Menu

Ringkasan Kinerja Tahun 2015

Ringkasan Kinerja Tahun 2015
(credit : (pic) costumstoday.com.pk)

Perdagangan Indonesia 2015 tetap tercatat surplus USD 2,69 milyar, ditengah tekanan perdagangan Indonesia-Taiwan yang berkontraksi 17,58 persen.

Indonesia sebagai TOP-10 daerah tujuan investasi Taiwan dengan nilai investasi USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 7,83 milyar (kontraksi 17,58 persen, yoy), dengan nilai ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 5,26 milyar atau turun 16,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan, nilai impor Indonesia mencapai USD 2,57 milyar, atau turun 20,03 persen (yoy). 

Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami tekanan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

 

Surplus perdagangan Indonesia selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 2,69 milyar. Surplus tersebut turun sebesar 12,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor migas, terutama gas alam, berkontribusi 64,11 persen dari total surplus perdagangan Indonesia.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan meliputi batu bara, gas alam, minyak, logam (termasuk emas dan perak), kayu olahan, nikel, komponen elektronik, dan timah. Sementara, produk Taiwan yang diimpor oleh Indonesia antara lain komponen permesinan, plastik, komponen elektronik, produk tekstil, besi lembaran, kimia organik, dan komponen kendaraan bermotor.

 

Dalam upaya meningkatkan promosi produk Indonesia, KDEI-Taipei secara berkelanjutan melakukan partisipasi promosi di sejumlah ekshbisi berskala internasional antara lain pada Taipei Food 2015, Taiwan International Franchise and Chain Exhibition 2015, International Tea, Coffee and Wine Expo 2015 dan Taiwan International Fisheries & Seafood Show 2015, dengan total potensi transaksi sebesar USD 13,76 juta.

Selain itu, KDEI-Taipei juga mendorong pengusaha Taiwan untuk ke Indonesia dalam kegiatan buying mission melalui Tour de Coffee ke Jawa Timur dan Bali dan Trade Expo Indonesia 2015, dengan total potensi transaksi sebesar USD 13,58 juta.

Selain itu, KDEI-Taipei melakukan kolaborasi ekonomi antar sektor dengan melibatkan substansi perdagangan-investasi-industri-tenagakerja dengan penyelenggaraan forum bisnis di sejumlah kota industri di Taiwan antara lain di Changhwa, New Taipei City dan Hsinchu

 

Perkembangan Investasi 

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia hingga triwulan ketiga (Januari-September) 2015, adalah sebesar US$ 96,43 juta yang terdiri atas 171 proyek.

Beberapa perusahaan besar asal Taiwan telah difasilitasi dalam investasinya di Indonesia, diantaranya:

  • Arima Communication Corporation, perusahaan manufaktur komponen telepon seluler telah menandatangani MoU dengan PT Tiphone Mobile Indonesia untuk membentuk perusahaan dan membangun pabrik telepon seluler di Indonesia. Perusahaan joint venture tersebut telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dari BKPM atas nama PT. Adi Reka Mandiri dengan rencana nilai investasi sebesar USD 36 juta.
  • China Steel Corporation, industri besi-baja, telah menandatangani MoU dengan PT. Artha Metal Sinergi dan sedang dalam proses untuk mendirikan perusahaan Joint Venture. Kerjasama tersebut ditekankan pada produksi plat baja dengan target investasi sebesar USD 500 juta.
  • Fu Chun Shin Machinery Manufacture Co., Ltd, industri pembuatan mesin plastic injection molding, telah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM dengan rencana nilai investasi sebesar USD 1,2 juta.
  • San Neng Bakeware, perusahaan penghasil peralatan baking terbesar di Asia, telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM untuk kantor distribusinya sebagai langkah awal sebelum memutuskan untuk mendirikan pabrik di Indonesia.
  • E-United Group yang pada tahun 2014 telah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal untuk bidang usaha industri besi dan baja dasar, mengajukan Izin Prinsip Perubahan, yaitu menambah investasinya dengan rencana membangun kawasan industri, sehingga nilai rencana investasinya menjadi USD 1.096,5 juta.
  • Fuburg Industrial, Co., Ltd, industri kain non-woven dengan produk utama adult diaper telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dengan bidang usaha perdagangan besar.
  • ControlNet International, Inc., berencana untuk membangun industri pembekuan makanan dengan energi surya. Perusahaan ini telah melakukan survey beberapa lokasi di Indonesia dan telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM.
  • Celxpert Energy Corporation, industri baterai, telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM dan ditargetkan untuk memulai produksi pada bulan Februari 2016.
  • Taiwan Hon Chuan Enterprise, Co., Ltd., industri kemasan plastik, telah mendapatkan Izin Usaha Industri dari BKPM dengan nilai investasi sebesar USD 53 juta.
  • Topco Technologie Corp., distributor produk silikon, telah memperoleh Izin Usaha Perdagangan dari BKPM.
  • Ching Fu Group, galangan kapal dan penangkapan ikan, telah melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Jababeka Morotai dalam rangka pengembangan pulau Morotai.
  • Pou Chen Group, industri alas kaki, yang telah memiliki Badan Hukum Indonesia atas nama PT. Pou Yuen Indonesia telah melakukan peresmian pabriknya di Cianjur, yang dihadiri antara lain oleh Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja, dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Beberapa perusahaan yang telah menunjukkan keseriusannya dan sedang mengumpulkan informasi untuk menginisiasi investasi di Indonesia antara lain: Gogoro Corp, industri skuter elektrik; Joson-Care Enterprise Co, Ltd., industri kerangka tempat tidur dan matras rumah sakit; Sunrise Agarwood Biotech Corporation, perkebunan jarak pagar dan gaharu; Amaxe Protech Co., Ltd, (CIC), industry transformer listrik; Sunyeer Technology Co., Ltd., industry LED; dan Finetek, Co, Ltd., industri sensor.

