Menu

Perdagangan (75)

Difasilitasi KDEI Taipei, waralaba Baba Rafi segera hadir di Taiwan  

Taipei, 28 Januari 2019 – Kehadiran Waralaba Baba Rafi di Taiwan ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) pembukaan Master Franchise Baba Rafi oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia di Taiwan (APIT), Deyantono dan CEO Baba Rafi, Hendy Setiono dan disaksikan oleh Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi di Taipei.

Menurut Didi, “Sejak tahun lalu KDEI Taipei gencar memfasilitasi adanya kerjasama antara pengusaha Indonesia yang ada di Taiwan yang dinamakan APIT dengan pengusaha di Indonesia. Hasilnya, pada bulan Oktober 2019, APIT yang dipimpin Deyantono menandatangani nota kesepahaman kerjasama ritel dengan APRINDO yang digawangi oleh Roy N. Mandey dan disaksikan oleh beberapa pejabat Kementerian Perdagangan. Kerja sama APIT dan Waralaba Baba Rafi merupakan realisasi awalnya”.

Baba Rafi merupakan kisah sukses waralaba Indonesia yang melebarkan sayapnya tidak hanya di Indonesia, tetapi di mancanegara. Bahkan untuk Kebab Turki Baba Rafi dinobatkan sebagai The World’s Biggest Kebab Chain.

Data Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa pertumbuhan waralaba di Indonesia sedang berkembang pesat. Sebanyak 555 merek usaha dan dengan jumlah 45 ribu gerai yang berpotensi diwaralabakan.

“Ini tidak hanya bisnis yang berorientasi profit, tetapi lebih dari, kami masyarakat sekaligus pengusaha Indonesia di Taiwan ingin mempersembahkan yang terbaik untuk negeri dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia” Sambung Deyantono sebelum penandatanganan LoI.

Masyarakat Indonesia di Taiwan mencapai kurang lebih dari 300 ribu orang, sebagian besar merupakan pekerja migran. Bahkan untuk jumlah pekerja migran, jumlah di Taiwan merupakan kedua terbanyak setelah Malaysia.

“Ada peluang pasar yang sangat besar, apalagi kebab sudah digemari oleh banyak kalangan, sehingga pangsanya sebetulnya tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat Taiwan itu sendiri” kata Didi.

Deyanto menambahkan bahwa keinginan menghadirkan brand-brand Indonesia di Taiwan masih sangat besar, oleh karenanya APIT akan sangat menyambut baik untuk bekerja sama jika ada restoran dari Indonesia yang akan mengembangkan sayapnya  di Taiwan. Dibandingkan dengan agresfitas Thailand dan Vietnam, bisa dikatakan kiprah restoran Indonesia di Taiwan masih sangat terbatas, padahal dengan kekuatan rasa dan kekhasan kuliner Indonesia bisa bicara banyak di Taiwan.

Pada kesempatan di Taipei, CEO Baba Rafi, Hendy Setiono juga menyempatkan untuk menyampaikan motivasi berwirausaha ke pekerja migran Indonesia di Taiwan dalam acara Exit Program PMI Taiwan. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 75 pekerja migran Indonesia.

 

Read more...

Partisipasi KDEI Taipei dalam Taiwan New Year Market Fair 2019

Taipei, 17 Januari 2019, Kepala KDEI Taipei dan Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taipei melakukan kunjungan ke Pavilion Indonesia di acara Taiwan New Year Market Fair 2019 di TWTC yang akan berlangsung sejak tanggal 17 – 21 Januari 2019. Pavilion Indonesia ditempati 18 perusahaan yang menjual produk Indonesia, terdiri dari produk kerajinan rotan, kerajinan kayu, aksesoris dari perak, makanan, produk herbal, kopi dan batik.

Read more...

kunjungan KDEI Taipei ke Taiwan Power Co. Taiwan

Taipei, 18/12/2018. Kepala KDEI Taipei bersama delegasi dari PT. SCSI terdiri dari Komisaris, Direktur Utama dan Direktur Operasional melakukan kunjungan ke Taiwan Power Co. Kunjungan dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama kedua perusahaan di bidang perdagangan dan inspeksi batu bara dari Indonesia.

Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama dengan dasar komunikasi dan transparansi yang semakin baik.

Read more...

Pererat Kerja Sama Ekonomi, KDEI Taipei dan TETO tandatangani MoU Kerja Sama Ekonomi Komprehensif

Taipei - 19 Nopember 2018. Kepala KDEI Taipei dan Kepala TETO menandatangani MoU Comprehensive Economic Cooperation yanh disaksikan oleh Deputi Infrastruktur Kementerian Koordinator Perekonomian RI dan Menteri Ekonomi Taiwan.

MoU ini akan menjadi dasar beberapa kerjasama penting di bidang perekonomian di kemudian hari.

Kedua belah pihak akan membangun sebuah platform komunikasi terstruktur yang berdasarkan pada win-win solution, bersama-sama mendorong kerjasama dalam beberapa sektor seperti infrastruktur dan SEZ, perdagangan, pengembangan industri, investasi, pertanian, capacity building, dsb. Lebih lanjut, empat working group akan dibentuk yang fokus pada beberapa topik tertentu.

Read more...

Partisipasi KDEI Taipei dalam Trade Expo Indonesia 2018

KDEI Taipei telah berpartisipasi dalam kegiatan Trade Expo Indonesia ke-33 yang berlangsung pada tanggal 24-28 Oktober 2018 di International Convention and Exhibition (ICE) Centre, Bumi Serpong Damai, Banten. Dalam kegiatan yang dibuka oleh Presiden RI tersebut, tercatat ada 41 pelaku usaha Taiwan yang tergabung sebagai buyers dalam rombongan KDEI . Dalam partisipasinya tersebut telah terjadi beberapa kesepakatan bisnis dengan potensi nilai transaksi total sebesar USD 45,136,418.
Di sela-sela rangkaian TEI tersebut, beberapa buyers Taiwan yang tergabung dalam APEC SME Service Association juga melakukan pertemuan dengan beberapa Pelaku Usaha Kecil dan Menengah Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Prima. Pertemuan ini berlangsung pada tanggal 25 Oktober 2018 di Mula Galeria, Jakarta.

Read more...

Buying Mission KDEI Taipei di Trade Expo Indonesia 2018

Dalam rangkaian kegiatan TEI 2018, KDEI Taipei juga melakukan buying mission di mana melalui misi tersebut dapat ditandatangani tiga Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 26 Oktober 2018. Terdapat masing-masing dua perusahaan Taiwan dan dua perusahaan Indonesia ditambah satu asosiasi Indonesia dan satu asosiasi Taiwan yang melakukan penandatanganan MoU di hadapan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag dan Kepala KDEI Taipei.
MoU pertama merupakan MoU mengenai transaksi produk sayur mayur antara CV. Birona Agro Mulia yang berbasis di Kab. Karo, Sumatera Utara, dengan Jyh Tzay Trade Co. Ltd. yang berpusat di Yunlin, Taiwan. Diperkirakan dari penandatanganan MoU ini akan terjadi transaksi sebesar USD 2,100,000.
MoU kedua yang ditandatangani adalah MoU antara PT. Prima Multi Mineral dengan Sino-Indo Co. Ltd. MoU yang berintikan transaksi penjualan batu bara sebanyak 200,000 ton ini diperkirakan bernilai transaksi sebesar USD 21,600,000.
MoU yang terakhir ditandatangani adalah MoU antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APERINDO) dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Taiwan (APIT). MoU ini sendiri bukanlah MoU mengenai transaksi komoditas melainkan MoU kerja sama antara kedua asosiasi ini untuk pengembangan ritel Indonesia di pasar Taiwan. Diharapkan dengan penandatanganan MoU ini ekspor produk Indonesia ke Taiwan dapat meningkat setidaknya USD 10,000,000 setiap tahun.

Read more...

Scan-D Corporation menerima Primaduta Awards 2018

Pada hari pertama pelaksanaan Trade Expo Indonesia 2018, Kepala KDEI Taipei mewakili Scan-D Corporation menerima penghargaan Primaduta Awards sebagai importir yang secara konsisten melakukan impor terhadap produk Indonesia.

Importasi furniture kayu jati oleh Scan-D Corporation dari Indonesia dimulai sejak 30 tahun yang lalu. Untuk mendapatkan produk yang bagus perusahaan ini melakukan kunjungan ke pelosok Pulau Jawa seperti Jepara, Solo, Kulonprogo, Kutoarjo, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Dengan kondisi transportasi dan tempat penginapan yang kurang memadai, pemilik perusahaan, Mr. Lim Pok Chin, mampu menyatu dengan masayarakat dan supplier furniture kayu jati di daerah tersebut.

Untuk meningkatkan kualitas produk, pemilik perusahaan Mr. Lim Pok Chin tidak segan-segan untuk memberikan saran dan masukan kepada supplier mengenai design. Dengan saran dan masukannya, furniture kayu jati dari Indonesia sangat popular di Taiwan yang memiliki konsep Scandinavian, Simply dan Contemporary.

Scan-D Corp juga menyampaikan kebanggaannya bekerja bersama-sama Bapak Joko Widodo yang waktu itu sebagai Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komda Solo untuk meningkatkan impor furnitur ke Taiwan dan negara-negara lain.

Dari sekitar 150 gerai Scanteak (Brand dari Scan-D Corp.) di dunia, 100 diantaranya berada di Taiwan. Hal ini menunjukkan bahwa Taiwan merupakan pasar yang penting bagi Indonesia dan Scan-D.

Read more...

Pre-Departure Briefing untuk Kunjungan ke 33rd Trade Expo Indonesia

Taipei, 15 Oktober 2018. KDEI Taipei menyelenggarakan pre-departure briefing sebelum kunjungan ke 33rd Trade Expo Indonesia (TEI). Pada kesempatan tersebut, beberapa pengusaha Taiwan hadir untuk melakukan diskusi mengenai persiapan ke TEI.

Pada kesempatan yang sama, KDEI Taipei menyampaikan selama TEI, KDEI Taipei akan meyelenggarakan pertemuan dengan komunitas UKM Indonesia untuk berbagi pengalaman dan presentasi produk kepada pengusaha Taiwan.

Read more...

Membahas Percepatan Kerjasama Pertanian, Mentan RI Bersama Kepala KDEI Taipei Bertemu Dengan Mentan Taiwan

 

Taipei, 9 Oktober 2018. Menteri Pertanian RI dan Kepala KDEI Taipei bertemu dengan Mentan Taiwan untuk membahas berbagai inisiasi kerjasama, diantaranya Karawang Demo Farm, investasi Taiwan di sektor pergulaan, dan kepentingan nasional mengenai akses pasar manggis Indonesia ke Taiwan. 

Pada pertemuan tersebut, Menteri Pertanian Taiwan menyampaikan komitmen untuk investasi industri gula Rp 20 triliun di Indonesia. Mengenai akses pasar manggis Indonesia, tim karantina Indonesia akan intensif berkomunikasi dengan tim karantina Taiwan untuk harmonisasi standar perkarantinaan komoditas manggis di kedua Negara. Konsepnya hampir sama dengan protokol membuka ekspor manggis ke China akhir tahun lalu.

Read more...

Kunjungan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Ke Taipei Second Fruit and Vegetable Wholesale Market dan Pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Taiwan (APIT)

Kunjungan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti beserta tim dan Ketua APRINDO ke Taipei Second Fruit and Vegetable Wholesale Market. Taipei Second Fruit and Vegetable Wholesale Market merupakan salah satu pasar buah dan sayuran terbesar di Taiwan. Sebanyak 230.000 ton buah dan sayuran dari seluruh wilayah Taiwan diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan pedagang pengecer, restoran dan lain-lain melalui skema lelang. 


Kunjungan ke Taipei Second Fruit and Vegetable Wholesale Market diterima langsung oleh President Taipei Agricultural Products Marketing Co., Ltd.,Ms. Ming-Wu Ying. Dalam kesempatan diskusi tersebut, pihak Taiwan menyampaikan mengenai proses lelang buah dan sayuran di pasar tersebut dan penentuan standar harga lelang. Pada tingkat harga eceran, pihak otoritas Taiwan melepaskan harga terbentuk dalam mekanisme pasar karena pengeluaran masyarakat Taiwan untuk pangan relatif rendah (15% dari total pengeluaran).


Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti didampingi oleh Kepala KDEI Taipei, Robert J. Bintaryo juga melakukan pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Taiwan (APIT). Dalam pertemuan tersebut APRINDO dan APIT memiliki kesepahaman dalam mendukung ekspansi perusahaan ritel Indonesia di luar negeri dan menjadikan Taiwan sebagai embrio bagi ekspansi tersebut. 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd