Menu

3000 WNI hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustad Jefri Al Bukhori

Chungli, kdei-taipei.org – Bertempat di aula serbaguna Longgang Junior High school – Chungli, pada Minggu (16 Mei 2010), Ustad Jefri Al Bukhori yang biasa dikenal dengan sebuta Uje memberikan tausiyah dan siraman rohani kepada seluruh hadirin yang memadati gedung tersebut. Tabligh Akbar yang bertema “Mengais Rezeki, Menjalin Silaturahmi, Mengharap Ridho Illahi” kali ini dilselenggarakan oleh FOSMIT (Forum Silaturahmi Muslim Indonesia Taiwan) dan bekerja sama dengan Yayasan Yatim Piatu BMI.

Seperti kegiatan-kegiatan dakwah sebelumnya, acara tabligh akbar kali ini dimulai dengan acara hiburan Islami sejak pukul 9.30 pagi. Seluruh organisasi Islam yang berada di Taiwan ikut ambil bagian mengisi acara hiburan tersebut. Tim Qasidah Moderen dari Ikatan Pekerja Indonesia di Taiwan (IPIT) menjadi penampil pertama untuk menghibur para jama'ah. Selanjutnya, Tim Al Muqtasida dari FOSMIT Chungli, Tim Rebana Ikatan Muslim Indonesia Taiwan [IMIT] Taichung, Tim Musik Ikatan Warga Muslim Indonesia di Taiwan [IWAMIT], Tim Musik Majelis Yasin dan Taklim Chiayi  Indonesia Taiwan [MTYCIT] Chiayi dan Tim Musik dari Majelis Taklim Yasin Taipei [MTYT] Taipei.

Rangkaian acara dihentikan sejenak untuk memberikan kesempatan kepada seluruh jemaah melakukan sholat Zuhur. Lokasi Longgang Junior High School yang berdekatan dengan Mesjid Longgang – Chungli, sangat memudahkan hadirin untuk sholat berjamaah. Tepat pukul 13.00 rombongan Ustad Jefri Al Bukhori tiba ditempat acara. 3000 lebih pasang mata yang hadir, sontak langsung tertuju pada rombongan yang baru saja tiba. Sebelum acara utama dimulai Agus Idwar, Manager dari Uje membawakan beberapa lagu untuk menyemarakkan suasana. Acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Mbak Shofi dengan sari tilawah oleh Mbak Ratna. Kemudian, sebagaimana kebiasaan FOSMIT, di acara acara semacam ini, FOSMIT, pada saat pidato ketua FOSMIT yang juga Presiden KMIT, Mas Anto Budianto mengadakan inagurasi pengurus FOSMIT. Dihadapan pada jama'ah, Mas Anto Budianto berkali kali menguatkan komitmen para pengurus FOSMIT untuk tetap istiqomah berjuang menjaga Aqidah sesama muslim, menjaga solidaritas dan kesatuan umat muslim di Taiwan.

Read more...

Indonesia raih peringkat 3 pada ajang APHO ke-11 (Asian Physic Olympiad) di Taiwan.

Taipei, kdei-taipei.org - Ajang lomba paling bergengsi dibidang ilmu pengetahuan khususnya bidang fisika tingkat Asia kali ini diselenggarakan di Taiwan, 23 April 2010 hingga 1 Mei 2010. Berhasil meraih 1 emas, 2 perak dan 4 perunggu, serta 4 Honorable Mention Indonesia menduduki peringkat 3 dalam ajang APHO ke-11 di Taiwan. Taiwan dan Thailand menjadi penghuni peringkat pertama dan kedua dalam even kali ini.

Pada APho yang ke 11 di Taiwan ini, Indonesia mengirimkan tim yang dipimpin oleh Hendra Kwee, Ph.D dan Dr. Syamsu Rosid serta delapan siswa, yaitu: Ahmad Ataka Awwalur Rizqi dari SMAN 3 Yogyakarta, Ali Ikhsanul Qauli dari SMAN 1 Pamekasan, Muhammad Sohibul Maromi dari SMAN 1 Pamekasan, Christian George Emor dari SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, David Giovanni dari SMK PENABUR Gading Serpong, Evan Laksono dari SMAK IPEKA Tomang Jakarta, Kevin Soedjatmiko dari SMAN 12 Jakarta dan Podianko Surya dari SMAK PENABUR Jakarta.

Pada kesempatan kunjungannya ke KDEI-Taipei yang berada di Neihu district pada hari Jumat 30 April 2010 lalu, Dr. Syamsu Rosyid bersama Dr. Sulaksono sebagai perwakilan tim disambut oleh Bapak Suhartono, Bapak Yovial, Bapak Zahidiputra dan Bapak Burman Rahman. Dalam pertemuan tersebut Dr. Syamsu Rosyid menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan bantuan yang diberikan oleh KDEI-Taipei kepada tim olimpiade fisika Indonesia. Meskipun target 2 emas yang dibebankan kepada tim tidak terpenuhi, hal ini akan menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi Indonesia dieven berikutnya.