 

Kerjasama Industri

  • Fasilitasi dalam penjajakan kerjasama industri galangan kapal Indonesia-Taiwan terhadap PT. Dok Kodja Bahari (DKB) dengan Taiwan Shipbuilding Industry Association (TSIA) dan Taiwan Yacht Industry Association (TYIA) yang menawarkan 3 (tiga) skema kerjasama kepada industri perkapalan dalam negeri.
  • Pada sektor energi, terdapat peluang kerja sama antara Indonesia dan Taiwan untuk pengilangan minyak dan penelitian and pengembangan teknologi pengolahan perminyakan.  
  • KDEI-Taipei bekerja sama dengan  Foundation of Taiwan Industry Service (FTIS) menyelenggarakan seminar yang bertema “Green Factory Technology” pada tanggal 20 Mei 2015 di Bandung, serta kunjungan konsultasi ke 2 (dua) perusahaan yaitu PT. Graha Cemerlang Paper Utama dan PT. Trisula International dengan melibatkan ahli dari FTIS dan sejumlah pakar/tim ahli Taiwan.
  • Fasilitasi terhadap penandatanganan Letter of Intent on Cooperation Between CSBC Corporation Taiwan dan Indonesia Shipbuilding and Offshore Industries Association (Ikatan Perusahaan  Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia), pada tanggal 11 Juni 2015 di Surabaya.
  • Penandatanganan MOU Between Innovation & Incubation Center Chung Yuan Cristian University and Center of Industrial Education and Training, Kementerian Perindustrian, 19 Oktober 2015.

 

Perkembangan Pariwisata

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2015 mencapai 165.565 orang, atau naik 4,18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan selama Januari-Nopember 2015 mencapai 159.962 orang, atau turun 2,00 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berbeda dengan tahun 2013 dan 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia tahun 2015 lebih besar dibanding wisatawan Indonesia ke Taiwan. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh promosi pariwisata yang dilakukan KDEI-Taipei yang didorong dengan adanya fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Taiwan.

 

Perkembangan Ketenagakerjaan

  • Sampai dengan akhir Nopember 2015, jumlah TKI yang ditempatkan di Taiwan berjumlah 236.440 tenaga kerja, atau naik 4 persen y-o-y, dengan bekerja di sektor :
    oPertanian, perhutanan, perikanan dan peternakan: 7.798 orang
    oManufaktur: 49.852 orang
    oKonstruksi: 1.563 orang
    oKesehatan, pekerja sosial dan jasa lainnya : 177.227 orang
    oLain- lain: 1.554 orang 
  • Gaji TKI sektor domestik (perawat orang sakit dan penata laksana rumah tangga), sejak tanggal 1 September 2015, telah dinaikkan menjadi NTD 17.000 (naik 7,32 persen dari NTD 15.840), setara ±Rp 7,3 juta. Selain itu disepakati juga bahwa pihak Taiwan akan melakukan penyesuaian tehadap gaji tenaga kerja sektor domestik setiap tahun, sebagaimana halnya dengan upah tenaga kerja di sektor industri (manufaktur, konstruksi, perikanan-ABK Nelayan) dan jasa kesehatan lainnya (panti jompo).
  • Pemberlakuan integrasi penuh antara KDEI-Taipei dan BNP2TKI melalui sistem penempatan TKI (endorsement.online) dan BNP2TKI (SiskoTKLN) dan integrasikan sistem penanganan TKI (SIMPATI) dan Crisis Center BNP2TKI. Hal tersebut semakin meningkatkan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan.
  • Sebanyak 957 dari total 1.082 kasus permasalahan ketenagakerjaan yang termonitor dapat diselesaikan, atau setara 88,4 persen diselesaikan. Demikian halnya, jumlah aduan kepada KDEI Taipei telah meningkat hampir sebesar 100 persen dibanding tahun 2014 yang mencapai 547 kasus ketenagakerjaan yang termonitor (dengan tingkat penyelesaian kasus sebesar 50,27 persen).
  • Hal tersebut merefleksikan tingkat kepercayaan TKI terhadap kemampuan KDEI di Taipei yang semakin baik dalam penanganan permasalahan, sehingga keberadaan pemerintah dirasakan secara langsung, sekaligus menjadi tantangan dalam perbaikan penyelesaian permasalahan TKI di masa mendatang.
  • KDEI-Taipei telah mengupayakan hak-hak TKI berupa gaji dan asuransi sejumlah NTD 16.522.137, atau meningkat 18 kali lebih tinggi, jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 yang berjumlah NTD 896.074.
  • Guna menyebarluaskan ketersediaan tenaga kerja terampil kepada masyarakat Taiwan, promosi ketenagakerjaan dilakukan melalui media transportasi bus di Taipei, Taichung, dan Kaohsiung.

 

Kegiatan Layanan dan Pembinaan

  • KDEI-Taipei meluncurkan layanan KDEI Sunday Service dalam hal peningkatan kemudahan dan pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran dengan memanfaatkan hari Minggu selama 2 kali setiap bulan. Hal tersebut memperkaya layanan khusus KDEI-Taipei, setelah tahun sebelumnya telah meluncurkan KDEI Mobile Service ke sejumlah daerah padat WNI.
  • KDEI-Taipei mendukung peningkatan kualitas SDM TKI melalui jalur pendidikan formal tingkat SMA dan S1, melalui penyelenggaraan program “Kejar Paket C” dan Kuliah Universitas Terbuka di Taiwan. Lebih lanjut, pada tahun 2016, diadakan wisuda kelulusan pertama UT Taiwan pada bulan pertengahan tahun 2016.
  • KDEI-Taipei menyelenggarakan layanan pernikahan massal antar WNI di Taiwan yang beragama Islam pada 18 Oktober 2015, dengan diikuti oleh 5 (lima) pasangan pernikahan dan langsung mendapatkan buku nikah. Layanan pernikahan tersebut, atas kerja sama Kementerian Agama RI, dengan dilatarbelakangi pada upaya untuk melakukan tindak pencegahan hubungan tidak resmi yang tidak tercatat oleh negara, sekaligus sebagai bentuk perlindungan terhadap WNI perempuan.
  • Sementara itu, guna memenuhi aspirasi WNI di Taiwan perihal administrasi kewarganegaraan, KDEI-Taipei bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI telah menyelenggarakan sosialisasi administrasi kewarganegaraan yang meliputi perolehan kewarganegaraan RI, kehilangan kewarganegaraan RI, dan perolehan kembali kewarganegaraan RI.
  • KDEI Taipei memberikan bantuan advokasi dan pendampingan hukum, melalui pengacara, terkait permasalahan WNI secara umum, maupun terkait khusus ketenagakerjaan, antara lain pendampingan hukum bagi 8 (delapan) ABK Nelayan yang dituduh melakukan pembunuhan kapten dan juru mesin kapal, tuduhan pembocoran informasi perusahaan, tuduhan pelecehan seksual, dan melakukan pendampingan bagi TKI korban Toko “Hi Indo” di Tainan.
  • Pemberdayaan bagi WNI, khususnya bagi tenaga kerja Indonesia, dilakukan melalui pelatihan keterampilan yang bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BNP2TKI, dan juga bekerjasama dengan instansi teknis dan Lembaga Swadaya Masyarakat Taiwan, meliputi pelatihan pembuatan “Cencu Naica” (minuman khas Taiwan), pembuatan keramik berbahan tanah liat, pelatihan pemandu wisata berbahasa mandarin, pelatihan pertanian, pertemuan dengan waralaba Indonesia dan pembinaan melalui kegiatan kesenian dan olahraga.

 

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!