Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Februari 2016

Siaran Pers KDEI Bulan Februari 2016

Ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 388,21 juta,
mendorong surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 130,55 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 645,87 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Oktober 2015 yang mencapai USD 640,11 juta, naik 0,90 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Nopember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 22,89 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Nopember 2015 mencapai USD 8,47 milyar, turun 18,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya tingkat permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar, yang terjadi hampir sepanjang tahun 2015.

Relatif meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Nopember 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 32,70 persen (mom), mencapai USD 130,55 juta, dan bila dibandingkan bulan Nopember 2014 mengalami penurunan sebesar 42,80 persen (yoy), yang pada bulan Nopember 2014 mencapai USD 228,25 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh tingginya penurunan neraca perdagangan non migas yang mencapai 47,62 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Nopember 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,82milyar, turun 14,56 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 388,21 juta, atau turun 6,91 persen dibanding bulan Oktober 2015 (mom), dan turun 27,16 persen dibanding bulan Nopember 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 73,39 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya performa ekspor Indonesia bulan Nopember 2015 dipengaruhi oleh menurunnya kinerja baik ekspor migas (turun 9,64 persen) maupun non migas yang turun 5,88 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Nopember 2015 mencapai USD 5,65 milyar, terkoreksi 17,18 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 257,66 juta, atau naik 15,51 persen dibanding bulan Oktober 2015. Apabila dibandingkan dengan Nopember 2014, impor Indonesia turun sebesar 15,43 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada Nopember 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan minyak (crude) dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 107,16 juta, USD 84,24 juta, dan USD 18,92 juta.

 

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, plastik, dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan Nopember 2015 dengan nilai masing-masing USD 42,51 juta, USD 40,62 juta, USD 25,67 juta, dan USD 20,91 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Realisasi investasi di Indonesia pada tahun 2015 mencapai Rp 545,4 triliun, meningkat sebesar 17,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 179,5 triliun, dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 365,9 triliun. Berdasarkan data tersebut, Taiwan menempati posisi ke-15 sumber investasi di Indonesia dengan nilai setara dengan US$ 107,95 juta.

Selama bulan Januari 2016, dalam rangka memperkuat dan memperluas jejaring kinerja serta menjajaki kemungkinan kerjasama, telah dilakukan kunjungan dan pertemuan dengan sejumlah perusahaan, institusi keuangan (perbankan), serta asosiasi-asosiasi di Taiwan. 

 

Perkembangan Pariwisata Tahun 2015

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia tahun 2015 mencapai 176.478 orang, atau naik 3,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan tahun 2015 mencapai 177.712 orang, atau turun 2,73 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia menunjukkan adanya pengaruh promosi pariwisata yang dilakukan KDEI-Taipei yang didorong dengan adanya fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Taiwan.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Karsini
Pada tanggal 21 Januari 2016, KDEI-Taipei menerima informasi dari agensi Fang Guang Manpower Co., Ltd bahwa TKI a.n Karsini, mengalami sakit gagal ginjal kronis (chronic kidney disease-CKD) stadium 5 dan masih menjalani perawatan di Mackay Memorial Hospital, Taipei, dan hingga kini telah dirawat selama 1 (satu) bulan.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Januari 2016, KDEI-Taipei membesuk TKI dimaksud di Mackay Memorial Hospital. Menurut penjelasan tim medis, selama 1 (satu) bulan terakhir, TKI secara rutin menjalani cuci darah sebanyak 3 (tiga) kali dalam seminggu. Lebih lanjut, dengan kondisinya tersebut, ada 2 (dua) opsi untuk menunjang kehidupan TKI yaitu menjalani cuci darah seumur hidup atau donor ginjal. Apabila 2 (dua) opsi tersebut tidak dilakukan, maka dapat membahayakan kondisi TKI.

TKI tersebut telah memahami penjelasan tim medis dengan sakit yang dideritanya. Setelah bermusyawarah dengan keluarga, TKI berkeinginan untuk pulang dan melanjutkan perawatan di Indonesia. Pihak majikan dan agensi menyatakan kesiapannya membantu segala hal yang diperlukan untuk proses kepulangan TKI. Berdasarkan penjelasan tim medis, TKI diperkenankan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. TKI direncanakan kepulangannya pada awal Februari 2016. KDEI-Taipei telah berkoordinasi dengan instansi terkait di Indonesia sebagai persiapan untuk perawatan lanjutan TKI setibanya di Indonesia.

2.TKI a.n Markus Rudianto

Pada tanggal 18 Januari 2016, KDEI-Taipei telah memenuhi panggilan dari Taiwan Kaohsiung District Prosecutors Office dalam persidangan kasus meninggalnya TKI a.n Markus Rudianto akibat kecelakaan lalu lintas. Persidangan dilakukan untuk mengeluarkan surat kematian alm. Markus Rudianto. Dalam persidangan tersebut, turut hadir pihak agensi Yong Cheng International Exploitative Ltd. Majelis hakim, selanjutnya, mengeluarkan surat kematian resmi alm. Markus Rudianto, dalam hal lain, jenazah telah dapat dipulangkan ke Indonesia.

Setelah mendapat kepastian dari pihak maskapai penerbangan, jenazah telah dipulangkan pada tanggal 30 Januari 2016 dengan pesawat China Airlines CI0761 nomor kargo 297-56473023 dari Taoyuan International Airport pukul 09.15 menuju Bandara Soekarno-Hatta dan tiba sekitar pukul 13.30 WIB.

KDEI-Taipei masih terus melakukan koordinasi dengan pihak agensi terkait pengurusan sisa gaji, asuransi kematian, dan segala sesuatu yang menjadi hak almarhum.

3.Pengambilan Sampel DNA Keluarga ABK Korban Tabrakan Kargo 

Pada tanggal 7 Januari 2016, KDEI-Taipei telah melakukan pertemuan dengan agensi Step Up Manpower Resources yang merupakan agensi ketiga ABK yang hilang dalam musibah tabrakan dengan kapal kargo di Perairan Chuwei, Pantai Utara Taiwan, pada tanggal 18 September 2015 lalu. 

Ketiga ABK tersebut adalah: Tasam, Sanip, dan Kusnali. Pertemuan tersebut membahas permintaan Coast Guard di Hsinchu terkait pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK yang hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Pada tanggal 14 Januari 2016, KDEI-Taipei telah menghubungi perwakilan PT Arafah Bintang Perkasa dan PT Jatim Krida Utama di Indonesia terkait biaya pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK. Perwakilan kedua PT tersebut menyampaikan seluruh biaya pengambilan sampel DNA ditanggung bersama agensi Step Up Manpower Resources di Taiwan.

Pada tanggal 15 Januari 2016, telah dilakukan pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK dimaksud. Diperkirakan bulan Februari 2016 ini seluruh sampel DNA telah dapat dikirim ke Taiwan dan disampaikan kepada pihak terkait.

 

Agenda Bulan Februari 2016

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2016, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan dunia usaha, Makassar, 1-3 Februari 2016.

2.Penyelenggaraan forum bisnis Exclusive Business Forum, Taipei, M4 Februari 2016.

3.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 21 Februari 2016.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : merdeka.com

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd