerja ke Cheng Shin Rubber Ind. Co, Ltd. (MAXXIS), kunjungan kerja ke E-United Group (perusahaan dengan fokus usaha industri baja), kunjungan kerja ke CPC Corporation, fasilitasi pertemuan antara Telkom Taiwan Ltd. dengan Ambit Microsystems Corporation (subsidiari dari Foxconn Technology Group), Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) dan Trade and Investment Seminar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, penyelenggaraan seminar “Explore the Potential Market in Indonesian Textile Industry”, kunjungan kerja ke Taiwan Textile Federation dalam rangka penjajakan kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan industri tekstil dan alas kaki serta pertukaran tenaga ahli di bidang tekstil, kunjungan kerja ke Da Kong Enterprise.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Agustus 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Agustus 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 15.447 orang, turun 4,19 persen dibanding Juli 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Agustus 2014, mencapai 119.577 orang, atau naik 4,37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 7,5 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Agustus 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (88.781) dan Oseania (82.159). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Vietnam (235.043), Thailand (261.469), Singapura (203.551), Malaysia (142.514).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Agustus 2014 mencapai 14.602 orang, turun 26,63 persen dibanding bulan Juli 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 121.061 orang, atau tumbuh 6,15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Peningkatan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia

A. Pelatihan Pembibitan Sayur

Pada tanggal 2 November 2014, KDEI-Taipei mengadakan Exit Program Pelatihan Pembibitan Sayur bagi TKI di Taiwan. Program ini diadakan di perkebunan Purple City, Yangmei, dan diikuti oleh 23 orang.

Tujuan diadakannya pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan tentang teknik pembibitan sayur kepada para tenaga kerja Indonesia, agar tenaga kerja Indonesia memiliki kemampuan dasar cara bercocok tanam sayur dengan benar. Dalam program tersebut, para peserta juga dibekali tata cara pengelolaan perkebunan yang efisien.

Pemilik perkebunan (Mr. Lin) juga membuka kesempatan kepada para peserta untuk melakukan konsultasi dalam berbagi seluruh teknik bercocok tanam yang benar kepada para peserta. Pelatihan pembibitan sayur dilaksanakan secara berkelanjutan pada tanggal 9 dan 16 November 2014.

Pelatihan Pelayanan, Pengaduan dan Penanganan Permasalahan TKI

Pada tanggal 25 - 26 Oktober 2014, KDEI-Taipei bekerjasama dengan BNP2TKI dan Pusat Mediasi Indonesia melaksanakan kegiatan pelatihan pelayanan pengaduan, dan penanganan permasalahan TKI bagi staf lokal KDEI-Taipei, Tim Satuan Tugas Ketenagakerjaan, serta Tenaga Kerja Sukarela. 

Kegiatan pelatihan ini telah diikuti oleh 10 (sepuluh) orang staf lokal KDEI-Taipei dan 23 orang anggota Tim Satuan Tugas Ketenagakerjaan dan Tenaga Kerja Sukarela yang berasal dari berbagai wilayah di Taiwan, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang handal agar mampu menangani permasalahan TKI dengan lebih baik. Pelatihan dihadiri narasumber Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI dan Kepala Pusat Mediasi Indonesia. 

B. Update Penanganan TKI

TKI a.n. Rina Ertianah

TKI a.n Rina Ertianah menderita patah tulang punggung akibat terjatuh dari lantai 4 karena mencoba untuk melarikan diri dari rumah majikan. Pihak dokter menyatakan bahwa yang bersangkutan telah cukup stabil dan dapat kembali ke Indonesia. Kondisi TKI masih belum mampu berjalan dengan sendiri, sehingga membutuhkan terapi untuk jangka waktu yang cukup panjang.

Pada tanggal 30 Oktober 2014, KDEI Taipei mendampingi pemulangan TKI dimaksud.

TKI a.n. Eka Oktaviana

TKI a.n Eka Oktaviana adalah seorang TKI yang diduga mengalami kondisi gangguan kejiwaan. Pihak imigrasi kota Hsinchu telah mencoba memulangkan yang bersangkutan sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 16 dan 20 Oktober 2014. Tetapi dalam dua kesempatan tersebut, TKI tidak bersedia untuk duduk diam dan terus berteriak di dalam pesawat. Atas alasan keselamatan, pihak penerbangan menolak untuk menerbangkan TKI.

Pada tanggal 30 Oktober 2014, KDEI Taipei mendampingi pemulangan TKI dimaksud.

C. Jumlah penghuni shelter (s.d. awal November 2014)

Kota Taoyuan sebanyak 16 orang, kota Chungli sebanyak 9 orang, dan kota Taichung sebanyak 10 orang.

 

Pemberian Bantuan Pendidikan kepada Mahasiswa Universitas Terbuka

Pada tanggal 2 November 2014, Kepala KDEI-Taipei hadir memberikan motivasi dan bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi Universitas Terbuka Taiwan. Pada kesempatan tersebut, yang juga dihadiri oleh Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka - Layanan Luar Negeri, Kepala KDEI-Taipei tampil di depan untuk memberikan paparan dan motivasi. “Saya bangga kepada seluruh mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan yang selalu bersemangat dalam menempuh pendidikan tinggi di tengah padatnya waktu bekerja”, sambut Arief Fadillah, Kepala KDEI-Taipei. Selain memberikan motivasi, Kepala KDEI-Taipei juga memberikan Piagam Penghargaan kepada Sdri. Eulis Komariah, mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan yang berhasil memperoleh 3 medali emas dan 1 medali perak pada Kejuaraan Dunia Tai Chi di Taipei tahun 2014. Selain piagam penghargaan, Kepala KDEI-Taipei juga memberikan bantuan pendidikan KDEI-Taipei selama satu semester kepada Sdri. Eulis Komariah.

 

Rencana Bulan November 2014

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan November 2014 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan delegasi ekonomi Taiwan ke Jakarta, 3-5 November 2014.

2.Partisipasi pada “Taipei International Travel Fair”, Taipei, 7-10 November 2014.

3.Partisipasi pada seminar “Standard Chartered's ASEAN and India Corridors Seminar”, Taipei, 11 November 2014.

4.Kunjungan ke federasi alas kaki di Changhwa dan ITRI, M2 November 2014.

5.Pelatihan Pembibitan Sayur, Yang-Mei, 9 dan 16 November 2014.

6.Partisipasi pada 2014 Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo, di Taipei World Trade Center, 14-17 November 2014.

7.Forum bisnis “Business Forum on Investment & Trade Opportunities in Indonesia”, Kaohsiung, 20 November 2014.

8.Penyelenggaraan “Angklung goes to school”, Binjiang Elementary School Taipei, 21 November 2014.

9.Pertemuan dengan “Frozen Seafood Importer”, Taipei, 24 November 2014.

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : vibiznews.com

 

Read more...

Perkembangan Perdagangan Indonesia - Taiwan per November 2014

Total Perdagangan Indonesia dengan Taiwan pada bulan Agustus 2014 adalah sebesar US$ 1,10 milyar (ekspor US$. 751.10 juta dan impor US$. 350.72 juta), naik sebesar 30.88% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 sebesar US$. 841.88 (ekspor US$. 471,89 juta dan impor US$. 369.99 juta).

Adapun produk-produk yang mengalami kenaikan ekspor adalah komponen kendaraan bermotor (5.538%) Scrap Besi (1.644 %), besi kasar (747.52%), refinasi tembaga (360.5%) dan nikel sebesar (112,89%). Selanjutnya, jika dibandingkan dengan nilai perdagangan pada bulan Juli 2014 sebesar US$ 887.27 juta (ekspor USD. 686.72 juta dan impor US$.200.54),  nilai perdagangan per bulan November 2014 telah mengalami kenaikan sebesar 24.18 % dan masih mencatatkan angka surplus untuk Indonesia. Dari angka kenaikan tersebut, tercatat produk-produk yang mengalami kenaikan adalah besi plat dengan ketebalan >600 mm (218.33%), toiletries dan tissue ((81.48%), produk kertas (69.88%), komponen mesin percetakan (48.36%) dan serat kain untuk tekstil (24.25%).

Dengan membaiknya situasi politik di Indonesia dan meningkatnya kinerja di sektor ekonomi, maka diharapkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Taiwan terus meningkat dan mencatatkan angka surplus bagi Indonesia.

 

pic from : vibiznews.com

 

Read more...

Informasi Kebijakan Impor Taiwan terkait Produk Makanan Olahan

Dengan adanya skandal terkontaminasinya beberapa produk makanan olahan oleh minyak yang tidak diperuntukkan bagi makanan manusia (telah terbukti adanya penggunaan minyak yang diperuntukkan bagi makanan ternak), maka pemerintah Taiwan mengeluarkan peraturan baru melalui Ministry of Foreign Trade (BoFT) terhitung sejak tanggal 31 Oktober 2014, Pemerintah Taiwan memperketat aturan impor produk yang termasuk dalam kelompok No. HS. 1518.00.50.00-2 (Inedible mixtures or preparations of animal or vegetable fats or oils or of fractions of different fats or oils or of fractions of different fats or oils of this Chapter, n.e.s.

Diharapkan kepada para eksportir Indonesia yang bergerak dibidang kelompok produk tersebut dapat memperhatikan informasi dimaksud di atas. Terimakasih.

