Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Maret 2014

"Melemahnya nilai tukar Rupiah tidak menjadi penghalang capaian surplus neraca perdagangan Indonesia tahun 2013 sebesar USD 2,01 milyar dengan tren perdagangan tetap positif"

 

 

Kinerja Perdagangan

 

Perkembangan perdagangan antara Indonesia dan Taiwan menunjukkan tren peningkatan sebesar 0,52% sepanjang tahun 2013, dengan capaian total perdagangan mencapai USD 12,29 milyar. Kontribusi produk non migas terhadap total perdagangan mencapai 69,48% dengan nilai total mencapai USD 8,55 milyar. Secara kumulatif, nilai total perdagangan Indonesia dan Taiwan pada tahun 2013 mengalami sedikit penurunan bila dibandingkan dengan total perdagangan tahun lalu yang mencapai USD 12,51 milyar, atau turun 1,72%.

Ekspor bulanan Indonesia menunjukkan tren peningkatan sebesar 1,04%, dengan kontribusi ekspor non migas rata-rata di atas 55%. Ekspor tertinggi terjadi pada bulan Januari dan November 2013 dengan capaian sebesar USD 737,64 milyar dan USD 747,94 milyar. Perkembangan ekspor Indonesia ke Taiwan relatif berfluktuatif pada pertengahan tahun, yang salah satu penyebabnya disinyalir sebagai akibat dari tekanan terhadap mata uang ekonomi global. Sementara itu, perkembangan aktivitas impor Indonesia terus mengalami tekanan dan cenderung menurun dengan tren negatif 0,21%, meskipun sempat tumbuh tinggi pada kuartal pertama tahun 2013. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap NTD dan juga terhadap USD dipandang sebagai salah satu pemicu menurunnya aktivitas impor Indonesia dari Taiwan.

 

 

Neraca perdagangan Indonesia bulan Desember 2013 mengalami surplus sebesar USD 198,27 juta, terdiri atas surplus non migas sebesar USD 72,52 juta dan surplus migas sebesar USD 125,75 juta. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia dengan Taiwan tahun 2013 mengalami surplus sebesar USD 2,01 milyar, terdiri atas surplus non migas sebesar USD 787,51 juta dan surplus migas sebesar USD 1,21 milyar.

 

Batubara dan gas masih menjadi komoditi penyumbang ekspor terbesar Indonesia ke Taiwan dengan nilai ekspor tahun 2013 mencapai USD 2,07 milyar 1,87 milyar. Sedangkan, produk non migas Indonesia ke Taiwan yang terbesar berasal dari jenis produk nikel dan perhiasan (berbahan baku emas) sebesar USD 230,55 juta dan USD 202,59 juta selama tahun 2013. Sementara itu, pada kurun waktu 2013, hampir seluruh komoditi yang diimpor oleh Indonesia mengalami gejolak. Impor komponen kendaraan bermotor mengalami peningkatan dengan tren 1,09%, sedangkan impor produk ikan tuna cenderung menurun dengan tren -6,88%.

Untuk mendorong ekspor non migas Indonesia ke Taiwan (karena masih didominasi migas), strategi yang dilakukan KDEI salah satunya adalah dengan mengembangkan business networking, dengan menjalin jaringan bisnis dengan para pelaku usaha di Taiwan. Selama bulan Februari, KDEI-Taipei telah melakukan kontak bisnis dengan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) di Taipei dan Kaohsiung, Food and Drug Association (FDA) Taiwan, asosiasi importir dan eksportir di Taipei, asosiasi importir dan eksportir di New Taipei City, dan pihak Chinatrust.

 

Kinerja Investasi

 

Dalam lima tahun terakhir (2009-2013) peringkat realisasi investasi Taiwan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu dari peringkat ke-19 pada tahun 2009 menjadi urutan ke-10 pada tahun 2013. Nilai akumulasi investasinya mencapai USD 27,9 juta pada tahun 2009 dan meningkat menjadi USD 402,6 juta pada tahun 2013.

Pada tahun 2013, realisasi investasi asal Taiwan terbesar antara lain pada sektor usaha: Industri mineral non-logam (USD 354,1 juta); Industri karet, barang dari karet dan plastik (USD 13,4 juta); Perdagangan dan reparasi (USD 11,19 juta); Industri lainnya (USD 10,38 juta); dan Industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronik (USD 5,44 juta).

