Menu

Perdagangan (78)

Kunjungan Program Magister Agribisnis Institut Pertanian Bogor

Pada tanggal 10 April 2019 Kepala KDEI Taipei menerima kunjungan dari mahasiswa dan pengajar dari Program Magister Agribisnis Institut Pertanian Bogor. Rombongan yang terdiri atas 49 orang ini dipimpin oleh Dr. Suharno, Sekretaris Program Magister Departemen Agribisnis – IPB yang bertindak sebagai Koordinator Program bertajuk International Agribusiness Fieldtrip (IAFT) ini.
Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi, dalam sambutannya ketika menerima rombongan peserta IAFT ini menekankan adanya peluang pengembangan sektor pertanian di Indonesia di Taiwan. Didi mengharapkan peserta IAFT sebagai representasi dari kalangan akademisi bidang pertanian Indonesia dapat menangkap banyak pengetahuan yang dapat dikembangkan untuk kemajuan pertanian Indonesia selam kunjungan IAFT di Taiwan ini.
Dr. Suharno sendiri dalam uraian pengantarnya menerangkan bahwa kegiatan IAFT ini merupakan kegiatan rutin dari Departemen Agribisnis IPB dan pelaksanaan kali ini merupakan pelaksanaan yang kesembilan kalinya. Disebutkan bahwa di setiap pelaksanaan IAFT peserta dituntut untuk dapat berfokus pada beberapa topik tertentu untuk dapat dikembangkan di Indonesia.
Selain berdiskusi dengan KDEI, peserta kegiatan IAFT kali ini juga difasilitasi KDEI untuk melakukan diskusi dengan perwakilan dari Food and Fertiliser Technology Centre (FFTC) dan Taiwan Agriculture Research Institute (TARI) yang memang secara khusus diundang dalam kegiatan dimaksud. Secara spesifik, perwakilan FFTC yang hadir di dalam kegiatan ini, Dr. Lin Kuo-ching membawakan topik diskusi berupa pertukaran informasi mengenai penerapan metode pertanian di dalam sistem yang dimiliki FFTC. Sedangkan Dr. Wang Yu-hua yang mewakili TARI menyampaikan penggunaan teknologi pertanian untuk pengembangan pertanian di Taiwan, khususnya untuk subsector hortikultura.

Read more...

Indonesia Exhibition Centre diresmikan di Taipei

Taipei, 25 Maret 2019 – KDEI Taipei meresmikan Indonesia Exhibition Centre (IEC) di Taipei sebagai platform agar Indonesia dan Taiwan dapat meningkatkan hubungan kerja sama, khususnya dalam hal hubungan ekonomi. Istilah hubungan ekonomi di sini tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga investasi, industri, atau bahkan pariwisata. Peresmian dihadiri oleh banyak kalangan, termasuk pelaku usaha Taiwan, otoritas Taiwan dan diaspora Indonesia di Taiwan.
Kedepannya, IEC akan menjadi tempat untuk mengadakan beberapa program promosi yang terkait dengan hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan. Program dapat berupa pameran, forum bisnis untuk perdagangan, investasi, Industri, business matching, culture performance, dan segala bentuk promosi lain yang memungkinkan.
“Dan sebenarnya minggu lalu, kami telah mengadakan acara yang bernama "Trade Talk+: Ngopi Yuk!". Acara ini tentang promosi kopi Indonesia, dan itu cukup sukses di mana IEC melakukan business matching dan Coffee Cupping. Selain itu, salah satu peserta, PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman tentang Promosi Perdagangan dan Fasilitasi dengan TAITRA” Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi menjelaskan.
Walaupun kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke Taipei pada tahun 2018 mencapai pertumbuhan fantastis, KDEI Taipei belum berpuas diri untuk terus mempromosikan produk-produk Indonesia ke pasar Taiwan. Menurut data Kementerian Keuangan Taiwan, tahun 2018, ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan mencapai USD 4,4 miliar atau naik 27,5%. Dari total perdagangan antara Indonesia dan Taiwan mencapai USD 8,8 miliar.
Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi menyampaikan “angka perdagangan bilateral itu masih di bawah potensi keduanya. Saya pikir angka seperti itu masih bisa didorong hingga lebih dari USD 10 Miliar. Saya cukup percaya diri tentang itu. Mari kita berharap bahwa jumlahnya akan terus meningkat pada tren positif sepanjang tahun-tahun mendatang”.
Didi juga menekankan dalam sambutannya investor Taiwan agar datang ke Indonesia untuk melakukan kerjasama investasi dengan pebisnis Indonesia. Didi menyebut beberapa alasan penting untuk investasi di Indonesia selain pasarnya yang besar, diantaranya Indonesia adalah salah satu ekonomi yang tumbuh cepat, Indonesia memiliki kebijakan ekonomi yang sehat, dan Indonesia memiliki sejumlah perjanjian Bilateral dan Perdagangan Regional dengan sejumlah negara.

Read more...

Mempromosikan Kopi Indonesia Melalui Ngopi Yuk!

Ngopi Yuk! Merupakan 3 in 1 event yang mengkombinasikan business forum, business matching dan exhibition. Hadir dalam event ini beberapa eksportir kopi Indonesia dan distributor kopi Indonesia di Taiwan.
Dari hasil penyelenggaraan Ngopi Yuk! Dari tanggal 20 – 21 Maret 2019, visitor yang hadir ke acara tersebut merupakan stakholder yang sangat memahami kualitas dan keunggulan kopi, diantaranya adalah importir dan pemilik coffee shop. General Manager dari Louisa Coffee (coffee shop chain terbesar di Taiwan setelah Starbuck), owner dari Cafe Bambi, Coffee Tree, Cojaft dan Ice Coffee Shop hadir dan mencoba beberapa kopi yang dipamerkan.
Beberapa visitor, diantaranya Louisa Coffee, Ice Coffee Shop, Cojaft tertarik untuk mengimpor coffee green bean dari exhibitor dan supplier yang diperkenalkan oleh Bidang Perdagangan.

 

Read more...

Difasilitasi KDEI Taipei, waralaba Baba Rafi segera hadir di Taiwan  

Taipei, 28 Januari 2019 – Kehadiran Waralaba Baba Rafi di Taiwan ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) pembukaan Master Franchise Baba Rafi oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia di Taiwan (APIT), Deyantono dan CEO Baba Rafi, Hendy Setiono dan disaksikan oleh Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi di Taipei.

Menurut Didi, “Sejak tahun lalu KDEI Taipei gencar memfasilitasi adanya kerjasama antara pengusaha Indonesia yang ada di Taiwan yang dinamakan APIT dengan pengusaha di Indonesia. Hasilnya, pada bulan Oktober 2019, APIT yang dipimpin Deyantono menandatangani nota kesepahaman kerjasama ritel dengan APRINDO yang digawangi oleh Roy N. Mandey dan disaksikan oleh beberapa pejabat Kementerian Perdagangan. Kerja sama APIT dan Waralaba Baba Rafi merupakan realisasi awalnya”.

Baba Rafi merupakan kisah sukses waralaba Indonesia yang melebarkan sayapnya tidak hanya di Indonesia, tetapi di mancanegara. Bahkan untuk Kebab Turki Baba Rafi dinobatkan sebagai The World’s Biggest Kebab Chain.

Data Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa pertumbuhan waralaba di Indonesia sedang berkembang pesat. Sebanyak 555 merek usaha dan dengan jumlah 45 ribu gerai yang berpotensi diwaralabakan.

“Ini tidak hanya bisnis yang berorientasi profit, tetapi lebih dari, kami masyarakat sekaligus pengusaha Indonesia di Taiwan ingin mempersembahkan yang terbaik untuk negeri dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia” Sambung Deyantono sebelum penandatanganan LoI.

Masyarakat Indonesia di Taiwan mencapai kurang lebih dari 300 ribu orang, sebagian besar merupakan pekerja migran. Bahkan untuk jumlah pekerja migran, jumlah di Taiwan merupakan kedua terbanyak setelah Malaysia.

“Ada peluang pasar yang sangat besar, apalagi kebab sudah digemari oleh banyak kalangan, sehingga pangsanya sebetulnya tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat Taiwan itu sendiri” kata Didi.

Deyanto menambahkan bahwa keinginan menghadirkan brand-brand Indonesia di Taiwan masih sangat besar, oleh karenanya APIT akan sangat menyambut baik untuk bekerja sama jika ada restoran dari Indonesia yang akan mengembangkan sayapnya  di Taiwan. Dibandingkan dengan agresfitas Thailand dan Vietnam, bisa dikatakan kiprah restoran Indonesia di Taiwan masih sangat terbatas, padahal dengan kekuatan rasa dan kekhasan kuliner Indonesia bisa bicara banyak di Taiwan.

Pada kesempatan di Taipei, CEO Baba Rafi, Hendy Setiono juga menyempatkan untuk menyampaikan motivasi berwirausaha ke pekerja migran Indonesia di Taiwan dalam acara Exit Program PMI Taiwan. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 75 pekerja migran Indonesia.

 

Read more...

Partisipasi KDEI Taipei dalam Taiwan New Year Market Fair 2019

Taipei, 17 Januari 2019, Kepala KDEI Taipei dan Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taipei melakukan kunjungan ke Pavilion Indonesia di acara Taiwan New Year Market Fair 2019 di TWTC yang akan berlangsung sejak tanggal 17 – 21 Januari 2019. Pavilion Indonesia ditempati 18 perusahaan yang menjual produk Indonesia, terdiri dari produk kerajinan rotan, kerajinan kayu, aksesoris dari perak, makanan, produk herbal, kopi dan batik.

Read more...

kunjungan KDEI Taipei ke Taiwan Power Co. Taiwan

Taipei, 18/12/2018. Kepala KDEI Taipei bersama delegasi dari PT. SCSI terdiri dari Komisaris, Direktur Utama dan Direktur Operasional melakukan kunjungan ke Taiwan Power Co. Kunjungan dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama kedua perusahaan di bidang perdagangan dan inspeksi batu bara dari Indonesia.

Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama dengan dasar komunikasi dan transparansi yang semakin baik.

Read more...

Pererat Kerja Sama Ekonomi, KDEI Taipei dan TETO tandatangani MoU Kerja Sama Ekonomi Komprehensif

Taipei - 19 Nopember 2018. Kepala KDEI Taipei dan Kepala TETO menandatangani MoU Comprehensive Economic Cooperation yanh disaksikan oleh Deputi Infrastruktur Kementerian Koordinator Perekonomian RI dan Menteri Ekonomi Taiwan.

MoU ini akan menjadi dasar beberapa kerjasama penting di bidang perekonomian di kemudian hari.

Kedua belah pihak akan membangun sebuah platform komunikasi terstruktur yang berdasarkan pada win-win solution, bersama-sama mendorong kerjasama dalam beberapa sektor seperti infrastruktur dan SEZ, perdagangan, pengembangan industri, investasi, pertanian, capacity building, dsb. Lebih lanjut, empat working group akan dibentuk yang fokus pada beberapa topik tertentu.

Read more...

Partisipasi KDEI Taipei dalam Trade Expo Indonesia 2018

KDEI Taipei telah berpartisipasi dalam kegiatan Trade Expo Indonesia ke-33 yang berlangsung pada tanggal 24-28 Oktober 2018 di International Convention and Exhibition (ICE) Centre, Bumi Serpong Damai, Banten. Dalam kegiatan yang dibuka oleh Presiden RI tersebut, tercatat ada 41 pelaku usaha Taiwan yang tergabung sebagai buyers dalam rombongan KDEI . Dalam partisipasinya tersebut telah terjadi beberapa kesepakatan bisnis dengan potensi nilai transaksi total sebesar USD 45,136,418.
Di sela-sela rangkaian TEI tersebut, beberapa buyers Taiwan yang tergabung dalam APEC SME Service Association juga melakukan pertemuan dengan beberapa Pelaku Usaha Kecil dan Menengah Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Prima. Pertemuan ini berlangsung pada tanggal 25 Oktober 2018 di Mula Galeria, Jakarta.

Read more...

Buying Mission KDEI Taipei di Trade Expo Indonesia 2018

Dalam rangkaian kegiatan TEI 2018, KDEI Taipei juga melakukan buying mission di mana melalui misi tersebut dapat ditandatangani tiga Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 26 Oktober 2018. Terdapat masing-masing dua perusahaan Taiwan dan dua perusahaan Indonesia ditambah satu asosiasi Indonesia dan satu asosiasi Taiwan yang melakukan penandatanganan MoU di hadapan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag dan Kepala KDEI Taipei.
MoU pertama merupakan MoU mengenai transaksi produk sayur mayur antara CV. Birona Agro Mulia yang berbasis di Kab. Karo, Sumatera Utara, dengan Jyh Tzay Trade Co. Ltd. yang berpusat di Yunlin, Taiwan. Diperkirakan dari penandatanganan MoU ini akan terjadi transaksi sebesar USD 2,100,000.
MoU kedua yang ditandatangani adalah MoU antara PT. Prima Multi Mineral dengan Sino-Indo Co. Ltd. MoU yang berintikan transaksi penjualan batu bara sebanyak 200,000 ton ini diperkirakan bernilai transaksi sebesar USD 21,600,000.
MoU yang terakhir ditandatangani adalah MoU antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APERINDO) dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Taiwan (APIT). MoU ini sendiri bukanlah MoU mengenai transaksi komoditas melainkan MoU kerja sama antara kedua asosiasi ini untuk pengembangan ritel Indonesia di pasar Taiwan. Diharapkan dengan penandatanganan MoU ini ekspor produk Indonesia ke Taiwan dapat meningkat setidaknya USD 10,000,000 setiap tahun.

Read more...

Scan-D Corporation menerima Primaduta Awards 2018

Pada hari pertama pelaksanaan Trade Expo Indonesia 2018, Kepala KDEI Taipei mewakili Scan-D Corporation menerima penghargaan Primaduta Awards sebagai importir yang secara konsisten melakukan impor terhadap produk Indonesia.

Importasi furniture kayu jati oleh Scan-D Corporation dari Indonesia dimulai sejak 30 tahun yang lalu. Untuk mendapatkan produk yang bagus perusahaan ini melakukan kunjungan ke pelosok Pulau Jawa seperti Jepara, Solo, Kulonprogo, Kutoarjo, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Dengan kondisi transportasi dan tempat penginapan yang kurang memadai, pemilik perusahaan, Mr. Lim Pok Chin, mampu menyatu dengan masayarakat dan supplier furniture kayu jati di daerah tersebut.

Untuk meningkatkan kualitas produk, pemilik perusahaan Mr. Lim Pok Chin tidak segan-segan untuk memberikan saran dan masukan kepada supplier mengenai design. Dengan saran dan masukannya, furniture kayu jati dari Indonesia sangat popular di Taiwan yang memiliki konsep Scandinavian, Simply dan Contemporary.

Scan-D Corp juga menyampaikan kebanggaannya bekerja bersama-sama Bapak Joko Widodo yang waktu itu sebagai Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komda Solo untuk meningkatkan impor furnitur ke Taiwan dan negara-negara lain.

Dari sekitar 150 gerai Scanteak (Brand dari Scan-D Corp.) di dunia, 100 diantaranya berada di Taiwan. Hal ini menunjukkan bahwa Taiwan merupakan pasar yang penting bagi Indonesia dan Scan-D.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd