Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2015

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2015

Total Perdagangan Indonesia bulan September 2015 tumbuh 6,04 persen, memacu kenaikan surplus perdagangan sebesar 54,73 persen (mom).

Investasi Taiwan di Indonesia hingga TW-III/2015 mencapai USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan periode bulan September 2015 mencapai USD 738,44 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Agustus 2015 yang mencapai USD 696,39 juta, naik 6,04 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan September 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 17,38 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai USD 7,19 milyar, turun 15,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan September 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang naik 54,73 persen (mom), mencapai USD 340,66 juta, dan bila dibandingkan bulan September 2014 mengalami peningkatan sebesar 17,11 persen (yoy), yang pada bulan September 2014 mencapai USD 220,17 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh tingginya kenaikan neraca perdagangan migas yang mencapai 88,94 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,50 milyar, turun 8,82 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 539,55 juta, atau naik 17,73 persen dibanding bulan Agustus 2015 (mom), namun turun 8,91 persen dibanding bulan September 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,62 persen terhadap nilai ekspor. Membaiknya performa ekspor Indonesia bulan September 2015 dipengaruhi oleh positifnya kinerja baik ekspor migas (23,71 persen) maupun non migas yang naik 15,63 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-September 2015 mencapai USD 4,84 milyar, terkoreksi 14,12 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 198,88 juta, atau turun 16,47 persen dibanding bulan Agustus 2015. Apabila dibandingkan dengan September 2014, impor Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 34,02 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada September 2015 didominasi oleh gas alam, batu bara, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 147,51 juta, USD 137,11 juta, dan USD 84,73 juta.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, komponen permesinan, plastik dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan September 2015 dengan nilai masing-masing USD 41,98 juta, USD 39,74 juta, USD 19,23 juta, dan USD 18,69 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Perkembangan investasi di Indonesia (PMA dan PMDN) hingga Triwulan-III/2015 mencapai Rp. 400 triliun, meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun sektor dengan nilai realisasi penanaman modal asing terbesar antara lain: pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri alat angkutan dan transportasi lainnya, dan listrik, gas dan air. Sedangkan berdasarkan lokasi, nilai realisasi penanaman modal asing terbesar ada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Banten.

Taiwan merupakan negara asal investasi terbesar ke-14 dengan nilai sebesar USD 96,43 juta. Sedangkan dari sisi Taiwan, hingga Oktober 2015, Indonesia merupakan negara tujuan investasi ke-8. Peningkatan peringkat destinasi investasi Taiwan terus menjadi fokus utama Indonesia, mengingat Vietnam, Thailand, dan Filipina masih berada di atas Indonesia.

Sementara, selama bulan November 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain partisipasi pada “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015”, partisipasi pada “Taiwan International Fisheries & Seafood Expo 2015”, partisipasi pada “New Taipei City International Sourcing Fair”, kunjungan ke importir produk mainan anak Ryh Chun International Co. Ltd dan Great Sunway Enterprises Ltd, pertemuan dengan importir pinang Sun Union International Corp, pertemuan dengan Industrial Development Bureau, Hsinchu Industrial Park Service Center, Hsinchu Science Park Bureau, dan Kaohsiung Industrial Park Service Center dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai kebijakan investasi pada kawasan-kawasan industri di Taiwan.

 

Perkembangan Pariwisata

Terkait pariwisata, pada bulan Oktober 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.820 orang, turun 11,02 persen dibanding September 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Oktober 2015 mencapai 154.078 orang, atau naik 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2015 mencapai 14.966 orang, naik 12,84 persen dibanding bulan September 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai 146.531 orang, atau turun 2,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Harso

Pada tanggal 8 November 2015, seorang TKI a.n Harso meninggal dunia akibat tersengat listrik. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak agensi Taiwan, TKI tersengat listrik saat sedang memangkas pohon di dalam areal pabrik. Musibah ini telah disampaikan kepada istri alm. Harso, yang juga bekerja sebagai TKI di Taipei.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut, KDEI Taipei pada tanggal 16 November 2015 telah memanggil agensi, perwakilan perusahaan tempat alm. Harso bekerja, dan istri alm. Harso. Dalam pertemuan tersebut pihak majikan sepakat memberikan uang santunan dan asuransi sebesar NTD2.000.000 kepada ahli waris alm. Harso.