Realisasi investasi berdasarkan lokasi, nilai realisasi investasi asal Taiwan adalah di: Jawa Barat (USD 260,06 juta); Sumatera Utara (USD 101,42 juta); Jawa Timur (USD 22,5 juta); Banten (USD 13,68 juta); dan DKI Jakarta (USD 4,28 juta).

Selain itu, untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, KDEI juga mendorong rencana ekspansi perusahaan nasional Indonesia di Taiwan, diharapkan salah satu perbankan nasional dapat memulai bisnis operasinya di Taiwan, melalui jenis usaha remitansi. Selain itu, diharapkan pula perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi Indonesia dapat segera meluncurkan layanan perdana di Taiwan.

 

Layanan Perdana “KDEI Mobile Service

 

Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan KDEI-Taipei di seluruh wilayah Taiwan, KDEI-Taipei telah melaksanakan layanan perdana “KDEI Mobile Service” di Taichung pada tanggal 22-23 Februari 2014. Hal ini bertujuan untuk memperluas komunikasi dengan pengguna layanan, mengedepankan proses transparansi, mempercepat layanan legalisasi dokumen dan mendekatkan KDEI-Taipei pada lokasi padat TKI.

Layanan perdana “KDEI Mobile Service” dilaksanakan di Masjid Taichung dan Toko Indonesia “AKUI”. Pada layanan perdana selama dua hari tersebut, layanan keimigrasian telah menyelesaikan layanan terhadap 14 orang TKI, 140 dokumen kekonsuleran telah terselesaikan, dan sejumlah TKI memanfaatkan momentum layanan “KDEI Mobile Service” untuk berdiskusi isu ketenagakerjaan dan mekanisme pengurusan dokumen keimigrasian.

 

Update Penanganan Kasus TKI

 

  • TKI a.n. Sihatul Alfiah
    TKI yang bersangkutan saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit-Tainan dan pihak majikan, agency-Taiwan dan PPTKIS bertanggung jawab membiayai perawatan TKI.
    KDEI-Taipei masih terus mendampingi Suhandik (suami TKI yang bersangkutan) selama di Tainan, dan direncanakan tanggal 10 Maret 2014 akan kembali ke Jakarta (masa berlaku visa telah selesai).
  • TKI a.n Daryoto
    TKI yang bersangkutan dalam keadaan koma yang disebabkan oleh penyakit darah tinggi yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak. Saat ini TKI masih dirawat di rumah sakit di Tainan, dan pihak dokter menyampaikan bahwa TKI sudah tidak dapat disembuhkan. Sementara, istri TKI yang bersangkutan telah tiba di Taiwan pada tanggal 20 Februari 2014.
  • TKI a.n Sini
    Pada 23 Februari 2014, KDEI Taipei berkunjung ke rumah sakit di Chiayi (atas informasi dari TKI), bahwa TKI yang bersangkutan mengalami stroke ringan di bagian tubuh sebelah kiri dan sedang dirawat di rumah sakit.
    Sebelumnya, pihak agency menyampaikan bahwa TKI yang bersangkutan pada saat sedang bekerja tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.
    Kondisi yang bersangkutan sudah membaik, dapat berkomunikasi dan dalam tahap pemulihan, namun belum bisa berjalan dengan baik dan cara bicara tidak sempurna (cadel).
  • TKI a.n Watini
    TKI yang bersangkutan telah dirawat di rumah sakit di Chiayi, dan sebelumnya dalam keadaan koma selama 2 bulan (sejak bulan Desember) diakibatkan adanya virus di dalam otak.
    Pada 13 Februari 2014, atas informasi KDEI Taipei kepada agency-Taiwan dan PPTKIS, suami menjenguk TKI ybs untuk melihat langsung kondisi TKI yang bersangkutan.
    Pada 15 Februari 2014, KDEI Taipei melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk TKI sekaligus menemui pihak suami, dan pihak suami menyampaikan bahwa kondisi koma sudah melebihi 2 bulan dan kecil kemungkinannya untuk sembuh.
    Pada 23 Februari 2014, TKI yang bersangkutan telah meninggal dunia, dan pada tanggal 28 Februari 2014, jenazah yang bersangkutan telah dipulangkan ke Indonesia.

 

Rencana Bulan Maret

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Maret 2014 adalah sebagai berikut:

  1. Pertemuan dengan organisasi kemasyarakatan Indonesia, 9 Maret 2014
  2. Layanan “KDEI mobile service” di Kaohsiung
  3. Mengadakan pertemuan dengan buyer potensial
  4. Pertemuan dengan Asosiasi Importir dan eksportir di Taichung

 

--------------------------

Download Versi PDF Resmi

KDEI Taipei

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd