Menu

Siaran Pers KDEI (27)

Siaran Pers Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei

Siaran Pers KDEI Semester II 2017

Ekspor ke Taiwan Tahun 2017 Naik,

Indonesia Surplus Perdagangan USD 1,47 miliar

 

Taipei, 7 Februari 2018 – Ekspor Indonesia ke Taiwan terus mengalami peningkatan. Pada periode Januari–November tahun 2017 Ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 4,4 miliar, meningkat 12,06% dibandingkan periode yang sama di tahun 2016. Selama periode Januari–November tahun 2017, Indonesia mengalami surplus perdagangan USD 1,47 miliar dari perdagangan dengan Taiwan. Angka ini naik 3,06% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

“KDEI Taipei akan terus mendorong peningkatan ekspor ke Taiwan dan kita harapkan Indonesia selalu surplus perdagangan dengan Taiwan,” ungkap Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Robert J. Bintaryo

Selama Januari–November tahun 2017 total keseluruhan perdagangan Taiwan dengan Indonesia mencapai USD 7,34 miliar atau naik sebesar 14,06% (yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun 2016. Saat ini, Indonesia menjadi negara asal impor urutan ke-10 dengan nilai USD 4,406 miliar atau 1,86% dari total impor Taiwan.

Ekspor utama Indonesia ke Taiwan tahun 2017, didominasi oleh batu bara, gas alam, minyak mentah, kapasitor elektrik, dan timah yang belum ditempa.

Untuk tahun 2018 ekspor Indonesia ke Taiwan ditargetkan naik 7,8%. Sedangkan untuk produk target ekspor antara lain produk makanan dan minuman, furnitur, kerajinan, pertanian, bahan tambang, alas kaki, garmen, dan perikanan.

Sementara itu, impor utama Indonesia dari Taiwan didominasi oleh minyak bumi olahan, kain rajutan, kondensor untuk tenaga uap, kain dari serat sintetis, serta mesin untuk manufaktur produk plastik dan karet.

Robert menjelaskan, KDEI-Taipei secara berkelanjutan melakukan promosi produk Indonesia dengan berpartisipasi dalam pameran berskala internasional di Taiwan. Selama tahun 2017,

pameran yang diikuti antara lain Taiwan International Halal Expo, Taiwan Fisheries and Seafood Show 2017, dan Agriculture Week 2017, serta Taiwan Coffee Show 2017.

Selain itu, strategi yang dilakukan untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Taiwan antara lain misi dagang, misi pembelian yang juga terintegrasi dengan promosi investasi, pariwisata, dan kerja sama industri. “KDEI Taipei juga memfasilitasi pengusaha Indonesia dan Taiwan dalam kegiatan business matching sebagai tindak lanjut baik dari inquiry eksportir maupun importir Taiwan,” pungkas Robert.

 

---KDEI-TAIPEI---

Read more...

Siaran Pers KDEI Semester I 2017

Perdagangan Hingga Mei 2017 Meningkat,
Kepala KDEI Optimis Perdagangan Indonesia-Taiwan Makin Maju

 

Taipei, 25 Juli 2017 – Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Robert James Bintaryo mengungkapkan beberapa capaian membanggakan sektor perdagangan dan investasi Indonesia dengan Taiwan. Pada periode Januari-Mei 2017, total perdagangan Taiwan dengan Indonesia mencapai sekitar USD 3,40 miliar, naik 17,28% dibandingkan periode yang sama di 2016. Indonesia mengalami surplus perdagangan USD 678,53 juta, naik 24,77% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

“Ekspor Indonesia ke Taiwan pada periode Januari-Mei 2017 mengalami peningkatan 18,47% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016. Saat ini Indonesia menjadi negara asal impor urutan ke-10 dengan total nilai USD 2,04 milyar atau 1,95% dari total impor Taiwan. Capaian positif ini memberikan optimisme bagi peningkatan kinerja perdagangan Indonesia-Taiwan di masa depan. Kami akan bekerja lebih baik lagi,” ujar Robert.

Adapun produk impor nonmigas Taiwan dari Indonesia untuk periode Januari-Mei 2017 adalah batu bara (HS 2701), nikel (HS 7501), dan timah tak ditempa (HS 8001). Robert mengungkapkan bahwa masih banyak produk Indonesia yang mendominasi impor Taiwan, antara lain kayu, produk tisu, dan makanan olahan hewani.

Robert mengungkapkan, guna meningkatkan penetrasi produk Indonesia di pasar Taiwan, KDEI-Taipei berpartisipasi dalam Halal Expo 2017 di Taipei. 

Dari hasil keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut, tercatat estimasi transaksi sebesar USD 615.773,- atau sekitar Rp 8,2 Milyar. Perusahaan yang mencatatkan transaksi terbesar adalah CV. Karya Omega dan PT. Javara dengan masing-masing transaksi sebesar USD 271.000,- (sekitar Rp 3,6 Milyar) dan USD 94.300,- (sekitar Rp 1,3 milyar).

“Salah satu faktor penting yang dimiliki kedua perusahaan sehingga sukses di Halal Expo tersebut adalah keunikan produk dan keselarasan pengemasan yang sesuai dengan preferensi pasar Taiwan” lanjut Robert.

Sebelumnya pada 29 Maret 2017, KDEI juga berpartisipasi dalam Sourcing Taiwan 2017. Sebanyak 32 perusahaan dari sektor industri mesin, elektronik dan telematika, jasa, e-commerce, peralatan olah raga, busana/fesyen, kosmetik, makanan dan pertanian, peralatan otomotif, dan green energy turut berpartisipasi. Tercatat juga adanya inquiries produk karet dan karet olahan, produk logam untuk peralatan industri, kerajinan tangan kayu, kopi bubuk, saus cabe, peralatan fitness, dan makanan organik.

Selain sektor perdagangan, perkembangan sektor investasi dengan Taiwan juga menunjukkan peningkatan positif. Total capaian rencana investasi (Izin Prinsip) langsung dari Taiwan periode Januari - Mei 2017 sebesar USD 161,3 juta. Capaian ini meningkat 113% yoy dan sudah mencapai 56% dari total target di tahun 2017.

 

Investasi Lebih dari USD 220 Juta

Sementara itu, Robert juga menegaskan KDEI akan terus bekerja keras mengawal tumbuhnya realisasi investasi Taiwan di Indonesia yang tercatat lebih dari USD 220 juta. Robert merinci perusahaan yang serius akan berinvestasi di Indonesia. Salah satu di antaranya berminat investasi di bidang usaha industri garam beserta produk turunannya senilai USD 120 juta. 

“Perusahaan sedang mengevaluasi hasil feasibility study (FS) selama 3 bulan dan kemudian akan memutuskan lokasi proyeknya. KDEI akan terus menindaklanjuti rencana tersebut dengan memberikan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mempercepat FS-nya,” tegas Robert.

Ada pula perusahaan asal Taiwan yang berminat berinvestasi di bidang industri penggilingan beras senilai USD 13 juta. Dan perusahaan dengan minat investasi di bidang industri komponen sepatu senilai USD 10 juta. 

“Untuk perusahaan tersebut, rencana tindak lanjutnya adalah memfasilitasi pengajuan izin prinsip secara online,” lanjut Robert.

Selanjutnya salah satu perusahaan pupuk asal Taiwan juga berminat melakukan investasi di Indonesia dan sedang menjajaki kerja sama dengan PT. Pupuk Indonesia saat kunjungan Menteri Pertanian Taiwan ke Indonesia pada 5-9 April 2017 lalu.

 

Perkembangan Pariwisata dan Industri

Jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia (periode Januari-Februari 2017) berjumlah 33.702 orang atau naik 15,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Oleh karena itu, KDEI terus berupaya menggenjot peningkatan wisatawan dari Taiwan dengan melaksanakan Pameran Budaya Indonesia bertajuk Memahami Indonesia Melindungi Taiwan di kota Taichung yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Taiwan. KDEI juga melakukan kunjungan ke kantor Biro Pariwisata Taiwan untuk membahas peningkatan aktivitas pariwisata antara Taiwan dan Indonesia. 

“KDEI juga berpartisipasi dalam pagelaran budaya Indonesia bertajuk Indonesia Cultural Day 2017 di National Central University, serta berpartisipasi dalam Indonesia Festival 2017 di National Pingtung Univeristy Science and Technology. KDEI juga mempromosikan destinasi wisata baru di Indonesia yang disebut 10 New Bali di situs resmi KDEI,” jelas Robert.

Di samping itu, kerja sama industri dengan Taiwan juga menunjukkan peluang yang semakin besar. Pada Taiwan-Indonesia Industrial Collaboration Summit (TIICS) di Kaohsiung, 29-31 Maret 2017 telah dilakukan penandatanganan 6 nota kesepahaman (MoU) oleh beberapa industri, asosiasi, dan perusahaan. Bebrapa bidang yang mulai digarap antara lain yaitu transfer teknologi, pelatihan bakat, serta penelitian dan pengembangan untuk energi hidrogen.

“Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama industri antara Taiwan dan Indonesia,” pungkas Robert.

 

--selesai--

Sumber: Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, Taipei, Taiwan

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2016

Perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Oktober 2016 naik 28,34% (mom), dengan ekspor tercatat USD 441,12 juta, naik 29,17% (mom) dan surplus USD 184,13 juta, naik 32,40% (mom).

 

Kinerja Perdagangan Taiwan - Dunia

Selama periode Januari-Oktober 2016, total perdagangan Taiwan dengan Dunia mencapai USD 418,39 milyar, turun 2,15 persen (yoy), dengan mencapai surplus sebesar USD 40,33 milyar. Kontribusi terbesar total perdagangan Taiwan Tersebut berasal dari perdagangan dengan negara-negara di kawasan Asia, dengan kontribusi 66,63 persen. Sementara, total perdagangan Taiwan dengan ASEAN mencapai USD 56,77 milyar, atau naik 2,18 persen (yoy).

Total ekspor Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Oktober 2016 mencapai USD 229,36 milyar, atau turun 2,90 persen (yoy), dengan negara utama tujuan ekspor Taiwan meliputi Rep. Rakyat Tiongkok, Hongkong, dan Amerika Serikat yang berkontribusi sebesar 51,65 persen. Sementara, total impor Taiwan dari Dunia mencapai USD 189,03 milyar, atau turun 1,21 persen (yoy), dengan negara utama asal impor Taiwan meliputi Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat dengan kontribusi sebesar 49,33 persen.

Produk ekspor utama Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Oktober 2016 meliputi komponen elektrikal, memori, minyak, motor listrik dan generator, dan komponen optik&fotografi. Sementara, produk impor utama Taiwan dari Dunia meliputi komponen elektrikal, minyak mentah mengandung bitumen, komponen permesinan&mekanikal, dan memori.

 

Kinerja Perdagangan Taiwan - Indonesia

Aktivitas total perdagangan Indonesia-Taiwan pada bulan Oktober 2016 mencapai USD 698,11 juta, naik 28,34 persen (mom), dengan surplus sebesar USD 184,13 juta. Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan (periode Jan-Okt) mencapai USD 5,88 milyar, atau turun 24,92 persen (yoy), dengan surplus sebesar USD 1,35 milyar.

Nilai Ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2016 mencapai USD 441,12 juta, atau naik 29,17 persen (mom), sedangkan nilai impor Indonesia dari Taiwan mencapai USD 256,99 juta, atau naik 26,95 persen (mom). Secara kumulatif (Jan-Okt), nilai ekspor Indonesia mencapai USD 3,61 milyar, atau turun 31,30 persen (yoy), sedangkan nilai impor tercatat USD 2,26 milyar.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada periode Januari-Oktober 2016 didominasi oleh batu bara USD 851,80 juta, gas alam USD 701,06 juta, minyak mentah USD 286,57 juta, nikel USD 116,81 juta, logam termasuk emas USD 112,93 juta. Sementara, produk impor utama dari Taiwan didominasi oleh kain rajutan (dicelup) USD 86,12 juta, sirkuit elektronik USD 47,19 juta, minyak (bukan mentah) USD 50,88 juta, ikan tuna USD 30,94 juta, dan serat buatan USD 26,65 juta.

Sepanjang tahun 2016, ekspor Indonesia ke Taiwan terus mengalami tekanan terutama juga dipengaruhi oleh turunnya permintaan industri Taiwan dari pasar Dunia terhadap sejumlah produk seperti pada impor logam termasuk emas (turun 27,80 persen), minyak (turun 19,70 persen), besi-baja (turun 17,18 persen), dan kimia organik (turun 12,15 persen).

 

Perkembangan Investasi

Berdasarkan FDI Markets, the Financial Times, investasi Taiwan ke Dunia selama tahun 2016 (s.d. Q3) sebesar USD 5,6 milyar, atau turun 41,01 persen (yoy). Sementara, nilai investasi Taiwan ke ASEAN mengalami peningkatan sebesar 250 persen (yoy), dengan nilai sebesar USD 3,5 milyar. Secara khusus, total realisasi investasi Taiwan ke Indonesia (s.d. Q3/2016) mencapai USD 118,0 juta, atau tumbuh 23 persen (yoy) dengan sektor utama pada industri kertas, industri mineral non logam, industri karet, dan industri plastik.

 

Perkembangan Pariwisata Tahun 2016

Wisatawan Taiwan yang berkunjung ke luar negeri (Asia, Amerika, Eropa Oceania dan Afrika) hingga bulan November 2016 mencapai 13.515.583 orang (12.549.722 orang berkunjung ke Asia), atau naik 10,79 persen (yoy), dan naik 9,83 persen (yoy) bagi wisatawan Taiwan ke Asia.

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2016 mencapai 163.350 orang, atau turun  1,33  persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan selama Januari-Nopember 2016 mencapai 167.905 orang, atau naik 4,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Pelayanan WNI

Sepanjang tahun 2016, KDEI-Taipei telah memberikan layanan keimigrasian kepada WNI berupa penggantian paspor sebanyak 25.991 buah (naik 204,3 persen, yoy), permohonan SPLP sebanyak 4.858 buah (20,4 persen, yoy), dan surat keterangan (affidavit) sebanyak 40 buah (turun 32,2 persen, yoy). Sementara, layanan pengesahan dokumen kekonsuleran dan ketenagakerjaan telah diberikan sebanyak 101.572 dokumen, atau naik 8,55 persen, meliputi pengesahan dokumen perjanjian kerja, surat kuasa, dan dokumen konsuler lainnya.

 

Penanganan Ketenagakerjaan

Menurut data The Ministry of Labor (MoL) Taiwan hingga November 2016, total TKI di Taiwan sebanyak 243.136 orang (24,94 persen pada Lembaga Berbadan Hukum, 75,06 persen pada sektor domestik), atau naik 2,83 persen (yoy). Sementara, total pengaduan TKI selama tahun 2016 mencapai 1.051 kasus (950 kasus selesai). Jika dibandingkan dengan tahun 2015, total pengaduan TKI tercatat turun sebesar 2,87 persen dibanding tahun 2015. Beberapa kasus yang telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 antara lain (i) fasilitasi pemulangan jenazah TKI a.n Trias Tomi (sakit koma infeksi usus dan paru-paru), Sutrisno (ABK LG jatuh di laut), dan Maikhel Sembiring (hilang di laut), (ii) fasilitasi pemulangan TKI bermasalah a.n Sunarmi (TKI Sakit), Intan Rosdiana (kaburan membawa anak), Maikhel Sembiring (Hilang di laut), Nurul Hidayati (ingin pulang), Supiyati (kecelakaan lalu lintas), Veronika (sakit Leukimia) dan Sutersih (sakit TBC), (iii) fasilitasi klaim asuransi TKI korban kekerasan seksual a.n. Siti Zulaiyanah Bt Buyono, dan (iv) penanganan TKI Sakit a.n Titin Maryati (sakit ginjal) dan Ismoro (sakit karena pengeroyokan).

---KDEI-TAIPEI---

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan November 2016

Ekspor non migas Indonesia ke Taiwan bulan Agustus mencapai USD 254,26 juta, naik 2,41% (mom), dan surplus perdagangan tercatat USD 131,81 juta.

Total transaksi Taiwan di TEI mencapai rekor baru sebesar USD 30,79 juta.

 

Kinerja Perdagangan Taiwan - Dunia

Selama periode Januari-Agustus 2016, total perdagangan Taiwan dengan Dunia mencapai USD 328,55 milyar, turun sebesar 5,05 persen (yoy), dengan mencapai surplus sebesar USD 31,58 milyar. Kontribusi terbesar total perdagangan Taiwan tersebut berasal dari perdagangan dengan negara-negara di kawasan Asia, dengan kontribusi sebesar 64,14 persen. Sementara, total perdagangan Taiwan dengan ASEAN mencapai USD 50,44 milyar, atau turun 7,57 persen (yoy).

