Menu

Perdagangan (55)

Kepala KDEI Menerima Kunjungan Perwakilan Group Indofood di Taiwan

Pada tanggal 11 Januari 2016, Kepala KDEI Taipei, Bapak Arief Fadillah menerima kunjungan perkenalan dari Amy Kao sebagai Country Manager Taiwan, Group Indofood Sukses Makmur.

Dalam rangka pengembangan pasar di Taiwan, Amy Kao menyampaikan rencana untuk meningkatkan pangsa pasar Indomie yang masih berkisar antara 1,5% – 2 % dari pangsa pasar mie instan di Taiwan yang nilainya mencapai NTD 10 milyar. Rencana pengembangan pasar tersebut akan difokuskan pada riset tentang selera konsumen di Taiwan.

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2015 : Total Perdagangan Indonesia Bulan September 2015 Tumbuh 6,04 Persen

Total Perdagangan Indonesia bulan September 2015 tumbuh 6,04 persen, memacu kenaikan surplus perdagangan sebesar 54,73 persen (mom).

Investasi Taiwan di Indonesia hingga TW-III/2015 mencapai USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan periode bulan September 2015 mencapai USD 738,44 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Agustus 2015 yang mencapai USD 696,39 juta, naik 6,04 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan September 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 17,38 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai USD 7,19 milyar, turun 15,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan September 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang naik 54,73 persen (mom), mencapai USD 340,66 juta, dan bila dibandingkan bulan September 2014 mengalami peningkatan sebesar 17,11 persen (yoy), yang pada bulan September 2014 mencapai USD 220,17 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh tingginya kenaikan neraca perdagangan migas yang mencapai 88,94 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,50 milyar, turun 8,82 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 539,55 juta, atau naik 17,73 persen dibanding bulan Agustus 2015 (mom), namun turun 8,91 persen dibanding bulan September 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,62 persen terhadap nilai ekspor. Membaiknya performa ekspor Indonesia bulan September 2015 dipengaruhi oleh positifnya kinerja baik ekspor migas (23,71 persen) maupun non migas yang naik 15,63 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-September 2015 mencapai USD 4,84 milyar, terkoreksi 14,12 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 198,88 juta, atau turun 16,47 persen dibanding bulan Agustus 2015. Apabila dibandingkan dengan September 2014, impor Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 34,02 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada September 2015 didominasi oleh gas alam, batu bara, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 147,51 juta, USD 137,11 juta, dan USD 84,73 juta.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, komponen permesinan, plastik dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan September 2015 dengan nilai masing-masing USD 41,98 juta, USD 39,74 juta, USD 19,23 juta, dan USD 18,69 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Perkembangan investasi di Indonesia (PMA dan PMDN) hingga Triwulan-III/2015 mencapai Rp. 400 triliun, meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun sektor dengan nilai realisasi penanaman modal asing terbesar antara lain: pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri alat angkutan dan transportasi lainnya, dan listrik, gas dan air. Sedangkan berdasarkan lokasi, nilai realisasi penanaman modal asing terbesar ada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Banten.

Taiwan merupakan negara asal investasi terbesar ke-14 dengan nilai sebesar USD 96,43 juta. Sedangkan dari sisi Taiwan, hingga Oktober 2015, Indonesia merupakan negara tujuan investasi ke-8. Peningkatan peringkat destinasi investasi Taiwan terus menjadi fokus utama Indonesia, mengingat Vietnam, Thailand, dan Filipina masih berada di atas Indonesia.

Sementara, selama bulan November 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain partisipasi pada “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015”, partisipasi pada “Taiwan International Fisheries & Seafood Expo 2015”, partisipasi pada “New Taipei City International Sourcing Fair”, kunjungan ke importir produk mainan anak Ryh Chun International Co. Ltd dan Great Sunway Enterprises Ltd, pertemuan dengan importir pinang Sun Union International Corp, pertemuan dengan Industrial Development Bureau, Hsinchu Industrial Park Service Center, Hsinchu Science Park Bureau, dan Kaohsiung Industrial Park Service Center dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai kebijakan investasi pada kawasan-kawasan industri di Taiwan.

 

Perkembangan Pariwisata

Terkait pariwisata, pada bulan Oktober 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.820 orang, turun 11,02 persen dibanding September 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Oktober 2015 mencapai 154.078 orang, atau naik 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2015 mencapai 14.966 orang, naik 12,84 persen dibanding bulan September 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai 146.531 orang, atau turun 2,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Harso

Pada tanggal 8 November 2015, seorang TKI a.n Harso meninggal dunia akibat tersengat listrik. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak agensi Taiwan, TKI tersengat listrik saat sedang memangkas pohon di dalam areal pabrik. Musibah ini telah disampaikan kepada istri alm. Harso, yang juga bekerja sebagai TKI di Taipei.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut, KDEI Taipei pada tanggal 16 November 2015 telah memanggil agensi, perwakilan perusahaan tempat alm. Harso bekerja, dan istri alm. Harso. Dalam pertemuan tersebut pihak majikan sepakat memberikan uang santunan dan asuransi sebesar NTD2.000.000 kepada ahli waris alm. Harso.