Kevin Soedjatmiko yang mendapatkan medali emas pada APHO ke-11 akan mendapatkan penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI serta akan diberikan beasiswa pendidikan oleh negara untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang Doktor, di universitas manapun yang diinginkan seperti Harvard University, MIT (Massachusetts Institute of Technology), dll.

Read more...

Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan Terbaik dari Asia

Taipei (ANTARA News) - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan berkinerja lebih bagus dibanding pekerja dari negara-negara Asia lainnya yakni dari Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Mongolia.

"Mereka berkinerja bagus dan sampai sejauh ini relatif tidak ada masalah yang cukup berarti," kata Direktur Jenderal Biro Tenaga Kerja dari Dewan Urusan Pekerja (CLA) Taiwan, Lin San-Quei dalam perbincangan mengenai TKI dengan Dirut ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf di Taipei, Selasa.

Dirut ANTARA yang didampingi Koordinator Staf Ahli ANTARA Aat Surya Safaat berada di Taipei dalam rangka melihat perkembangan informasi teknologi serta keberadaan TKI di Taiwan sambil berkomitmen untuk turut mendorong adanya peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan serta sosial budaya Indonesia-Taiwan.

Lin lebih lanjut menjelaskan, jumlah TKI di Taiwan adalah yang terbanyak dibanding pekerja yang berasal dari negara-negara Asia lainnya.

Urutan selanjutnya adalah pekerja dari Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Mongolia. Mereka bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, anak buah kapal (ABK) di kapal perikanan, pengasuh orang-orang lanjut usia, dan pembantu rumah tangga.

"Jumlah mereka setiap tahun selalu meningkat," ujarnya, sambil menambahkan dari 355.136 pekerja asing di Taiwan yang tercatat per Februari 2010, maka TKI mencapai 40,26 persen atau 142.983 orang, sedangkan bulan sebelumnya (Januari) mencapai 128,584 orang atau 36,15 persen.

Lin menyebutkan keberadaan TKI jelas turut memberi andil bagi kemajuan ekonomi Taiwan. Mereka terbanyak bekerja sebagai pengasuh orang lanjut usia. Urutan selanjutnya adalah berkerja di sektor manufaktur, ABK, pembantu rumah tangga, dan konstruksi.

Read more...

Radar Taiwan : Mengintip Pertanian Modern Taiwan

Hamparan sawah seluas satu hektar, hanya memerlukan waktu tiga jam dalam menanam padi, jika menggunakan mesin tanam padi seperti yang ada di Taiwan. Dengan pola tanam tersebut tentu dapat menghemat tenaga kerja, waktu serta yang menggiurkan adalah hasil panen yang memuaskan.Per hektar mampu menghasilkan 12 ton gabah.

Sistem pertanian modern di Taiwan, agaknya menjadi daya tarik bagi Kepala KDEI Taipei.Sehingga walau harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam antara Taipei Changhua, bapak dua putra ini tetap semangat mengikuti arahan dari konsultan teknik Chang Kuo-An saat mengunjungi para petani Taiwan beberapa waktu lalu.

Dalam paparannya Mr. Chang menjelaskan, jika pertanian di Taiwan sistem menanam padi sangat jauh dengan sistem yang ada di Indonesia.Jika petani Indonesia dari bibit di semai dihamparan persemaian. Setelah persemaian tumbuh dengan memakan waktu kira-kira 15 hari barulah bibit padi di cabut(di daut) dari persemaian. Setelah itu padi baru di tanam diatas lahan. Dalam satu hektar cara penanaman ini memerlukan waktu seminggu dan membutuhkan tenaga kerja sekitar empat atau lima orang.

Menurut  Mr. Chang, jika sistem tanam seperti petani di Indonesia yang di jelaskan diatas, tentu ada beberapa kekurangannya. Diantaranya, bibit padi yang telah tumbuh di media semai, lantas di cabut lagi lalu di tanam di lahan sawah, tentu akan kurang bagus hasilnya. Karena padi yang di cabut akan stress dan untuk pulih memerlukan waktu seminggu. Induknya sudah tumbuh, anakannya baru tumbuh seminggu lagi. Selanjutnya bibit yang di cabut akar-akarnya akan tertinggal di lahan persemaian kira-kira bisa 40 persennya. Jadi ada 40 persen bibit yang hilang.Hal ini tentu akan mempengaruhi hasil produksi.

Read more...

Pengajuan VISA Untuk Warga Negara Asing/Foreigners

JENIS-JENIS VISA DAN KEGIATANNYA:

A. VISA KUNJUNGAN

NO.

Jenis Visa

Indeks

Kegiatan

1.

Visa Kunjungan 1 (satu) kali Perjalanan

B211A

Kegiatan wisata, keluarga, sosial budaya, tugas pemerintahan, bisnis meliputi antara lain:

  1. Wisata;
  2. Keluarga;
  3. Sosial;
  4. Seni dan budaya;
  5. tugas dan pemerintahan;
  6. olahraga yang tidak bersifat komersial;
  7. studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;
  8. melakukan pembicaraan bisnis;
  9. melakukan pembelian barang;
  10. memeberikan ceramah atau mengikuti seminar;
  11. mengikuti pameran internasional;
  12. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;
  13. meneruskan perjalanan ke negara lain; dan
  14. bergabung dengan alat angkut yang berada di WIlayah Indonesia
  15. Untuk melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;

2.

Visa Kunjungan 1 (satu) kali perjalanan (memerlukan persetujuan Direktur Jenderal)

B211B

Kegiatan kunjungan industri meliputi antara lain:

  1. Memberikan bimbingan, penyuluhan dan pelatihan dalam penerapan dan inovasi teknologi industri untuk meningkatkan mutu dan desain produk industri serta kerja sama pemasaran luar negeri bagi Indonesia;
  2. Melakukan audit, kendali mutu produksi atau inspeksi pada cabang perusahaan di Indonesia;
  3. Calon tenaga kerja asing dalam uji coba kemampuan dalam bekerja;
  4. Diatmbah dengan kegiatan sebagaimana tertera dalam indeks B211A

 

 

B211C

Kegiatan jurnalistik dan perfilman non komersial meliputi antara lain:

  1. Jurnalistik yang telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;
  2. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;
  3. Ditambah dengan kegiatan sebagaimana tertera dalam indeks B211A

3.

Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa On Arrival)

B213

  1. Wisata;
  2. Keluarga;
  3. Sosial;
  4. Seni dan budaya;
  5. tugas dan pemerintahan;
  6. olahraga yang tidak bersifat komersial;
  7. studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;
  8. melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;
  9. melakukan pembicaraan bisnis;
  10. melakukan pembelian barang;
  11. memeberikan ceramah atau mengikuti seminar;
  12. mengikuti pameran internasional;
  13. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;
  14. meneruskan perjalanan ke negara lain; dan
  15. bergabung dengan alat angkut yang berada di WIlayah Indonesia.

 

4.

Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan

D212

Kegiatan keluarga, bisnis dan tugas pemerintahan bisnis meliputi antara lain:

  1. Keluarga;
  2. Sosial;
  3. Seni dan budaya;
  4. tugas dan pemerintahan;
  5. olahraga yang tidak bersifat komersial;
  6. studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;
  7. melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;
  8. melakukan pembicaraan bisnis;
  9. melakukan pembelian barang;
  10. memeberikan ceramah atau mengikuti seminar;
  11. mengikuti pameran internasional;
  12. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;
  13. meneruskan perjalanan ke negara lain;

 

 
B. VISA TINGGAL TERBATAS

NO.

Jenis Visa

Indeks

Kegiatan

1.

Visa Tinggal Terbatas untuk bekerja sebagai Tenaga AHli pada World Trade Organization

C311

Dengan maksud bekerja sebagai Tenaga Ahli pada World Trade Organization.

 

2..

Visa Tinggal Terbatas untuk bekerja

C312

Dengan maksud bekerja meliputi:

  1. sebagai tenaga ahli;
  2. bergabung untuk bekerja diatas kapal, alat apung atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan nusantara, laut teritorial, atau landas kontinen, serta Zona Eksklusif Indonesia;
  3. malaksanakan tugas sebagai rohaniawan
  4. melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesi dengan menerima bayaran
  5.  melakukan kegiatan dalam rangka pembuatan film yang bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang
  6. melakukan pengawasan kualitas barang atau produksi;
  7. melakukan inspeksi atau audit pada cabang perusahaan di Indonesia;
  8. melayani purna jual;
  9. memasang dan mereparasi mesin;
  10. melakukan pekerjaan nonpermanen dalam rangka konstruksi;
  11. mengadakan pertunjukan kesenian, musik dan olahraga;
  12. mengadakan kegiatan olah raga profesional;
  13. melakukan kegiatan pengobatan;
  14. calon tenaga kerja asing yang akan bekerja dalam rangka ujicoba keahlian

3.

Visa Tinggal Terbatas untuk melakukan penanaman modal asing paling lama 1 (satu) tahun

C313

Dengan maksud tidak bekerja untuk melakukan penanaman modal asing paling lama 1 (satu) tahun

4.

Visa Tinggal Terbatas untuk melakukan penanaman modal asing paling lama 2 (dua) tahun

C314

Dengan maksud tidak bekerja untuk melakukan penanaman modal asing paling lama 2 (dua) tahun

5.

Visa Tinggal Terbatas untuk mengikuti pelatihan dan penelitian ilmiah

C315

Dengan maksud tidak bekerja  untuk mengikuti pelatihan dan penelitian ilmiah meneruskan perjalanan ke negara lain;

 

6.

Visa Tinggal Terbatas untuk mengikuti pendidikan

C316

Dengan maksud tidak bekerja untuk mengikuti pendidikan

7.

Visa Tinggal terbatas untuk penyatuan Keluarga

C317

Dengan maksud tidak bekerja  untuk penyatuan Keluarga

8.

Visa Tinggal Terbatas untuk repatriasi

C318

Dengan maksud tidak bekerja untuk Repatriasi

9.

Visa Tinggal Terbatas untuk wisatawan lanjut usia mancanegara

C319

Dengan maksud tidak bekerja sebagai wisatawan lanjut usia mancaneagra

10.

Visa Tinggal Terbatas kemudahan bekerja sambil berlibur

C320

Kemudahan bekerja sambil berlibur

 
SYARAT PENGAJUAN PERMOHONAN VISA :
1. Mengisi Formulir Perdim 22  Download 
2. Mengisi Riwayat Pribadi Download
3. Melampirkan 2 (dua) buah pas foto berwarna ukuran 4x6 cm.
4. Surat jaminan dari perusahaan Taiwan.
5. Melampirkan ID Card atau ARC (Bagi orang asing yang tinggal di Taiwan).
6. Masa berlaku paspor tidak boleh kurang dari 6 (enam) bulan bagi pemohon
    Visa Kunjungan, dan 1 (satu tahun) bagi pemohon Visa Tinggal Terbatas.
7. Memiliki tiket pesawat yang sudah dikonfirmasi untuk pergi dan pulang.
8. Foto Kopi rekening tabungan dengan saldo minimum 1500 USD.  
9. Telex persetujuan penerbitan Visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi di
    Jakarta (Khusus untuk pemohon Visa Tinggal Terbatas, dan bagi Warga
    Negara dari Negara yang memerlukan Calling Visa).
 
 
Waktu Pelayanan:
Penyerahan Permohonan Visa hari Senin - Jum’at pukul 09.00 s.d 12.00
Pengambilan Visa hari senin - Kamis                       pukul 13.00 s.d 15.00
                                        Hari Jumat                       pukul 13.30 s.d 15.00
 

BIAYA VISA :
   1. Visa Kunjungan                                          NT$ 1,700
   2. Visa Kunjungan saat kedatangan               USD 35
       (Dibayar saat kedatangan di Bandara)   
   3. Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan  NT$ 3,750
   4. Visa Tinggal Terbatas (6 Bulan)                  NT$ 1,900
   5. Visa Tinggal Terbatas (1 Tahun)                 NT$ 3,600
   6. Visa Tinggal Terbatas (2 Tahun)                 NT$ 6,150

Pembayaran Biaya Visa dilakukan melalui CHANG HWA BANK

FORM PEMBAYARAN (ChangHwa Bank)

Untuk Visa Transit

Untuk Visa Kunjungan

Untuk Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan

Untuk Visa Tinggal Terbatas (6 Bulan)

Untuk Visa Tinggal Terbatas (12 Bulan)

Untuk Visa Tinggal Terbatas (2 Tahun)

 


WAKTU PENYELESAIAN:
Permohonan Visa selesai dalam waktu 3 hari kerja terhitung sejak tanggal pengajuan permohonan yang disampaikan pada loket permohonan Visa KDEI Taipei.
Pemohon Visa diwajibkan datang sendiri ke KDEI Taipei untuk menyampaikan permohonannya dan tidak boleh diwakilkan, terkecuali pemegang paspor Diplomatik.

NEGARA-NEGARA YANG DIHARUSKAN MENDAPAT PERSETUJUAN VISA TERLEBIH DAHULU DARI DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DI JAKARTA SEBELUM DATANG KE INDONESIA
(Berdasarkan KepMenkumham Nomor M.HH-02.GR.01.06 Tahun 2013)

1. AFGHANISTAN
2. GUINEA
3. ISRAEL
4. KOREA UTARA
5. KAMERUN
6. LIBERIA
7. NIGER
8. NIGERIA
9. PAKISTAN
10. SOMALIA


Prosedur untuk Memperoleh Persetujuan Visa dari kantor pusat Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta adalah :

  • Pemohon harus mempunyai sponsor di Indonesia baik Perorangan maupun Perusahaan.
  • Jika sponsor berasal dari Indonesia, sponsor harus datang sendiri ke kantor pusat Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta Selatan untuk mengajukan permohonan.
  • Sponsor harus melampirkan fotokopi paspor pemohon, surat jaminan dan pasfoto pemohon.
  • Setelah mendapat persetujuan dari kantor pusat Direktorat Jenderal Imigrasi pemohon akan mendapat surat persetujuan, dan selanjutnya surat persetujuan tersebut dibawa ke kantor perwakilan R.I di mana pemohon akan mengajukan visa.
 
Alamat Kantor Pusat Direktorat Jenderal Imigrasi :
     Direktorat Jenderal Imigrasi
     Departemen Hukum dan HAM R.I
     Jl. HR Rasuna Said Kav 8-9
     Jakarta Selatan Indonesia
     Telp. +62-21-5224658


DAFTAR NEGARA-NEGARA YANG MENDAPATKAN FASILITAS VISA KUNJUNGAN SAAT KEDATANGAN (VISA ON ARRIVAL):
1.Afrika Selatan
2.Algeria
3.USA
4.Argentina
5.Australia
6.Austria
7.Bahrain
8.Belgia
9.Netherlands
10.Brazil
11.Bulgary
12.Czech
13.Cyprus
14.Denmark
15.UAE
16.Estonia
17.Fiji
18.Finland
19.Hungary
20.India
21.England
22.Ireland
23.Italy
24.Japan
25.Germany
26.Canada
27.Kuwait
28.Latvia
29.Libya
30.Lietchtenstein
31.Lithuania
32.Luxemburg
33.Maldives
34.Malta
35.Mexico
36.Egypt
37.Monaco
38.Norwegia
39.Oman
40.Panama
41.France
42.Poland
43.Portugal
44.China
45.Romania
46.Russia
47.Saudi Arabia
48.New Zealand
49.Slovakia
50.Slovenia
51.Spain
52.Suriname
53.Sweden
54.Switzerland
55.Taiwan
56.Timor Leste
57.Tunisia
58.Turki
59.Greece
60.Andorra
61.Belarusia
62.Croatia
63.Seychelles
64.Papua New Guinea
65.Armenia