Total ekspor Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Agustus 2016 mencapai USD 180,06 milyar, atau turun 5,11 persen (yoy), dengan negara utama tujuan ekspor Taiwan meliputi Rep. Rakyat Tiongkok, Hong Kong, Amerika Serikat yang berkontribusi sebesar 51,00 persen. Sementara, total impor Taiwan dari Dunia mencapai USD 148,48 milyar, atau turun 4,98 persen (yoy), dengan negara utama asal impor Taiwan meliputi Rep. Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

Produk ekspor utama Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Agustus 2016 meliputi komponen elektrikal, komponen permesinan & mekanikal, plastik, komponen optik&fotografi. Sementara, produk impor utama Taiwan dari Dunia selama periode Januari-Agustus 2016 meliputi komponen elektrikal, komponen permesinan & mekanikal, minyak, dan kimia organik.

Kinerja Perdagangan Taiwan - Indonesia

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan pada bulan Agustus 2016 mencapai USD 561,17 juta, turun 12,46 persen (mom), dengan surplus sebesar USD 131,81 juta. Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan (periode Jan-Agt) mencapai USD 4,64 milyar, atau turun 28,12 persen (yoy), dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,03 milyar.

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Agustus 2016 mencapai USD 346,49 juta, atau turun 10,00 persen (mom), sementara nilai impor Indonesia dari Taiwan mencapai USD 214,68 juta, atau turun 16,15 (mom). Secara kumulatif (Januari-Agustus), nilai ekspor Indonesia mencapai USD 2,83 milyar, atau turun 34,22 persen (yoy), sedangkan nilai impor Indonesia mencapai USD 1,80 milyar.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada periode Januari-Agustus 2016 didominasi oleh batu bara USD 688,06 juta, gas alam USD 523,59 juta, minyak mentah USD 201,94 juta, metal termasuk emas USD 112,93 dan nikel USD 96,68 juta. Sementara produk impor utama periode Januari-Agustus 2016 adalah kain rajutan (dicelup) USD 69,31 juta , komponen elektronik USD 38,35 juta, minyak (bukan mentah) USD 36,08 juta, ikan tuna USD 29,38 juta dan Ethylene USD 24,46.

Transaksi pada International Exhibition 2016

Nilai total transaksi buyers Taiwan pada Trade Expo Indonesia 2016 bulan Oktober 2016 di Jakarta mencapai USD 30,79 juta. Selain itu, telah dilakukan penandatanganan MoU antara Lead Data Inc Taiwan dengan PT. Semen Tonasa dengan nilai USD 11,4 juta, dan MoU antara Scan-D Corporation Taiwan dengan CV. Roda Jati Semarang dan CV. Mulya Abadi dengan nilai USD 4,12 juta.

Sementara, produk perikanan Indonesia pada Taiwan Fisheries and Seafood Expo TIFSS 2016 bulan Nopember 2016 di Kaohsiung Taiwan membukukan estimasi kontak dagang senilai USD 9,78 juta. Selain itu, Indonesia juga berpartisipasi pada Taiwan International Fruits & Vegetables Show (TFVS) bulan Nopember 2016 di Taipei dengan estimasi kontak dagang sebesar USD 1,01 juta. Dalam kesempatan lain, transaksi yang tercatat pada Tea, Coffee, and Wine Expo 2016 mencapai USD 4,12 juta, meningkat lebih dari 150%. 

Perkembangan Investasi

Berdasarkan FDI Markets, the Financial Times, investasi Taiwan ke Dunia selama tahun 2016 (s.d. Q3) sebesar USD 5,6 milyar, atau turun 41,01 persen (yoy). Sementara, nilai investasi Taiwan ke ASEAN mengalami peningkatan sebesar 250 persen (yoy), dengan nilai sebesar USD 3,5 milyar. Secara khusus, total realisasi investasi Taiwan ke Indonesia (s.d. Q3/2016 mencapai USD 118,0 juta, dengan sektor utama pada industri kertas, industri mineral non logam, industri karet, dan industri plastik.

Perkembangan Pariwisata Tahun 2016

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Agustus 2016 mencapai 14.408 orang, sementara jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 14.898 orang. Secara kumulatif, jumlah wisatawan Taiwan berkunjung ke Indonesia periode Januari-Agustus 2016 mencapai 118.875 orang, atau turun 6,29 persen (yoy), sedangkan jumlah wisatawan Indonesia berkunjung ke Taiwan mencapai 120.174 orang, atau naik 1,58 persen (yoy).

Penanganan Ketenagakerjaan

Menurut data The Ministry of Labor (MoL) Taiwan hingga September 2016, total TKI di Taiwan sebanyak 239.257 orang (24,61 persen pada Lembaga Berbadan Hukum, 75,39 persen di domestik).

Sementara, total pengaduan TKI pada bulan Oktober mencapai 112 kasus (85 kasus selesai, 27 masih proses), naik 46,43 persen (mom). Secara kumulatif, hingga 31 Oktober 2016 total pengaduan TKI mencapai 789 kasus (700 kasus selesai, 89 masih proses). Beberapa kasus yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 antara lain (i) fasilitasi Asuransi dan Santunan Kematian 4 (empat) ABK Nelayan Korban Tabrakan Kapal di Perairan Chuwei, (ii) santunan bagi korban gempa Tainan untuk TKI a.n Ellisabet Sami, dan (iii) Fasilitasi pemulangan jenazah bayi TKI a.n Tin Yustika. ---KDEI-TAIPEI---

 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan April 2016

  Momentum awal tahun, perdagangan Indonesia-Taiwan tercatat USD 641,11 juta, naik 19,68 persen (mom)

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 535,68 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Nopember 2015 yang mencapai USD 645,87 juta, turun 17,06 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan migas sebesar 61,38 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 40,32 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 9,01 milyar, turun 19,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2015 secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan. Selain itu, melemahnya nilai tukar NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2015 juga turut memicu menurunnya tingkat permintaan diantara keduanya.

Relatif meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Januari 2016 berbanding lurus dengan neraca perdagangan yang menujukkan angka surplus bagi Indonesia, yakni sebesar 57,96 persen (mom), mencapai USD 165,25 juta, namun bila dibandingkan bulan Januari 2015 mengalami penurunan sebesar 61,47 persen (yoy), yang pada bulan Januari 2015 mencapai USD 428,93 juta. Peningkatan pada Januari 2016 tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan migas yang mencapai 153,67 persen (mom). 

Meski penurunan yang terjadi di tahun 2015 berakibat dari tekanan ekonomi, namun pada Januari 2016 dapat ditinjau adanya pergerakkan positif dalam neraca perdagangan Indonesia-Taiwan. KDEI- Taipei akan terus-menurus melakukan pengembangan dan penajaman fokus pada sejumlah faktor pendorong pertumbuhan perdagangan antara Indonesia-Taiwan, seperti Letter of Intent antara KDEI dan TETO yang ditandatangani pada 11 Maret 2016 lalu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Taiwan sehingga dapat mencapai kembali nilai perdagangan sesuai dengan yang telah ditargetkan. 

 

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2016 mencapai USD 403,18 juta, atau naik 25,94 persen dibandingkan nilai Desember 2015 (mom), namun turun 15,37 persen dibanding bulan Januari 2015 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,19 persen terhadap nilai ekspor. Meningkatnya performa ekspor Indonesia bulan Januari 2016 dipengaruhi oleh peningkatan kinerja baik ekspor migas (naik 150,86 persen) maupun non migas yang naik 5,67 persen (mom). Meski nilai ekspor Indonesia ke Taiwan sejak September 2015 terus mengalami penurunan, akan tetapi dapat dilihat adanya kemajuan postif yang terjadi pada bulan Januari 2016 pada nilai ekspor migas dan non migas, dan diharapkan akan menjadi momentum untuk terus meningkat.

Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Januari 2016 mencapai USD 237,93 juta, atau naik 10,39 persen dibanding bulan Desember 2015 (mom). Apabila dibandingkan dengan Januari 2015, impor Indonesia turun sebesar 15,37 persen (yoy). 

Bertambahnya permintaan produk migas dari Indonesia berkontribusi besar akan kenaikan total impor Indonesia dari Taiwan pada Januari 2016 sebesar 49,06 persen (mom). Sedangkan kenaikan total impor Indonesia dari Taiwan akan produk non migas berperan sebesar 10,18 persen (mom). 

