Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Agustus 2015

Siaran Pers KDEI Bulan Agustus 2015

Ekspor Indonesia bulan Mei 2015 mencapai USD 598,60 juta, atau naik 1,53 persen (mom). Neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus USD 301,88 juta, atau naik 8,14 persen (yoy). 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Mei 2015 mencapai USD 895,33 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan April 2015 yang mencapai USD 873,60 juta, naik 2,49 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 11,37 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Mei 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 1,50 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Mei 2015 mencapai USD 4,35 milyar, turun 5,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan dan juga diikuti oleh menurunnya permintaan sebagai akibat depresiasi mata uang Taiwan dan Rupiah. Namun, KDEI-Taipei tetap optimis peningkatan akan terjadi pada bulan berikutnya hingga akhir semester 1 seiring dengan sejumlah forum bisnis dan ekshibisi bisnis yang diikuti oleh KDEI-Taipei, Pemerintah Indonesia, dan sejumlah pengusaha Indonesia. 

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Mei 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang justru sedikit turun 1,20 persen (mom), mencapai USD 301,88 juta, namun bila dibandingkan bulan Mei 2014 mengalami peningkatan sebesar 8,14 persen (yoy), yang pada bulan Mei 2014 mencapai USD 279,16 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan migas sebesar 30,59 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Mei 2015 mencapai surplus sebesar USD 1,48 milyar, naik 19,24 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan melalui sejumlah pertemuan bisnis dan penterasi pasar langsung di Taiwan.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Mei 2015 mencapai USD 598,60 juta, atau naik 1,53 persen dibanding bulan April 2015 (mom), dan naik 0,76 persen dibanding bulan Mei 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 68,42 persen terhadap nilai ekspor. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Mei 2015 dipengaruhi oleh naiknya ekspor migas (18,90 persen), walaupun ekspor non migas turun 4,88 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Mei 2015 mencapai USD 2,91 milyar, sedikit terkoreksi 0,31 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Mei 2015 mencapai USD 296,73 juta, atau naik 4,47 persen dibanding bulan April 2015. Apabila dibandingkan dengan Mei 2014, impor Indonesia turun 5,78 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Mei 2015 didominasi oleh gas alam, batu bara, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 133,18 juta, USD 124,74 juta dan USD 109,29 juta. Komoditi seperti nikel, tembaga, dan kimia anorganik mengalami peningkatan sebesar 226,92 persen, 178,14 persen, dan 127,39 persen dibanding bulan April 2015 (mom). Sebaliknya, timah, kertas dan produk kertas, dan logam mulia turun masing-masing 42,16 persen, 18,99 persen, dan 13,71 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Mei 2015 dengan nilai USD 62,55 juta, USD 40,21 juta, dan USD 30,48 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain besi-baja, komponen kendaraan bermotor, dan komponen permesinan dengan masing-masing naik 26,16 persen, 25,17 persen, dan 22,88 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. kimia anorganik (7,22 persen), plastik dan produk plastik (5,41 persen), dan tekstil dan produk tekstil (3,77 persen).

 

Perkembangan Investasi Semester-I/2015

Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode Januari- Juni 2015 tercatat sebesar Rp. 174,2 triliun, meningkat 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Lima besar sektor usaha realisasi PMA pada periode Januari-Juni 2015 adalah: Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (US$ 2,4 miliar); Pertambangan (US$ 2,2 miliar); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$ 1,4 miliar); Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya (US$ 1,1 miliar); dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (US$ 0,9 miliar). Sedangkan berdasarkan lokasi proyek, lima besarnya adalah: Jawa Barat (US$ 3,6 miliar); DKI Jakarta (US$ 1,6 miliar); Kalimantan Timur (US$ 1,2 miliar); Banten (US$ 1,0 miliar); dan Jawa Timur (US$ 0,8 miliar).

Sementara, selama bulan Juli 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain kunjungan ke Gentle Manor Teakwood Casa, Ching Fu Group, dan I Greatest Rubber Co., Ltd, partisipasi pada seminar “the Establishment of the AEC and RCEP: Challenges and Opportunities”.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Juni 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Juni 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 17.212 orang, naik 18,46 persen dibanding Mei 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Juni 2015 mencapai 90.885 orang, atau naik 3,27 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Juni 2015 mencapai 15.516 orang, naik 27,59 persen dibanding bulan Mei 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Juni 2015 mencapai 83.646 orang, atau turun 3,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Sugiayem

Pada tanggal 14 Juli 2015, KDEI-Taipei kembali menjenguk TKI di rumah sakit sekaligus menemui pihak dokter dalam rangka memastikan kondisi TKI untuk dipulangkan ke Indonesia. 

Pihak dokter menjelaskan bahwa TKI saat ini sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa dan kondisi TKI untuk saat ini cukup stabil serta dimungkinkan untuk kembali ke Indonesia.

