Menu

Siaran Pers KDEI Bulan September 2014

Ekspor Indonesia-Taiwan periode Semester-1/2014 mencapai USD 3,61 milyar, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 1,56 milyar, naik 89,49 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 1,05 milyar, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Mei 2014 yang mencapai USD 0,91 milyar, naik 15,08 persen. Peningkatan terjadi dipicu meningkatnya transaksi perdagangan non migas sebesar 25,31 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode semester 1/2014 mencapai USD 5,66 milyar, turun 6,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah pameran dan ekshibisi yang telah dan akan diikuti oleh KDEI dan sejumlah pengusaha diharapkan akan meningkatkan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan diikuti pula oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2014 yang mencapai USD 324,66 juta, atau meningkat 16,30 persen (mom), dan bahkan meningkat 276,14 persen dibandingkan Juni 2013 (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan neraca perdagangan non-migas sebesar 74,40 persen (mom). Secara kumulatif, selama periode semester 1/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 1,56 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 89,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 685,39 juta, atau tumbuh 15,37 persen dibanding Mei 2014 (mom), dan naik 33,06 persen apabila dibanding Juni 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 70,08 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia Juni 2014 didorong oleh peningkatan ekspor non migas yang lebih besar (30,40 persen) dibanding ekspor migas yang justru turun 9,15 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Semester 1/2014 mencapai USD 3,61 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 360,73 juta, atau naik 14,55 persen dibanding bulan Mei 2014, dengan impor komoditi non migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 18,89 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Juni 2014 adalah batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 200,91 juta dan USD 112,98 juta. tembaga, logam, dan besi tumbuh masing-masing 3.000%, 180,0%, dan 120% dibanding bulan Mei 2014 (mom). Sebaliknya, kayu olahan dan timah turun masing-masing 6,65% dan 0,20%. Sementara, besi (hote-rolled), Acyclic hidrocarbon, dan besi-baja (setengah jadi) menjadi tiga nilai impor terbesar Juni 2014 dengan nilai USD 22,67 juta, USD 17,46 juta, dan USD 17,40 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), yaitu produk ikan (kemasan), tekstil, dan besi (lembaran) dengan masing-masing naik 34,42%, 28,76%, dan 22,32%. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak mentah (38,01%) dan kain tekstil rajutan (28,18%).

 

Perkembangan Investasi dan Pariwisata Triwulan-I 2014

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2009, namun mengalami penurunan pada tahun 2013 dengan nilai US$ 402.636,4 ribu. Adapun nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada semester pertama tahun 2014 adalah sebesar US$ 79.777,1 ribu.
Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada semester pertama tahun 2014 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi Jawa Barat (US$ 26.675,7 ribu) dan DKI Jakarta (US$ 18.660,3 ribu).

Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia pada semester pertama 2014 adalah pada sektor industri tekstil, diikuti oleh industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik; industri karet, barang dari karet dan plastik; serta perdagangan dan reparasi.
Terkait pariwisata, pada bulan Juli 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 16.122 orang, turun 3,64 persen dibanding Juni 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Juli 2014, mencapai 104.130 orang, atau naik 3,86 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 6,5 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Juli 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (75.391) dan Oseania (71.882). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Vietnam (209.984), Thailand (222.629), Singapura (174.214), Malaysia (121.505).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Juli 2014 mencapai 19.901 orang, tumbuh 12,65 persen dibanding bulan Juni 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 106.459 orang, atau tumbuh 11,46 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama bulan Juli 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral, antara lain kunjungan kerja ke King Sun Group, kunjungan delegasi Indonesia-Sino Economic and Cultural Association ke Indonesia (diantaranya diterima oleh Wakil Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM), berpartisipasi dalam Business Forum on Trade and Investment Opportunities in Indonesia di Taichung, peluncuran iklan promosi Trade, Tourism, Investment, and Services (TTI-S) di bus umum, menylenggarakan Seminar Potential Investment in Remarkable Indonesia, menyelenggarakan Seminar Market Sounding Public Private Partnership (PPP) on Infrastructure Projects, kunjungan kerja ke Cheng Shin Rubber/Maxxis Group (Services), kunjungan kerja ke Taiwan Hon Chuan Group (services), diskusi khusus direct hiring ke MoL-Direct Hiring Service Center, dan pertemuan bisnis bidang jasa.