 

Perkembangan Investasi 

Komitmen investasi di bulan Februari 2016 sebesar USD 26,3 milyar atau naik 167% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut diperoleh dari izin prinsip PMDN sebesar USD 5,5 milyar (naik 66%) dan izin prinsip PMA sebesar USD 20,8 milyar yang juga meningkat 218% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, terkait dengan distribusi lokasi komitmen investasi, tercatat Sulawesi menjadi penyumbang terbesar komitmen investasi sebanyak 66% dengan nilai investasi sebesar USD 17,4 milyar, kemudian diikuti oleh Sumatera dengan nilai komitmen investasi sebesar USD 5,3 milyar. Selanjutnya posisi ketiga adalah Jawa dengan kontribusi USD 2,9 milyar, Kalimantan di posisi keempat dengan nilai komitmen USD 370,4 juta, Papua dan Maluku di posisi keenam sebesar USD 251,9 juta dan terakhir Bali, Nusa Tenggara dengan nilai komitmen USD 37 juta.

Sepanjang bulan Maret 2016, tim ekonomi KDEI Taipei (meliputi perdagangan, industri, dan investasi) telah melaksanakan beberapa aktivitas, yaitu kunjungan ke beberapa perusahaan, pertemuan dengan pelaku usaha asal Taiwan, serta pertemuan dengan pelaku usaha dan perbankan asal Indonesia yang sedang menjajaki peluang bisnis di Taiwan, diantaranya pertemuan dengan Apex Precision Technology Corp, Hung Shen Propeller, Shin Chin Industrial Co. Ltd., Yi Cheng Rubber, dan Small and Medium Enterprise Administration (SMEA) MOEA.

 

Perkembangan Pariwisata Februari 2016 

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Februari 2016 mencapai 16.789 orang, atau naik 34,98 persen dibanding bulan Januari 2016, namun turun 2,09 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2016 mencapai 13.766 orang, atau turun 3,00 persen dibanding bulan Januari 2016 dan turun 8,74 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Penanganan Ketenagakerjaan

 

1.TKI a.n Ellysabet Sami

        Salah satu TKI a.n Ellysabet Sami, turut menjadi korban meninggal dalam musibah gempa bumi di Tainan, 6 Februari 2016 lalu. Setelah melewati beberapa tahap identifikasi dan pengurusan dokumen pemulangan jenazah, pada tanggal 23 Maret 2016, KDEI Taipei memenuhi panggilan Taiwan Tainan District Prosecutors Office yang menggelar persidangan untuk mengeluarkan surat kematian resmi alm. Ellysabet Sami. Setelah persidangan, KDEI Taipei menerima surat kematian dimaksud dan jenazah telah dapat dipulangkan ke Indonesia.

      Setelah mendapatkan kepastian dari maskapai penerbangan, selanjutnya jenazah telah dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 27 Maret 2016, dengan penerbangan China Airlines CIO761, nomor kargo 297- 57547615 dari Taoyuan International Airport pukul O8.45 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 13.10 WIB.

 

2.TKI a.n Dindi

       TKI a.n Dindi (bekerja sebagai ABK Nelayan) tenggelam dan hilang dalam insiden tabrakan dengan kapal kargo milik perusahaan Wan Hai Ltd di perairan Kezailiao, Kaohsiung tanggal 29 Februari 2016 lalu. Hingga kini, upaya pencarian terhadap ABK belum membuahkan hasil.

      Usai terjadinya musibah tersebut, KDEI Taipei telah melakukan koordinasi dengan pihak agensi Chiun Da Development Co., Ltd sebagai agensi yang menempatkan ABK ke Taiwan, Kaohsiung Coast Guard, Depnaker Kaohsiung, serta perusahaan Wan Hai Ltd. 

        Pada tanggal 31 Maret 2016, telah dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Depnaker Kaohsiung dengan memanggil pihak agensi, majikan ABK, perwakilan perusahaan Wan Hai Ltd, dan Kaohsiung Coast Guard, untuk bertemu dengan KDEI Taipei membahas hak-hak bagi alm. Dindi.

      Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa pihak majikan akan menyelesaikan seluruh hak ABK berupa gaji dan asuransi. Adapun perusahaan Wan Hai Ltd akan bertanggung jawab memberikan santunan kepada ahli waris ABK yang besarannya masih didiskusikan di pihak internal perusahaan Wan Hai dengan memperhatikan saran dan masukan dari KDEI Taipei, agensi ABK, majikan ABK, dan Depnaker Kaohsiung.

 

3. Pelatihan Tour Guide

       Pada tanggal 10 April 2016, KDEI Taipei kembali menggelar Pelatihan Tour Guide Tingkat Dasar Berbahasa Mandarin bagi TKI di Taiwan. Tujuan pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan dasar serta pemahaman tentang pemandu wisata kepada para TKI, sehingga diharapkan setelah setelah kembali ke Indonesia bisa menekuni dan berprofesi pemandu wisata berbahsa mandarin.

 

 

 ------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Maret 2016

Surplus perdagangan Indonesia-Taiwan tetap tercatat positif USD 2,93 milyar, walaupun aktivitas perdagangan berkontraksi 19,79 persen (yoy).

Indonesia menempati peringkat ke-8 tujuan investasi Taiwan.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 535,68 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Nopember 2015 yang mencapai USD 645,87 juta, turun 17,06 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan migas sebesar 61,38 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 40,32 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 9,01 milyar, turun 19,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2015 secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan. Selain itu, melemahnya nilai tukar NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2015 juga turut memicu menurunnya tingkat permintaan diantara keduanya.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Desember 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 19,87 persen (mom), mencapai USD 104,61 juta, dan bila dibandingkan bulan Desember 2014 mengalami penurunan sebesar 59,47 persen (yoy), yang pada bulan Desember 2014 mencapai USD 258,10 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh tingginya penurunan neraca perdagangan migas yang mencapai 50,41 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,93 milyar, turun 17,82 persen (yoy). KDEI-Taipei akan melakukan evaluasi dan re-focusing pada sejumlah sektor pendorong pertumbuhan perdagangan antara Indonesia-Taiwan. Strategi masif untuk terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan akan menjadi faktor penggerak guna, setidaknya, mencapai kembali nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga pertengahan tahun 2016.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 320,15 juta, atau turun 17,53 persen dibanding bulan Nopember 2015 (mom), dan turun 44,60 persen dibanding bulan Desember 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 86,04 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya performa ekspor Indonesia bulan Desember 2015 dipengaruhi oleh menurunnya kinerja baik ekspor migas (turun 56,72 persen) maupun non migas yang turun 3,33 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 5,97 milyar, terkoreksi 19,32 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 215,53 juta, atau turun 16,35 persen dibanding bulan Nopember 2015. Apabila dibandingkan dengan Desember 2014, impor Indonesia turun sebesar 32,59 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada Desember 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 104,61 juta, USD 28,50 juta, dan USD 23,33 juta.

 

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, kimia organik, dan plastic menjadi produk impor terbesar bulan Desember 2015 dengan nilai masing-masing USD 42,01 juta, USD 37,05 juta, USD 20,70 juta, dan USD 18,92 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Realisasi investasi proyek penanaman modal asing di Indonesia pada tahun 2015 mencapai USD 29.275,54 juta. Adapun lima besar sektor realisasi penanaman modal asing adalah pertambangan; transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi; industri metal, mesin, dan elektronik; listrik, gas, dan air; serta real estates, kawasan industri, dan gedung perkantoran. 

Berdasarkan lokasi, lima besar realisasi penanaman modal asing adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Timur. Sementara, menurut Ministry of Economic Affairs Taiwan, pada tahun 2015 Indonesia menduduki peringkat ke-delapan tujuan investasi Taiwan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-13.

Sepanjang bulan Februari 2016, KDEI Taipei telah melaksanakan beberapa aktivitas. Selain kunjungan ke beberapa perusahaan, juga telah dilaksanakan pertemuan bisnis dengan pelaku usaha asal Taiwan, serta pelaku usaha asal Indonesia yang akan bekerjasama dengan perusahaan Taiwan untuk berinvestasi di Indonesia.

 

Perkembangan Pariwisata 

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Januari 2016 mencapai 12.438 orang, atau naik 4,85 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2016 mencapai 14.193 orang, atau naik 13,76 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Suminah

        Pada tanggal 22 Februari 2016, KDEI-Taipei menerima informasi dari salah satu anggota Satgas TKI terkait adanya TKI yang diduga mengalami gangguan psikis dan berada di penampungan pengurus Masjid Besar Taipei. 

      Pada tanggal 23 Februari 2016, KDEI Taipei membesuk TKI di tempat penampungan pengurus Masjid Besar Taipei City. Dalam pertemuan tersebut, TKI bisa berkomunikasi dengan lancar dan secara fisik dalam kondisi sehat. TKI juga menyampaikan tidak dalam kondisi tertekan. Hanya saja, terkadang TKI menjawab pertanyaan dengan tidak fokus. Berdasarkan pertemuan KDEI Taipei dengan TKI, diperoleh data bahwa nama TKI adalah Suminah.

        Menurut keterangan pengurus Masjid Besar Taipei, bahwa pada tanggal 16 Februari 2015 TKI kabur dari majikan resmi di New Taipei City, namun kemudian bekerja pada majikan ilegal di Kaohsiung.

        Selanjutnya, pada tanggal 17 Februari 2016, TKI yang merasa tidak betah bekerja di majikan ilegal kemudian menyerahkan diri ke Imigrasi Kaohsiung. Saat menyerahkan diri, petugas Imigrasi Kaohsiung memeriksa catatan dan kemudian diketahui TKI telah dilaporkan majikan resmi di New Taipei City dengan tuduhan telah mencuri uang. Mengingat TKI memiliki catatan kriminal, pihak Imigrasi Kaohsiung tidak dapat memproses kepulangan TKI dan kemudian pada tanggal yang sama menyerahkan TKI kepada pihak Imigrasi New Taipei City. 

     Saat ini KDEI Taipei masih terus berkoordinasi dengan pengurus Masjid Besar Taipei untuk memantau kondisi fisik dan mental TKI dimaksud. KDEI Taipei juga masih berkoordinasi dengan Imigrasi New Taipei City untuk memonitor perkembangan kasus pidana yang menjerat TKI.

 

2.TKI a.n Shinta Danuar

        Berdasarkan hasil monitoring KDEI Taipei selama kurang lebih 1 (satu) tahun dan sebagaimana hasil kunjungan terakhir KDEI Taipei bersama pihak agency pada tanggal 23 Februari 2016 ke rumah sakit, diiformasikan bahwa tangan kiri TKI sudah dapat bergerak walaupun secara perlahan-lahan. 

        Adapun perawat dari rumah sakit menjelaskan bahwa TKI sampai saat ini belum dapat bernapas sendiri. Pihak rumah sakit telah beberapa kali mencoba menurunkan volume dari alat pernapasan, namun yang bersangkutan tetap kesulitan untuk bernapas. Pihak rumah sakit menyarankan agar TKI tetap dirawat dan mendapatkan terapi pernapasan sampai yang bersangkutan dapat bernapas sendiri untuk selanjutnya kembali ke Indonesia.

       Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa apabila TKI dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi seperti saat ini, di Indonesia TKI akan membutuhkan alat pernapasan serupa yang harganya berkisar NT$250,000 (dua ratus lima puluh ribu NT$) atau setara dengan Rp.100,000,000.- (seratus juta rupiah) dan membutuhkan perawat khusus untuk merawat TKI baik selama perjalanan ke Indonesia maupun selama di Indonesia. 

       Berdasarkan saran dari pihak rumah sakit, KDEI Taipei telah menanyakan kepada pihak agency terkait kemungkinan kelanjutan perawatan TKI di Taiwan. Pihak agency menjelaskan bahwa pihak majikan tidak keberatan memperpanjang kontrak kerja TKI dan terus membayar premi asuransi kesehatan TKI. Diperkirakan pihak majikan akan memperpanjang kontrak kerja TKI selama setahun kedepan. 

       KDEI Taipei juga telah menanyakan persetujuan kelanjutan perawatan kepada TKI maupun orang tua TKI. Keduanya setuju untuk melanjutkan perawatan di Taiwan. Selanjutnya KDEI Taipei juga telah mengkomunikasikan kepada pihak agency agar dapat kembali memfasilitasi kunjungan keluarga TKI ke Taiwan. Pihak agency telah setuju untuk kembali memfasilitasi hal tersebut dan prosesnya akan dikomunikasikan dengan pihak PPTKIS.

        KDEI Taipei akan terus memonitor perkembangan kondisi TKI selama dirawat di Taiwan.

 

3.Pengembangan Sistem Re-Entry Direct Hiring Sektor Rumah Tangga

Pihak Indonesia dan Taiwan pada tahun 2016 telah sepakat untuk melakukan pengembangan sistem re-entry hiring TKI sektor rumah tangga dari system yang bersifat manual menuju sistem online. 

        Perlu diinformasikan bahwa proses re-entry hiring yang berjalan saat ini masih bersifat manual, sehingga pihak majikan cenderung meminta bantuan agency dalam melakukan proses pengurusan dokumen penempatan TKI ke kantor Direct Hiring Service Center (DHSC) dan biaya pengurusannya kerap kali dibebankan kepada TKI. Dengan penerapan sistem online, pihak majikan tidak perlu datang ke kantor DHSC sehingga dapat meminimalisir keterlibatan agency dalam pengurusan dokumen dimaksud. 

        Proses pengembangan system menuju sistem online adalah dengan melakukan integrasi Sistem Endorsement KDEI dengan Sistem DHSC-WDA-MoL. Proses pengembangan telah mulai berjalan dan target pelaksanaan pengembangan akan berlangsung sampai dengan akhir tahun 2016.

       Diharapkan sistem online dimaksud akan memberikan kemudahan bagi majikan maupun TKI dalam melakukan pengurusan kelengkapan dokumen penempatan TKI re-entry hiring sektor rumah tangga ke Taiwan.

 

 ------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Februari 2016

Ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 388,21 juta,
mendorong surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 130,55 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 645,87 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Oktober 2015 yang mencapai USD 640,11 juta, naik 0,90 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Nopember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 22,89 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Nopember 2015 mencapai USD 8,47 milyar, turun 18,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya tingkat permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar, yang terjadi hampir sepanjang tahun 2015.

Relatif meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Nopember 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 32,70 persen (mom), mencapai USD 130,55 juta, dan bila dibandingkan bulan Nopember 2014 mengalami penurunan sebesar 42,80 persen (yoy), yang pada bulan Nopember 2014 mencapai USD 228,25 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh tingginya penurunan neraca perdagangan non migas yang mencapai 47,62 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Nopember 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,82milyar, turun 14,56 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 388,21 juta, atau turun 6,91 persen dibanding bulan Oktober 2015 (mom), dan turun 27,16 persen dibanding bulan Nopember 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 73,39 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya performa ekspor Indonesia bulan Nopember 2015 dipengaruhi oleh menurunnya kinerja baik ekspor migas (turun 9,64 persen) maupun non migas yang turun 5,88 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Nopember 2015 mencapai USD 5,65 milyar, terkoreksi 17,18 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 257,66 juta, atau naik 15,51 persen dibanding bulan Oktober 2015. Apabila dibandingkan dengan Nopember 2014, impor Indonesia turun sebesar 15,43 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada Nopember 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan minyak (crude) dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 107,16 juta, USD 84,24 juta, dan USD 18,92 juta.

 

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, plastik, dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan Nopember 2015 dengan nilai masing-masing USD 42,51 juta, USD 40,62 juta, USD 25,67 juta, dan USD 20,91 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Realisasi investasi di Indonesia pada tahun 2015 mencapai Rp 545,4 triliun, meningkat sebesar 17,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 179,5 triliun, dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 365,9 triliun. Berdasarkan data tersebut, Taiwan menempati posisi ke-15 sumber investasi di Indonesia dengan nilai setara dengan US$ 107,95 juta.

Selama bulan Januari 2016, dalam rangka memperkuat dan memperluas jejaring kinerja serta menjajaki kemungkinan kerjasama, telah dilakukan kunjungan dan pertemuan dengan sejumlah perusahaan, institusi keuangan (perbankan), serta asosiasi-asosiasi di Taiwan. 

 

Perkembangan Pariwisata Tahun 2015

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia tahun 2015 mencapai 176.478 orang, atau naik 3,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan tahun 2015 mencapai 177.712 orang, atau turun 2,73 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia menunjukkan adanya pengaruh promosi pariwisata yang dilakukan KDEI-Taipei yang didorong dengan adanya fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Taiwan.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Karsini
Pada tanggal 21 Januari 2016, KDEI-Taipei menerima informasi dari agensi Fang Guang Manpower Co., Ltd bahwa TKI a.n Karsini, mengalami sakit gagal ginjal kronis (chronic kidney disease-CKD) stadium 5 dan masih menjalani perawatan di Mackay Memorial Hospital, Taipei, dan hingga kini telah dirawat selama 1 (satu) bulan.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Januari 2016, KDEI-Taipei membesuk TKI dimaksud di Mackay Memorial Hospital. Menurut penjelasan tim medis, selama 1 (satu) bulan terakhir, TKI secara rutin menjalani cuci darah sebanyak 3 (tiga) kali dalam seminggu. Lebih lanjut, dengan kondisinya tersebut, ada 2 (dua) opsi untuk menunjang kehidupan TKI yaitu menjalani cuci darah seumur hidup atau donor ginjal. Apabila 2 (dua) opsi tersebut tidak dilakukan, maka dapat membahayakan kondisi TKI.

TKI tersebut telah memahami penjelasan tim medis dengan sakit yang dideritanya. Setelah bermusyawarah dengan keluarga, TKI berkeinginan untuk pulang dan melanjutkan perawatan di Indonesia. Pihak majikan dan agensi menyatakan kesiapannya membantu segala hal yang diperlukan untuk proses kepulangan TKI. Berdasarkan penjelasan tim medis, TKI diperkenankan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. TKI direncanakan kepulangannya pada awal Februari 2016. KDEI-Taipei telah berkoordinasi dengan instansi terkait di Indonesia sebagai persiapan untuk perawatan lanjutan TKI setibanya di Indonesia.

2.TKI a.n Markus Rudianto

Pada tanggal 18 Januari 2016, KDEI-Taipei telah memenuhi panggilan dari Taiwan Kaohsiung District Prosecutors Office dalam persidangan kasus meninggalnya TKI a.n Markus Rudianto akibat kecelakaan lalu lintas. Persidangan dilakukan untuk mengeluarkan surat kematian alm. Markus Rudianto. Dalam persidangan tersebut, turut hadir pihak agensi Yong Cheng International Exploitative Ltd. Majelis hakim, selanjutnya, mengeluarkan surat kematian resmi alm. Markus Rudianto, dalam hal lain, jenazah telah dapat dipulangkan ke Indonesia.

Setelah mendapat kepastian dari pihak maskapai penerbangan, jenazah telah dipulangkan pada tanggal 30 Januari 2016 dengan pesawat China Airlines CI0761 nomor kargo 297-56473023 dari Taoyuan International Airport pukul 09.15 menuju Bandara Soekarno-Hatta dan tiba sekitar pukul 13.30 WIB.

KDEI-Taipei masih terus melakukan koordinasi dengan pihak agensi terkait pengurusan sisa gaji, asuransi kematian, dan segala sesuatu yang menjadi hak almarhum.

3.Pengambilan Sampel DNA Keluarga ABK Korban Tabrakan Kargo 

Pada tanggal 7 Januari 2016, KDEI-Taipei telah melakukan pertemuan dengan agensi Step Up Manpower Resources yang merupakan agensi ketiga ABK yang hilang dalam musibah tabrakan dengan kapal kargo di Perairan Chuwei, Pantai Utara Taiwan, pada tanggal 18 September 2015 lalu. 

Ketiga ABK tersebut adalah: Tasam, Sanip, dan Kusnali. Pertemuan tersebut membahas permintaan Coast Guard di Hsinchu terkait pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK yang hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Pada tanggal 14 Januari 2016, KDEI-Taipei telah menghubungi perwakilan PT Arafah Bintang Perkasa dan PT Jatim Krida Utama di Indonesia terkait biaya pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK. Perwakilan kedua PT tersebut menyampaikan seluruh biaya pengambilan sampel DNA ditanggung bersama agensi Step Up Manpower Resources di Taiwan.

Pada tanggal 15 Januari 2016, telah dilakukan pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK dimaksud. Diperkirakan bulan Februari 2016 ini seluruh sampel DNA telah dapat dikirim ke Taiwan dan disampaikan kepada pihak terkait.

 

Agenda Bulan Februari 2016

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2016, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan dunia usaha, Makassar, 1-3 Februari 2016.

2.Penyelenggaraan forum bisnis Exclusive Business Forum, Taipei, M4 Februari 2016.

3.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 21 Februari 2016.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : merdeka.com

Read more...

Ringkasan Kinerja Tahun 2015

(credit : (pic) costumstoday.com.pk)

Perdagangan Indonesia 2015 tetap tercatat surplus USD 2,69 milyar, ditengah tekanan perdagangan Indonesia-Taiwan yang berkontraksi 17,58 persen.

Indonesia sebagai TOP-10 daerah tujuan investasi Taiwan dengan nilai investasi USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 7,83 milyar (kontraksi 17,58 persen, yoy), dengan nilai ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 5,26 milyar atau turun 16,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan, nilai impor Indonesia mencapai USD 2,57 milyar, atau turun 20,03 persen (yoy). 

Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami tekanan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

 

Surplus perdagangan Indonesia selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 2,69 milyar. Surplus tersebut turun sebesar 12,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor migas, terutama gas alam, berkontribusi 64,11 persen dari total surplus perdagangan Indonesia.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan meliputi batu bara, gas alam, minyak, logam (termasuk emas dan perak), kayu olahan, nikel, komponen elektronik, dan timah. Sementara, produk Taiwan yang diimpor oleh Indonesia antara lain komponen permesinan, plastik, komponen elektronik, produk tekstil, besi lembaran, kimia organik, dan komponen kendaraan bermotor.

 

Dalam upaya meningkatkan promosi produk Indonesia, KDEI-Taipei secara berkelanjutan melakukan partisipasi promosi di sejumlah ekshbisi berskala internasional antara lain pada Taipei Food 2015, Taiwan International Franchise and Chain Exhibition 2015, International Tea, Coffee and Wine Expo 2015 dan Taiwan International Fisheries & Seafood Show 2015, dengan total potensi transaksi sebesar USD 13,76 juta.

Selain itu, KDEI-Taipei juga mendorong pengusaha Taiwan untuk ke Indonesia dalam kegiatan buying mission melalui Tour de Coffee ke Jawa Timur dan Bali dan Trade Expo Indonesia 2015, dengan total potensi transaksi sebesar USD 13,58 juta.

Selain itu, KDEI-Taipei melakukan kolaborasi ekonomi antar sektor dengan melibatkan substansi perdagangan-investasi-industri-tenagakerja dengan penyelenggaraan forum bisnis di sejumlah kota industri di Taiwan antara lain di Changhwa, New Taipei City dan Hsinchu

 

Perkembangan Investasi 

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia hingga triwulan ketiga (Januari-September) 2015, adalah sebesar US$ 96,43 juta yang terdiri atas 171 proyek.

Beberapa perusahaan besar asal Taiwan telah difasilitasi dalam investasinya di Indonesia, diantaranya:

  • Arima Communication Corporation, perusahaan manufaktur komponen telepon seluler telah menandatangani MoU dengan PT Tiphone Mobile Indonesia untuk membentuk perusahaan dan membangun pabrik telepon seluler di Indonesia. Perusahaan joint venture tersebut telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dari BKPM atas nama PT. Adi Reka Mandiri dengan rencana nilai investasi sebesar USD 36 juta.
  • China Steel Corporation, industri besi-baja, telah menandatangani MoU dengan PT. Artha Metal Sinergi dan sedang dalam proses untuk mendirikan perusahaan Joint Venture. Kerjasama tersebut ditekankan pada produksi plat baja dengan target investasi sebesar USD 500 juta.
  • Fu Chun Shin Machinery Manufacture Co., Ltd, industri pembuatan mesin plastic injection molding, telah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM dengan rencana nilai investasi sebesar USD 1,2 juta.
  • San Neng Bakeware, perusahaan penghasil peralatan baking terbesar di Asia, telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM untuk kantor distribusinya sebagai langkah awal sebelum memutuskan untuk mendirikan pabrik di Indonesia.
  • E-United Group yang pada tahun 2014 telah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal untuk bidang usaha industri besi dan baja dasar, mengajukan Izin Prinsip Perubahan, yaitu menambah investasinya dengan rencana membangun kawasan industri, sehingga nilai rencana investasinya menjadi USD 1.096,5 juta.
  • Fuburg Industrial, Co., Ltd, industri kain non-woven dengan produk utama adult diaper telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dengan bidang usaha perdagangan besar.
  • ControlNet International, Inc., berencana untuk membangun industri pembekuan makanan dengan energi surya. Perusahaan ini telah melakukan survey beberapa lokasi di Indonesia dan telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM.
  • Celxpert Energy Corporation, industri baterai, telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM dan ditargetkan untuk memulai produksi pada bulan Februari 2016.
  • Taiwan Hon Chuan Enterprise, Co., Ltd., industri kemasan plastik, telah mendapatkan Izin Usaha Industri dari BKPM dengan nilai investasi sebesar USD 53 juta.
  • Topco Technologie Corp., distributor produk silikon, telah memperoleh Izin Usaha Perdagangan dari BKPM.
  • Ching Fu Group, galangan kapal dan penangkapan ikan, telah melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Jababeka Morotai dalam rangka pengembangan pulau Morotai.
  • Pou Chen Group, industri alas kaki, yang telah memiliki Badan Hukum Indonesia atas nama PT. Pou Yuen Indonesia telah melakukan peresmian pabriknya di Cianjur, yang dihadiri antara lain oleh Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja, dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Beberapa perusahaan yang telah menunjukkan keseriusannya dan sedang mengumpulkan informasi untuk menginisiasi investasi di Indonesia antara lain: Gogoro Corp, industri skuter elektrik; Joson-Care Enterprise Co, Ltd., industri kerangka tempat tidur dan matras rumah sakit; Sunrise Agarwood Biotech Corporation, perkebunan jarak pagar dan gaharu; Amaxe Protech Co., Ltd, (CIC), industry transformer listrik; Sunyeer Technology Co., Ltd., industry LED; dan Finetek, Co, Ltd., industri sensor.

 

Kerjasama Industri

  • Fasilitasi dalam penjajakan kerjasama industri galangan kapal Indonesia-Taiwan terhadap PT. Dok Kodja Bahari (DKB) dengan Taiwan Shipbuilding Industry Association (TSIA) dan Taiwan Yacht Industry Association (TYIA) yang menawarkan 3 (tiga) skema kerjasama kepada industri perkapalan dalam negeri.
  • Pada sektor energi, terdapat peluang kerja sama antara Indonesia dan Taiwan untuk pengilangan minyak dan penelitian and pengembangan teknologi pengolahan perminyakan.  
  • KDEI-Taipei bekerja sama dengan  Foundation of Taiwan Industry Service (FTIS) menyelenggarakan seminar yang bertema “Green Factory Technology” pada tanggal 20 Mei 2015 di Bandung, serta kunjungan konsultasi ke 2 (dua) perusahaan yaitu PT. Graha Cemerlang Paper Utama dan PT. Trisula International dengan melibatkan ahli dari FTIS dan sejumlah pakar/tim ahli Taiwan.
  • Fasilitasi terhadap penandatanganan Letter of Intent on Cooperation Between CSBC Corporation Taiwan dan Indonesia Shipbuilding and Offshore Industries Association (Ikatan Perusahaan  Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia), pada tanggal 11 Juni 2015 di Surabaya.
  • Penandatanganan MOU Between Innovation & Incubation Center Chung Yuan Cristian University and Center of Industrial Education and Training, Kementerian Perindustrian, 19 Oktober 2015.

 

Perkembangan Pariwisata

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2015 mencapai 165.565 orang, atau naik 4,18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan selama Januari-Nopember 2015 mencapai 159.962 orang, atau turun 2,00 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berbeda dengan tahun 2013 dan 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia tahun 2015 lebih besar dibanding wisatawan Indonesia ke Taiwan. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh promosi pariwisata yang dilakukan KDEI-Taipei yang didorong dengan adanya fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Taiwan.

 

Perkembangan Ketenagakerjaan

  • Sampai dengan akhir Nopember 2015, jumlah TKI yang ditempatkan di Taiwan berjumlah 236.440 tenaga kerja, atau naik 4 persen y-o-y, dengan bekerja di sektor :
    oPertanian, perhutanan, perikanan dan peternakan: 7.798 orang
    oManufaktur: 49.852 orang
    oKonstruksi: 1.563 orang
    oKesehatan, pekerja sosial dan jasa lainnya : 177.227 orang
    oLain- lain: 1.554 orang 
  • Gaji TKI sektor domestik (perawat orang sakit dan penata laksana rumah tangga), sejak tanggal 1 September 2015, telah dinaikkan menjadi NTD 17.000 (naik 7,32 persen dari NTD 15.840), setara ±Rp 7,3 juta. Selain itu disepakati juga bahwa pihak Taiwan akan melakukan penyesuaian tehadap gaji tenaga kerja sektor domestik setiap tahun, sebagaimana halnya dengan upah tenaga kerja di sektor industri (manufaktur, konstruksi, perikanan-ABK Nelayan) dan jasa kesehatan lainnya (panti jompo).
  • Pemberlakuan integrasi penuh antara KDEI-Taipei dan BNP2TKI melalui sistem penempatan TKI (endorsement.online) dan BNP2TKI (SiskoTKLN) dan integrasikan sistem penanganan TKI (SIMPATI) dan Crisis Center BNP2TKI. Hal tersebut semakin meningkatkan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan.
  • Sebanyak 957 dari total 1.082 kasus permasalahan ketenagakerjaan yang termonitor dapat diselesaikan, atau setara 88,4 persen diselesaikan. Demikian halnya, jumlah aduan kepada KDEI Taipei telah meningkat hampir sebesar 100 persen dibanding tahun 2014 yang mencapai 547 kasus ketenagakerjaan yang termonitor (dengan tingkat penyelesaian kasus sebesar 50,27 persen).
  • Hal tersebut merefleksikan tingkat kepercayaan TKI terhadap kemampuan KDEI di Taipei yang semakin baik dalam penanganan permasalahan, sehingga keberadaan pemerintah dirasakan secara langsung, sekaligus menjadi tantangan dalam perbaikan penyelesaian permasalahan TKI di masa mendatang.
  • KDEI-Taipei telah mengupayakan hak-hak TKI berupa gaji dan asuransi sejumlah NTD 16.522.137, atau meningkat 18 kali lebih tinggi, jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 yang berjumlah NTD 896.074.
  • Guna menyebarluaskan ketersediaan tenaga kerja terampil kepada masyarakat Taiwan, promosi ketenagakerjaan dilakukan melalui media transportasi bus di Taipei, Taichung, dan Kaohsiung.

 

Kegiatan Layanan dan Pembinaan

  • KDEI-Taipei meluncurkan layanan KDEI Sunday Service dalam hal peningkatan kemudahan dan pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran dengan memanfaatkan hari Minggu selama 2 kali setiap bulan. Hal tersebut memperkaya layanan khusus KDEI-Taipei, setelah tahun sebelumnya telah meluncurkan KDEI Mobile Service ke sejumlah daerah padat WNI.
  • KDEI-Taipei mendukung peningkatan kualitas SDM TKI melalui jalur pendidikan formal tingkat SMA dan S1, melalui penyelenggaraan program “Kejar Paket C” dan Kuliah Universitas Terbuka di Taiwan. Lebih lanjut, pada tahun 2016, diadakan wisuda kelulusan pertama UT Taiwan pada bulan pertengahan tahun 2016.
  • KDEI-Taipei menyelenggarakan layanan pernikahan massal antar WNI di Taiwan yang beragama Islam pada 18 Oktober 2015, dengan diikuti oleh 5 (lima) pasangan pernikahan dan langsung mendapatkan buku nikah. Layanan pernikahan tersebut, atas kerja sama Kementerian Agama RI, dengan dilatarbelakangi pada upaya untuk melakukan tindak pencegahan hubungan tidak resmi yang tidak tercatat oleh negara, sekaligus sebagai bentuk perlindungan terhadap WNI perempuan.
  • Sementara itu, guna memenuhi aspirasi WNI di Taiwan perihal administrasi kewarganegaraan, KDEI-Taipei bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI telah menyelenggarakan sosialisasi administrasi kewarganegaraan yang meliputi perolehan kewarganegaraan RI, kehilangan kewarganegaraan RI, dan perolehan kembali kewarganegaraan RI.
  • KDEI Taipei memberikan bantuan advokasi dan pendampingan hukum, melalui pengacara, terkait permasalahan WNI secara umum, maupun terkait khusus ketenagakerjaan, antara lain pendampingan hukum bagi 8 (delapan) ABK Nelayan yang dituduh melakukan pembunuhan kapten dan juru mesin kapal, tuduhan pembocoran informasi perusahaan, tuduhan pelecehan seksual, dan melakukan pendampingan bagi TKI korban Toko “Hi Indo” di Tainan.
  • Pemberdayaan bagi WNI, khususnya bagi tenaga kerja Indonesia, dilakukan melalui pelatihan keterampilan yang bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BNP2TKI, dan juga bekerjasama dengan instansi teknis dan Lembaga Swadaya Masyarakat Taiwan, meliputi pelatihan pembuatan “Cencu Naica” (minuman khas Taiwan), pembuatan keramik berbahan tanah liat, pelatihan pemandu wisata berbahasa mandarin, pelatihan pertanian, pertemuan dengan waralaba Indonesia dan pembinaan melalui kegiatan kesenian dan olahraga.

 

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2015

Total Perdagangan Indonesia bulan September 2015 tumbuh 6,04 persen, memacu kenaikan surplus perdagangan sebesar 54,73 persen (mom).

Investasi Taiwan di Indonesia hingga TW-III/2015 mencapai USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan periode bulan September 2015 mencapai USD 738,44 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Agustus 2015 yang mencapai USD 696,39 juta, naik 6,04 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan September 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 17,38 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai USD 7,19 milyar, turun 15,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan September 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang naik 54,73 persen (mom), mencapai USD 340,66 juta, dan bila dibandingkan bulan September 2014 mengalami peningkatan sebesar 17,11 persen (yoy), yang pada bulan September 2014 mencapai USD 220,17 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh tingginya kenaikan neraca perdagangan migas yang mencapai 88,94 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,50 milyar, turun 8,82 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 539,55 juta, atau naik 17,73 persen dibanding bulan Agustus 2015 (mom), namun turun 8,91 persen dibanding bulan September 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,62 persen terhadap nilai ekspor. Membaiknya performa ekspor Indonesia bulan September 2015 dipengaruhi oleh positifnya kinerja baik ekspor migas (23,71 persen) maupun non migas yang naik 15,63 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-September 2015 mencapai USD 4,84 milyar, terkoreksi 14,12 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 198,88 juta, atau turun 16,47 persen dibanding bulan Agustus 2015. Apabila dibandingkan dengan September 2014, impor Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 34,02 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada September 2015 didominasi oleh gas alam, batu bara, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 147,51 juta, USD 137,11 juta, dan USD 84,73 juta.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, komponen permesinan, plastik dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan September 2015 dengan nilai masing-masing USD 41,98 juta, USD 39,74 juta, USD 19,23 juta, dan USD 18,69 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Perkembangan investasi di Indonesia (PMA dan PMDN) hingga Triwulan-III/2015 mencapai Rp. 400 triliun, meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun sektor dengan nilai realisasi penanaman modal asing terbesar antara lain: pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri alat angkutan dan transportasi lainnya, dan listrik, gas dan air. Sedangkan berdasarkan lokasi, nilai realisasi penanaman modal asing terbesar ada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Banten.

Taiwan merupakan negara asal investasi terbesar ke-14 dengan nilai sebesar USD 96,43 juta. Sedangkan dari sisi Taiwan, hingga Oktober 2015, Indonesia merupakan negara tujuan investasi ke-8. Peningkatan peringkat destinasi investasi Taiwan terus menjadi fokus utama Indonesia, mengingat Vietnam, Thailand, dan Filipina masih berada di atas Indonesia.

Sementara, selama bulan November 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain partisipasi pada “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015”, partisipasi pada “Taiwan International Fisheries & Seafood Expo 2015”, partisipasi pada “New Taipei City International Sourcing Fair”, kunjungan ke importir produk mainan anak Ryh Chun International Co. Ltd dan Great Sunway Enterprises Ltd, pertemuan dengan importir pinang Sun Union International Corp, pertemuan dengan Industrial Development Bureau, Hsinchu Industrial Park Service Center, Hsinchu Science Park Bureau, dan Kaohsiung Industrial Park Service Center dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai kebijakan investasi pada kawasan-kawasan industri di Taiwan.

 

Perkembangan Pariwisata

Terkait pariwisata, pada bulan Oktober 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.820 orang, turun 11,02 persen dibanding September 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Oktober 2015 mencapai 154.078 orang, atau naik 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2015 mencapai 14.966 orang, naik 12,84 persen dibanding bulan September 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai 146.531 orang, atau turun 2,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Harso

Pada tanggal 8 November 2015, seorang TKI a.n Harso meninggal dunia akibat tersengat listrik. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak agensi Taiwan, TKI tersengat listrik saat sedang memangkas pohon di dalam areal pabrik. Musibah ini telah disampaikan kepada istri alm. Harso, yang juga bekerja sebagai TKI di Taipei.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut, KDEI Taipei pada tanggal 16 November 2015 telah memanggil agensi, perwakilan perusahaan tempat alm. Harso bekerja, dan istri alm. Harso. Dalam pertemuan tersebut pihak majikan sepakat memberikan uang santunan dan asuransi sebesar NTD2.000.000 kepada ahli waris alm. Harso.

Selanjutnya jenazah alm. Harso telah dipulangkan pada tanggal 2 Desember 2015, dengan didampingi oleh istri alm. Harso dalam pesawat yang sama.

2.TKI a.n. Dedi Mulyono

Pada tanggal 18 November 2015, KDEI Taipei menerima informasi dari pihak agensi Taiwan di Kaohsiung bahwa seorang TKI-ABK Nelayan a.n Dedi Mulyono terjatuh dan hilang dalam pelayaran di perairan Ciayi Putai, Taiwan. 

Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan agensi, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 5 November 2015 saat kapal memasuki perairan Ciayi Putai. ABK yang tengah berada di bagian belakang kapal terjatuh ke laut. Kru kapal bersama dengan Tim SAR Taiwan, kemudian, melakukan pencarian selama 3x24 jam di lokasi jatuhnya ABK namun tidak membuahkan hasil.

Pada tanggal 23 November 2015, pihak agensi telah mengirimkan uang sebesar NTD170.000 kepada ahli waris ABK Nelayan Dedi Mulyono. Uang tersebut telah diterima oleh istri ABK dalam kurs rupiah sebesar Rp70.720.000. Adapun perincian uang tersebut terdiri atas gaji terakhir ABK (setelah dipotong hutang), tabungan ABK, santunan dari pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan, serta santunan dari agensi Taiwan.

Pihak agensi menjelaskan, pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan telah mengasuransikan ABK dengan nilai pertanggungan sebesar NTD300.000 dan masih dalam proses.

3.TKI a.n. Maryatun

Pada tanggal 28 Oktober 2015, KDEI Taipei menerima laporan dari pihak agensi Taiwan bahwa ada TKI a.n Maryatun mengidap penyakit leukimia.

Pihak dokter telah menginformasikan kepada TKI bahwa pengobatan yang dapat dilakukan adalah melalui kemoterapi, dengan tingkat keberhasilan 50 persen. TKI yang telah berdiskusi dengan pihak keluarga kemudian memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Pada tanggal 6 November 2015, pihak dokter melakukan pemeriksaan kondisi TKI serta melakukan transfusi darah agar kadar leukosit dan eritrosit dalam diri TKI tersebut lebih stabil.

Selanjutnya pada tanggal 12 November 2015, TKI telah pulang ke Indonesia didampingi oleh perwakilan dari pihak agensi Taiwan.

4.Pelatihan Pemandu Wisata untuk TKI

KDEI-Taipei, pada tanggal 29 November 2015, telah menggelar pelatihan pemandu wisata yang diikuti oleh para TKI di Taiwan. Pelatihan pemandu wisata, berlangsung di dua tempat wisata terkemuka di Taipei yaitu Chiang Kai-shek Memorial Hall dan Menara Taipei 101. 

Para peserta pelatihan rata-rata telah menguasai bahasa Mandarin dengan baik, karenanya selama sesi pelatihan para peserta bisa praktek dengan sangat lancar.

Selama pelatihan, para TKI mendapat teori dan praktek langsung dari Adi Carlo, seorang pemandu wisata yang telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Kementerian Pariwisata Taiwan. Pelatihan lebih dititikberatkan pada praktek, sejak dari dalam bus wisata, di lokasi wisata, hingga melepas atau berpisah dengan rombongan wisatawan.

 

Agenda Bulan Desember 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015 adalah sebagai berikut:

1.Penyelenggaraan forum bisnis perdagangan dan investasi, Hsinchu, 8 Desember 2015.

2.Pertemuan dengan Taiwan Telematics Industry Association, Taipei, 10 Desember 2015.

3.Pertemuan dengan Taiwan Rubber and Elastomer Association, M2 Desember.

4.Pertemuan dengan importer batubara dan nikel di Taiwan, M3 Desember.

5.Layanan KDEI Mobile Service, Taoyuan, 13 Desember 2015.

6.Layanan KDEI Sunday Service, KDEI-Taipei, 6 dan 20 Desember 2015.

7.Penyelenggaraan forum bisnis dengan anggota “Taiwan Indonesia Business Council”, M4 Desember.

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!