Pada tanggal 23 Juli 2015, pihak dokter memberikan informasi bahwa kondisi TKI semakin membaik dan sudah mulai dapat duduk dan berbicara dengan lebih jelas, bahkan dapat berkomunikasi menggunakan bahasa mandarin. Dengan kondisi saat ini, TKI dimungkinkan dapat kembali ke Indonesia selayaknya penumpang biasa. Namun, jika kondisi TKI kembali memburuk maka kepulangannya ke Indonesia harus dalam kondisi berbaring,  

Sebagaimana keinginan TKI, pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan memulangkan TKI ke Indonesia dan saat ini Instansi terkait di Indonesia masih mempersiapkan pembiayaan perawatan TKI selama di rumah sakit, biaya pemulangan ke Indonesia, penggunaan instrumen BPJS serta kesiapan rumah sakit guna perawatan lanjutan TKI di Indonesia.

2.TKI a.n. Magfiroh

Pada tanggal 6 Juli 2015, KDEI-Taipei menerima kedatangan seorang warga Taiwan yang memberikan informasi bahwa rekan kerjanya, seorang TKI a.n Magfiroh, kerap kali mengalami pemukulan oleh pihak majikan.

Berdasarkan informasi tersebut, pada tanggal yang sama KDEI-Taipei memberikan respon cepat dan berkoordinasi dengan kepolisian Neihu District, yang kemudian pada sore harinya dilanjutkan dengan penjemputan TKI di rumah majikan bersama beberapa anggota kepolisian Wanhua District dan petugas Dinas Tenaga Kerja kota Taipei/BLA Taipei City, serta pihak agency.

Saat tiba di rumah majikan, terlihat orang tua majikan dan TKI yang mengenakan masker sedang mengurus anak-anak dari pihak majikan. Setelah dilihat secara seksama dan meminta agar TKI melepaskan maskernya, terlihat beberapa memar pada wajah TKI.

TKI mengaku bahwa telah mengalami pemukulan oleh pihak majikan laki-laki maupun perempuan dan orang tua laki-laki (kakek) dari majikan. Selanjutnya TKI dapat dikeluarkan dari rumah majikan dengan telah membawa seluruh barang milik pribadinya. 

Pada hari yang sama TKI melakukan visum di He Ping Hospital, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan BAP di kantor polisi Wanhua District. Dalam proses BAP yang disaksikan oleh KDEI Taipei, BLA dan Dinas Sosial kota Taipei, TKI menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah bekerja di Taiwan kurang lebih 2 (dua) tahun. 

Dalam setengah tahun terakhir, keluarga majikan telah memperlakukan TKI secara tidak manusiawi, termasuk diantaranya pihak majikan dan orang tua laki-laki (kakek) dari majikan hampir setiap hari melakukan pemukulan terhadap TKI, dengan menggunakan tangan maupun benda tumpul.

Dalam proses pembuatan BAP, TKI juga menyatakan keinginannya untuk menuntut anggota keluarga majikan yang telah melakukan pemukulan, diantaranya majikan laki-laki, majikan perempuan dan orang tua laki-laki (kakek) dari majikan. Pihak kepolisian Wanhua District menjelaskan bahwa akan melakukan penuntutan kepada pihak majikan atas dasar human trafficking. 

KDEI Taipei bekerjasama dengan BLA Kota Taipei akan memperjuangkan pemenuhan hak-hak TKI, termasuk gaji selama bekerja kurang lebih 2 (dua) tahun sekaligus penjatuhan sanksi bagi majikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, KDEI-Taipei akan mengevaluasi kinerja pihak agency yang telah lalai dalam melakukan monitoring terhadap TKI yang ditempatkan dan lalai dalam mendalami pengaduan TKI. 

 

Agenda Bulan Agustus 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 adalah sebagai berikut:

1.“Indonesia Tour de Coffee”, Surabaya dan Bali, 2-8 Agustus 2015.

2.Journalist Tour on Investment Report, Jakarta dan Surabaya, 2-7 Agustus 2015.

3.3rd Bilateral Meeting on Immigration, Jakarta, 3-5 Agustus 2015.

4.KDEI Sunday Service, Taipei, 2 dan 16 Agustus 2015.

5.Upacara Bendera Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan R.I., Taipei, 17 Agustus 2015.

6.Resepsi Indonesia National Day, Taipei, 17 Agustus 2015.

7.KDEI Mobile Service, Yilan, 23 Agustus 2015.

8.Kunjungan delegasi Taiwan Telematics Industry Association (TTIA), Jakarta, 23-28 Agustus 2015.

9.Pendampingan Sales Mission on Tourism, Taipei dan Taichung, 26 dan 27 Agustus 2015.

10.Kunjungan delegasi World Taiwanese Chambers of Commerce (WTCC), Jakarta, 27-29 Agustus 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : porttechnology.org

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!