 

Pic from : wikipedia.org

Read more...

AGENDA PAMERAN DI INDONESIA TAHUN 2017

 

Read more...

Inquiry Dagang dari Buyer Taiwan

Buyer Taiwan saat ini sedang mencari berbagai jenis produk dari Indonesia, antara lain:

1. Coal
2. Ribbonfish
3. Shrimp
4. Coffee bean
5. Coconut oil
6. Black Pepper
7. Squib
8. Palm kernel shells

Bagi eksportir yang berminat dapat menghubungi kantor KDEI Taipei
email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
telepon : +886-2-87525195
 
Terima Kasih
Bidang Perdagangan KDEI Taipei

Read more...

Transaksi Buyer dari Taiwan pada Trade Expo Indonesia 2014 Capai USD 3,32 Juta

Kunjungan buyer dari Taiwan yang difasilitasi oleh KDEI di Taipei pada Trade Expo Indonesia (TEI), tanggal 8-12 Oktober 2014 di Jakarta International Expo Kemayoran (JIEK) baru-baru ini, membukukan transaksi sebesar USD 3,325,433.00 atau mengalami kenaikan 1.600% dibanding keikutsertaan pada even yang sama tahun 2013 lalu dimana mencapai USD 190,719.80. Kenaikan yang sangat mencolok tersebut terjadi karena peserta pada tahun lalu lebih banyak melakukan transaksi yang bersifat trial order. Hal ini mengingat peserta didominasi oleh peserta baru, sedangkan pada tahun ini sebagian merupakan peserta yang telah ikut pada tahun lalu.

Meskipun demikian, jumlah transaksi tersebut berpotensi akan mengalami kenaikan, mengingat para buyer dari Taiwan tersebut menyampaikan bahwa masih terdapat kontak bisnis yang perlu ditindaklanjuti setibanya di Taiwan, karena masih belum tuntasnya negosiasi yang dilakukan selama berlangsungnya pameran, dan beberapa jenis sampel produk masih akan dikirimkan oleh peserta pameran. Disamping itu, beberapa buyer juga masih memperpanjang masa tinggal di Indonesia untuk melakukan kunjungan ke beberapa lokasi pabrik/industri peserta pameran yang berada di luar Jakarta yaitu ke Surabaya, Makassar, Bali dan Lombok untuk menindaklanjuti kontak bisnis awal yang telah dilakukan.

Selama kunjungan pada pameran tersebut, para buyer dari Taiwan tampak antusias dalam melakukan kontak bisnis dengan para peserta pameran yang dipandang menampilkan produk-produk berkulitas namun dengan harga yang bersaing, dan menyatakan kepuasannya dalam melakukan kunjungan bisnis ke Trade Expo Indonesia 2014 kali ini.

Pada umumnya produk-produk yang ditransaksikan oleh buyer dari Taiwan antara lain adalah: frozen seafood, tuna, coffee, tea, home decoration and handicraft, fashion and acessoriesfurniture, essential oil, palm oil, snack and crackers, food and beverages, leather bag, silver and pearl jewelry, spa product, dan coconut juice.

 

Read more...

2014 Taiwan Int'l Chain and Franchise Exhibition

Atas kerjasama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Franchise Indonesia, Indonesia berpartisipasi pada “2014 Taiwan International Chain and Franchise Exhibition”  yang diselenggarakan pada tanggal 26 – 29 September 2014 bertempat di Taiwan World Trade Center Exhibition Hall 1 – Taipei.

Pameran yang dibuka oleh Wakil Presiden Taiwan Mr. Wu Den Yih tersebut tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke 15 kali, terdiri dari 800 booth,  diikuti oleh 30 negara diluar Taiwan yang menempati  52 booth termasuk Indonesia.

Pada partisipasi kali ini Pavillion Indonesia menampilkan 6 (enam) perusahaan Franchise Indonesia yaitu PT. Top Food Indonesia dengan merek Es Teler 77, PT. Naga Jaya Sejahtera Indonesia dengan merek Bakmi Naga, PT. Masyroom Factory Indonesia dengan merek Masyroom Factory, PT. Sinar Harapan Abadi dengen merek Double Dipp, PT, Jojo Group Indonesia dengan merek Jojo Cup dan PT. D’Goen dengan merek D’Goen.

Pavilion Indonesia yang berlokasi  pada areal  International Pavillion telah dikunjungi oleh peminat usaha Waralaba Taiwan dan beberapa pejabat dari Kementerian Perdagangan antara lain Sekretaris  Jenderal, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Keuangan, Sekretaris Ditjen. PDN, Sekretaris BP2KP, Direktur Bina Usaha Perdagangan Dit. PDN dan beberapa pendamping lainnya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!