Menu

Difasilitasi KDEI Taipei, waralaba Baba Rafi segera hadir di Taiwan  

Difasilitasi KDEI Taipei, waralaba Baba Rafi segera hadir di Taiwan   

Taipei, 28 Januari 2019 – Kehadiran Waralaba Baba Rafi di Taiwan ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) pembukaan Master Franchise Baba Rafi oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia di Taiwan (APIT), Deyantono dan CEO Baba Rafi, Hendy Setiono dan disaksikan oleh Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi di Taipei.

Menurut Didi, “Sejak tahun lalu KDEI Taipei gencar memfasilitasi adanya kerjasama antara pengusaha Indonesia yang ada di Taiwan yang dinamakan APIT dengan pengusaha di Indonesia. Hasilnya, pada bulan Oktober 2019, APIT yang dipimpin Deyantono menandatangani nota kesepahaman kerjasama ritel dengan APRINDO yang digawangi oleh Roy N. Mandey dan disaksikan oleh beberapa pejabat Kementerian Perdagangan. Kerja sama APIT dan Waralaba Baba Rafi merupakan realisasi awalnya”.

Baba Rafi merupakan kisah sukses waralaba Indonesia yang melebarkan sayapnya tidak hanya di Indonesia, tetapi di mancanegara. Bahkan untuk Kebab Turki Baba Rafi dinobatkan sebagai The World’s Biggest Kebab Chain.

Data Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa pertumbuhan waralaba di Indonesia sedang berkembang pesat. Sebanyak 555 merek usaha dan dengan jumlah 45 ribu gerai yang berpotensi diwaralabakan.

“Ini tidak hanya bisnis yang berorientasi profit, tetapi lebih dari, kami masyarakat sekaligus pengusaha Indonesia di Taiwan ingin mempersembahkan yang terbaik untuk negeri dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia” Sambung Deyantono sebelum penandatanganan LoI.

Masyarakat Indonesia di Taiwan mencapai kurang lebih dari 300 ribu orang, sebagian besar merupakan pekerja migran. Bahkan untuk jumlah pekerja migran, jumlah di Taiwan merupakan kedua terbanyak setelah Malaysia.

“Ada peluang pasar yang sangat besar, apalagi kebab sudah digemari oleh banyak kalangan, sehingga pangsanya sebetulnya tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat Taiwan itu sendiri” kata Didi.

Deyanto menambahkan bahwa keinginan menghadirkan brand-brand Indonesia di Taiwan masih sangat besar, oleh karenanya APIT akan sangat menyambut baik untuk bekerja sama jika ada restoran dari Indonesia yang akan mengembangkan sayapnya  di Taiwan. Dibandingkan dengan agresfitas Thailand dan Vietnam, bisa dikatakan kiprah restoran Indonesia di Taiwan masih sangat terbatas, padahal dengan kekuatan rasa dan kekhasan kuliner Indonesia bisa bicara banyak di Taiwan.

Pada kesempatan di Taipei, CEO Baba Rafi, Hendy Setiono juga menyempatkan untuk menyampaikan motivasi berwirausaha ke pekerja migran Indonesia di Taiwan dalam acara Exit Program PMI Taiwan. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 75 pekerja migran Indonesia.

 

back to top

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is a Joomla Security extension!