BEBAS VISA KUNJUNGAN
Dalam rangka meningkatkan hubungan negara Republik Indonesia dengan negara lain, perlu diberikan kemudahan bagi orang asing dari warganegara tertentu untuk masuk dan keluar wilayah republik indonesia yang dilaksanakan dalam bentuk pembebasan dari kewajiban memiliki visa kunjungan dengan memperhatikan asas timbal balik dan manfaat serta dapat memberikan manfaat yang lebih dalam meningkatkan perekonomian melalui kunjungan wisatawan mancanegara.
(Perpres  R.I No.21 Tahun 2016  Tentang Bebas Visa Kunjungan)
 
1.Afrika selatan
2.Albania
3.Aljazair
4.Amerika serikat
5.Andorra
6.Angola
7.Antigua dan barbuda
8.Arab saudi
9.Argentina
10.Armenia
11.Australia
12.Austria
13.Azerbaijan
14.Bahama
15.Bahrain
16.Bangladesh
17.Barbados
18.Belanda
19.Belarusia
20.Belgia
21.Belize
22.Benin
23.Bhutan
24.Bolivia
25.Bosnia dan herzegovina
26.Botswana
27.Brasil
28.Brunei darussalam
29.Bulgaria
30.Burkina faso
31.Burundi
32.Ceko
33.Chad
34.Chili
35.Denmark
36.Dominika (persemakmuran)
37.Ekuador
38.El savador
39.Estonia
40.Fiji
41.Filipina
42.Finlandia
43.Gabon
44.Gambia
45.Georgia
46.Ghana
47.Grenada
48.Guetamala
49.Guyana
50.Haiti
51.Honduras
52.Hongaria
53.Hongkong (SAR)
54.India
55.Inggris
56.Irlandia
57.Islandia
58.Italia
59.Jamaika
60.Jepang
61.Jerman
62.Kamboja
63.Kanada
64.Kazakhstan
65.Kenya
66.Kepulauan marshall
67.Kepulauan solomon
68.Kiribati
69.Komoro
70.Korea selatan
71.Kosta rika
72.Kroasia
73.Kuba
74.Kuwait
75.Kyrgyzstan
76.Laos
77.Latvia
78.Lebanon
79.Lesotho
80.Liecthienstein
81.Lithuania
82.Luksemburg
83.Macao (SAR)
84.Madagaskar
85.Makedonia
86.Maladewa
87.Malawi
88.Malaysia
89.Mali
90.Malta
91.Maroko
92.Mauritania
93.Mauritius
94.Meksiko
95.Mesir
96.Moldova
97.Monako
98.Mongolia
99.Mozambik
100.Myanmar
101.Namibia
102.Nauru
103.Nepal
104.Nikaragua
105.Norwegia
106.Oman
107.Palu
108.Palestina
109.Panama
110.Pantai gading
111.Papua nugini
112.Paraguay
113.Perancis
114.Peru
115.Polandia
116.Portugal
117.Puerto rico
118.Qatar
119.Republik dominika
120.Romania
121.Rusia
122.Rwanda
123.Saint kitts dan navis
124.Saint lucia
125.Saint vincent dan grenadis
126.Samon
127.San marino
128.Sao tome dan principe
129.Selandia baru
130.Senegal
131.Serbia
132.Scychelles
133.Singapura
134.Siprus
135.Slovakia
136.Slovenia
137.Spanyol
138.Sri lanka
139.Suriname
140.Swaziland
141.Swedia
142.Swiss
143.Taiwan (Chinese Taipei)
144.Tajikistan
145.Tahta suci vatikan
146.Tanjung verde
147.Tanzania
148.Thailand
149.Timor leste
150.Togo
151.Tonga
152.Trinidad dan tobago
153.Tunisia
154.Turki
155.Turkmenistan
156.Tuvalu
157.Uganda
158.Ukraina
159.Uni emirate arab
160.Uruguay
161.Tiongkok
162.Uzbekistan
163.Vanuatu
164.Venezuela
165.Vietnam
166.Yordania
167.Yunani
168.Zambia
169.Zimbabwe
Bebas Visa Kunjungan Singkat ini diberikan kepada Warganegara dari Negara-Negara tersebut diatas untuk tinggal di Indonesia selama 30 (tiga puluh) hari, 
 
Tempat Pemeriksaan yang Bisa dilintasi untuk subjek Bebas Visa Kunjungan
 
A.TPI di Bandar Udara
    1.Adi Soemarmo, Surakarta
    2.Adi Sucipto, Yogyakarta
    3.Ahmad Yani, Semarang
    4.Bandara International Lombok, Mataram
    5.Belitung, Tanjung Pandan
    6.Binaka, Sibolga
    7.El Tari, Kupang
    8.Frans Kaisiepo, Biak
    9.Halim Perdana Kusuma, DKI Jakarta
    10.Hang Nadim, Batam
    11.Husein Sastranegara, Bandung
    12.I Gusti Ngurah Rai, Bali
    13.Juanda, Surabaya
    14.Kuala Namu, Medan
    15.Maimun Saleh, Sabang
    16.Minangkabau, Padang
    17.Mopah, Merauke
    18.Mozes Kilangi, Tembaga Pura
    19.Pattimura, Ambon
    20.Polonia, medan
    21.Sam ratulangi, manado
    22.Sepinggan, balikpapan
    23.Soekarno Hatta, Banten
    24.Sultan Hassanudin, Makassar
    25.Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh
    26.Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang
    27.Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
    28.Supadio, Pontianak
    29.Tarakan, Tarakan
 
B.TPI di Pos Lintas Batas
    1.Aruk, Sambas
    2.Entikong, entikong
    3.Metamauk, Atambua
    4.Mota’ain, Atambua
    5.Nanga Badaum Sanggau
    6.Napan, Atambua
    7.Skouw, Jayapura
 
C.TPI di Pelabuhan Laut
    1.Achmad Yani,  Ternate
    2.Amamapare, Tembaga Pura
    3.Anggrek, Gorontalo
    4.Bagan Siapi-api, Bagan Siapi-api
    5.Badar Bentan Telani Lagoi, Tanjung Uban
    6.Bandar Seri Udana Lobam, Tanjung Uban
    7.Bandar Seri Setia Raja, Bengkalis
    8.Batam Center, Batam
    9.Batu Ampar, Batam
    10.Belakang Padang, Belakang Padang
    11.Belawan, Belawan
    12.Benete, Sumbawa Besar
    13.Biak, Biak
    14.Boom Baru, Palembang
    15.Celukan Bawang, Singaraja
    16.Citra Tri Tunas, Batam
    17.Ciwandan, Cilegon
    18.Dumai, Dumai
    19.Dwi Kora, Pontianak
    20.Gunung Sitoli, Sibolga
    21.Jambi, Jambi
    22.Jayapura, Jayapura
    23.Kabil, Batam
    24.Kendari, Kendari
    25.Kota Baru, Kota Baru
    26.Kuala Enok, Tembilahan
    27.Kuala Langsa, Aceh
    28.Kuala Tanjung, Tanjung Balai Asahan
    29.Kuala Tungkal, Jambi
    30.Lauren Say, Maumere
    31.Lembar, Mataram
    32.Lhokseumawe, Lhokseumawe
    33.Malahayati, Aceh
    34.Malundung, Tarakan
    35.Manado, Manado
    36.Marina Teluk Senimba, Batam
    37.Marore, Tahuna
    38.Merauke, Merauke
    39.Miangas, Tahuna
    40.Nongsa Terminal Bahari, Batam
    41.Nusantara, Pare-pare
    42.Nusantara, tahuna
    43.Padang Bai, Singaraja
    44.Panarukan, Panarukan
    45.Pangkal Balam, Pangkal Pinang
    46.Panjang, Bandar Lampung
    47.Pantoloan, Palu
    48.Pasuruan, Pasuruan
    49.Pemangkat, Sambas
    50.Probolinggo, Probolinggo
    51.Pulau Baai, Bengkulu
    52.Sabang, Aceh
    53.Samarinda, samarinda
    54.Sampit, Sampit
    55.Samudera, Bitung
    56.Sekupang, batam
    57.Selat lampa, Ranai
    58.Semayang, Balikpapan
    59.Siak Sri Indrapura, Siak
    60.Sibolga, Sibolga
    61.Sintete, Sambas
    62.Soekarno Hatta, Makassar
    63.Sorong-Sorong
    64.Sri Bayintan, Tanjung Pinang
    65.Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang
    66.Sungai Guntung, Tembilahan
    67.Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Karimun
    68.Tanjung Benoa, Denpasar
    69.Tanjung Emas, Semarang
    70.Tanjung Gudang, Pangkal Pinang
    71.Tanjung Harapan, Selat Panjang
    72.Tanjung Intan, Cilacap
    73.Tanjung Kelian, Pangkal Pinang
    74.Tanjung Lontar, Kupang
    75.Tanjung Pandan, Bangka Belitung
    76.Tanjung Perak, Surabaya
    77.Tanjung Priok, DKI Jakarta
    78.Tanjung Uban, Tanjung Uban
    79.Tanjung Wangi, Jember
    80.Tarempa, Tarempa
    81.Teluk Bayur, Padang
    82.Teluk Nibung, Tanjung Balai Asahan
    83.Tembilaha, Tembilahan
    84.Tri Sakti, Banjarmasin
    85.Tual, Tual
    86.Tunon Taka, Nunukan
    87.Yos Sudarso, Ambon 

 

Read more...

National Taiwan University of Science and Technology Indonesian Culture Exhibition 2009

Mahasiswa NTUST – Indonesian Students Association menyelenggarakan Indonesian Culture Exhibition (ICE) 2009. ICE 2009 diadakan selama dua hari yaitu pada tanggal 12 dan 13 Maret 2009 dengan mengambil tema “The Mosaic of Indonesia”. Acara kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana NTUST-ISA pertama kalinya bekerjasama dengan IOCA (Indonesian Overseas Chinese Association) untuk menampilkan Indonesian Culture Performance. Acara berjalan dengan sangat meriah dan dipadati oleh pengunjung.

Pada hari pertama, culture exhibition ini menampilkan pameran benda-benda budaya dan mengadakan beberapa workshop antara lain Cooking Workshop, Angklung Workshop dan Ketupat Workshop. Selain benda-benda budaya, ICE 2009 juga membuat berbagai miniature stupa, danau toba, gunung merapi dan lain sebagainya. Acara juga diselingi dengan permainan tradisional seperti congklak dan pada waktu tertentu juga disediakan makanan dan minuman khas Indonesia.

 

 


Selain itu, lain dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ICE 2009 mengadakan Singing Competition bagi mahasiswa-mahasiwa non Indonesia. Lomba nyanyi ini diikuti lebih dari 20 kontestan dari berbagai negara dengan menyanyikan lagu Rasa Sayange dalam versi bahasa Indonesia maupun Mandarin. Posisi pertama dan kedua ditempati oleh mahasiswi Jepang dan Taiwan.

Pada hari kedua yang merupakan puncak acara, ICE 2009 menampilkan serangkaian culture performance. Acara dimulai dengan memperkenalkan adat pernikahan pengantin Jawa. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Presiden NTUST, Chen.. dan Bapak Kepala KDEI, Bapak Suhartono, wakil dari IOCA Bapak Zhang serta tamu terhormat lainnya.


Beberapa tarian yang dibawakan antara lain Tari Yapong, Tari Cendrawasih, Tari Sahureka dan Tari Kayau. Dalam kesempatan ini, IOCA juga turut mempersembahkan Tari Tempurung, Tari Lilin serta persembahan lagu Bengawan Solo yang dibawakan secara interaktif dengan mengajak pengunjung menari bersama. Selain tarian tradisional, juga ditampilkan musik tradisional Angklung dan Rebana. Permainan musik tradisional Angklung sangat menarik pengunjung karena dapat memainkan lagu pop Mandarin dan pengunjung dapat menyanyi bersama. Dalam acara ini, pengunjung juga mendapat kesempatan mencicipi makanan Indonesia yang membuat acara budaya ini menjadi lengkap.


Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan baik dan menarik. Dalam menyelenggarakan acara ini, mahasiwa Indonesia bekerjasama dengan mahasiswa lokal dan mahasiwa asing lainnya seperti dalam pembuatan miniatur-miniatur, penampilan tari dan musik, sehingga mahasiswa asing dapat terlibat secara langsung dan dapat mengenal budaya Indonesia. Total pengunjung selama dua hari mencapai lebih dari 700 orang.


 

 

Read more...

Resesi Ekonomi, Taiwan akan Memotong Jumlah Tenaga Kerja Asing

Resesi ekonomi akhir-akhir ini telah mengakibatkan tingkat pengangguran meningkat. Dalam kaitan ini, Pemerintah Taiwan akan memotong jumlah tenaga kerja asing untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang Taiwan. Dewasa ini, Taipei sedang berusaha menekan jumlah tenaga kerja asing dan menciptakan 70,000 hingga 80,000 kesempatan kerja bagi orang Taiwan. Sebagai contoh sekitar 20-25 persen pekerja bangunan berasal dari tenaga kerja asing, akan dikurangi hingga menjadi 15 persen, untuk mengusahakan lapangan pekerjaan di masa mendatang.

 

Angka pengangguran bulan November 2008 mencapai 4.64 persen atau lebih dari 500,000 orang. Menurut Directorate General of Budget, Accounting and Statistics (DGBAS), ini merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir ini sehingga mengundang kekhawatiran karena tahun 2009 perekonomian diperkirakan memburuk dan angka pengangguran diindikasikan akan naik. Kelompok umur 45-64 tahun biasanya menjadi tulang punggung perekonomian keluarga, namun saat ini diperkirakan tingkat pengangguran pada kelompok ini berjumlah 100,800 sehingga akan memberikan dampak sosial yang besar. Penduduk yang menganggur akibat tutup atau bangkrutnya perusahaan, saat ini berjumlah 202,000 orang. Pekerja yang bekerja sebanyak 35 jam per minggu saat ini berjumlah 741,000 orang. Angka ini tidak termasuk pekerja yang menerima upah dibawah US$300 per bulan.



Read more...

Tenaga Kerja Indonesia Ilegal "dibuang" Majikan

Sabtu, 13 Desember 2008 malam hari di daerah Taichung County terjadi peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang Tenaga Kerja Indonesia. Malam itu terlihat seorang Tenaga Kerja Indonesia di tengah jalan yang sedang kebingungan mencari pertolongan dan kesakitan karena jari-jari tangannya putus dan bersimbah darah.

 

Pihak kepolisian setempat menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan bahwa Tenaga Kerja Indonesia nahas bernama Sunarni (24), tersebut merupakan Tenaga Kerja Indonesia kaburan yang bekerja secara ilegal di Taiwan. Ia disebut kurang berkonsentrasi ketika bekerja secara ilegal di sebuah pabrik sehingga mengakibatkan putusnya jari jemari tangannya. Tenaga Kerja Indonesia tersebut meletakkan tangannya pada sebuah mesin dan secara tidak sengaja terpotong oleh mesin tersebut.

 

Majikan yang mengetahui hal ini langsung membawa Sunarni dengan mobil pergi dari pabrik. Mungkin karena takut jika dituntut memperkerjakan Tenaga Kerja Indonesia secara ilegal, maka dia menyuruh Sunarni turun dari mobil dan meninggalkannya begitu saja di tempat yang sepi. Pihak kepolisian setempat segera membawa Sunarni ke Rumah Sakit terdekat untuk di beri pengobatan. Pengacara Huang Y-lin mengatakan, majikan Tenaga Kerja Indonesia tersebut bersalah karena dia dianggap lari dari tanggung jawab.

 

Sunarni datang ke Taiwan tiga tahun lalu dan bekerja secara legal di daerah Taipei sebagai Pembantu Rumah Tangga. Sunarni seharusnya sudah selesai kontrak tahun lalu dan pulang ke Tanah Air. Namun, Sunarni bersama dengan teman-teman Tenaga Kerja Indonesia lainnya kabur dan bekerja secara ilegal di tempat lain. Sunarni mengatakan bahwa seminggu sebelum kejadian, seorang agen gelap memperkenalkan dan membawa dia ke sebuah pabrik di daerah Feng Yuan, dia sendiri tidak mengetahui siapa nama majikan dan dimana pabrik tempat dia bekerja tersebut.

 

Pada malam kejadian itu, majikan perempuan memanggil seorang laki-laki yang dikatakan sebagai anak dari majikan tersebut untuk membawa Sunarni ke daerah sekitar Dan Zi dan menurunkan dia, lalu ditinggalkan begitu saja. Dari kasus ini, kepolisian setempat menduga bahwa majikan Sunarni merasa takut ketahuan memeperkerjakan pekerja ilegal sehingga melakukan tindakan keji tersebut. Polisi berjanji akan berupaya keras menangkap majikan ini dan jika dilihat dari luka yang dialami oleh Sunarni, majikan tersebut akan di kenai hukuman denda sebesar NT$ 150.000,- sampai NT$ 750.000- serta hukuman penjara minimal 3 tahun atau maksimal 10 tahun.

 

Setelah dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit, saat ini Sunarni ditampung sementara di penampungan sambil menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. Kasus Sunarni sekiranya bisa menajadi pelajaran bagi rekan Tenaga Kerja Indonesia lainnya bahwa menjadi Tenaga Kerja Indonesia kaburan dan bekerja secara ilegal bukan merupakan suatu pilihan yang baik kaena tidak mempunyai jaminan bekerja yang aman serta tidak ada pihak berwenang yang dapat melindungi kita.

Read more...

Tahun 2008 Tenaga Kerja Indonesia Sumbang Devisa 130 Triliun Rupiah

Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang selama ini dipandang sebelah mata, ternyata menghasilkan devisa yang sangat besar bagi negara. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memperkirakan devisa yang disumbangkan TKI pada tahun 2008 ini sebesar Rp 130 triliun atau 13 miliar dollar AS.

 

Kepala BNP2TKI, Moh. Jumhur Hidayat menyatakan, setiap tahun devisa yang dihasilkan TKI untuk negara selalu meningkat. Pada tahun 2008 ini saja, TKI telah menghasilkan devisa sebesar Rp 130 triliun. Devisa senilai itu sudah tertinggi setelah devisa migas yang sebesar Rp 180 triliun.

 

Selain itu BNP2TKI akan terus mendorong TKI yang bekerja non pembantu rumah tangga (PRT). Apalagi tahun 2009 mendatang akan banyaknya penerimaan TKI non PRT di sektor-sektor baru di negara-negara seperti, Kanada, Eropa Timur, New Zealand dan Afrika Selatan.


Sumber : http://kompas-tv.com

Read more...

Presiden RI : Canangkan 2009 Sebagai Tahun Indonesia Kreatif

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meuthia Hatta Swasono dan Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Ketua Umum PHI ke-80, Nila F. Moeloek melaksanakan Pemukulan Gong (3 dimensi) sebagai tanda pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009 (TIK 2009).

 



Pada kesempatan tersebut Presiden RI antara lain mengemukakan, pemerintah mendukung penuh program Indonesia kreatif yang dicanangkan bersamaan waktunya dengan Hari Ibu ke 80 diselenggarakan. Mengingat industri kreatif merupakan pengembangan ekonomi gelombang keempat dengan prospek cerah, utamanya pada saat krisis global saat ini, sekaligus diharapkan mampu mendorong kaum perempuan Indonesia, dapat mengambil peran yang lebih besar dalam memajukan industri kreatif di tanah air.

 



Pada bagian lain Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan, sektor pengembangan program Indonesia kreatif berpeluang menyerap tenaga kerja 5,4 juta, 6,3 persen kontribusi terhadap perekonomian (PDB) dan sekitar 9 persen pada ekspor. Terhadap pasar dalam negeri aspek bisnis kreatif potensinya sangat besar.


Sumber : http://depdag.go.id

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd