Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Januari 2015

Surplus perdagangan Indonesia Januari-Oktober 2014  berhasil menembus USD 3,0 milyar

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 959,25 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan September 2014 yang mencapai USD 893,73 juta, naik 7,33 persen. Peningkatan dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 62,27 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Oktober/2014 mencapai USD 9,50 milyar, turun 5,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspektasi pasar pada akhir tahun transaksi perdagangan diharapkan akan menjadi momentum peningkatan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Oktober 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 335,93 juta, atau naik 15,48 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Oktober 2013 juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 165,81 persen (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan neraca perdagangan migas sebesar 111,54 persen (mom), meskipun neraca perdagangan non migas turun 68,77 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-Oktober/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 3,08 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 108,10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-Oktober/2014 telah berhasil menembus nilai USD 3,0 milyar dan semakin menjauh melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus melakukan sejumlah promosi dan pendekatan bisnis terhadap dunia usaha di Taiwan guna menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga target surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 3,0 milyar pada akhir tahun 2014 dapat tercapai (sebagaimana target dari Wakil Mendag yang berkunjung ke Taipei pada bulan April 2014). 

 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 647,59 juta, atau naik 9,33 persen dibanding September 2014 (mom), dan naik 5,25 persen dibanding Oktober 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 53,22 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Oktober 2014 didorong oleh peningkatan ekspor migas yang lebih besar (82,44%) dibanding ekspor non migas yang justru turun 19,14% (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober/2014 mencapai USD 6,29 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Oktober 2014 mencapai USD 311,66 juta, atau turun 3,40 persen dibanding bulan September 2014, dengan impor komoditi non migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 9,21 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2014 masih didominasi batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 132,13 juta dan USD 202,49 juta. Komoditi seperti gas alam, minyak, kayu jenis plywood, dan timah mengalami peningkatan sebesar 114,72 persen, 97,42 persen, 14,29 persen, dan 3,89 persen dibanding bulan September 2014 (mom). Sebaliknya, ammonia, batubara, dan nikel turun masing-masing 41,55 persen, 32,01 persen, dan 13,72 persen.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, minyak (bukan mentah), dan besi lembaran menjadi tiga nilai impor terbesar Oktober 2014 dengan nilai USD 28,19 juta, USD 15,27 juta, dan USD 13,83 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain mesin manufaktur, tekstil dan produk tekstil, dan besi lembaran dengan masing-masing naik 11,06 persen, 10,43 persen, dan 7,82 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak-bukan mentah (45,63 persen), komponen elektronik IC (19,13 persen), dan produk ikan (4,47 persen).

 

Perkembangan Investasi 2014

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2009, namun mengalami penurunan pada tahun 2013 dengan nilai US$ 402.636,4 ribu. Tahun 2014, hingga triwulan ketiga, realisasi investasi Taiwan di Indonesia adalah sebesar US$ 107.538,1 ribu.  

Lima besar lokasi realisasi investasi asal Taiwan pada triwulan ketiga tahun 2014 adalah: Jawa Barat (US$ 43.484,9 ribu); Jawa Timur (US$ 23.257,2 ribu); DKI Jakarta (US$ 19.942,8 ribu); Jawa Tengah (US$ 11.118 ribu); dan Banten (US$ 8.077,1 ribu).

Sedangkan berdasarkan sektor, lima besarnya adalah: Industri Tekstil (US$ 38.845,6 ribu) Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$25.446,7 Ribu); Industri Mineral Non Logam (US$ 14.101,8 ribu); Industri Karet, Barang dari Karet dan plastik (US$ 10.085,4); dan Industri lainnya (US$ 6.919,8 ribu). 

Pada periode Januari-November 2014, Indonesia menempati peringkat ke-12 negara tujuan investasi Taiwan, sedangkan untuk periode Januari-Desember 2013 Indonesia menduduki peringkat ke-20.

Sementara, selama bulan Desember 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain kunjungan kerja ke the Taiwan Association of Rubber, kunjungan kerja ke Kenda Rubber Co, Ltd., pendampingan misi investasi Taiwan Electronic Connection Association (TECA) ke Jakarta, pertemuan dengan China Trust Bank, kunjungan kerja ke E-Lead Company, kunjungan kerja ke Orient Trading Corp., kunjungan kerja ke Scanteak Furniture, kunjungan kerja ke Fuburg Co., Ltd., pertemuan dengan importer the Ten Ren’s Tea, dan kunjungan kerja ke Billy Coffee.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. November 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Nopember 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.093 orang, turun 6,41 persen dibanding Oktober 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2014, mencapai 158.918 orang, atau naik 2,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 9,6 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Nopember 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (126.730) dan Oseania (106.660). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (377.248), Vietnam (309.155), Singapura (267.800), Malaysia (186.241).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Nopember 2014 mencapai 13.015 orang, turun 8,35 persen dibanding bulan Oktober 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 163.229 orang, atau turun 4,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

 

Update Penanganan TKI

1.         BMI a.n Jariatun dan Jumiatun

BMI a.n Jumiatun adalah BMI yang menjadi korban kecelakaan pada saat bekerja. Pada tanggal 3 Oktober 2014, Jumiatun bersama dengan nenek yang dijaganya sedang menyeberang jalan dan tertabrak mobil. Kecelakaan tersebut mengakibatkan kaki kiri Jumiatun retak. Jumiatun sempat ditampung sementara di Shelter KDEI kota Taichung selama2 bulan untuk proses terapi serta pemulihan.

BMI a.n Jariatun adalah BMI yang menderita penyakit tumor ganas di bagian panggul sebelah kiri dan telah menyebar ke bagian ginjal. Pada tanggal 2 September 2014, operasi pengangkatan tumor dan ginjal telah dilakukan, namun masih membutuhkan terapi. Sesuai dengan permintaaan dari yang bersangkutan, maka diputuskan kembali ke Indonesia untuk menjalani kemoterapi di tanah air.

Pada tanggal 20 Desember 2014, KDEI Taipei mendampingi pemulangan 2 (dua) BMI yang mengalami sakit a.n Jariatun dan Jumiatun dan telah diserahkan kepada pihak keluarga di Indonesia melalui petugas BNP2TKI di Bandar Udara Juanda, Surabaya.

2.         BMI korban perdagangan orang

Pada tanggal 28 Desember 2014, KDEI Taipei melakukan pendampingan kepulangan 2 (dua) BMI a.n Sdr. Yudi Anwar dan Sdr. Depri Angga Prasetyo yang menjadi korban penipuan perdagangan orang.

Kedua korban tersebut adalah korban penipuan yang diberangkatkan dari Indonesia untuk bekerja secara tidak legal di Taiwan. Pihak KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan Instansi terkait di Indonesia untuk menindaklanjuti pelaku kejahatan perdagangan orang yang telah merugikan BMI dimaksud.

3.         BMI a.n. Sulistiyah

BMI a.n Sulistiyah mengalami kecelakaan lalu lintas dengan tertabrak sepeda motor pada tanggal 17 Oktober 2014. Kondisi Sulistiyah sampai saat ini masih dalam kondisi tidak sadar karena mengalami luka di bagian otak yang sangat serius.

 

Pihak dokter menyatakan bahwa kondisi BMI akan sangat sulit untuk pulih kembali. Sampai saat ini pihak KDEI Taipei, agensi dan pihak otoritas tenaga kerja kota Taichung masih terus berkoordinasi terkait proses pencairan asuransi dan pemulangan BMI kembali ke Indonesia.

 

Rencana Bulan Januari 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut:

1.Partisipasi pada 3rd Tea Expo 2015, Taichung, 2-5 Januari 2015.

2.Kunjungan ke Paguyuban Reog Ponorogo, Taichung, 11 Januari 2015.

3.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 11 dan 25 Januari 2015.

4.Pertemuan bisnis dengan Cama Coffee, Taipei, 14 Januari 2015.

5.Pertemuan dengan asosiasi karet, Taipei, minggu ke-3 Januari 2015.

6.Rapat Kerja Kemendag “Strategi Peningkatan Ekspor dan Pertumbuhan Surplus Perdagangan Indonesia”, Jakarta, 26-28 Januari 2015.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesiaport.co.id

 

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd