Menu

Kunjungan Director General (DG) of National Immigration Agency (NIA) Taiwan ke KDEI Taipei

(22/11/2017),  DG NIA beserta  rombongan datang  ke  KDEI  Taipei  dalam  rangka kunjungan  balasan atas  kunjungan Kepala KDEI  Taipei  beserta Kepala  Bidang  Imigrasi  KDEI Taipei  diwaktu sebelumnya. Dalam  kunjungan  tersebut Kepala  KDEI  Taipei beserta  staf menyambut dengan  hangat  dan  berterima  kasih  atas  kesempatan  DG  NIA  beserta rombongan  untuk  mengunjungi  KDEI  Taipei,  dalam  waktu  yang  sangat  baik tersebut. DG  NIA  Mr.  Jeff  Yang,  didampingi  oleh Ms.  Jacklyne  Chen,  Director  of International  Affairs  and  Law  Enforcement  Division,   serta  2  orang  staf NIA yang  diterima  oleh  Kepala,  Wakil  Kepala  dan  Kepala  Bidang  Imigrasi  KDEI Taipei  serta  Kepala  Sub Direktorat Pengaman  Keimigrasian dari  Direktorat Jenderal Imigrasi, yang kebetulan sedang berada di KDEI Taipei dalam rangka kunjungan dinas. Kepala  KDEI  Taipei  dalam  pertemuan  itu  juga  tidak  lupa,  menyampaikan ucapan  selamat  kepada Mr.  Jeff  Yang atas  penugasan  dirinya  sebagai Director  General  of  National  Immigrant  Agency sejak  Juli  2017.  Berharap di bawah  kepimpinan  beliau  hubungan  Imigrasi  Indonesia  dan  Taiwan  terjalin lebih baik dan erat lagi. DG NIA juga menyampaikan ucapan terima kasih atas waktu dankesempatan yang   disediakan   untuk   kunjungan   yang   dilakukannya   saat   ini   beserta rombongan.  Juga  disampaikan  perhatian  dan  kepedulian  NIA kepada  WNI, khususnya  bekerja  di  Taiwan untuk membantu  orang-orang  Taiwan dalammemberikan asistensi kepada orang-orang tua Taiwan  ataupun  yang  bekerja pada sektor lainnya. Tentunya NIA dengan segala kapasitas yang dimiliki akan berupaya membantu dan ikut mendukung bagi kebaikan kualitas hidup semua orang  asing  yang  bekerja  di  Taiwan  dan  khususnya  WNI  yang  membantu menjaga orang orang tua dan bekerja di Taiwan.Atas  kepedulian  dan  simpati  ini,  Kepala  KDEI  Taipei  menyampaikan  banyak terima  kasih  dan  berharap dengan  kewenangan  yang  dimiliki  oleh NIA  dapat  membantu seluruh   WNI   yang   memerlukan   bantuan   dalam   pelayanan keimigrasian  Taiwan  ataupun  dukungan  kepada  instansi  terkait  lainnya  di Taiwan dalam hal memberikan perlindungan dan kenyamanan tinggal/bekerjaselama berada di Taiwan. DG  NIA  juga  berharap dalam  pertemuan  bilateral  antara  Imigrasi  Indonesia dan Taiwan ditahun 2018 dapat mewujudkan kerja sama yang lebih baik lagi dan   memberikan   konstribusi   bagi  eratnya   hubungan   keduabelah   pihak. (hs)

Kunjungan Delegasi UNAIR dan ASIA University di KDEI Taipei

Kepala KDEI menerima Rektor Univ. Airlangga Surabaya Prof. Moh. Nasih beserta delegasi UNAIR lainnya sebagai bagian dari agenda kunjungan ke Taiwan dalam rangka memenuhi undangan dari Asia University di Taichung.

Delegasi  UNAIR, terdiri dari Rektor, Prof. M Nasih,  Wakil Rektor 1, Prof. Djoko Santoso, Wakil Rektor 4 , Dr. Junaedi Khotib,  Faculty Ambassador, M Nur Ghoyatul Amin, M.Sc. serta  36 mahasiswa Asia University bertatap muka dengan para pejabat Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia dan juga mengunjungi ruang pelayanan publik.