Selanjutnya jenazah alm. Harso telah dipulangkan pada tanggal 2 Desember 2015, dengan didampingi oleh istri alm. Harso dalam pesawat yang sama.

2.TKI a.n. Dedi Mulyono

Pada tanggal 18 November 2015, KDEI Taipei menerima informasi dari pihak agensi Taiwan di Kaohsiung bahwa seorang TKI-ABK Nelayan a.n Dedi Mulyono terjatuh dan hilang dalam pelayaran di perairan Ciayi Putai, Taiwan. 

Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan agensi, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 5 November 2015 saat kapal memasuki perairan Ciayi Putai. ABK yang tengah berada di bagian belakang kapal terjatuh ke laut. Kru kapal bersama dengan Tim SAR Taiwan, kemudian, melakukan pencarian selama 3x24 jam di lokasi jatuhnya ABK namun tidak membuahkan hasil.

Pada tanggal 23 November 2015, pihak agensi telah mengirimkan uang sebesar NTD170.000 kepada ahli waris ABK Nelayan Dedi Mulyono. Uang tersebut telah diterima oleh istri ABK dalam kurs rupiah sebesar Rp70.720.000. Adapun perincian uang tersebut terdiri atas gaji terakhir ABK (setelah dipotong hutang), tabungan ABK, santunan dari pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan, serta santunan dari agensi Taiwan.

Pihak agensi menjelaskan, pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan telah mengasuransikan ABK dengan nilai pertanggungan sebesar NTD300.000 dan masih dalam proses.

3.TKI a.n. Maryatun

Pada tanggal 28 Oktober 2015, KDEI Taipei menerima laporan dari pihak agensi Taiwan bahwa ada TKI a.n Maryatun mengidap penyakit leukimia.

Pihak dokter telah menginformasikan kepada TKI bahwa pengobatan yang dapat dilakukan adalah melalui kemoterapi, dengan tingkat keberhasilan 50 persen. TKI yang telah berdiskusi dengan pihak keluarga kemudian memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Pada tanggal 6 November 2015, pihak dokter melakukan pemeriksaan kondisi TKI serta melakukan transfusi darah agar kadar leukosit dan eritrosit dalam diri TKI tersebut lebih stabil.

Selanjutnya pada tanggal 12 November 2015, TKI telah pulang ke Indonesia didampingi oleh perwakilan dari pihak agensi Taiwan.

4.Pelatihan Pemandu Wisata untuk TKI

KDEI-Taipei, pada tanggal 29 November 2015, telah menggelar pelatihan pemandu wisata yang diikuti oleh para TKI di Taiwan. Pelatihan pemandu wisata, berlangsung di dua tempat wisata terkemuka di Taipei yaitu Chiang Kai-shek Memorial Hall dan Menara Taipei 101. 

Para peserta pelatihan rata-rata telah menguasai bahasa Mandarin dengan baik, karenanya selama sesi pelatihan para peserta bisa praktek dengan sangat lancar.

Selama pelatihan, para TKI mendapat teori dan praktek langsung dari Adi Carlo, seorang pemandu wisata yang telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Kementerian Pariwisata Taiwan. Pelatihan lebih dititikberatkan pada praktek, sejak dari dalam bus wisata, di lokasi wisata, hingga melepas atau berpisah dengan rombongan wisatawan.

 

Agenda Bulan Desember 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015 adalah sebagai berikut:

1.Penyelenggaraan forum bisnis perdagangan dan investasi, Hsinchu, 8 Desember 2015.

2.Pertemuan dengan Taiwan Telematics Industry Association, Taipei, 10 Desember 2015.

3.Pertemuan dengan Taiwan Rubber and Elastomer Association, M2 Desember.

4.Pertemuan dengan importer batubara dan nikel di Taiwan, M3 Desember.

5.Layanan KDEI Mobile Service, Taoyuan, 13 Desember 2015.

6.Layanan KDEI Sunday Service, KDEI-Taipei, 6 dan 20 Desember 2015.

7.Penyelenggaraan forum bisnis dengan anggota “Taiwan Indonesia Business Council”, M4 Desember.

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

Read more...

Partisipasi Indonesia di Taiwan International Fisheries & Seafood Show 2015 Catat Kontak Bisnis Sebesar USD 7 Juta

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia ke Taiwan khususnya produk perikanan dan hasil laut, KDEI Taipei bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Berpartisipasi pada pameran “Taiwan International Fisheries & Seafood Show 2015” yang berlangsung di Kaoshiung Exhibition Center – Kaoshiung pada tanggal 19 – 21 Nopember 2015. Pameran yang diorganizir penyelenggaraannya oleh TAITRA Kaoshiung dan My Exhibition Co. Ltd  merupakan pameran produk perikanan dan peralatan perikanan berskala internasional yang diikuti oleh 210 peserta dari berbagai negara diantaranya Korea, Jepang, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Peru, Canada, Amerika Serikat, India, Thailand, Israel, Bahrain, dan Inggris. Pameran tersebut dikunjungi  oleh sekitar 7.500 pengunjung dari dalam dan luar negeri menampilkan berbagai sektor produk terkait dengan produk perikanan dan hasil laut yaitu Fishery Equipment and Technology, Aquaqulture, Seafood and Value added Seafood, Processing Equipment dan Fishery Services.

Mengusung tema “Trade with Remarkable Indonesia”, Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 54 m2  berlokasi di areal peserta Internasional, ditempati oleh 6 (enam) perusahaan yang bergerak di bidang perikanan dan produk perikanan, yaitu PT Medan Tropical Canning & Frozen Industries, PT Alam Jaya, PT Arafura Prima Indopasifik, CV Buana Laut Nusantara, dan PT Sekar Bumi. Menampilkan aneka produk perikanan dan hasil laut, antara lain tuna, udang, gurita, rajungan, ikan beku, ikan kerapu beku, gurita beku, udang beku, dan makanan olahan beku serta makanan olahan hasil laut dalam kaleng dan kemasan tetrapack. Pada partisipasi kali ini peserta pameran selain promosi juga melakukan demo masak produk ikan yang dibagikan kepada para pengunjung.

Selama pameran berlangsung peserta pameran dari Indonesia memperoleh kontak bisnis sebesar USD. 7.07 juta untuk produk Octopus, WR Poulp Squid, baby octopus, cuttlefish, frozen grouper, tenggiri, bandeng, squid, maroaji, layur, sleeper lobster, octopus, pasteurized crab meat, srimp Leather Jacket HL, skin off cutted dan Processed Food. Kontak bisnis tersebut terdiri dari transaksi yang diperoleh pada saat pameran berlangsung sebesar USD. 1.73 juta dan kontak bisnis yang perlu ditindak lanjuti selama satu tahun mendatang sebesar USD. 5.34 juta. Dengan melihat nilai kontak bisnis yang diperoleh dari pameran tersebut, maka KDEI Taipei dapat mentargetkan peningkatan nilai ekspor produk perikanan dan hasil laut ke Taiwan pada dapat meningkat sebesar USD. 37 juta ditahun mendatang.

Read more...

Partisipasi Indonesia pada Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015 Hasilkan Kontak Dagang Sebesar USD 1.65 Juta

Partisipasi KDEI Taipei pada pameran Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015 yang berlangsung di Taipei Nangang Exhibition Center – Taipei pada tanggal  13 – 16 Nopember 2015, telah berlangsung dengan sukses. 

Pameran tersebut diikuti oleh sebanyak 603 perusahaan baik peserta Internasional antara lain dari Indonesia, Brazil, Amerika Latin, Vietnam, China dan Papua Nugini serta peserta lokal Taiwan menempati 1.514 booth , dimana  168 diantaranya adalah pengusaha kopi dan menempati 652 booth, dan sisanya diisi oleh produk teh dan permesinan serta perlengkapan pengolahan kopi dan teh.

Pada partisipasi yang kedua tahun 2015 ini, Paviliun Indonesia diisi oleh 12 perusahaan yang menampilkan berbagai jenis produk kopi dan teh yaitu  PT. Wahana Sinar Kentjana (teh organik), CV. Sukses Group (kopi biji Arabika), PT. Mulia Sari Permai (kopi biji jampit), PT. Aneka Coffee Industry (kopi biji Jawa Tengah dan Lampung), CV. Duta Jaya Tea (teh Dua Tang), CV. Neera Bali (kopi biji kintamani), PT. Golden Malabar Indonesia (kopi biji Jawa Barat), PT. Adi Jaya Naturindo (biji kopi dan kopi bubuk kemasan), PT. Santama Arta Nami (kopi biji mandeling), CV. Donya Drop Daruet (kopi biji Aceh Gayo), PT. Sumantran Organic Spice (kopi biji Flores dan NTB) dan Billie Coffee Corp (kopi roasted luwak, mandheling, jampit dan kintamani).

Selama pelaksanaan pameran tersebut pada, antusias pengunjung untuk mengunjungi Paviliun Indunesia cukup tinggi dan diperkirakan dikunjungi oleh sekitar 12.000,  hal ini juga ditunjang oleh dengan penyelenggaraan cupping yang dilakukan setiap siang hari, selama 1 jam. Adapun  kontak bisnis yang terjadi selama pameran berlangsung diperoleh sebesar USD. 1,65 juta dimana 85% untuk produk kopi dan sisanya untuk produk teh dan Spices. Kontak bisnis tersebut diperoleh selama pameran sebesar USD. 455 ribu dan sisanya sebesar USD. 1.15 juta merupakan inquiry yang perlu ditindaklanjuti dimasa mendatang.  Dengan melihat hasil transaksi yang diperoleh pada pameran tersebut, KDEI Taipei dapat mentargetkan ekspor produk kopi dapat meningkat sebesar USD.1.5 juta pada tahun 2016.

Read more...

Transaksi Buyer Taiwan pada TEI 2015 Tercatat Senilai USD 2,049,559

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia ke Taiwan, KDEI Taipei berkerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan membawa rombongan delegasi buyer Taiwan untuk mengunjungi Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2015 yang berlangsung pada tanggal 21 – 25 Oktober 2015. Delegasi buyer yang dipimpin oleh Kepala KDEI Taipei terdiri dari 18 orang dari 16 perusahaan pada kunjungan ke TEI 2015 melakukan transaksi dan kontak bisnis dengan peserta TEI 2015 antara lain untuk produk Frozen Seafood, Essential Oil, Beauty Product, Silver and Gamestone Jewelry, Rattan Manekin & Accessories, Cooffee bean, cocoa powder, Fruit Chip, Agriculture Product, Black Tea, Coconut oil, Sanwich and Chocolate pie crackers, Bakery raw material, wood Furniture, shel furniture,  Palm oil, parquet flooring, Ceramic tile, herbs & turmeric dan seafood snack.

Nilai transaksi dari para buyer sebesar USD. 2.049.559 yang terdiri dari transaksi selama pameran sebesar USD. 227.500, dan transaksi yang perlu ditindaklanjuti dengan nilai USD. 1.822.099.

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan September 2015 : Surplus Perdagangan Indonesia Semester I 2015 Tetap Tumbuh 7,48 persen (yoy)

Surplus Perdagangan Indonesia semester-1/2015 tetap tumbuh 7,48 persen (yoy), di tengah tekanan terhadap total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Investasi Taiwan di Indonesia semester-1/2015 meningkat 6,64 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan periode bulan Juni 2015 mencapai USD 774,47 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Mei 2015 yang mencapai USD 895,33 juta, turun 13,50 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan non migas sebesar 17,18 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Juni 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 25,97 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Semester-1/2015 mencapai USD 5,13 milyar, turun 9,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan dan juga diikuti oleh menurunnya permintaan sebagai akibat depresiasi mata uang NTD dan Rupiah. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Juni 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 32,70 persen (mom), mencapai USD 203,17 juta, dan bila dibandingkan bulan Juni 2014 mengalami penurunan sebesar 37,42 persen (yoy), yang pada bulan Juni 2014 mencapai USD 324,66 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh menurunnya neraca perdagangan migas sebesar 54,02 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Semester-1/2015 mencapai surplus sebesar USD 1,68 milyar, naik 7,48 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan melalui sejumlah pertemuan bisnis dan penterasi pasar langsung di Taiwan, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Juni 2015 mencapai USD 488,82 juta, atau turun 18,34 persen dibanding bulan Juni 2015 (mom), dan turun 28,68 persen dibanding bulan Juni 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 70,72 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya ekspor Indonesia bulan Juni 2015 dipengaruhi oleh turunnya baik ekspor migas (24,29 persen) maupun non migas yang turun 15,60 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Semester-1/2015 mencapai USD 3,40 milyar, terkoreksi 5,70 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Juni 2015 mencapai USD 285,65 juta, atau turun 3,73 persen dibanding bulan Mei 2015. Apabila dibandingkan dengan Juni 2014, impor Indonesia turun 15,77 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada periode Semester-1/2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 814,59 juta, USD 643,27 juta, dan USD 611,45 juta.

Sementara, tekstil dan produk tekstil, minyak (non-crude), produk kimia (ethylene), dan komponen elektronik (IC) menjadi produk impor terbesar periode Semester-1/2015 dengan nilai masing-masing USD 176,83 juta, USD 124,41 juta, USD 42,76 juta, dan USD 32,36 juta.

 

Perkembangan Investasi Semester-I/2015

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia pada Semester-1/2015 adalah sebesar USD 85,08 juta, meningkat 6,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang mencapai USD 79,78 juta. 

Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada periode Semester-1/2015 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi Jawa Barat (USD 66,58 juta), DKI Jakarta (USD 5,51 juta), Jawa Timur (USD 4,41 juta), dan Banten (USD 4,01 juta). 

Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia periode Semester-1/2015 adalah pada sektor sekunder dengan nilai terbesar pada sektor industri karet, barang dari karet dan plastik (USD 52,17 juta), industri mineral non logam (USD 11,28 juta), dan industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (USD 5,22 juta). Berdasarkan data dari Ministry of Economic Affairs Taiwan, Indonesia menduduki peringkat ke-8 tujuan investasi asal Taiwan.

Sementara, selama bulan Agustus 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain fasilitasi terhadap pengusaha kopi Taiwan melalui program “Indonesia Tour de Coffee” ke Surabaya dan Bali, peliputan oleh wartawan media cetak Taiwan mengenai Indonesia ke beberapa kawasan industri di Indonesia, pendampingan kunker delegasi Taiwan Telematics Industry Association (TTIA) ke Jakarta, penandatanganan MoU antara PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk dengan Arima Communications Corp. dan PT Artha Metal Sinergi (AMS) dengan China Steel Corporation, kunjungan ke perusahaan San Neng Bakeware Corp dan Depo Autoparts Ind, Co., Ltd, dan pelaksanaan forum bisnis perdagangan dan investasi pada kawasan industri New Taipei City.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Juni 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Juli 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 18.707 orang, naik 8,69 persen dibanding Juni 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Juli 2015 mencapai 109.592 orang, atau naik 5,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Juli 2015 mencapai 20.922 orang, naik 34,84 persen dibanding bulan Juni 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Juli 2015 mencapai 104.568 orang, atau turun 1,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya..

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Agung Wibowo

Pada tanggal 7 Agustus 2015, KDEI-Taipei menerima informasi bahwa TKI a.n Agung Wibowo, bekerja sebagai ABK di Yilan, telah meninggal dunia akibat terkena potongan besi papan reklame saat terjadi topan Soudelor di Taiwan. 

Selanjutnya, pada tanggal 8 Agustus 2015 KDEI Taipei menghubungi perwakilan nelayan di Yilan untuk mengetahui identitas korban selengkapnya. Selanjutnya, KDEI Taipei menghubungi agensi di Taiwan untuk mengurus dokumen pemulangan jenazah ke Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 2015 KDEI Taipei telah menerima surat kematian resmi alm. Agung Wibowo dari Taiwan Yilan District Prosecutors Office. Jenazah alm. Agung Wibowo kemudian dipulangkan pada tanggal 18 Agustus 2015 dengan pesawat China Airlines C10761 nomor kargo 297-51877221 dari Taoyuan International Airport pukul 08.45 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada pukul 13.00 WIB.

KDEI Taipei juga menerima informasi dari agensi Ho Shih Tsao Entrerprise Co,. Ltd bahwa pihaknya telah memberikan santunan kepada istri almarhum Agung Wibowo yaitu Sdri. Wulan Anggraeni, yang bersumber dari majikan, pemilik papan reklame, dan sisa gaji terakhir almarhum. Adapun asuransi yang bersangkutan, masih dalam proses penyelesaian oleh pihak agensi.

2.TKI a.n. Sugiayem

Pada tanggal 11 Agustus 2015, KDEI-Taipei telah menerima konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait pemulangan sdri. Sugiayem ke Indonesia.

Pada tanggal 14 Agustus 2015, KDEI-Taipei kembali melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengetahui kondisi terakhir Sdri. Sugiayem dan pihak dokter menerangkan bahwa kondisi Sdri. Sugiayem tidak sebaik sebelumnya. Sdri. Sugiayem tidak dapat duduk dan mengalami demam sehingga belum memungkinkan untuk dapat kembali ke Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang. Pihak dokter menerangkan bahwa setidaknya harus menunggu sampai kondisi Sdri. Sugiayem pulih dari demam, sehingga dapat melakukan perjalanan menuju Indonesia.

Pada tanggal 24 Agustus 2015, KDEI-Taipei kembali memantau kondisi Sdri. Sugiayem. Pihak dokter menerangkan bahwa demamnya sudah turun dan dapat melakukan perjalanan menuju Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang.

Pada tanggal 27 Agustus 2015, KDEI-Taipei menghubungi pihak Sunrise Airlines terkait prosedur pemulangan Sdri. Sugiayem dengan menggunakan pesawat terbang. Pihak Sunrise Airlines akan membantu melakukan koordinasi dengan pihak penerbangan komersil dalam rangka penyelesaian prosedur pemulangan Sdri. Sugiayem.

3.Kenaikan Gaji Tenaga Kerja Asing (TKA) sektor informal

Berdasarkan pertemuan tanggal 28 Agustus 2015 yang diikuti oleh perwakilian dari Ministry of Labor Taiwan, Ministry of Foreign Affairs Taiwan, KDEI-Taipei, Manila Economic and Culture Office; Vietnam Economic and Culture Office; Thailand Economic and Culture Office, disepakati bahwa Pemerintah Taiwan bersama dengan Pemerintah Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand mulai menyesuaikan gaji TKA sektor informal di Taiwan menjadi NT$ 17,000 bagi TKA yang mulai bekerja di Taiwan sejak tanggal 01 September 2015. Selain itu, demi menjaga hak-hak TKA di Taiwan, telah disepakati untuk diadakan rapat evaluasi rutin pada bulan Juli setiap tahunnya.

 

Agenda Bulan September 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan September 2015 adalah sebagai berikut:

1.Partisipasi pada “2015 Taipei International Chain and Franchise Autumn Exhibition”, Taipei, 18-22 September 2015.

2.Kunjungan ke importir kopi dan minyak sawit, M2 September.

3.Kunjungan ke perusahaan Maxmold Polymer Co., Ltd, M2 September.

4.Kunjungan ke perusahaan Ikatech, Co., Ltd, M2 September.

5.Pelatihan Pembuatan Kerajinan Tanah Liat, Tainan & Taichung, 6 & 13 September.

6.KDEI Sunday Service, Taipei, 6 dan 20 September.

7.KDEI Mobile Service, Taitung, 13 September.

8.Kunjungan ke perusahaan Pou Chen Group, M3 September.

9.Pertemuan dengan Taiwan Rubber and Elastomer Association, M2 September.

10.Pertemuan dengan importer batubara di Taiwan, M3 September.

11.Pertemuan dengan calon buyer Taiwan pra-TEI2015, M4 September.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : portstrategy.com

Read more...

Kegiatan "Tour de Coffee" KDEI Taipei Raih Transaksi USD 11.53 Juta

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia ke Taiwan, khusunya produk Kopi, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei berkerjasama dengan Taiwan Coffee Association telah  menyelenggarakan kegiatan “Tour de Coffee Forum”  pada tanggal 2 – 8 Agustus 2015 dengan membawa rombongan buyer kopi Taiwan ke Indonesia. Kegiatan dimulai dengan mengadakan One on one Meeting dengan 11  eksportir kopi Indonesia anggota GAEKI Jawa Timur bertempat di kantor UPT P3E Surabaya pada tanggal 3 Agustus 2015. Kegiatan selanjutnya adalah  mengadakan kunjungan ke Perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII di Jampit-Bondowoso Jawa Timur . Pada  kunjungan tersebut para buyer  dibawa mengelilingi perkebunan yang terletak 1.200 meter diatas permukaan laut. Pada kesempatan tersebut para buyer juga diperlihatkan bagaimana proses binatang Luwak memilh kopi yang berkualitas baik untuk dimakan dan dilanjutkan dengan kegiatan cupping yang dipimpin oleh Bpk.Dedi Setiadi selaku Cupper PTPN XII dengan hasil Good Body, Good Acidity, chocolate smell and taste. Diakhir kunjungan para buyer diberikan sampel green bean coffee. Pada kunjungan di perkebunan tersebut delegasi buyer sangat terkesan dengan manajemen perkebunan dan proses pengolahan kopi yang baik dan higienis dan sangat tertarik akan keindahan alam dan udara yang segar yang dirasakan dengan bermalam di guest house milik PTPN XII di Jampit. 

Disamping itu pada tanggal 5 Agustus 2015 kegiatan yang sama juga telah dilakukan di Bali yaitu atas kerjasama dengan Dinas Perkebunan Propinsi Bali, delegasi buyer melakukan kunjungan ke perkebunan kopi di Kintamani-Bali. Pada kunjungan tersebut  diperlihatkan proses panen kopi, proses sortir, pencucian dan penjemuran kopi yang menhgasilkan 3 (tiga) jenis kopi yaitu standar organic, rasa madu (dicuci satu kali proses) dan asam (dijemur bersama kulitnya tanpa dicuci). Kegiatan kunjungan di perkebunan diakhiri dengan kegiatan cupping yang dipimpin oleh Bpk. Ketut Jati yang diikuti oleh para buyer dan menghasilkan Good Body, Good Acidity (medium), Smell Cytrus and Caramel and Chocolate taste. Pada kesempatan tersebut Bpk. Ketut Jati juga memberikan sampel green bean kepada para buyer. Keesokan harinya  dilakukan one on one meeting dengan 6 pengusaha kopi Indonesia di Bali bertempat di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali di Denpasar. Setelah kegiatan one on one meeting dilanjutkan dengan kunjungan ke perusahaan eksportir kopi Niraa Bali Coffee di Denpasar dan Seniman Coffee Industries milik pengusaha asal Inggris yang nikah dengan wanita Taiwan berlokasi di Ubud. 

Dari seluruh kegiatan tersebut para buyer telah melakukan pemesanan kopi Indonesia dengan estimasi kontrak sebesar USD. 11.537.000 dengan pengiriman produk secara bertahap.

Adapun perusahaan importir kopi Taiwan dan personil yang ikut serta dalam kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

1.Yeuan Yeou Enterprises Co. Ltd merupakan importir kopi yang memasok ke outlet City Café yang terdapat di sekitar 5.600 chain store 7-11 diseluruh Taiwan. Diwakili oleh Mr. Chong Cheong Ying selaku Assistant manager.

2.Kopi Trading Company merupakan importir kopi dan memiliki outlet di Taiwan dan New York, diwakili oleh Mr. C.S. Hsia selaku Founder.

3.CAMA Coffee Co, Ltd merupakan importir kopi dan memiliki 80 outlet diseluruh Taiwan, diwakili oleh Mr. Benny Ho selaku President dan Ms. Hsu Chien Chu selaku Purchasing Manager.

4.Lingking Coffee Co Ltd merupakan importir specialty coffee, diwakili oleh Mr. Huang Chung-Shih selaku Purchasing Manager dan dipampingi oleh Mr. Wu Tsu Ching selaku coffee analist.

5.Pebble Coffee co merupakan importir kopi biji Taiwan, diwakili oleh Mr. Lu Yun Yi selaku Purchasing Manager.

6.Zenshi International Co. Ltd merupakan importir kopi dan berminat membeli kopi Indonesia, diwakili oleh Mr. Wu Po-Feng selaku Marketing Manager.

7.Billie Industrial Corporation merupakan importir kopi biji sejak 30 tahun yang lalu, diwakili oleh Mr. Steven Huang Wei-Lun selaku Director dan Ms. Jean Weng Yuan Yu selaku Roasted Analyst.

Kegiatan tersebut juga diliput oleh Asia coffee, tea and ice cream magazine , merupakan majalah kopi dan teh terbesar di Asia dan diwakili oleh Mr. Liu Chen Ya selaku Reporter Coordinator.

 

Read more...

Ekspor Kopi ke Taiwan Naik Tajam 33%, KDEI Siapkan Tour de Coffee di Indonesia

Memasuki awal semester dua tahun 2015, ekspor kopi Indonesia ke Taiwan meningkat tajam hingga mencapai 33% menjadi USD 10 juta. Periode yang sama tahun lalu, ekspor kopi USD 7,6 juta. Melalui peningkatan ekspor kopi ini, perdagangan Indonesia-Taiwan pada periode Januari-Mei mengalami surplus mengejutkan sekitar 19% atau USD 1,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, Arief Fadillah menuturkan peningkatan ekspor kopi Indonesia ke Taiwan karena adanya perubahan gaya hidup (lifestyle) kalangan anak muda Taiwan dan menjamurnya  gerai kopi di seluruh Taiwan. “Coffee franchise berkembang pesat seperti halnya Mr. Brown dengan lebih dari 60 gerai. City Café dengan lebih dari 5.600 chain store, dan CAMA Coffee Co. dengan lebih dari 80 outlet di seluruh Taiwan. Wanginya kopi Indonesia ini juga sangat dipengaruhi oleh tumbuhnya coffee roaster, seperti Billie Industrial Corporation dan Kopi Trading Company,” ujar Arief.  

Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taiwan, Ikhwan Aman mengatakan para pebisnis kopi di Taiwan menggemari jenis kopi Mandheling, Toraja dan Java Jampit. “Mereka  selama ini membeli kopi Indonesia dari negara ketiga seperti Jepang. Karena itu, kami ingin melakukan tour de coffee langsung di Indonesia,” tuturnya.

Ikhwan menuturkan KDEI akan menggelar kegiatan Tour de Coffee ke dua daerah yakni Jawa Timur dan Bali. Selain ingin mengenalkan kopi Indonesia, kegiatan yang dilaksanakan tanggal 2 sampai dengan 7 Agustus 2015 ini akan mempertemukan langsung importir kopi Taiwan dengan supplier kopi Indonesia. 

Kegiatan Tour de Coffee ini akan diikuti oleh tujuh perusahaan kopi Taiwan dan diliput secara khusus oleh Asia Coffee Tea and Ice Cream magazine. Rombongan buyer Taiwan ini akan mengadakan one on one meeting dengan para eksportir kopi di Jawa Timur dan Bali. “Para pengusaha Taiwan juga akan kami ajak menikmati suasana alam perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII di Jampit Bondowoso, sekaligus melihat proses panen kopi dan cara pengolahan kopi,” ujarnya.

(Credit : picture from tempo.co)

Read more...

Peresmian Kantor Scanteak Taiwan

Furniture Indonesia kembali berkibar di Taiwan. Dengan rata-rata lebih dari 1,000 kontainer setahun, Scanteak, perusahaan furniture berbasis di Singapura ini membuka gedung barunya untuk pengaturan sistim logistik furniturenya di Taiwan. Scanteak yang memiliki lebih dari 120 chain store diseluruh dunia, dengan 94 store berada di Taiwan; 13 di Jepang; sisanya tersebar di Singapura; Brunei; Jerman; Kanada dan US. Sedangkan target tahun 2015 ini, jumlah chain store Scnteak di Taiwan mencapai 100 buah.

Pada acara pembukaan gedung baru Scantek tanggal 6 Agustus 2015, CEO P.C Lim mengatakan bahwa Taiwan merupakan pasar penting bagi produk Scanteak, sejak pertama kali membuka toko di Taiwan pada tahun 1993, sekarang telah memiliki turn over rata-rata per tahun lebih dari US$ 5 juta. Pada sambutannya, CEO Lim menyampaikan terima kasihnya secara khsusus kepada para supplier Indonesia yang hadir, Para pemasok Scanteak asal Indonesia yang hadir ini berasal dari sentra-sentra Industri kayu olahan Indonesia khususnya Solo dan sekitarnya.

Acara pembukaan ini diresmikan dengan penguntingan pita oleh beberapa pejabat publik dan pejabat kantor perwakilan, seperti Mayor Taoyuan; CEO Scanteak; Kepala KDEI, Representative Singapura; Kementerian Ekonomi Taiwan; serta perwakilan partai politik Taiwan.

Selanjutnya, acara dilanjutnya dengan makan malam bersama.

Read more...

Partisipasi KDEI pada Pameran Food Taipei 2015 Raih Transaksi USD. 5.029.530.

Pameran Food Taipei 2015 merupakan salah satu pameran food terbesar di Asia dan tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke 25 kali  yang diikuti oleh 1.642 peserta dalam dan luar negeri yang menempati 3.920 booth. Pameran dibuka pada tanggal 25 Juni 2015 oleh Chairman of Taiwan External Trade Development Council, Mr. Francis Kuo-Hsih Liang, bersama dengan Minister of Ministry of Economic Affairs, Mr. John Chen-Chung Deng , Minister of the Council of Agriculture Executive Yuan Chen Bao-Ji, dan 14 delegasi kehormatan lainnya yang bertempat  di Nangang Exhibition Hall. 