 

Festival Indonesia di bulan Agustus

KDEI Taipei telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan di Taiwan dalam rangka peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu upacara bendera pada tanggal 17 Agustus, Karnaval Budaya Indonesia 2014 (bekerja sama dengan Pemerintah Kota New Taipei City) pada tanggal 24 Agustus 2014, resepsi non-diplomatik Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2014, dan ekshibisi “Remarkable Indonesia” pada tanggal 31 Agustus 2014.

A. Upacara bendera, 17 Agustus 2014

Upacara bendera dipimpin oleh Kepala KDEI-Taipei dan diikuti oleh seluruh pegawai KDEI-Taipei, serta dihadiri oleh ±200 peserta upacara, meliputi unsur pelaku usaha, pelajar, pekerja ekspatriat, dan tenaga kerja Indonesia.

Dalam rangkaian upacara bendera, juga dilakukan penyerahan penghargaan dan apresiasi kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri dan Panitia Pengawas Pemilihan Luar Negeri atas kontribusinya dalam menyelenggarakan pemilihan luar negeri legislatif pada tanggal 6 April 2014 dan pasangan capres-cawapres pada tanggal 6 Juli 2014 dengan sangat baik. KDEI-Taipei juga telah melaksanakan serangkaian kegiatan menyambut 17 Agustus, antara lain pertandingan tenis meja, biliard, dan berbagai lomba lainnya seperti makan kerupuk, memindahkan belut, dan hula-hoop.

B. Karnaval Budaya Indonesia 2014 (bekerja sama dengan Pemerintah Kota New Taipei City), 24 Agustus 2014

Pada tanggal 24 Agustus 2014, Departemen Tenaga Kerja, Pemerintah Daerah New Taipei City bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menggelar acara Karnaval Budaya Indonesia 2014 yang diselenggarakan di pelataran balai kota New Taipei City.

Puncak acara Karnaval Budaya Indonesia menampilkan band ZIVILIA yang personilnya pernah bekerja di Jepang sebagai buruh migran Indonesia dan saat ini tengah merintis karir di dunia musik tanah air. Lagu yang ditampilkan beraliran lagu-lagu rock dan pop alternatif yang sangat dikenal oleh seluruh buruh migran Indonesia yang hadir.

Acara karnaval budaya tersebut selain diisi dengan pertunjukkan kesenian, juga dimeriahkan dengan kios-kios yang memberikan informasi terkait ketenagakerjaan, pariwisata, pengenalan makanan, pembagian baju bekas, pemeriksaan kesehatan serta potong rambut gratis.

C. Resepsi non-diplomatik Indonesia, 28 Agustus 2014

KDEI-Taipei menyelenggarakan resepsi peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2014 di hotel Grand Hyatt Taipei. Untuk pertama kalinya resepsi ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Mr. David Lin, dan Wakil Menteri Pertahanan, Mr. Andrew Hsia. Selama KDEI berdiri dan berdasarkan pengalaman kami menghadiri resepsi yang sama di Taiwan tidak pernah dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Pertahanan, termasuk perwakilan negara-negara penting dunia. Negara yang menyatakan kekaguman termasuk perwakilan negara ASEAN di Taipei, meliputi Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, serta sejumlah perwakilan negara asing di Taipei, dengan total kehadiran tamu mencapai ±300 orang.

Acara resepsi dimulai dengan pemotongan tumpeng hias, sebuah seremonial tradisional Indonesia sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran, yang kemudian diikuti oleh pertunjukkan menarik tarian Bali, nyanyian, dan permainan interaktif Angklung, instrumen musik tradisional Indonesia.

D. Ekshibisi “Remarkable Indonesia”, 31 Agustus 2014

Untuk pertama kalinya, KDEI-Taipei menyelenggarakan ekshibisi tunggal (solo exhibition) yang disebut dengan “Remarkable Indonesia” pada tanggal 31 Agustus 2014 di Garden 21-Miramar Entertainment Park, salah satu lokasi terkemuka di Distrik Neihu Taipei.

Ekshibisi “Remarkable Indonesia” merupakan ekshibisi budaya dan produk khas Indonesia pertama dan terbesar yang pernah diselenggarakan di Taiwan, yang menampilkan 27 booth, antara lain Sariayu, Marbella, importir produk Indonesia seperti Indofood, Kacang Dua Kelinci, BT Cocoa, dan Helmig, biro perjalanan PT Tjendana Mandrasakti. Ekshibisi dihadiri pula oleh sejumlah instansi pemerintah di Indonesia seperti Kementerian Perdagangan, BNP2TKI, BKPM yang membawa UKM dari Nusa Tenggara Barat, dan Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Banten, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan. Selain itu, ekshibisi juga diikuti oleh Badan Nasional Keimigrasian Taiwan (National Immigration Agency).

Tujuan ekshibisi adalah untuk mempromosikan keragaman budaya, produk dan jasa Indonesia kepada warga Taiwan secara luas dan intensif, sehingga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman lebih mengenai Indonesia.

Rangkaian kegiatan ekshibisi yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari penuh, terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu peluncuran iklan promosi TTI-plus-S (service for skilled-labour) Indonesia di 10 bus umum pada 10 trayek Taipei, batik fashion show, dan permainan angklung interaktif.

Iklan promosi Indonesia pada bus umum bertujuan untuk semakin memperluas penyebaran informasi mengenai perdagangan, pariwisata, investasi, dan jasa di wilayah Taipei. Sementara, Batik fashion show diikuti oleh 24 peserta yang seluruhnya berasal dari warga negara lain, seperti Taiwan, Filipina, Vietnam, dan Perancis. Keseluruhan peserta tersebut menggunakan batik yang dimiliki masing-masing untuk diperagakan di hadapan juri penilai dan dimenangkan oleh peserta dari Perancis dan Taiwan.

Permainan angklung interaktif yang dipandu oleh Saung Angklung Udjo dilaksanakan selama 3 (tiga) sesi pertunjukkan siang-sore-malam, dan melibatkan ±300 peserta di setiap sesinya. Permainan angklung interaktif menyajikan 4-5 lagu di setiap sesi pertunjukannya, meliputi lagu berbahasa Indonesia, mandarin, dan inggris, dan pengunjung diperkenankan untuk membawa pulang angklung masing-masing sebagai bentuk penghargaan atas partisipasinya dan sekaligus sebagai pengingat bahwa angklung berasal dari Indonesia

 

Layanan “KDEI Mobile Service” di Nantou

“KDEI Mobile Service” bulan Agustus dilaksanakan di Toko Indonesia “INDO CERIA” di Nantou, pada tanggal 10 Agustus 2014. Pelayanan dokumen keimigrasian dilakukan terhadap 5 orang WNI, disertai dengan sosialisasi kemudahan pengurusan dokumen keimigrasian terhadap WNI yang berada di Taiwan, khususnya tenaga kerja Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan pula mekanisme pendaftaran awal melalui mekanisme online, agar lebih mudah dalam proses awal pengurusan dokumen perjalanan.

Untuk layanan kekonsuleran (legalisasi dokumen kanselerai), sebanyak 120 (serratus dua puluh) dokumen dapat terselesaikan. Pelayanan legalisasi dokumen tersebut meliputi legalisasi terhadap perjanjian kerja antara majikan dan TKI, dan beberapa dokumen perjanjian kerja sama penempatan antara agensi dan PPTKIS.

Disamping pelayanan KDEI Mobile Service, pihak KDEI-Taipei juga melakukan diskusi dan konsultasi dengan buruh migran Indonesia yang kebetulan berkunjung ke toko Indonesia tersebut.

Layanan KDEI Mobile Service berikutnya rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2014 di Hualien.

 

Update Penanganan TKI

A. TKI a.n. Egita Savana Martin
TKI mengalami kecelakaan tabrak lari pada tanggal 22 Februari 2014 yang mengakibatkan perlu dilakukan amputasi pada kaki kirinya. KDEI Taipei telah membantu proses pengurusan asuransi dan ybs telah mendapatkan ganti rugi atas kecelakaan yang terjadi. Dengan menggunakan kaki palsu TKI sudah dapat berjalan sendiri dan ybs telah kembali ke Indonesia pada tanggal 25 Juli 2014 dengan didampingi oleh home staff KDEI Taipei.

B. TKI a.n. Tri Handayani (Yani)
TKI ybs menjadi salah satu korban ledakan pipa gas di kota Kaohsiung pada tanggal 31 Juli 2014.
Berdasarkan keterangan dari Sdri. Yani, pada tanggal 31 Juli 2014 sekitar pukul 23.30, Sdri. Yani sedang dalam perjalanan menuju Rumah sakit bersama dengan pasien yang dirawatnya, nenek beserta majikannya dengan menggunakan mobil. Pada saat terjadi ledakan, mobil yang dikendarai terlempar setinggi lebih dari 5 meter.

Tanggal 4 Agustus 2014, telah dilakukan operasi penyambungan tulang belakang terhadap TKI dan memerlukan proses penyembuhan waktu kurang lebih 2 minggu. Pada tanggal 5 Agustus 2014, KDEI Taipei telah melakukan kunjungan untuk melihat kondisi TKI. Selama di rumah sakit, ybs didampingi oleh pihak suami yang juga seorang TKI yang bekerja di kota Taichung. Saat ini TKI telah keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah majikan.

C. TKI a.n. Aningsih
TKI mengalami stroke yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pembuluh darah pada bagian otak sebelah kiri. TKI saat ini masih dirawat di ruang ICU rumah sakit Paochien, kota Pingtung.Tanggal 9 Agustus 2014, pihak rumah sakit telah melakukan operasi otak kepada TKI, namun tingkat kesembuhan ybs sangatlah kecil dan apabila dikemudian hari TKI pulih, yang bersangkutan akan tetap mengalami kerusakan otak.

Difasilitasi oleh PPTKIS dan agency, pihak suami telah berada di Taiwan untuk mendampingi sang istri. Pada tanggal 19 Agustus 2014, KDEI Taipei telah melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk TKI dan menemui pihak suami.

Pihak agency akan bertanggung jawab dalam membiayai perawatan TKI selama di rumah sakit, termasuk kemungkinan membiayai kepulangan TKI ke Indonesia.

 

Pemberian bantuan pendidikan kepada mahasiswa Universitas Terbuka

Kepala KDEI telah menyerahkan Bantuan Pendidikan KDEI kepada dua mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan berprestasi. Dua mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan berprestasi tersebut adalah Yusni (mahasiswa Manajemen semester 6) sebagai peraih Indeks Prestasi Sementara tertinggi (3.68), serta Siti Romelah (mahasiswa Manajemen semester 6) sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi (3.53).

Pada kesempatan tersebut, Kepala KDEI Arief Fadillah menyampaikan, “apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh mahasiswa UT Taiwan, yang hampir kesemuanya adalah BMI, karena masih bisa meluangkan waktu untuk menuntut ilmu di tengah kesibukannya, demi mengejar masa depan yang jauh lebih baik.”

 

Rencana Bulan September 2014

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan September 2014 adalah sebagai berikut:
1. Kunjungan kerja ke Asosiasi kopi, di Zhongli, 11 September 2014
2. Peningkatan kapasitas dan kemampuan Satuan Tugas KDEI dan Satuan Sukarela bidang ketenagakerjaan, Taipei, 14 September 2014
3. Seminar bersama Tim “Penimarka” (Tim Peningkatan Martabat Tenaga Kerja), Taipei, 21 September 2014
4. Pelatihan penterjemah, Taipei&Taichung, 22-23 September 2014
5. Kunjungan kerja ke importer tepung dan minyak ikan, Taichung, 23 September 2014
6. Berpartisipasi pada ekshibisi Taiwan International Chain and Franchise Exhibition, 26-29 September 2014
7. KDEI Mobile Service, Hualien, 28 September 2014.

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!