Menu

Perdagangan (49)

Kegiatan "Tour de Coffee" KDEI Taipei Raih Transaksi USD 11.53 Juta

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia ke Taiwan, khusunya produk Kopi, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei berkerjasama dengan Taiwan Coffee Association telah  menyelenggarakan kegiatan “Tour de Coffee Forum”  pada tanggal 2 – 8 Agustus 2015 dengan membawa rombongan buyer kopi Taiwan ke Indonesia. Kegiatan dimulai dengan mengadakan One on one Meeting dengan 11  eksportir kopi Indonesia anggota GAEKI Jawa Timur bertempat di kantor UPT P3E Surabaya pada tanggal 3 Agustus 2015. Kegiatan selanjutnya adalah  mengadakan kunjungan ke Perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII di Jampit-Bondowoso Jawa Timur . Pada  kunjungan tersebut para buyer  dibawa mengelilingi perkebunan yang terletak 1.200 meter diatas permukaan laut. Pada kesempatan tersebut para buyer juga diperlihatkan bagaimana proses binatang Luwak memilh kopi yang berkualitas baik untuk dimakan dan dilanjutkan dengan kegiatan cupping yang dipimpin oleh Bpk.Dedi Setiadi selaku Cupper PTPN XII dengan hasil Good Body, Good Acidity, chocolate smell and taste. Diakhir kunjungan para buyer diberikan sampel green bean coffee. Pada kunjungan di perkebunan tersebut delegasi buyer sangat terkesan dengan manajemen perkebunan dan proses pengolahan kopi yang baik dan higienis dan sangat tertarik akan keindahan alam dan udara yang segar yang dirasakan dengan bermalam di guest house milik PTPN XII di Jampit. 

Disamping itu pada tanggal 5 Agustus 2015 kegiatan yang sama juga telah dilakukan di Bali yaitu atas kerjasama dengan Dinas Perkebunan Propinsi Bali, delegasi buyer melakukan kunjungan ke perkebunan kopi di Kintamani-Bali. Pada kunjungan tersebut  diperlihatkan proses panen kopi, proses sortir, pencucian dan penjemuran kopi yang menhgasilkan 3 (tiga) jenis kopi yaitu standar organic, rasa madu (dicuci satu kali proses) dan asam (dijemur bersama kulitnya tanpa dicuci). Kegiatan kunjungan di perkebunan diakhiri dengan kegiatan cupping yang dipimpin oleh Bpk. Ketut Jati yang diikuti oleh para buyer dan menghasilkan Good Body, Good Acidity (medium), Smell Cytrus and Caramel and Chocolate taste. Pada kesempatan tersebut Bpk. Ketut Jati juga memberikan sampel green bean kepada para buyer. Keesokan harinya  dilakukan one on one meeting dengan 6 pengusaha kopi Indonesia di Bali bertempat di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali di Denpasar. Setelah kegiatan one on one meeting dilanjutkan dengan kunjungan ke perusahaan eksportir kopi Niraa Bali Coffee di Denpasar dan Seniman Coffee Industries milik pengusaha asal Inggris yang nikah dengan wanita Taiwan berlokasi di Ubud. 

Dari seluruh kegiatan tersebut para buyer telah melakukan pemesanan kopi Indonesia dengan estimasi kontrak sebesar USD. 11.537.000 dengan pengiriman produk secara bertahap.

Adapun perusahaan importir kopi Taiwan dan personil yang ikut serta dalam kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

1.Yeuan Yeou Enterprises Co. Ltd merupakan importir kopi yang memasok ke outlet City Café yang terdapat di sekitar 5.600 chain store 7-11 diseluruh Taiwan. Diwakili oleh Mr. Chong Cheong Ying selaku Assistant manager.

2.Kopi Trading Company merupakan importir kopi dan memiliki outlet di Taiwan dan New York, diwakili oleh Mr. C.S. Hsia selaku Founder.

3.CAMA Coffee Co, Ltd merupakan importir kopi dan memiliki 80 outlet diseluruh Taiwan, diwakili oleh Mr. Benny Ho selaku President dan Ms. Hsu Chien Chu selaku Purchasing Manager.

4.Lingking Coffee Co Ltd merupakan importir specialty coffee, diwakili oleh Mr. Huang Chung-Shih selaku Purchasing Manager dan dipampingi oleh Mr. Wu Tsu Ching selaku coffee analist.

5.Pebble Coffee co merupakan importir kopi biji Taiwan, diwakili oleh Mr. Lu Yun Yi selaku Purchasing Manager.

6.Zenshi International Co. Ltd merupakan importir kopi dan berminat membeli kopi Indonesia, diwakili oleh Mr. Wu Po-Feng selaku Marketing Manager.

7.Billie Industrial Corporation merupakan importir kopi biji sejak 30 tahun yang lalu, diwakili oleh Mr. Steven Huang Wei-Lun selaku Director dan Ms. Jean Weng Yuan Yu selaku Roasted Analyst.

Kegiatan tersebut juga diliput oleh Asia coffee, tea and ice cream magazine , merupakan majalah kopi dan teh terbesar di Asia dan diwakili oleh Mr. Liu Chen Ya selaku Reporter Coordinator.

 

Read more...

Ekspor Kopi ke Taiwan Naik Tajam 33%, KDEI Siapkan Tour de Coffee di Indonesia

Memasuki awal semester dua tahun 2015, ekspor kopi Indonesia ke Taiwan meningkat tajam hingga mencapai 33% menjadi USD 10 juta. Periode yang sama tahun lalu, ekspor kopi USD 7,6 juta. Melalui peningkatan ekspor kopi ini, perdagangan Indonesia-Taiwan pada periode Januari-Mei mengalami surplus mengejutkan sekitar 19% atau USD 1,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, Arief Fadillah menuturkan peningkatan ekspor kopi Indonesia ke Taiwan karena adanya perubahan gaya hidup (lifestyle) kalangan anak muda Taiwan dan menjamurnya  gerai kopi di seluruh Taiwan. “Coffee franchise berkembang pesat seperti halnya Mr. Brown dengan lebih dari 60 gerai. City Café dengan lebih dari 5.600 chain store, dan CAMA Coffee Co. dengan lebih dari 80 outlet di seluruh Taiwan. Wanginya kopi Indonesia ini juga sangat dipengaruhi oleh tumbuhnya coffee roaster, seperti Billie Industrial Corporation dan Kopi Trading Company,” ujar Arief.  

Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taiwan, Ikhwan Aman mengatakan para pebisnis kopi di Taiwan menggemari jenis kopi Mandheling, Toraja dan Java Jampit. “Mereka  selama ini membeli kopi Indonesia dari negara ketiga seperti Jepang. Karena itu, kami ingin melakukan tour de coffee langsung di Indonesia,” tuturnya.

Ikhwan menuturkan KDEI akan menggelar kegiatan Tour de Coffee ke dua daerah yakni Jawa Timur dan Bali. Selain ingin mengenalkan kopi Indonesia, kegiatan yang dilaksanakan tanggal 2 sampai dengan 7 Agustus 2015 ini akan mempertemukan langsung importir kopi Taiwan dengan supplier kopi Indonesia. 

Kegiatan Tour de Coffee ini akan diikuti oleh tujuh perusahaan kopi Taiwan dan diliput secara khusus oleh Asia Coffee Tea and Ice Cream magazine. Rombongan buyer Taiwan ini akan mengadakan one on one meeting dengan para eksportir kopi di Jawa Timur dan Bali. “Para pengusaha Taiwan juga akan kami ajak menikmati suasana alam perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII di Jampit Bondowoso, sekaligus melihat proses panen kopi dan cara pengolahan kopi,” ujarnya.

(Credit : picture from tempo.co)

Read more...

Peresmian Kantor Scanteak Taiwan

Furniture Indonesia kembali berkibar di Taiwan. Dengan rata-rata lebih dari 1,000 kontainer setahun, Scanteak, perusahaan furniture berbasis di Singapura ini membuka gedung barunya untuk pengaturan sistim logistik furniturenya di Taiwan. Scanteak yang memiliki lebih dari 120 chain store diseluruh dunia, dengan 94 store berada di Taiwan; 13 di Jepang; sisanya tersebar di Singapura; Brunei; Jerman; Kanada dan US. Sedangkan target tahun 2015 ini, jumlah chain store Scnteak di Taiwan mencapai 100 buah.

Pada acara pembukaan gedung baru Scantek tanggal 6 Agustus 2015, CEO P.C Lim mengatakan bahwa Taiwan merupakan pasar penting bagi produk Scanteak, sejak pertama kali membuka toko di Taiwan pada tahun 1993, sekarang telah memiliki turn over rata-rata per tahun lebih dari US$ 5 juta. Pada sambutannya, CEO Lim menyampaikan terima kasihnya secara khsusus kepada para supplier Indonesia yang hadir, Para pemasok Scanteak asal Indonesia yang hadir ini berasal dari sentra-sentra Industri kayu olahan Indonesia khususnya Solo dan sekitarnya.

Acara pembukaan ini diresmikan dengan penguntingan pita oleh beberapa pejabat publik dan pejabat kantor perwakilan, seperti Mayor Taoyuan; CEO Scanteak; Kepala KDEI, Representative Singapura; Kementerian Ekonomi Taiwan; serta perwakilan partai politik Taiwan.

Selanjutnya, acara dilanjutnya dengan makan malam bersama.

Read more...

Partisipasi KDEI pada Pameran Food Taipei 2015 Raih Transaksi USD. 5.029.530.

Pameran Food Taipei 2015 merupakan salah satu pameran food terbesar di Asia dan tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke 25 kali  yang diikuti oleh 1.642 peserta dalam dan luar negeri yang menempati 3.920 booth. Pameran dibuka pada tanggal 25 Juni 2015 oleh Chairman of Taiwan External Trade Development Council, Mr. Francis Kuo-Hsih Liang, bersama dengan Minister of Ministry of Economic Affairs, Mr. John Chen-Chung Deng , Minister of the Council of Agriculture Executive Yuan Chen Bao-Ji, dan 14 delegasi kehormatan lainnya yang bertempat  di Nangang Exhibition Hall. 

Sementara Paviliun Indonesia dibuka secara resmi dengan pengguntingan pita oleh Kepala KDEI Taipei Bapak Arief Fadillah bersama dengan Kepala Bidang Perdagangan dan peserta pameran  pada tanggal 25 Juni 2014 bertempat di Hall 1 TWTC Exhibition Center.

Paviliun Indonesia yang mengambil tema “Trade with Remarkable Indonesia” berada di Hall 1 TWTC dengan nomor booth A 0622 menempati areal seluas 162 m2 yang diisi oleh 12 perusahaan produk makanan dan minuman. Selama pameran berlangsung pavilion Indonesia menarik minat pengunjung sebanyak 4.000 orang  baik buyer lokal maupun pengunjung yang berasal dari berbagai Negara antara lain Taiwan, Jepang, USA, Brazil, Korea Selatan, Singapore, USA, India, Hong Kong, China, Filiphine, Vietnam, Canada, Egypt dan Saudi Arabia. Paviliun Indonesia selain menampilkan produk makanan dan minuman Indonesia juga dibagikan kepada para pengunjung 3 jenis makanan Indonesia yang sangat popular yaitu rendang pada hari pertama, sate ayam pada hari ke 2 dan nasi goreng pada hari ke 3 pelaksanaan pameran 

Pada partisipasi kali ini KDEI Taipei memfasilitasi  12 pengusaha eksportir produk makanan dan minuman yaitu PT. Aksara Kencana Putra untuk produk fresh honey natural, tea heart, niraren, PT. Bumi Tangerang Mesindotama untuk produk cocoa powder, cocoa butter dan cocoa liquor, PT. Garuda Food Putra Putri Jaya untuk produk peanut coated, peanut roasted, leo nugget, chocolates, malkist, PT. Lautan Natural Krimerindo untuk produk non dairy creamer, PT. Marguerite Nougat untuk produk nougat, spread, energy bar, cookies, PT. Masroom Factory Indonesia untuk produk garlic sauce, broccoli frozen, all of from masyroom food, PT. Pondan Pangan Makmur Indonesia untuk produk coffee mix, cake mix, PT. Rezeki Inthi Artha untuk produk wilmon tuna, mackerel, peanut sauce, PT. Santama Arta Nami untuk produk Sumatera Arabica coffee , Luwak coffee, PT. Sinar Sosro untuk produk teh botol, teh kotak sosro, creso, tebs, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food  Tbk untuk produk noodle, snack, vermicelli dan PT. Rex Canning untuk produk canned crabmeat in brine, canned baby clam, snail and shrim in brine. 

Beberapa produk yang menarik perhatian pengunjung antara lain adalah produk Kopi Gunung Lintong dari PT. SantamaArta Nami, Taro Snack, bihun jagung dan permen Gulas  dari PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Frozen Mashroom dari PT. Mashroom Factory Indonesia, Cocoa powder dari PT. Bumi Tangerang Mesindotama, Tuna, crabmeat, Sardines, Mackerel Canned dari PT. Rex Caning Non Dairy Creamer dari PT. Lautan Natural Krimerindo. 

Selama pameran berlangsung, telah tercatat transaksi sebesar USD. 5.092.530. Nilai tersebut  merupakan total transaksi dagang pada saat berlangsung dan inquiry dari pembeli asal Taiwan, Jepang, China, Hong Kong, Nigeria, Brazil dll. Nilai tranksaksi tersebut merupakan potensial order PT. Santama Arta Nami untuk produk Kopi Luwak dan Green bean Arabica sebesar USD. 734.730, PT. Mashroom Factory Indonesia sebesar USD. 2.682.300, PT, Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk untuk produk Taro Snack, bihun jagung, permen gulas sebesar USD. 351.500, PT.Rex Canning untuk produk canned crabmeat, canned sardines, canned tuna sebesar USD. 940.200, PT. Rezeki Inthi Artha untuk produk Tuna & Mackerel dan Peanute sauce sebesar 177.500, PT. Bumi Tangerang Mesindotama untuk produk Cocoa powder and chocolate sebesar USD.76.300 , PT. Lautan Natural Krimerindo untuk produk Non dairy Creamer sebesar USD 197.700 dan PT. Pondan Pangan Makmur untuk produk Pudding and flan sebesar USD. 87.500.

Selain memperoleh transaksi, selama pameran berlangsung pavilion Indonesia juga dikunjungi oleh para buyer yang berminat untuk mengunjungi Trade Expo Indonesia (TEI) 2015 pada bulan oktober 210 antara lain Mr. Chen Cheng Po dari Shanghai King Magpie Food yang ingin mencari produk snack, permen dan kacang-kacang, Mr. Annabel Dong dari Volfram Enterprises untuk produk Indoor Furniture dan Mr. Charles Kong untuk produk makanan halal.

 

Read more...

Partisipasi KDEI Taipei pada Pameran Food Taipei 2015

Kepala KDEI Taipei telah membuka secara resmi Paviliun Indonesia pada Pameran Food Taipei 2015. Partisipasi KDEI pada pameran yang berlangsung pada tanggal 24-27 Juni 2015 di Taiwan World Trade Center  Taipei ini merupakan partisipasi KDEI Taipei yang ketiga kalinya. Food Taipei 2015 sendiri diikuti oleh 1.642 peserta yang menempati 3.920 booth dari 36 negara, antara lain Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, China, Indonesia, USA, Vietnam, Germany, Poland, Paraguay, Netherland, Bosnia dan India. Indonesia berpartisipasi dengan menempati Paviliun Indonesia seluas 150 m2 yang diisi oleh 12 pengusaha eksportir produk makanan dan minuman yaitu PT. Aksara Kencana Putra untuk produk fresh honey natural, tea heart, dan niraren, PT. Bumi Tangerang Mesindotama untuk produk cocoa powder, cocoa butter dan cocoa liquor, PT. Garuda Food Putra Putri Jaya untuk produk peanut coated, peanut roasted, leo nugget, chocolates, malkist, PT. Lautan Natural Krimerindo untuk produk non dairy creamer, PT. Marguerite Nougat untuk produk nougat, spread, energy bar, cookies, PT. Masroom Factory Indonesia untuk produk garlic sauce, broccoli frozen, all mushroom food, PT. Pondan Pangan Makmur Indonesia untuk produk coffee mix, cake mix, PT. Rezeki Inthi Artha untuk produk wilmon tuna, mackerel, peanut sauce, PT. Santama Arta Nami untuk produk sumatera arabica coffee , luwak coffee, PT. Sinar Sosro untuk produk teh botol, teh kotak sosro, creso, tebs, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food  Tbk untuk produk noodle, snack, vermicelli dan PT. Rex Canning untuk produk canned crabmeat in brine, canned baby clam, snail and shrimp in brine

Pada tahun sebelumnya, KDEI berpartisipasi pada pameran Food Taipei 2014 yang diikuti oleh 16 perusahaan makanan dan minuman Indonesia dan memperoleh transaksi sebesar USD. 4.172.120 serta dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung. Untuk keikusertaannya di tahun 2015, diharapkan dapat diperoleh transaksi yang lebih besar. Hal ini cukup beralasan, mengingat makin meningkatnya permintaan produk perikanan dan kopi oleh buyer. Untuk lebih mempromosikan, pihak KDEI juga mengundang para buyer mengunjungi pavilun Indonesia, diantaranya asosiasi produk makanan dan minuman Taiwan, asosiasi importer dan eksportir Taipei, asosiasi importer dan eksportir New Taipei City, Taiwan Chambers of Commers (CIECA),Taiwan  Coffee Association, dan TAITRA.

 

Read more...

Produk Tekstil dan Pakaian Jadi Indonesia Semakin Diminati Buyer Taiwan

Salah satu buyer dan pengusaha pakaian jadi Taiwan yaitu Mei Chia Lee International Enterprises Co. Ltd yang berlokasi di Taichung merupakan perusahaan berskala menengah yang bergerak dibidang produksi pakaian jadi dengan merek “JUMAY” antara lain polo shirt dengan kapasitas produksi 350.000/tahun, T-shirt 450.000 pcs/tahun, shirt 25.000/tahun dan berbagai jenis seragam untuk perawat, pegawai restoran, petugas keamanan dan chef sebanyak 35.000 pcs/tahun. Mr. Lee sebagai Direktur menyampaikan kepada Team KDEI yang berkunjung ke kantornya di taichung, saat ini memiliki outlet di  beberapa kota di Taiwan dan di luar negeri yaitu Taichung sebanyak 2 buah, Taipei 1 buah, Tainan 1 buah, Kaoshiung 1 buah dan di Singapore. Produk pakaian jadi selain dijual dipasar local Taiwan juga diekspor ke USA, Korea Selatan dan Hong Kong. 

Selanjutnya Mr. Lee menyampaikan bahwa  selama ini bahan baku tekstil untuk memproduksi pakaian jadinya dibeli dari Vietnam, China dan Korea Utara dan seiring dengan meningkatnya permintaan produknya dari pelanggan baik di dalam negeri dan Luar negeri, maka harus meningkatkan jumlah produksi, untuk itu berminat untuk membeli bahan baku tekstil berupa fabric dengan komposisi cotton 63% dan polyester 37% dari Indonesia dengan kapasitas 1 kontainer 20” HQ guna memproduksi polo shirt sebanyak 120.000 pcs. Selain itu Mr. Lee juga berminat untuk membeli pakaian jadi berupa Shirt untuk pria dewasa dengan komposisi tekstil cotton 60% dan polyster 40% dari Indonesia dengan kapasitas 1 kontainer 20”  atau dengan jumlah 25.000 pcs sebagai trial order. Untuk itu minta kepada pihak KDEI Taipei untuk mencarikan eksportir Indonesia yang dapat mensuplai produk tersebut. Selanjutnya KDEI Taipei memberikan beberapa kontak eksportir Indonesia yang dapat mensuplai produk yang diminat dan Mr. Lee telah melakukan kontak dengan beberapa eksportir Indonesia dan sebagai tindak lanjutnya Mr. Lee akan berkunjung ke Indonesia pada akhir bulan Mei 2015 untuk bertemu dengan beberapa eksportir Indonesia di Jakarta, Bandung dan Tanjung Pinang.

Read more...

Permintaan Produk Hasil Laut Indonesia oleh Taiwan Terus Meningkat

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia di Taiwan, menjajaki peluang Investasi dan promosi tenaga kerja terampil Indonesia , Kepala Bidang Perdagangan, Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Asisten Senior Bidang Investasi mengadakan kunjungan ke beberapa perusahaan di Yilan – Taiwan. Dari hasil kunjungan tersebut diperoleh informasi sebagai berikut :

1.Pertemuan dengan  Tong Ho Foods Industrial Co. Ltd berlokasi di Yilan dan diterima oleh Mr. Johnny Tsai selaku Marketing Manager  yang menyampaikan bahwa perusahaannya bergerak dibidang pengolahan produk hasil laurt dalam kaleng  sejak tahun 1965 dan makanan cepat saji dari produk hasil laut yang disuplai ke  convenience store. Perusahaan selama ini membeli bahan baku produk perikanan dari Taiwan dan dari Tiongkok. Selanjutnya Mr. Tsai menyampaikan akhir-akhir ini kesulitan mendapatkan stock yang cukup dan berminat untuk membeli berbagai jenis produk hasil laut dari Indonesia antara lain  Ikan tuna berbagai ukuran dengan kapasitas 150 ton /bulan, ikan Mackerel/ Sarden dengan kapasitas 200 ton/bulan, berbagai jenis cumi-cumi dengan kapasitas 100 ton/bulan. Dalam rangka kunjungan Kepala BKPM, Mr. Tsai menyatakan bersedia untuk menerima delegasi Kepala BKPM mengunjungi perusahaannya dan sangat berminat untuk bertemu karena Mr. Tsai merupakan Ketua Asosiasi makanan kaleng Taiwan yang memiliki rencana membawa rombongan anggota Asosiasi untuk mengunjungi Indonesia pada tahun 2015 ini guna melihat peluang investasi dibidang pengolahan hasil laut dan melakukan pembelian produk hasil laut dari Indonesia. Dibidang tenaga Mr. Tsai menyampaikan bahwa saat ini banyak menggunakan tenaga kerja dari Thailand dan Vietnam dan setelah diberikan informasi tentang peluang menggunakan tenaga kerja terampil dari Indonesia dan berminat untuk merekrut tenaga kerja Indonesia dimasa yang akan dating karena memiliki rencana untuk mengembangkan pabriknya di kawasan Industri Yilan.

2.Pertemuan dengan Fuyuang Frozen Foods Co. Ltd di Yilan dan diterima oleh Mr. Ping-Hung Wu selaku General Manager dan Ms. Amenda Wu selaku Marketing Manager menyampaikan bahwa perusahaannya bergerak dibidang Frozen Seafoods dan makanan olahan dari hasil laut yang selama ini membeli produk perikanan dari Thailand dan Cina. Mr. Wu menyampaikan bahwa perusahaanya memiliki cold storage dengan luas 1,5 ha dengan kapasitas 30.000 ton yang juga disewakan kepada pihak ketiga. Pada kesempatan tersebut Mr. Wu menyampaikan keinginannya untuk membeli produk hasil laut langsung dari Indonesia karena produk yang dibeli melalui pihak ke  3 selama ini sebagian besar berasal dari Indonesia seperti Ikan tenggiri dengan berat 1-15 kg/ekor dengan kapasitas 260 ton/bulan, ikan bawal laut dengan berat 90-200 gram dengan  kapasitas 85 ton/bulan, ikan kakap merah dengan berat 60 - 250 gram dengan kapasitas 50 ton/bulan dan Cumi-cumi berbagai jenis dengan kapasitas 20 kontainer 40"/bulan. Untuk itu perusahaan meminta bantuan untuk  dicarikan eksportir Indonesia yang dapat mensuplai produk yang diinginkan. Mr. Wu menyampaikan bahwa perusahaanya bersedia dimasa mendatang akan menjajaki untuk bekerjasama dengan perusahaan cold storage di Indonesia dan sekaligus melihat peluang investasi. Selanjutnya Mr. Wu menyampaikan bahwa saat ini terdapat 20 orang tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja pada perusahannya dan sangat senang dengan tenaga kerja Indonesia karena rajin dan tekun serta selalu berlaku baik dan akan meningkatkan jumlahnya dimasa mendatang sesuai dengan perkembangan usahanya.

 

Read more...

Kunjungan ke Buyer : Menembus Pasar Beras dan Kelapa Sawit di Taiwan

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia di Taiwan, Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taipei mengadakan pertemuan dengan beberapa buyer diantaranya  dengan importir beras Chi’s Yuan Feng Enterprise Co di Taichung. Pada kunjungan tersebut Team KDEI Taipei didampingi oleh Mr. Kao, Ms. Ami Yang, Ms. Tiffany Lin dan Mr. Peter Liu dan diterima oleh Mr. Tom Chi selaku General Manager dan Mr. Kyle Chi selaku Marketing. Pada kesempatan tersebut Mr. Tom menyampaikan bahwa perusahaannya bergerak dibidang trading beras, selain itu beliau juga menyatakan pembelian padi yang kemudian diolah menjadi beras untuk dijual kembali. Saat ini, perusahaannya memiliki dua pabrik pengolahan padi dan beras di Taichung dimana berasnya adalah hasil pengolahan sendiri serta dibeli dari beberapa negara seperti Jepang, Thailand dan Vietnam, untuk kemudian dipasarkan di Taiwan dan China.  

Selanjutnya Mr. Tom menyampaikan sudah pernah melakukan pembelian beras dari Indonesia yaitu jenis beras putih, beras merah dan beras hitam selama 5 tahun dan berhenti pada tahun 2004 karena pernah mengalami penipuan oleh pedagang perantara. Selanjutnya Team KDEI menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sudah mengalami surplus untuk produksi beras premium, dan dapat diekspor termasuk beras merah dan beras hitam dan sekaligus memperlihatkan contoh beras yang dapat diekspor. Mendengar hal tersebut  Mr. Tom menyampaikan kegembiraannya bila Indonesia sudah dapat menjual beras secara langsung kepada importer tanpa pedagang perantara. Setelah melihat contoh beras yang dibawa, maka saat ini Mr. Tom berminat untuk membeli beras hitam dari UD. Tani Murni sebanyak 20 kontainer ukuran 20 feet. Kemudian, Mr. Tom meminta penawaran dan kondisi pengirimannya.

Selain itu, Team KDEI Taipei juga mengadakan pertemuan dengan Yang Luck International Group yang merupakan perusahaan trading yang bergerak dibidang produk pertanian, perkebunan dan perikanan. Pada kunjungan tersebut Team KDEI diterima oleh Mr. Shau-Tao Kao selaku President, Ms. Amy Wang yang menangani produk beras, Ms. Jill Wu dan Mr. Peter Liu yang menangani masalah produk Perikanan dan Ms. Tiffany Lin yang menangani produk Palm oil dan turunannya. Pada pertemuan tersebut Mr. Kao menyampaikan bahwa saat ini perusahaannya sedang mengadakan kerjasama dengan mantan  pengusaha trading yang telah memiliki jaringan yang sangat luas di Taiwan, China, Hongkong dan beberapa Negara di Afrika Selatan dan Barat. Selanjutnya Mr. Kao menyampaikan keinginannya untuk membeli berbagai jenis produk dari Indonesia antara lain beras berbagai jenis untuk dipasarkan ke China dan Afrika, kelapa sawit, produk perikanan dan hasil laut serta kopi untuk itu mohon dapat diberikan kontak eksportirnya. Mengenai produk beras sedang dipelajari tentang jenis beras yang akan dibeli sesuai permintaan customer di China dan Afrika dan segera disampaikan ke KDEI. Disamping itu Yang Luck International Group berminat juga untuk mengadakan kerjasama dengan pihak Indonesia dibidang pengembangan produk pertanian (khususnya beras), buah-buahan dan produk perikanan. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kiranya Kementerian Pertanian mendukung upaya peningkatan pengembangan produk pertanian melalui dukungan berupa  rekomendasi rekan bisnis di Indonesia yang memiliki lahan pertanian seluas 500 hektar sebagai pilot project.

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Januari 2015: Surplus Perdagangan Indonesia Januari-Oktober 2014 Berhasil Menembus USD 3,0 Milyar

Surplus perdagangan Indonesia Januari-Oktober 2014  berhasil menembus USD 3,0 milyar

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 959,25 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan September 2014 yang mencapai USD 893,73 juta, naik 7,33 persen. Peningkatan dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 62,27 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Oktober/2014 mencapai USD 9,50 milyar, turun 5,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspektasi pasar pada akhir tahun transaksi perdagangan diharapkan akan menjadi momentum peningkatan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Oktober 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 335,93 juta, atau naik 15,48 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Oktober 2013 juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 165,81 persen (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan neraca perdagangan migas sebesar 111,54 persen (mom), meskipun neraca perdagangan non migas turun 68,77 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-Oktober/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 3,08 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 108,10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-Oktober/2014 telah berhasil menembus nilai USD 3,0 milyar dan semakin menjauh melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus melakukan sejumlah promosi dan pendekatan bisnis terhadap dunia usaha di Taiwan guna menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga target surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 3,0 milyar pada akhir tahun 2014 dapat tercapai (sebagaimana target dari Wakil Mendag yang berkunjung ke Taipei pada bulan April 2014). 

 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 647,59 juta, atau naik 9,33 persen dibanding September 2014 (mom), dan naik 5,25 persen dibanding Oktober 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 53,22 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Oktober 2014 didorong oleh peningkatan ekspor migas yang lebih besar (82,44%) dibanding ekspor non migas yang justru turun 19,14% (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober/2014 mencapai USD 6,29 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 311,66 juta, atau turun 3,40 persen dibanding bulan September 2014, dengan impor komoditi non migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 9,21 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2014 masih didominasi batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 132,13 juta dan USD 202,49 juta. Komoditi seperti gas alam, minyak, kayu jenis plywood, dan timah mengalami peningkatan sebesar 114,72 persen, 97,42 persen, 14,29 persen, dan 3,89 persen dibanding bulan September 2014 (mom). Sebaliknya, ammonia, batubara, dan nikel turun masing-masing 41,55 persen, 32,01 persen, dan 13,72 persen.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, minyak (bukan mentah), dan besi lembaran menjadi tiga nilai impor terbesar Oktober 2014 dengan nilai USD 28,19 juta, USD 15,27 juta, dan USD 13,83 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain mesin manufaktur, tekstil dan produk tekstil, dan besi lembaran dengan masing-masing naik 11,06 persen, 10,43 persen, dan 7,82 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak-bukan mentah (45,63 persen), komponen elektronik IC (19,13 persen), dan produk ikan (4,47 persen).

 

Perkembangan Investasi 2014

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2009, namun mengalami penurunan pada tahun 2013 dengan nilai US$ 402.636,4 ribu. Tahun 2014, hingga triwulan ketiga, realisasi investasi Taiwan di Indonesia adalah sebesar US$ 107.538,1 ribu.  

Lima besar lokasi realisasi investasi asal Taiwan pada triwulan ketiga tahun 2014 adalah: Jawa Barat (US$ 43.484,9 ribu); Jawa Timur (US$ 23.257,2 ribu); DKI Jakarta (US$ 19.942,8 ribu); Jawa Tengah (US$ 11.118 ribu); dan Banten (US$ 8.077,1 ribu).

Sedangkan berdasarkan sektor, lima besarnya adalah: Industri Tekstil (US$ 38.845,6 ribu) Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$25.446,7 Ribu); Industri Mineral Non Logam (US$ 14.101,8 ribu); Industri Karet, Barang dari Karet dan plastik (US$ 10.085,4); dan Industri lainnya (US$ 6.919,8 ribu). 

Pada periode Januari-November 2014, Indonesia menempati peringkat ke-12 negara tujuan investasi Taiwan, sedangkan untuk periode Januari-Desember 2013 Indonesia menduduki peringkat ke-20.

Sementara, selama bulan Desember 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain kunjungan kerja ke the Taiwan Association of Rubber, kunjungan kerja ke Kenda Rubber Co, Ltd., pendampingan misi investasi Taiwan Electronic Connection Association (TECA) ke Jakarta, pertemuan dengan China Trust Bank, kunjungan kerja ke E-Lead Company, kunjungan kerja ke Orient Trading Corp., kunjungan kerja ke Scanteak Furniture, kunjungan kerja ke Fuburg Co., Ltd., pertemuan dengan importer the Ten Ren’s Tea, dan kunjungan kerja ke Billy Coffee.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. November 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Nopember 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.093 orang, turun 6,41 persen dibanding Oktober 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2014, mencapai 158.918 orang, atau naik 2,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 9,6 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Nopember 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (126.730) dan Oseania (106.660). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (377.248), Vietnam (309.155), Singapura (267.800), Malaysia (186.241).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Nopember 2014 mencapai 13.015 orang, turun 8,35 persen dibanding bulan Oktober 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 163.229 orang, atau turun 4,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

 

Update Penanganan TKI

1.         BMI a.n Jariatun dan Jumiatun

BMI a.n Jumiatun adalah BMI yang menjadi korban kecelakaan pada saat bekerja. Pada tanggal 3 Oktober 2014, Jumiatun bersama dengan nenek yang dijaganya sedang menyeberang jalan dan tertabrak mobil. Kecelakaan tersebut mengakibatkan kaki kiri Jumiatun retak. Jumiatun sempat ditampung sementara di Shelter KDEI kota Taichung selama2 bulan untuk proses terapi serta pemulihan.

BMI a.n Jariatun adalah BMI yang menderita penyakit tumor ganas di bagian panggul sebelah kiri dan telah menyebar ke bagian ginjal. Pada tanggal 2 September 2014, operasi pengangkatan tumor dan ginjal telah dilakukan, namun masih membutuhkan terapi. Sesuai dengan permintaaan dari yang bersangkutan, maka diputuskan kembali ke Indonesia untuk menjalani kemoterapi di tanah air.

Pada tanggal 20 Desember 2014, KDEI Taipei mendampingi pemulangan 2 (dua) BMI yang mengalami sakit a.n Jariatun dan Jumiatun dan telah diserahkan kepada pihak keluarga di Indonesia melalui petugas BNP2TKI di Bandar Udara Juanda, Surabaya.

2.         BMI korban perdagangan orang

Pada tanggal 28 Desember 2014, KDEI Taipei melakukan pendampingan kepulangan 2 (dua) BMI a.n Sdr. Yudi Anwar dan Sdr. Depri Angga Prasetyo yang menjadi korban penipuan perdagangan orang.

Kedua korban tersebut adalah korban penipuan yang diberangkatkan dari Indonesia untuk bekerja secara tidak legal di Taiwan. Pihak KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan Instansi terkait di Indonesia untuk menindaklanjuti pelaku kejahatan perdagangan orang yang telah merugikan BMI dimaksud.

3.         BMI a.n. Sulistiyah

BMI a.n Sulistiyah mengalami kecelakaan lalu lintas dengan tertabrak sepeda motor pada tanggal 17 Oktober 2014. Kondisi Sulistiyah sampai saat ini masih dalam kondisi tidak sadar karena mengalami luka di bagian otak yang sangat serius.

 

Pihak dokter menyatakan bahwa kondisi BMI akan sangat sulit untuk pulih kembali. Sampai saat ini pihak KDEI Taipei, agensi dan pihak otoritas tenaga kerja kota Taichung masih terus berkoordinasi terkait proses pencairan asuransi dan pemulangan BMI kembali ke Indonesia.

 

Rencana Bulan Januari 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut:

1.Partisipasi pada 3rd Tea Expo 2015, Taichung, 2-5 Januari 2015.

2.Kunjungan ke Paguyuban Reog Ponorogo, Taichung, 11 Januari 2015.

3.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 11 dan 25 Januari 2015.

4.Pertemuan bisnis dengan Cama Coffee, Taipei, 14 Januari 2015.

5.Pertemuan dengan asosiasi karet, Taipei, minggu ke-3 Januari 2015.

6.Rapat Kerja Kemendag “Strategi Peningkatan Ekspor dan Pertumbuhan Surplus Perdagangan Indonesia”, Jakarta, 26-28 Januari 2015.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesiaport.co.id

 

Read more...

Nilai Transaksi Peserta Indonesia pada Pameran Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2014 Capai USD 6.38 Juta

Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan untuk pertama kalinya berpartisipasi pada pameran “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2014” yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 Nopember 2014. Pada pameran yang bertempat di Nanggang Exhibition Center Taipei ini peserta Indonesia telah mencatat transaksi sebesar USD 6.379.585. 

Jenis produk dan peserta pameran yang melakukan transaksi pada pameran dimaksud adalah PT. Rolas Nusantara Mandiri dengan buyer asal Taiwan, Hong Kong dan China (RRT) untuk produk Luwak Green Bean Coffee, Green Bean Arabica Coffee, Green Bean Robusta Coffee, Arabica Roasted Coffee, Black Tea, Cocoa, Natural Rubber, dengan total nilai USD. 1.436.760; PT. Aim Food Manufacturing Indonesia dengan buyer dari Taiwan, Japan dan USA untuk produk Powder Coffee Durian, Green, Red Ginger, dan Manggosteen Flavor dengan nilai USD. 8.080; PT. Priangan Alam Lestari dengan buyer dari Taiwan dan China untuk produk Luwak Green Bean Coffee, Green Bean Arabica Coffee, Green Bean Robusta Coffee, Arabica Roasted Coffee, Black Tea dengan nilai USD. 1.974.725; PT. Heracipta Sinar Lestari dengan buyer dari Taiwan, Germany dan China untuk produk Luwak Green Bean Coffee, Green Bean Arabica Coffee, Green Bean Robusta Coffee dengan nilai USD. 1.196.820; dan PT. Hap Liong Teknopangan yang diminati oleh buyer dari Taiwan, Singapore dan Hong Kong untuk produk Mandheling Green Bean coffee, Green Bean Arabica Coffee, Green Bean Robusta Coffee dengan nilai USD. 1.763.200.

Selama 4 (empat) hari pameran, Paviliun Indonesia selain melakukan display produk juga menampilkan teknik roast (memanggang) coffee yang baik oleh Billie Coffee, dan cupping oleh para peserta kepada para pengunjung, sehingga para pengunjung sangat antusias datang ke Paviliun Indonesia dimana dikunjungi oleh sekitar  5.000 pengunjung. 

Sesuai dengan masukan para peserta pameran, pameran ini dinilai sangat bagus dan cukup potensial untuk mempromosikan produk kopi, teh, cocoa, wine dan produk perkebunan lainnya, hal ini  dilihat berdasarkan animo pengunjung dan buyer yang cukup banyak, sehingga pameran ini sangat baik diikuti di tahun mendatang dengan jumlah booth yang lebih banyak dengan desain tampilan yang lebih menarik.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!