Sementara Paviliun Indonesia dibuka secara resmi dengan pengguntingan pita oleh Kepala KDEI Taipei Bapak Arief Fadillah bersama dengan Kepala Bidang Perdagangan dan peserta pameran  pada tanggal 25 Juni 2014 bertempat di Hall 1 TWTC Exhibition Center.

Paviliun Indonesia yang mengambil tema “Trade with Remarkable Indonesia” berada di Hall 1 TWTC dengan nomor booth A 0622 menempati areal seluas 162 m2 yang diisi oleh 12 perusahaan produk makanan dan minuman. Selama pameran berlangsung pavilion Indonesia menarik minat pengunjung sebanyak 4.000 orang  baik buyer lokal maupun pengunjung yang berasal dari berbagai Negara antara lain Taiwan, Jepang, USA, Brazil, Korea Selatan, Singapore, USA, India, Hong Kong, China, Filiphine, Vietnam, Canada, Egypt dan Saudi Arabia. Paviliun Indonesia selain menampilkan produk makanan dan minuman Indonesia juga dibagikan kepada para pengunjung 3 jenis makanan Indonesia yang sangat popular yaitu rendang pada hari pertama, sate ayam pada hari ke 2 dan nasi goreng pada hari ke 3 pelaksanaan pameran 

Pada partisipasi kali ini KDEI Taipei memfasilitasi  12 pengusaha eksportir produk makanan dan minuman yaitu PT. Aksara Kencana Putra untuk produk fresh honey natural, tea heart, niraren, PT. Bumi Tangerang Mesindotama untuk produk cocoa powder, cocoa butter dan cocoa liquor, PT. Garuda Food Putra Putri Jaya untuk produk peanut coated, peanut roasted, leo nugget, chocolates, malkist, PT. Lautan Natural Krimerindo untuk produk non dairy creamer, PT. Marguerite Nougat untuk produk nougat, spread, energy bar, cookies, PT. Masroom Factory Indonesia untuk produk garlic sauce, broccoli frozen, all of from masyroom food, PT. Pondan Pangan Makmur Indonesia untuk produk coffee mix, cake mix, PT. Rezeki Inthi Artha untuk produk wilmon tuna, mackerel, peanut sauce, PT. Santama Arta Nami untuk produk Sumatera Arabica coffee , Luwak coffee, PT. Sinar Sosro untuk produk teh botol, teh kotak sosro, creso, tebs, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food  Tbk untuk produk noodle, snack, vermicelli dan PT. Rex Canning untuk produk canned crabmeat in brine, canned baby clam, snail and shrim in brine. 

Beberapa produk yang menarik perhatian pengunjung antara lain adalah produk Kopi Gunung Lintong dari PT. SantamaArta Nami, Taro Snack, bihun jagung dan permen Gulas  dari PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Frozen Mashroom dari PT. Mashroom Factory Indonesia, Cocoa powder dari PT. Bumi Tangerang Mesindotama, Tuna, crabmeat, Sardines, Mackerel Canned dari PT. Rex Caning Non Dairy Creamer dari PT. Lautan Natural Krimerindo. 

Selama pameran berlangsung, telah tercatat transaksi sebesar USD. 5.092.530. Nilai tersebut  merupakan total transaksi dagang pada saat berlangsung dan inquiry dari pembeli asal Taiwan, Jepang, China, Hong Kong, Nigeria, Brazil dll. Nilai tranksaksi tersebut merupakan potensial order PT. Santama Arta Nami untuk produk Kopi Luwak dan Green bean Arabica sebesar USD. 734.730, PT. Mashroom Factory Indonesia sebesar USD. 2.682.300, PT, Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk untuk produk Taro Snack, bihun jagung, permen gulas sebesar USD. 351.500, PT.Rex Canning untuk produk canned crabmeat, canned sardines, canned tuna sebesar USD. 940.200, PT. Rezeki Inthi Artha untuk produk Tuna & Mackerel dan Peanute sauce sebesar 177.500, PT. Bumi Tangerang Mesindotama untuk produk Cocoa powder and chocolate sebesar USD.76.300 , PT. Lautan Natural Krimerindo untuk produk Non dairy Creamer sebesar USD 197.700 dan PT. Pondan Pangan Makmur untuk produk Pudding and flan sebesar USD. 87.500.

Selain memperoleh transaksi, selama pameran berlangsung pavilion Indonesia juga dikunjungi oleh para buyer yang berminat untuk mengunjungi Trade Expo Indonesia (TEI) 2015 pada bulan oktober 210 antara lain Mr. Chen Cheng Po dari Shanghai King Magpie Food yang ingin mencari produk snack, permen dan kacang-kacang, Mr. Annabel Dong dari Volfram Enterprises untuk produk Indoor Furniture dan Mr. Charles Kong untuk produk makanan halal.

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!