Selanjutnya jenazah alm. Harso telah dipulangkan pada tanggal 2 Desember 2015, dengan didampingi oleh istri alm. Harso dalam pesawat yang sama.

2.TKI a.n. Dedi Mulyono

Pada tanggal 18 November 2015, KDEI Taipei menerima informasi dari pihak agensi Taiwan di Kaohsiung bahwa seorang TKI-ABK Nelayan a.n Dedi Mulyono terjatuh dan hilang dalam pelayaran di perairan Ciayi Putai, Taiwan. 

Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan agensi, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 5 November 2015 saat kapal memasuki perairan Ciayi Putai. ABK yang tengah berada di bagian belakang kapal terjatuh ke laut. Kru kapal bersama dengan Tim SAR Taiwan, kemudian, melakukan pencarian selama 3x24 jam di lokasi jatuhnya ABK namun tidak membuahkan hasil.

Pada tanggal 23 November 2015, pihak agensi telah mengirimkan uang sebesar NTD170.000 kepada ahli waris ABK Nelayan Dedi Mulyono. Uang tersebut telah diterima oleh istri ABK dalam kurs rupiah sebesar Rp70.720.000. Adapun perincian uang tersebut terdiri atas gaji terakhir ABK (setelah dipotong hutang), tabungan ABK, santunan dari pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan, serta santunan dari agensi Taiwan.

Pihak agensi menjelaskan, pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan telah mengasuransikan ABK dengan nilai pertanggungan sebesar NTD300.000 dan masih dalam proses.

3.TKI a.n. Maryatun

Pada tanggal 28 Oktober 2015, KDEI Taipei menerima laporan dari pihak agensi Taiwan bahwa ada TKI a.n Maryatun mengidap penyakit leukimia.

Pihak dokter telah menginformasikan kepada TKI bahwa pengobatan yang dapat dilakukan adalah melalui kemoterapi, dengan tingkat keberhasilan 50 persen. TKI yang telah berdiskusi dengan pihak keluarga kemudian memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Pada tanggal 6 November 2015, pihak dokter melakukan pemeriksaan kondisi TKI serta melakukan transfusi darah agar kadar leukosit dan eritrosit dalam diri TKI tersebut lebih stabil.

Selanjutnya pada tanggal 12 November 2015, TKI telah pulang ke Indonesia didampingi oleh perwakilan dari pihak agensi Taiwan.

4.Pelatihan Pemandu Wisata untuk TKI

KDEI-Taipei, pada tanggal 29 November 2015, telah menggelar pelatihan pemandu wisata yang diikuti oleh para TKI di Taiwan. Pelatihan pemandu wisata, berlangsung di dua tempat wisata terkemuka di Taipei yaitu Chiang Kai-shek Memorial Hall dan Menara Taipei 101. 

Para peserta pelatihan rata-rata telah menguasai bahasa Mandarin dengan baik, karenanya selama sesi pelatihan para peserta bisa praktek dengan sangat lancar.

Selama pelatihan, para TKI mendapat teori dan praktek langsung dari Adi Carlo, seorang pemandu wisata yang telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Kementerian Pariwisata Taiwan. Pelatihan lebih dititikberatkan pada praktek, sejak dari dalam bus wisata, di lokasi wisata, hingga melepas atau berpisah dengan rombongan wisatawan.

 

Agenda Bulan Desember 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015 adalah sebagai berikut:

1.Penyelenggaraan forum bisnis perdagangan dan investasi, Hsinchu, 8 Desember 2015.

2.Pertemuan dengan Taiwan Telematics Industry Association, Taipei, 10 Desember 2015.

3.Pertemuan dengan Taiwan Rubber and Elastomer Association, M2 Desember.

4.Pertemuan dengan importer batubara dan nikel di Taiwan, M3 Desember.

5.Layanan KDEI Mobile Service, Taoyuan, 13 Desember 2015.

6.Layanan KDEI Sunday Service, KDEI-Taipei, 6 dan 20 Desember 2015.

7.Penyelenggaraan forum bisnis dengan anggota “Taiwan Indonesia Business Council”, M4 Desember.

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!