Disela sela kunjungan, Kepala KDEI, Robert James Bintaryo memberikan sambutan dan juga kuliah singkat mengenai  Hubungan Indonesia - Taiwan dan berbagai perkembangan baik ekonomi, perdagangan, tenaga kerja, pariwisata dan  pendidikan kepada 36 mahasiswa Asia University, dan dilanjutkan dengan penjelasan serta tanya jawab seputar visa dan keimigrasian yang di sampaikan oleh  Kepala Bidang Imigrasi Herawan Sukoaji.

 

 

KDEI Taipei menghadiri acara Teleconference antara Balai Besar Industri Agro Indonesia (BBIA) dan Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) di Hsinchu

Pada hari Senin 22 November 2017 telah diadakan acara teleconference di Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) di Hsinchu. FIRDI yang telah berdiri sejak 50 tahun lalu, merupakan pusat penelitian dan pengembangan industri makanan dan minuman di Taiwan. 

Acara ini dihadiri oleh Bpk. Ngakan Timur Antara selaku Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Industri (BPPI) dan Bpk. Umar Habson selaku Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor. Sedangkan dari pihak FIRDI, dihadiri oleh Ms. Yan-Hwa Chu, Director of Product and Process Research Center, dan Mr. Tony J. Fang, Deputy Director General of FIRDI. Sebagai fasilitator, acara ini dihadiri juga oleh KDEI Taipei, yakni Bpk. Syahroni Ahmad, Kepala Bidang Industri, dan Juliana yang dalam hal ini juga berperan sebagai penerjemah.

Pada acara teleconference ini, BBIA dan FIRDI melakukan diskusi lanjutan dalam 3 (tiga) topik bahasan. Pertama, BBIA menyampaikan keinginannya agar FIRDI dapat membantu teknologi dalam memproduksi refined carrageenan dari skala laboratorium menjadi skala industri/mass production. Kedua, pihak BBIA juga ingin menaikkan kualitas produk CBS cocoa butter yang diperoleh dari palm kernel oil. Ketiga, kerjasama penelitian pada minyak dari buah merah Papua yang khasiatnya telah dirasakan masyarakat Papua sejak ratusan tahun yang lalu. Pihak FIRDI menyampaikan kesediaannya untuk bekerjasama dan memberikan bantuan dalam penelitian ketiga topik tersebut dengan menggunakan teknologi yang dimiliki.

Pihak BBIA, FIRDI, dan KDEI Taipei akan terus saling berkomunikasi untuk lebih meningkatkan kerjasama di antara keduanya. BBIA dan FIRDI juga menyampaikan akan merancangkan MOU untuk kerjasama kedua belah pihak. Hasil akhir dari kerjasama penelitian antara BBIA dan FIRDI ini akan bermuara pada kerjasama business-to-business antara industri Indonesia dengan industri Taiwan.

40 TKI, Alumni Exit Program Kelas Baking & E-Commerce Siap Berwirausaha

Taipei, KDEI (19/11/17) -- Sebanyak 10 (sepuluh) TKI Taiwan terpilih sebagai TKI Terbaik dalam program pelatihan keterampilan (Exit Program) yang digelar oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Global Workers Organization (GWO) di Taipei, Taiwan. Selain mendapat piagam penghargaan, ke-10 TKI ini juga menerima tabungan dari Bank BNI sebagai hadiah.

Program pelatihan ini diikuti 40 peserta yang merupakan TKI dari berbagai wilayah di Taiwanyang dilakukan guna meningkatkan keahlian khusus bagi TKI, sehingga dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Banyak manfaat dengan program ini antara lain membangkitkan semangat dan menumbuhkan mental berwirausaha, menambah jaringan dan relasi, bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi Pemberdayaan Terintegrasi.

Ke-10 TKI Terbaik tersebut terbagi dalam 2 (dua) kelompok pelatihan yakni kelas baking (pembuatan kue) yaitu: Astuti, Evi Dwi Puspitasari, Suparni, Rini Yuniati, dan Atin Sunarti, serta kelas e-commerce (bisnis online) yaitu: Rike Septiana, Risa, Muhdirin, Nurkhoiriah, dan Mardianto. Pelatihan diikuti total oleh.

Atin Sunarti, salah satu TKI terbaik menyampaikan, pihak majikan mendukung penuh keputusannya mengikuti pelatihan membuat kue. Pihak majikan berharap, Atin sepulangnya ke Indonesia bisa membuka usaha dan hidup mandiri. “Setiap minggu saya berangkat mengikuti pelatihan dengan membawa nenek yang saya jaga menggunakan kursi roda,” tuturnya.

Perjuangan Atin bukanlah hal yang mudah. Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia, Atin setiap minggu mesti berangkat dari daerah Beitou menuju Taipei. Dengan mendorong kursi roda yang ditumpangi nenek yang dijaganya, Atin kemudian naik kereta MRT menuju lokasi pelatihan dengan menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Perjuangan Atin sepadan dengan predikat TKI Terbaik yang berhasil diraihnya bersama sembilan TKI lainnya.

Pelatihan keterampilan membuat kue (Chinesse/Western Baking) dan bisnis online (internet marketing) ini berlangsung selama 2,5 bulan dalam 10 kali pertemuan (durasi 40 jam). Pelatihan menghadirkan mentor-mentor yang berpengalaman di bidangnya. Butuh kesabaran, keuletan dan komunikasi yang intensif agar TKI bisa mengikuti pelatihan di sela-sela kewajibannya bekerja sebagai TKI.

“Banyak manfaat mengikuti kegiatan seperti ini, karena menumbuhkan mental berwirausaha. Tidak selamanya mereka akan menjadi TKI,” tutur Kepala KDEI Taipei Robert James Bintaryo saat memberi sambutan di Kainan Vocational High School, Taipei, Minggu (19/11).

Beliau juga berharap, hendaknya ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terlebih lagi lembaga perbankan di Indonesia dapat memfasilitasi untuk kredit usaha. Khususnya bagi TKI kelas e-commerce juga diharapkan dapat menyasar bisnisstartup di Indonesia.

Kepala Sekolah Kainan Vocational High School, Xing-Wen Fei menuturkan, seluruh kue yang dipelajari TKI adalah jenis kue yang sangat terkenal di Taiwan namun sangat praktis dipraktekkan. “Harapannya, jika kue-kue ini dibuat di Indonesia, akan banyak peminat sehingga mudah dipasarkan,” ujar Xing-Wen Fei antusias.

Menjawab Kegelisahan TKI Purna

TKI terbaik lainnya, Rini Yuniati, berharap sekembalinya ke Indonesia dirinya bisa membuka usaha. “Saya sangat berminat dengan bidang makanan dan kue-kuean. Saya mengikuti pelatihan ini agar dapat membuka usaha di Indonesia,” jelas TKI yang bekerja di daerah Xizhi, Taipei. TKI asal Gurah, Kediri, Jawa Timur ini telah sekitar 8 (delapan) tahun bekerja sebagai TKI di Taiwan sehingga memutuskan sekembalinya ke Indonesia akan berwirausaha.

TKI purna dan kembali ke Indonesia akan menghadapi persoalan baru. Mereka yang akan membuka usaha misalnya, masih gamang dengan bidang usaha yang akan dibuka serta persoalan permodalannya.

“Kegiatan ini menjawab kegelisahan TKI, sepulang dari Taiwan mau buat usaha apa? Dengan bekal pelatihan ini, setelah kembali ke Indonesia mereka dapat membuka usaha, terkait dengan permodalan dapat kita arahkan ke perbankan” tandas Senior Asisten Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Kadir.

Kadir menambahkan, TKI purna diharapkan dapat mengikuti program pemberdayaan terintegrasi di Indonesia untuk didampingi dari saat memulai usaha hingga akses permodalan dan pemasaran.Diakhir penjelasannya beliau menyimpulkan hendaknya alumni pelatihan sudah dapat menentukan niat, minat dan impian untuk berwirausaha dari sekarang.

“Kami mengimbau kepada para TKI di Taiwan untuk secara rutin menyisihkan gaji mereka di rekening sebagai bekal membuka usaha di Indonesia. Apabila membutuhkan bantuan membuka usaha, BNI bisa membantu melalui kredit usaha purna TKI,” terang Remittance Representative BNI Taiwan, Ersam Richard Parura usai memberikan hadiah Tabungan  secara simbolis kepada 10 TKI Terbaik. 

 

Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd